cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
PENATALAKSANAAN PADA LAKI-LAKI USIA 26 TAHUN SEORANG SUPIR DENGAN LOW BACK PAIN MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS SATELIT BANDAR LAMPUNG Siti Maharani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp416-431

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Gejala utamanya yaitu rasa nyeri di daerah tulang belakang bagian punggung. Data untuk jumlah penderita LBP di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan penderita LBP di Indonesia yaitu 11,9% dan berdasarkan gejala prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia mencapai 24,7%. Nyeri punggung bawah terkait pekerjaan, menjadi salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dilaporkan, terutama ditemukan pada pekerja yang melakukan tindakan fisik tertentu. Penelitian menerapkan pelayanan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif sesuai masalah yang ditemukan pada pasien dan melakukan penatalaksanaan berbasis Evident Based Medicine yang bersifat family-approach, patient-centered dan community oriented serta mengidentifikasi faktor risiko internal serta eksternal dan masalah klinis yang terdapat pada pasien. Studi ini merupakan studi case report. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, mengisi family folder, melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien Tn.M, laki-laki, 26 tahun, bekerja sebagai supir angkutan umum dalam kota memiliki keluhan utama terdapat nyeri pada punggung bawah sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu tetapi keluhan nyeri memberat dalam 1 minggu lalu. Nyeri dirasakan seperti ditusuk, muncul hilang timbul dan dipengaruhi oleh posisi. Nyeri dirasakan tidak menjalar ke lutut dan betis. Nyeri membaik saat dibawa istirahat dan memberat saat pasien berkativitas. Pasien didiagnosis sebagai Low Back Pain. Beberapa faktor dapat memengaruhi keadaan pasien yaitu faktor risiko internal yaitu posisi kerja yang tidak ergonomis dan tidak diselingi dengan peregangan. Faktor eksternal yaitu pekerjaan pasien yang mengharuskan pasien duduk dan menyetir dengan durasi yang lama. Dilakukan intervensi farmakologis dan non farmakologis berupa edukasi mengenai posisi tubuh yang ergonomis dan exercise untuk mengurangi keluhan nyeri punggung bawah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan Low Back Pain pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient-centered, family approach dan berdasarkan beberapa teori serta penelitiaan terkini.
Laporan Kasus: Pasien Petani 78 tahun dengan Ulkus Kornea Okuli Dextra ec Suspek Jamur Zalfa Salsabila Aprilia; Muhammad Maulana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp343-348

Abstract

Ulkus kornea akibat jamur merupakan ulkus yang berkembang secara perlahan dan berpotensi menyebabkan kebutaan. Diagnosisnya masih menjadi tantangan. Adanya plak berwarna kecokelatan pada kornea merupakan petunjuk diagnostik untuk ulkus kornea jamur dematiaceous. Terapi utama adalah penggunaan antijamur dan debridement (pengangkatan) plak tersebut. Laporan kasus ini membahas pengelolaan ulkus kornea akibat jamur. Pada laporan kasus ini dilaporkan kasus seorang petani usia 78 tahun datang dengan keluhan merah dan buram yang semakin memberat sejak tiga bulan lalu pada mata kanan. Keluhan dirasakan setelah terkena daun padi tiga bulan lalu. Pemeriksaan oftalmologis okuli dextra (OD) didapatkan hasil visus ½/60, injeksi konjungtiva (+), injeksi siliar (+), kornea tampak ulkus dengan pigmen kecoklatan di perifer, arah pukul 5, 1 mm dari limbus, batas tidak tegas, bentuk tidak teratur, ukuran 3x1 mm, refleks cahaya (+), shadow test (+), lensa keruh sebagian. Pemeriksaan oftalmologis okuli sinistra (OS) didapatkan visus 6/60, tampak jaringan fibrovaskular bentuk segitiga dengan apeks mengarah ke kornea di sisi nasal melewati limbus tidak lebih dari 2 mm, shadow test (+), lensa keruh sebagian. Pasien didignosis ulkus kornea OD ec Susp. jamur + katarak imatur ODS + pterigium gr 2 OS. Pasien ditatalaksana dengan antijamur topikal dan oral.
Penatalaksanaan Holistik pada Laki-Laki Usia 67 Tahun dengan Hidrokel, Hipertensi Grade II dan Diabetes Militus melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Natar Satria Adi Nugraha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp63-81

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dan diabetes merupakan penyakit degeneratif yang salah satu komplikasinya dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Salah satu tanda kerusakan ginjal adalah edema tungkai dan hidrokel. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor risiko, masalah klinis, dan melakukan penatalaksanaan berkelanjutan secara menyeluruh dengan menerapkan dokter keluarga yang sesuai dengan Evidance based medicine melalui pendekatan yang berpusat pada pasien dan keluarga. Strategi penelitian ini dapat berupa laporan kasus. Metode: Informasi penting diperoleh melalui autoanamnesis dan aloanamnesis, pemeriksaan fisik serta kunjungan rumah, hingga informasi keluarga secara menyeluruh, informasi psikososial dan biologis. Evaluasi dilakukan berdasarkan kesimpulan menyeluruh dari awal, persiapan, dan kesimpulan penelitian secara kuantitatif dan kualitatif Hasil: Faktor risiko internal yang menyebabkan penyakit kronis meliputi kebutuhan informasi berkelanjutan terkait hidrokel, hipertensi dan diabetes melitus dan asupan makanan tidak sesuai dengan aturan gizi yang disesuaikan. Faktor risiko eksternal yang mempengaruhi kondisi pasien adalah kebutuhan informasi keluarga terkait penyakit pasien dan keluarga pasien mengutamakan pengobatan kesembuhan. Kesimpulan: Penatalaksanaan yang menyeluruh dapat meredakan efek samping klinis yang terus-menerus dan meningkatkan ketenangan serta informasi keluarga terkait penyakit. Tekanan darah dan gula darah pasien terkontrol dengan obat-obatan, ada peningkatan aktivitas fisik dan kesadaran untuk berhenti merokok serta peningkatan asupan makanan pasien.
Penatalaksanaan Holistik pada Pasien Anak 1 Tahun dengan Diare Cair Akut melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur M Arifin Ilham
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp82-97

Abstract

Kematian anak usia dini umum terjadi di negara berkembang dengan diare sebagai salah satu penyebab kematian. Setiap tahun terdapat 2,5 miliar kasus diare yang tercatat pada anak kecil dengan 1.400 kematian setiap harinya. Diare dapat menyebabkan kekurangan hidrasi, perkembangan terhambat, dan kurangnya nutrisi sehat pada anak. Dampak yang ditimbulkan oleh diare memerlukan peran pasien dan keluarga dalam mengantisipasi dan memberikan pertolongan pertama. Jadi peran dokter keluarga sangat penting dalam menangani pasien secara komprehensif dan menyeluruh. Intinya adalah menerapkan prinsip pendekatan dokter keluarga yang menyeluruh dalam mengenali variabel risiko internal dan eksternal serta memahami masalah berdasarkan evidence based medicine yang merupakan pendekatan dan pemahaman keluarga yang berpusat. Pemikiran ini dapat berupa gambaran grafis dari laporan kasus. Informasi penting diperoleh melalui autoanamnesis dan alloanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Informasi tambahan diperoleh dari catatan pengobatan yang terus-menerus. Kasus ini bermula dari laporan kasus anak usia 1 tahun yang mengalami BAB cair selama 2 hari. BAB cair paling sering terjadi dan memiliki peluang kejadian internal dalam lingkungannya. Pemberian obat telah dilakukan pada pasien dengan BAB cair dengan menggunakan evidence based medicine dan konseling menggunakan media gambar terkait BAB cair. Pemberian obat secara menyeluruh dengan pendekatan pengobatan keluarga diperlukan pada pasien dengan BAB cair yang parah untuk mengurangi keluhan dan mengantisipasi kekambuhan penyakit.
Pemberian Tatalaksana Secara Holistik Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Anak Perempuan Berusia 11 Tahun dengan Varisela di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Muthia Aya Syahmalya; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp376-387

Abstract

Salah satu penyakit menular yang sering terjadi pada anak-anak disebabkan oleh infeksi virus Varicella Zoster (VZV) yang disebut sebagai varisela atau cacar air. Penulis telah menerapkan prinsip pelayanan keluarga dengan pendekatan yang holistik meliputi patient-centered, family approach, dan community–oriented yang berbasis pada Evidence Based Medicine. Laporan kasus ini menggunakan data dari hasil autoanamnesis, alloanamnesis, pemeriksaan fisik, data keluarga, lingkungan, psikososial sebagai data primer yang didapatkan saat kunjungan rumah. Selain itu, penulis juga menggakan data rekam medis pasien sebagai data sekunder. Selama penulisan laporan, penilaian dilakukan secara holistik pada diagnosis awal dan akhir yang bersifat kantitatif dan kualitatif. Anak Z, anak perempuan usia 11 tahun, mengeluh adanya gangguan kulit berupa lenting-lenting merah yang muncul pada tangan dan kaki sejak 1 hari sebelumnya, disertai rasa gatal dengan cairan kental. Lenting-lenting tersebut muncul di tangan kemudian menyebar ke wajah, tubuh, dan kaki. Lenting berbentuk vesikel dengan dasar eritema, bulat, ukuran miliar, multiple, dan berbatas tegas. Pasien didiagnosis Varisela berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik sebagai dasar pemberian terapi yang sesuai. Dilakukan evaluasi terapi farmakologis dan non-farmakologis yang menunjukan peningkatan yang dinilai melalui follow up, pretest, dan posttest. Penatalaksanaan secara holistik penting bagi pasien dengan penyakit Varisela untuk mengidentifikasi masalah yang mencakup aspek biologi, psikologi, dan social, guna mencapai keberhasilan terapi dan pencegahan penularan ke orang lain.
Penatalaksanaan Holistik pada Anak Usia 11 Tahun dengan Herpes Zoster Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Puskesmas Natar Nanda Tiara Santika; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp349-362

Abstract

Kualitas hidup anak-anak yang mengalami herpes zoster dapat terpengaruh secara signifikan, terutama karena rasa sakit akibat ruam dan gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, dan mual. Maka dari itu, pendekatan secara holistik yang menggunakan pendekatan kedokteran keluarga diperlukan untuk mencapai keberhasilan terapi. Penulisan laporan kasus ini bertujuan untuk mendeteksi faktor resiko internal dan eksternal dan menyelesaikan masalah berbasis EBM (Evidance Based Medicine) dengan menerapkan prinsip dokter keluarga yang bersifat family approach dan patient centered. Data yang digunakan pada laporan kasus ini berupa data primer dari alloanamnesis, pemeriksaan fisik, serta kunjungan ke rumah, dan data sekunder diambil dari rekam medis pasien An. K berusia 11 tahun yang datang dengan keluhan muncul bintil-bintil kemerahan berkelompok berisi cairan yang disertai rasa nyeri, panas, dan gatal pada bagian pundak sebelah kirinnya sejak tiga hari lalu. Keluhan tersebut disertai dengan demam. Pasien memiliki riwayat cacar air sebelumnya. Dilakukan intervensi non-medikamentosa dan medikamentosa pada pasien dan keluarganya. Hasil evaluasi pasien dapat mengikuti anjuran tersebut. Setelah dilakukan tatalaksana holistik dan komprehensif sesuai dengan panduan yang ada, dan hasilnya menunjukkan kemajuan yang signifikan pada pasien, ditandai dengan berkurangnya gejala klinis serta perubahan perilaku yang lebih baik. Dukungan serta peran aktif dari keluarga sangat penting dalam proses perawatan dan pengobatan pasien.
The The Relationship Between Individual Characteristics and The Number Of Children on Drug Waste Management Behavior at The Household Scale in Kedaton District of Bandar Lampung Indika Poloriani Tunang
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp98-107

Abstract

Background: Medicines are often stored in households for health-related needs. However, prolonged storage can lead to an increase in pharmaceutical waste. This type of waste requires specific handling through proper management behavior. Within the household context, mothers play a vital role in managing pharmaceutical waste. The aim of this study is to examine the relationship between individual factors such as age, education level, type of occupation, income, and number of children with the behavior of housewives in managing pharmaceutical waste in the Kedaton District. Method: This research is an analytical observational study using a cross-sectional design and purposive sampling technique. A total of 108 housewives in Kedaton District were selected as the research sample. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results: It was found that 43 respondents (39.8%) demonstrated poor pharmaceutical waste management behavior, while 65 individuals (60.2%) showed good management behavior. Statistical analysis revealed significant relationships between age, education level, occupation, and income with pharmaceutical waste management behavior. However, no significant relationship was found between the number of children and this behavior. Conclusion: Most housewives in Kedaton District have shown positive behavior in managing pharmaceutical waste. Factors such as age, education, occupation, and income influence this behavior, whereas the number of children does not have a significant impact. Keywords: Individual Characteristics, Management Behavior, Number of Children, Pharmaceutical Waste, Household.
Holistic Management of A Female Patient with Diabetic Neuropathy and Osteoarthritis through Family Medicine Approach Marcella Dena Fernanda; Diana Mayasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp363-375

Abstract

Diabetic neuropathy is the most common complication found in diabetes patients, with a lifetime prevalence of over 50% among those with diabetes. The World Health Organization (WHO) estimates that approximately 528 million people worldwide suffer from osteoarthritis (OA), an increase of 113% since 1990. The progression of diabetic neuropathy can be controlled through a healthy lifestyle and medication adherence, as can osteoarthritis through healthy living and physical exercise. This study applies family doctor services by identifying internal and external risk factors, clinical problems, and patient management based on Evidence-Based Medicine, focusing on the patient, family, and community. This study is a case report that collects primary data through anamnesis, physical examination, home visits, and environmental data, along with secondary data from the patient’s medical records. Assessments were conducted holistically, both qualitatively and quantitatively, from the beginning to the end of the study. Mrs. Y, 61 years old, presented with complaints of numbness and tingling in all four limbs accompanied by pain in both knees, with a history of diabetes for 15 years. The patient was diagnosed with diabetic neuropathy and osteoarthritis. In this case, diagnosis and management were carried out according to relevant theories and journals. Following intervention, there was a reduction in clinical symptoms and an increase in knowledge among the patient and her family. The diagnosis and management of this patient were conducted holistically, patient-centered, with a family approach, and community-oriented. Based on several current theories and studies, there was an improvement in the patient’s family knowledge.
PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA WANITA 53 TAHUN DENGAN HIPERTENSI DAN ASMA TERKONTROL MELALUI PENDEKATAN DOKTER KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS NATAR Anggit Anindyaguna
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp108-122

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas baik di dunia maupun di Indonesia. Menurut Word Health Organization (WHO) tahun (2019) sekitar 1,13 miliar atau 22% orang yang menderita hipertensi dari total penduduk dunia. Hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunya. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan tahun 2018 menunjukan penderita yang mengalami hipertensi dari umur 18 – 75 tahun mencapai sekitar 34,11%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor resiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien Ny.Y usia 53 tahun dengan keluhan satu hari sebelum pasien datang ke puskesmas, pasien merasa pusing. Pasien mengatakan memiliki riwayat darah tinggi dan asma. Pasien telah menderita darah tinggi sejak ± 2 tahun yang lalu dan asma baru terdiagnosis oleh dokter di Puskesmas sekitar 3 bulan yang lalu. Selama ini pasien berobat ke puskesmas hanya jika pasien mengalami keluhan saja. Pasien merasa jika keluhan membaik, pasien sudah tidak memerlukan obat kembali. Pasien jarang beraktivitas fisik dan kurang menjaga pola makan. Setelah dilakukan intervensi pasien sudah rutin kontrol ke puskesmas untuk mengambil obat hipertensi dan cek tekanan darah serta mulai memperbaiki pola makan, dan menambah aktivitas fisik. Penatalaksaan holistik dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku pasien dan keluarga dalam menjaga kesehatan. Kata kunci: Hipertensi, Asma, Aktivitas Fisik, Penatalaksanaan Holistik
Holistic Management of A 55-year-old Female Patient with Benign Paroxysmal Positional Vertigo through Family Medicine Approach Avisa Jinan Azura; Diana Mayasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp123-136

Abstract

Vertigo is defined as a postural awareness disorder and can be a feeling of spinning in oneself or the surrounding environment. According to WHO, vertigo often occurs at the age of 18-79 years with a global prevalence of 7.4% and an annual incidence of 1.4%. This study employs a holistic and comprehensive family medicine approach to identify risk factors, clinical issues, and to guide patient management, grounded in evidence-based practices. The approach integrates a family-focused, patient-centered, and community-oriented perspective. The analysis is presented in the form of a case report. Primary data were collected through anamnesis and physical examination, while secondary data were sourced from the patient's medical records at the Health Center. The evaluation was conducted using a holistic diagnostic framework, encompassing the initial, processual, and concluding phases of the study, with both quantitative and qualitative assessments. Patient Mrs. H, 55 years old, has internal risk aspects in the form of gender, age factor >50 years, lack of knowledge about vertigo, curative treatment patterns, fatigue and excessive stress. External risk aspects of the patient are lack of family knowledge about vertigo, curative family treatment patterns, and lack of emotional and practical support from the family for the patient's daily activities. After the intervention, there was improvement in the clinical symptoms of vertigo in patients, increased patient knowledge about vertigo, and changes in patient treatment patterns. Keyword: Benign Paroxysmal Positional Vertigo, Family Medicine