cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Penatalaksanaan Holistik Pada Laki-Laki Usia 67 Tahun dengan Dermatitis Kontak Alergi Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air Salma Khairunnisa Hero
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp388-400

Abstract

Dermatitis kontak alergi adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh kontak dengan antigen, yang mengakibatkan reaksi hipersensitivitas tipe IV. Perawatan utama untuk DKA adalah mengidentifikasi dan menghindari alergen yang menyebabkan dermatitis. Dilakukan pendekatan holistik dan komprehensif untuk mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis dan manajemen pasien berdasarkan evidence based medicine dan bersifat family-approached, patient-centered, dan community-oriented. Analisis berupa laporan kasus. Data primer diperoleh melalui pemeriksaan fisik, sedangkan data sekunder bersumber dari rekam medis pasien yang tercatat di Pusat Kesehatan Masyarakat. Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh menggunakan metode kuantitatif maupun kualitatif. Dari penelitian didapatkan hasil Tn. A, 67 tahun, datang ke Puskesmas Gedong Air dengan keluhan bercak merah dan gatal di kedua kaki, disertai kulit mengelupas, selama tujuh hari. Berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis menderita dermatitis kontak alergi. Selama tiga kali kunjungan rumah, pasien dan keluarganya diberikan tindakan farmakologis, nonfarmakologis, serta edukasi tentang penyakit pasien. Hasil evaluasi menunjukkan gejala pasien membaik dan pengetahuan pasien dan keluarganya tentang penyakit meningkat. Dilakukan perawatan secara holistik dan pendekatan kedokteran keluarga. Intervensi yang diterapkan memperluas pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarga mereka. Kata kunci: Dermatitis Kontak Alergi, Kedokteran Keluarga
Penatalaksanaan Holistik Pasien Anak Usia 3 Tahun Dengan Penyakit Campak Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Simpur Dian Puspita Larasati; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp444-456

Abstract

Penyakit campak adalah penyakit virus yang bersifat sangat infeksius dan dapat menyebabkan kematian pada anak. Campak umumnya menyerang kelompok usia balita dan anak prasekolah yang rentan karena daya tahan tubuh yang kurang. Penyakit campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya kebutaan dan juga angka kematian yang cukup tinggi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko internal maupun eksternal, masalah klinis, dan juga penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif sesuai pendekatan dokter keluarga melalui family-approach, patient-centered, dan community oriented. Studi yang dilakukan berupa laporan kasus. Data diperoleh melalui aloanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik awal dan akhir secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien An. RPA usia 3 tahun tinggal bersama ibu, kakek, dan neneknya. Ibu pasien mengeluhkan pasien mengalami demam, batuk pilek dan muncul ruam kemerahan pada bagian belakang telinga dan leher sejak 3 hari sebelum datang ke Puskesmas. Diagnosis klinis pasien yaitu Campak Tanpa Komplikasi. Intervensi diberikan secara farmakologi dan non-farmakologi dan didapatkan adanya perbaikan klinis serta peningkatan pengetahuan keluarga pasien mengenai kondisi pasien.Telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga pada An. RPA dan keluarga. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan dan perubahan perilaku pasien dan keluarganya yang tampak pada perbaikan diagnosis holistik akhir.
Penatalaksanaan pada Perempuan 47 Tahun Penderita Vertigo melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Puteri Sahra Salsabila; Suharmanto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp499-513

Abstract

Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai gangguan kesadaran postural dan dapat berupa perasaan berputar pada diri sendiri atau lingkungan sekitar. Menurut WHO, vertigo sering terjadi pada usia 18-79 tahun dengan prevalensi global sebesar 7,4% serta kejadian per tahunnya mencapai 1,4%. Tujuan: Menerapkan pelayanan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berbasis Evidence Based Medicine dengan pendekatan patient centered dan family approach. Metode: Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan kunjungan rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Pasien Ny. D, 47 tahun, memiliki aspek risiko internal berupa kurangnya pengetahuan mengenai penyakit vertigo, pola tidur yang tidak teratur, pola pengobatan yang kuratif, beban kerja dan stres. Aspek risiko eksternal pasien yaitu pengetahuan keluarga yang kurang tentang vertigo, pola pengobatan keluarga yang kuratif, dan persepsi yang salah mengenai vertigo Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi, didapatkan perbaikan dan gejala klinis vertigo pada pasien, peningkatan pengetahuan pasien mengenai vertigo,dan perubahan pola pengobatan pasien.
Pendekatan Kedokteran Keluarga dalam Penatalaksanaan Varisela pada Pasien Anak Laki-laki Usia 10 Tahun di Puskesmas Panjang Haliza Henfa Dela Cruz; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp401-415

Abstract

ABSTRAK Varisela, atau dikenal sebagai cacar air, merupakan infeksi virus akut yang sangat menular dan disebabkan oleh virus Varicella Zoster (VZV). Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep kedokteran keluarga dalam penanganan pasien secara menyeluruh, dengan pendekatan yang berpusat pada pasien, melibatkan keluarga, serta memperhatikan faktor lingkungan komunitas, berdasarkan prinsip Evidence Based Medicine (EBM). Metode yang digunakan adalah studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah guna menilai kondisi keluarga, aspek psikososial, dan lingkungan tempat tinggal pasien. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dari awal hingga akhir proses melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pasien adalah anak laki-laki berusia 10 tahun yang datang dengan keluhan lenting-lenting gatal pada wajah, leher, tubuh, punggung, dan lengan. Pemeriksaan menunjukkan vesikel berukuran kecil dengan batas jelas dan dasar eritematosa. Diagnosis klinis menunjukkan pasien mengalami varisela (ICD-10 B01). Tindakan medis dan edukasi telah dilakukan sesuai teori dan referensi terkini. Hasil menunjukkan adanya penurunan gejala serta peningkatan pemahaman pasien dan keluarga tentang penyakit ini. Pendekatan holistik terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat pasien dan keluarganya. Kata Kunci: Kedokteran Keluarga, Pendekatan Holistik, Varisela. ABSTRACT Varicella, commonly known as chickenpox, is a highly contagious acute viral infection caused by the Varicella Zoster Virus (VZV). This study aims to implement the principles of family medicine in managing a pediatric case using a comprehensive, patient-centered approach that involves the family and considers community-related factors, all based on Evidence-Based Medicine (EBM). The study utilizes a case report design. Primary data were obtained through medical interviews, physical examinations, and home visits to gather insights into the patient’s psychosocial context, family dynamics, and living environment. Secondary data were sourced from medical records at the primary healthcare facility. Evaluation was conducted holistically, covering initial assessment, process, and outcomes through both qualitative and quantitative analyses. The subject was a 10-year-old boy who presented with itchy vesicular rashes on his face, neck, torso, back, and arms. Physical examination revealed small, round vesicles with well-defined borders and erythematous bases. The clinical diagnosis confirmed varicella (ICD-10 B01). Treatment and health education were provided according to current guidelines and literature. The intervention led to a reduction in symptoms and improved understanding of the illness by both the patient and his family. A holistic approach proved effective in enhancing health awareness and positive behaviors within the family. Keywords: Family Medicine, Holistic Approach, Varicella
Penatalaksanaan Holistik Pasien Wanita Usia 65 Tahun dengan Kanker Payudara Post Mastektomi melalui Pendekatan Keluarga di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Arifah Putri Desenia; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp1-13

Abstract

Breast cancer is the most common type of cancer and attacks women throughout the world. Breast cancer is a malignancy in breast tissue that can originate from the ductal epithelium or lobules. In Indonesia, more than 80% of cases are found to be at an advanced stage, where treatment is difficult so understanding is needed regarding prevention, early diagnosis, curative and palliative treatment as well as rehabilitation, so that treatment can be done optimally. The purpose of this paper is to identify internal and external risk factors, clinical problems, as well as holistic and comprehensive management according to a family doctor's approach through a family, patient-centered and community-oriented approach. The study conducted was in the form of a case report. Data was obtained through alloanamnesis, physical examination and home visits. Assessment based on initial and final holistic diagnosis quantitatively and qualitatively. Patient Mrs. J, 65 years old, lives with his younger sibling. The patient came to Kampung Sawah Puskesmas with the aim of changing of the dressing wound from post mastectomy operation and complained of pain in the surgical wound. The patient’s clinical diagnosis was breast cancer. Interventions are given pharmacological dan non pharmacological. There is an increase in patient and family’s knowledge regarding the patient’s condition and there is an improvement of patient’s condition.
Penatalaksanaan Holistik Pada Anak Usia 6 Tahun Dengan Demam Tifoid Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Helsa Apty Tamara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp14-28

Abstract

Penyakit pada sistem pencernaan ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Melaksanakan layanan kesehatan dokter keluarga dengan prinsip evidence based medicine secara menyeluruh dan terpadu kepada individu, dengan mengenali faktor pemicu, gangguan kesehatan, serta strategi penanganan yang disusun melalui pendekatan patient centered, family approach, dan community oriented. Penelitian ini disusun dalam bentuk laporan kasus. Informasi dikumpulkan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta survei rumah untuk mengamati kondisi lingkungan sekitar. Penilaian dilakukan berdasarkan pendekatan diagnosis menyeluruh yang mencakup tahap awal, proses berlangsung, hingga hasil akhir studi, baik secara deskriptif maupun numerik. Pasien An. D usia 6 tahun, dengan keluhan utama demam sejak 6 hari yang disertai, lemas, mual dan muntah, lidah terasa pahit, dan penurunan nafsu makan. Pasien didiagnosa demam tifoid berdasar atas kondisi klinisnya dan hasil laboratoriumnya yang selaras atas evidence based medicine. Pasien memperoleh tindakan berupa edukasi terkait infeksi tifoid. Usai pelaksanaan tindakan tersebut, tercatat adanya perbaikan gejala klinis, peningkatan pemahaman pasien mengenai penyakit, serta terjadinya modifikasi dalam pola perilaku pasien. Penentuan diagnosa serta tata laksana terhadap kasus tifoid pada individu ini telah mengikuti panduan standar nasional. Perkembangan tanda-tanda klinis, wawasan, serta sikap dari pasien maupun anggota keluarganya mengalami perubahan positif setelah diberikan intervensi yang mengacu pada evidence based medicine. Kata kunci: Dokter Keluarga, Demam Tifoid, Penatalalaksanaan Holistik.
Penatalaksanaan Holistik Pada Wanita Usia 70 Tahun dengan Neuralgia Post Herpetik (NPH) Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan Intan Nurhaliza
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp29-37

Abstract

Neuralgia post herpetik (NPH) merupakan komplikasi paling umum dari herpes zoster (HZ), dengan definisi bervariasi tergantung pada durasi nyeri pasca ruam kulit. Umumnya, NPH didefinisikan sebagai nyeri yang menetap 90–120 hari setelah munculnya ruam. Laporan ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko dan penatalaksanaan NPH secara holistik melalui pendekatan dokter keluarga berbasis evidence based medicine yang meliputi pendekatan pasien (patient-centered), keluarga (family approach), dan masyarakat (community oriented). Studi ini menggunakan metode laporan kasus, dengan data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Pasien mengalami nyeri menjalar dari jari tangan kanan hingga pundak selama lima bulan, disertai sensasi ditusuk-tusuk, gatal, panas, kebas, dan kekakuan. Riwayat awal menunjukkan adanya bintil merah berisi air dan nyeri di lengan kanan atas yang disertai demam. Pengobatan awal hanya menggunakan salep, dan meskipun ruam menghilang, nyeri menetap. Diagnosis dan penatalaksanaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup edukasi pasien dan keluarga. Intervensi yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman serta perubahan perilaku pada pasien dan keluarganya. Pendekatan yang digunakan sesuai dengan panduan nasional dan prinsip kedokteran berbasis bukti.
PENATALAKSANAAN PASIEN REMAJA LAKI-LAKI USIA 15 TAHUN DENGAN PENYAKIT GASTROESOFAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS RAWAT INAP PANJANG Delisa Mutiara Nabila; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp38-51

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi medis di mana isi lambung, termasuk asam lambung, naik kembali ke kerongkongan dengan berulang kali. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti perasaan terbakar di dada (heartburn), regurgitasi asam, rasa pahit di mulut, dan nyeri dada. Angka kejadian GERD di Indonesia cukup tinggi dengan kasus 30.154 per tahun. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko internal maupun eksternal, masalah klinis, dan juga penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif sesuai pendekatan dokter keluarga melalui family-approach, patient-centered, dan community oriented. Studi yang dilakukan berupa laporan kasus. Data diperoleh melalui aloanamnesis dan autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik awal dan akhir secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien An. MF usia 15 tahun tinggal bersama ayah, ibu, dan kakaknya. Pasien mengeluhkan nyeri ulu hati yang memberat sejak 1 hari sebelum datang ke puskesmas. Diagnosis klinis pasien yaitu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Intervensi diberikan secara farmakologi dan non-farmakologi dan didapatkan adanya perbaikan klinis serta peningkatan pengetahuan keluarga pasien mengenai kondisi pasien. Telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga pada An. MF dan keluarga. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan dan perubahan perilaku pasien dan keluarganya yang tampak pada perbaikan diagnosis holistik akhir.
Penatalaksanaan Holistik Pada Anak Perempuan Usia Empat Tahun dengan Tonsilitis Kronis Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Reinita Aulia; Tutik Ernawati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp467-480

Abstract

Tonsilitis merupakan peradangan yang terjadi pada tonsil palatina. Pada tonsilitis kronis peradangan terjadi secara persisten dan berpotensi menimbulkan perubahan epitel mukosa tonsil. Kasus tonsilitis di Indonesia menurut Departemen Kesehatan RI mencapai 23%. Tonsilitis dapat memengaruhi kesehatan anak-anak, kualitas hidup, menyebabkan morbiditas yang signifikan, gangguan tumbuh kembang, dan alasan anak tidak bisa masuk sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelayanan kedokteran keluarga dengan prinsip evidence-based medicine sehingga penatalaksanaan secara holistik dapat dilakukan kepada pasien. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus. Data primer didapatkan dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta kunjungan rumah untuk memperoleh data. Data sekunder didapatkan dari rekam medis pasien di Puskesmas. Penilaian pada penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan diagnosis holistik. Pasien merupakan seorang anak perempuan berusia empat tahun yang menderita tonsilitis kronis. Diagnosis dan tatalaksana telah dilakukan berdasarkan teori dan jurnal yang berhubungan. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan nilai ­post-test yang berarti pengetahuan keluarga mengenai penyakit meningkat serta perubahan perilaku yang positif. Penatalaksanaan secara holistik penting bagi pasien dengan penyakit tonsilitis kronis untuk mengidentifikasi masalah yang berkaitan, agar mencapai keberhasilan terapi dan kekambuhan penyakit dapat dicegah.
PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA WANITA 47 TAHUN DENGAN DERMATITIS KONTAK IRITAN DAN PITYRIASIS VERSICOLOR MELALUI PENDEKATAN DOKTER KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS RAWAT INAP GEDONG TATAAN Khairunnisa Salsabila; Sahab Sibuea; Imelda Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp52-62

Abstract

Irritant contact dermatitis (ICD) is an inflammation of the skin that occurs due to exposure to irritant substances or materials. This condition can be experienced by anyone, regardless of age, gender, or race. The main treatment for ICD is to identify and avoid exposure to the irritant that triggers it. Using a comprehensive and integrated family medicine approach to identify risk factors and clinical problems, and conducting patient management based on evidence-based medicine, with a patient-centered, family-involved, and community-oriented approach. This study uses a case report approach as a form of analysis. Primary data were collected through anamnesis and physical examination, while secondary data came from patient medical records at the Health Center. Evaluation was carried out quantitatively and qualitatively based on a holistic diagnosis that included the initial stage, process, and end of the study. Mrs. S, 47 years old, came to the Gedong Tataan Health Center with complaints of red and itchy spots on both palms accompanied by peeling skin since 2 weeks ago, accompanied by other complaints of white spots on both cheeks accompanied by itching. The patient was worried that the complaints would persist and could interfere with her daily activities. The patient is a dawet seller. The patient was diagnosed with irritant contact dermatitis and pityriasis versicolor based on anamnesis and physical examination. Non-drug and drug interventions were performed on the patient and her family with education related to the patient's disease in three home visits. Comprehensive management with a family medicine approach has been applied to Mrs. S, 47 years old, who experienced irritant contact dermatitis and pityriasis versicolor, according to the results of the initial holistic diagnosis. The interventions provided succeeded in increasing the patient's understanding and encouraging behavioral changes in the patient and her family members.