cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Penatalaksanaan Holistik Perempuan Usia 36 Tahun Dengan Neurodermatitis Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Devy Hanandary Ghassani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp514-533

Abstract

Latar Belakang: Neurodermatitis, atau dikenal sebagai lichen simplex chronicus, adalah kondisi kulit kronis yang ditandai oleh rasa gatal berulang, yang dapat memperburuk peradangan dan perubahan pada kulit. Seorang wanita berusia 36 tahun sering mengalami kondisi ini, yang secara signifikan dapat memengaruhi kualitas hidup. Tujuan: Analisis studi ini disajikan sebagai laporan kasus. Analisis (autoanamnesis), pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah digunakan untuk mengumpulkan data primer tentang lingkungan, keluarga, dan elemen psikososial. Metode: Analisis studi ini disajikan sebagai laporan kasus. Anamnesis (autoanamnesis), pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah untuk mengumpulkan data primer guna mengumpulkan data keluarga, psikologis, dan lingkungan yang komprehensif. Dari awal studi hingga kesimpulannya, evaluasi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan diagnostik yang komprehensif. Hasil: Pasien menunjukkan perbaikan signifikan dalam hal pengurangan keluhan gatal, peningkatan kualitas tidur, serta pemahaman pasien dan keluarga mengenai penyakit neurodermatitis. Implementasi manajemen stres dan perubahan perilaku keluarga dalam mendukung perawatan pasien juga terlihat positif. Kesimpulan: Pendekatan holistik dengan melibatkan keluarga dalam manajemen pasien neurodermatitis terbukti efektif dalam memperbaiki kondisi pasien dan mencegah kekambuhan. Strategi ini memperkuat pentingnya penanganan yang komprehensif, termasuk intervensi medis dan edukasi keluarga, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penatalaksanaan Kedokteran Keluarga Pada Wanita Usia 51 Tahun dengan Dispepsia dan Konstipasi Pasca Kemoterapi Kanker Payudara Dengan Hipertensi RR ASTRI NUR AZIZAH UTAMA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp137-147

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak pada wanita. Terapi kanker yang dapat diberikan yaitu operasi, radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan terapi target. Kemoterapi bersifat paliatif yaitu bersifat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghambat pertumbuhan kanker. Menerapkan prinsip pendekatan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien dengan pendekatan patient centered, family focused, dan community oriented. Studi ini merupakan studi deskriptif berupa laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah untuk melengkapi data keluarga dan menilai lingkungan fisik. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi. Pasien datang ke Puskesmas Karang Anyar dengan nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, sulit bab, lemas sejak satu minggu yang lalu pasca kemoterapi kanker payudara. Pasien didiagnosis kanker payudara dan hipertensi. Setelah dilakukan intervensi diharapkan didapatkan penurunan gejala klinis dan perubahan perilaku pasien dan keluarganya. Dapat disimpulkan penatalaksanaan secara holistik dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pasien. Selain itu, peran keluarga amat penting dalam perawatan dan pengobatan pasien serta dukungan juga diperlukan
Penatalaksanaan Holistik pada Laki-Laki Usia 58 Tahun dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Melalui Pendekatan Dokter Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Saphira Murfi; Aila Karyus
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp457-466

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya hambatan pada aliran udara pada saluran napas. Gejala utama PPOK antara lain, seperti sesak napas, batuk, dan produksi sputum yang meningkat, sehingga dapat mempengaruhi interaksi dan juga aktivitas sehari-hari. Prevalensi PPOK di Indonesia berdasarkan data Riset KesahatanDasar (RISKESDAS) pada tahun 2013 adalah sebesar 3,7%, dengan prevalensi pada provinsi Lampung yaitu sebesar 1,4%pada umur >30 tahun. Tujuannya sebagai penerapan pelayanan dokter yang berbasis evidance based medicine pada pasien.Studi ini menggunakan laporan kasus, dengan data primer yang didapati dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Data sekunder didapati dari rekam medis pasien di Puskesmas. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir studi secara kualitatif dan kuantitatif. Pasien Tn. P usia 58 tahun dengan diagnosis PPOK. Faktor risiko internal meliputi riwayat merokok pasien sejak lama.Faktor eksternal meliputi kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit pasien dan gaya hidup yang kurang baik. Pada pasien dilakukan intervensi berupa edukasi dan didapatkan perubahan pengetahuan serta perubahan perilaku. Penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, dan family approach.
Penatalaksanaan Holistik Pada Wanita Usia 51 Tahun dengan Carpal Tunnel Syndrome Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Nickyta Yolandita Rosti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp148-164

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan neurologis di bagian ekstremitas atas yang akibat adanya penekanan terhadap nervus medianus yang terletak di pergelangan tangan. CTS termasuk salah satu musculoskeletal disorders (MSDs) yang terjadi akibat bahaya ergonomi pekerjaan. Gejalanya berupa nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada distribusi nervus medianus. Penanganan yang tepat secara holistik dengan pendekatan kedokteran keluarga diperlukan untuk mencapai keberhasilan terapi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Menerapkan prinsip pendekatan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif dalam mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berbasis Evidence Based Medicine (EBM) yang bersifat patient centered, family approached, dan community based. Metode: Studi ini adalah studi deskriptif tentang laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah pasien. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di Puskesmas Kedaton. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Pasien Ny. S, 51 tahun, didiagnosis CTS ditatalaksana secara komprehensif yaitu diberikan obat berupa obat antinyeri dan vitamin serta melakukan intervensi dengan menggunakan media poster dan penayangan video senam peregangan. Pada evaluasi didapatkan hasil berupa membaiknya keluhan pasien, meningkatnya pemahaman mengenai penyakit dibuktikan dengan perbandingan nilai pre- dan post-test serta meningkatnya dukungan keluarga. Kesimpulan: Penerapan pendekatan dokter keluarga diperlukan untuk tatalaksana secara holistik dan komprehensif pada pasien dengan CTS untuk mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal demi mendukung keberhasilan terapi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Penatalaksanaan holistik, Kedokteran keluarga, Carpal tunnel syndrome
Penatalaksanaan Holistik Pada Laki-Laki Usia 44 Tahun dengan Demam Tifoid Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Atha Muchril Hasan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp165-179

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Insiden Demam tifoid menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan 500/100.000 penduduk dan angka kematian antara 0,6–5%. Prevalensi Demam tifoid di Indonesia mencapai 1,7%. Penyakit ini penting untuk ditatalaksana secara komprehensif agar tujuan pengobatan dapat tercapai. Tujuan: Menerapkan pelayanan dokter keluarga yang berbasis evidence based medicine secara holistic dan komprehensif pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centered, family oriented, serta community oriented. Metode: Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis), pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan kunjugan rumah. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Pasien Tn. B, 44 tahun, datang ke poliklinik dengan dengan keluhan demam, lemas, mual, nyeri otot, nyeri perut terutama pada bagian ulu hati dan penurunan nafsu makan sejak 7 hari yang lalu. Pasien didiagnosis dengan demam tifoid melalui hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik serta didukung dengan pemeriksaan widal yang dengan hasil titer thypii H yaitu 1/320. Penatalaksanaan demam tifoid yang diberikan mempertimbangkan hasil evidence based medicine. Setelah dilakukan intervensi didapatkan penurunan gejala klinis, peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pasien dan keluarganya. Kesimpulan: Penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan demam tifoid pada pasien ini sudah sesuai dengan pedoman nasional. Perubahan gejala klinis, pengetahuan dan perilaku pada pasien dan keluarga pasien setelah dilakukan intervensi berdasarkan evidence based medicine yang bersifat patient centred dan family approach Kata Kunci: Demam tifoid, Pelayanan Kedokteran Keluarga, Penatalaksanaan holistik
Leptospirosis : Literature Review Sulthan Alam Yasyfa; Risti Graharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp180-186

Abstract

Leptospirosis, atau dikenal juga sebagai penyakit Weil, merupakan suatu infeksi zoonotik yang disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira. Penularan pada manusia umumnya terjadi melalui pajanan terhadap urin hewan yang terinfeksi, maupun melalui media lingkungan seperti air atau tanah yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan tersebut. Review ini bertujuan untuk mengetahui update terkini terkait Leptospirosis. Artikel yang digunakan dalam jurnal ini merupakan artikel yang didapatkan dari pencarian database PubMed, Google Scholar, dari tahun 2017 hingga 2025. Simpulan dalam penelitian ini adalah Leptospirosis adalah penyakit zoonotik dengan gejala bervariasi dan risiko komplikasi berat, terutama pada individu rentan. Deteksi dan penanganan dini penting untuk mencegah kematian, sementara pencegahan fokus pada sanitasi dan edukasi masyarakat.
Penatalaksanaan Holistik pada Laki-laki 74 Tahun dengan Penyakit Jantung Koroner dan Hipertensi melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Sema Gigaramadan; Risti Graharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp432-443

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kondisi terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner akibat akumulasi plak aterosklerotik, yang kerap kali berkaitan dengan riwayat hipertensi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan temuan klinis pada pasien, serta menerapkan penatalaksanaan dan terapi berdasarkan prinsip kedokteran keluarga dan pendekatan berbasis bukti (evidence-based medicine). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik, serta penilaian kondisi tempat tinggal dan lingkungan sekitar pasien. Evaluasi pasca-intervensi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan secara menyeluruh, meliputi edukasi pasien dan keluarga, perencanaan perubahan gaya hidup, pemberian terapi farmakologis yang sesuai, serta pemantauan kondisi secara berkala dapat meningkatkan prognosis dan mencegah perburukan penyakit.
Penatalaksanaan Pasien Wanita Usia 68 Tahun dengan Osteoarthritis dan Hipertensi Derajat I Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Nayarani Humaira; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp187-196

Abstract

Osteoartritis dan hipertensi merupakan dua penyakit kronis yang umum dijumpai dan membutuhkan penatalaksanaan berkelanjutan serta terpadu untuk mencegah komplikasi. Berdasarkan data WHO, sekitar 528 juta orang di dunia mengalami OA, terutama pada sendi lutut. Selain itu, sekitar 1,28 miliar orang hidup dengan hipertensi. Laporan kasus ini membahas seorang pasien perempuan berusia 68 tahun, Ny. S, yang datang dengan keluhan nyeri pada kedua lutut. Diagnosis ditegakkan sebagai OA lutut dan hipertensi derajat I. Data primer dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta kunjungan ke rumah untuk menilai aspek keluarga dan lingkungan. Data sekunder diperoleh dari rekam medis. Pendekatan holistik yang berpusat pada pasien, melibatkan keluarga, serta berorientasi komunitas dan berbasis evidence-based medicine diterapkan. Setelah intervensi, gejala klinis membaik dan pemahaman pasien terhadap kondisi kesehatannya meningkat. Kasus ini menegaskan pentingnya peran kedokteran keluarga dalam pengelolaan penyakit kronis melalui integrasi aspek klinis, keluarga, dan lingkungan.
Penatalaksanaan Holistik Pasien Laki-Laki Usia 42 Tahun dengan Gastritis Kronik Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Aldiesa Ade Pritami; Aila Karyus
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp534-547

Abstract

Gastritis adalah penyakit yang dapat terkendali dengan menerapkan gaya hidup sehat serta manajemen stres yang baik. Gastritis masuk ke dalam sepuluh besar penyakit terbanyak di Provinsi Lampung pada tahun 2023 dengan jumlah kasus sebanyak 147.066 kasus. Meningkatnya prevalensi gastritis menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, karena dapat menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pelayanan dokter keluarga berbasis evidance based medicine dengan identifikasi faktor risiko, keluhan klinis, serta tatalaksana melalui pendekatan patient centered dan family approach. Studi ini adalah laporan kasus. Data primer diambil dari autoanamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah guna memperoleh data keluarga, data psikososial serta data lingkungan. Data sekunder diambil dari rekam medis pasien di puskesmas. Analisis dilakukan berdasarkan diagnosis holistik pada awal kunjungan, proses, dan akhir kunjungan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan seorang pasien, Tn. N, 42 tahun, datang dengan keluhan mual, muntah, disertai nyeri ulu hati, mudah kenyang, serta rasa tidak nyaman setelah makan sejak 2 hari sebelumnya. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis dengan gastritis kronik. Faktor risiko internal meliputi pola makan yang buruk, merokok, dan persepsi yang salah mengenai gastritis. Faktor risiko eksternal meliputi kurangnya peran dan dukungan keluarga mengenai penyakit pasien, stres, dan keterbatasan ekonomi. Pada pasien dilakukan intervensi berupa edukasi menggunakan media poster. Setelah dilakukan intervensi didapatkan perubahan pengetahuan serta perubahan perilaku pasien. Diagnosis dan tatalaksana dilakukan secara komprehensif dan holistik berdasarkan teori dan penelitian terkini Kata kunci: diagnostik holistik, gastritis kronik, kedokteran keluarga
PENATALAKSANAAN PASIEN PEREMPUAN USIA 23 TAHUN DENGAN TINEA PEDIS MELALUI PENDEKATAN DOKTER KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON Arifaa Thalitha Zuleikha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp215-228

Abstract

Latar Belakang: Infeksi jamur yang disebabkan oleh dermatofit dikenal sebagai dermatofitosis. Tinea adalah nama lain untuk penyakit ini. Jamur ini diklasifikasikan menurut area tubuh yang terinfeksi: kepala (tinea capitis), wajah (tinea faciei), janggut (tinea barbae), tubuh (tinea corporis), tangan (tinea manuum), selangkangan (tinea cruris), kaki (tinea pedis), dan kuku (tinea unguinum). Di Indonesia, prevalensi penyakit dermatofitosis adalah 52%, dibandingkan dengan 35,6% di Asia. Ada agen, host, dan variabel lingkungan yang berkontribusi terhadap risiko. Di antara karakteristik ini termasuk perbedaan virulensi jamur, urbanisasi yang lebih besar, suhu tinggi, kelembaban tinggi, dan individu dengan gangguan kekebalan tubuh. Tujuan: Dengan menggunakan pendekatan yang berpusat pada pasien dan berorientasi pada keluarga, tujuan kami adalah untuk menyediakan layanan medis berbasis bukti bagi pasien melalui identifikasi faktor risiko, masalah klinis, dan perawatan pasien berdasarkan kerangka kerja untuk mengatasi masalah. Metode: Penelitian ini berupa laporan kasus. Data yang dikumpulkan mencakup sumber primer dan sekunder, termasuk catatan medis pasien dan metode seperti autoanamnesis, aloanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Hasil: Ibu M, pasien berusia 23 tahun, datang ke fasilitas kesehatan dua minggu setelah ia mulai merasakan gatal dan kulit mengelupas di kakinya. Kaki pasien terasa lebih gatal saat basah. Pada pemeriksaan fisik, kami melihat lesi eritematosa seukuran numular yang dibatasi oleh sisik kecil. Pasien ditemukan menderita Tinea pedis, menurut diagnosis klinis (ICD-10 B35.3). Selain itu, intervensi, penanganan, dan penilaian semuanya telah selesai. Kesimpulan: Khususnya bagi pasien yang menderita dermatofitosis, terapi holistik berpotensi meningkatkan pemahaman dan memengaruhi perubahan perilaku dan sikap. Orang-orang terkasih pasien memegang peranan penting dalam perawatan dan pengobatan mereka, dengan memberikan dukungan emosional dan praktis. Kata Kunci: Kedokteran keluarga, Dermatofitosis, Tatalaksana holistik