cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Penatalaksanaan Holistik pada Wanita 51 Tahun dengan Osteoartritis dan Obesitas melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Rana Noor Fakhira Siregar; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp563-573

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit yang menyerang sendi dan bersifat degeneratif. Penyakit ini memiliki gejala klinis nyeri sendi yang dominan dan akan berangsur memburuk seiring bertambahnya usia. Angak kejadian OA pada tahun 2016 mencapai 151,4 juta jiwa di seluruh dunia. Terdapat banyak faktor resiko terjadinya OA seperti usia, gerakan yang berulang, berat badan berlebih dan sebagainya. Tujuan: Melakukan pelayanan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif berbasis Evidence Based Medicine dengan pendekatan patient centered dan family approach. Metode: Laporan kasus ini menggunakan data primer dari kegiatan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah pasien. Data sekunder didapatkan dari rekan medis pasien Hasil: Pasien Ny. NH usia 51 tahun, memiliki keluhan utama nyeri di sendi jari-jari tangan kanan dan kiri sejak 1 tahun yang lalu. Pasien didiagnosis dengan osteoarthritis dan obesitas. Kasus ini didiagnosis secara ilmiah dan dilakukan tatalaksana sesuai dengan teori dan jurnal terkait. Didapatkan penurunan gejala klinis dan peningkatan pengetahuan pasien serta keluarga setelah kegiatan intervensi. Kesimpulan: Pasien dilakukan intervensi dan didapatkan kesimpulan dari kasus ini adalah intervensi penatalaksanaan kompehensif dapat mengurangi gejala klinis, menambah pengetahuan pasien dan keluarga, serta meningkatkan motivasi perilaku pola hidup pasien.
Penatalaksanaan Holistik Pasien Wanita Usia 36 Tahun Dengan Tinea Kruris Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Fasilitas Kesehatan Primer Tasya Nadia Putri; Tutik Ernawati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea kruris merupakan penyakit akibat infeksi jamur superfisial yang mengenai kulit pada daerah lipat paha, genital, dan sekitar perineum. Penyakit ini merupakan masalah umum pada negara berkembang. Prevalensi dermatofitosis di Indonesia merupakan 52% dari seluruh dermatomikosis dengan jenis terbanyak ialah tinea kruris dan tinea korporis. Laporan kasus ini membahas penatalaksanaan Pasien Ny. N, berusia 36 tahun datang dengan keluhan gatal dan bercak kemerahan di kedua bagian lipat paha yang hilang timbul sejak dua minggu sebelum pasien berobat. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis dengan penyakit tinea kruris. Penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan melalui pendekatan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif sesuai masalah pada pasien dengan pendekatan patient-centered, family-approach, dan community-oriented berdasarkan penelitian dan literatur terkini. Setelah dilakukan intervensi didapatkan penurunan gejala klinis dan peningkatan pengetahuan serta perubahan perilaku pasien dan keluarga. Penatalaksanaan secara holistik dan berbasis evidence-based medicine terbukti efektif menurunkan kekambuhan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penatalaksanaan Pada Perempuan Usia 56 Tahun Penderita Vertigo dan Dispepsia melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Fathia Radinda Salsabila; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp197-214

Abstract

Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai gangguan kesadaran postural dan dapat berupa perasaan berputar pada diri sendiri atau lingkungan sekitar. Berdasarkan data dari WHO, vertigo umum dialami oleh individu berusia 18 hingga 79 tahun, dengan prevalensi global sebesar 7,4% dan angka kejadian tahunan mencapai 1,4%. Tujuan: Melaksanakan pelayanan kedokteran keluarga secara menyeluruh dan terpadu melalui proses identifikasi faktor risiko, permasalahan klinis, serta penatalaksanaan pasien yang didasarkan pada prinsip Evidence-Based Medicine (EBM), dengan pendekatan yang berfokus pada pasien (patient-centered care) serta melibatkan keterlibatan aktif keluarga (family approach). Metode: Studi ini disusun dalam bentuk laporan kasus. Data primer dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta kunjungan rumah. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Penilaian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan diagnosis holistik yang mencakup tahapan awal, proses, hingga akhir dari pelaksanaan studi. Hasil: Pasien Ny. J, usia 56 tahun, memiliki aspek risiko internal berupa keterbatasan pengetahuan mengenai penyakit vertigo dan dispepsia, pola makan serta pola tidur yang tidak teratur, pendekatan pengobatan yang bersifat kuratif, serta paparan terhadap beban kerja dan stres. Aspek risiko eksternal mencakup rendahnya tingkat pemahaman keluarga terhadap kondisi vertigo dan dispepsia, kecenderungan keluarga dalam menerapkan pola pengobatan kuratif, serta adanya persepsi yang keliru terkait kedua penyakit tersebut. Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi, terdapat perbaikan gejala klinis vertigo dan dispepsia pada pasien, disertai dengan peningkatan pengetahuan pasien terkait kedua kondisi tersebut, serta adanya perubahan pola pengobatan dari yang semula bersifat kuratif menjadi lebih preventif dan edukatif. Kata Kunci: Pelayanan Dokter Keluarga, Penatalaksanaan Holistik, Vertigo
PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA PEREMPUAN USIA 60 TAHUN DENGAN BENIGN PAROXYMAL POSITIONAL VERTIGO MELALUI MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON Tasya Hanin
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp247-265

Abstract

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan salah satu penyebab vertigo perifer yang umum ditemukan di layanan kesehatan primer. Kondisi ini ditandai dengan sensasi berputar yang dicetuskan oleh perubahan posisi kepala terhadap gravitasi, tanpa adanya kelainan pada sistem saraf pusat. Berdasarkan data WHO tahun 2019, prevalensi global vertigo mencapai 7,4% dan insidennya sekitar 1,4% per tahun pada populasi usia 18–79 tahun. Vertigo menjadi keluhan neurologis tersering kedua setelah nyeri kepala. Studi ini bertujuan menerapkan pelayanan kedokteran keluarga berbasis evidence-based medicine dengan mengidentifikasi masalah klinis, faktor risiko, serta penatalaksanaan pasien melalui pendekatan patient-centered, family approach, dan community-oriented. Penelitian dilakukan dalam bentuk laporan kasus pada Ny. O, perempuan usia 60 tahun. Data diperoleh melalui hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, dan telaah rekam medis. Hasil menunjukkan adanya faktor risiko internal seperti usia lanjut, jenis kelamin perempuan, kurangnya pengetahuan pasien tentang BPPV, pola pengobatan yang kuratif, serta kelelahan dan stres. Faktor risiko eksternal mencakup rendahnya pengetahuan keluarga tentang BPPV, pola pengobatan keluarga yang serupa, dan persepsi keliru terhadap penyakit. Intervensi dilakukan dengan penatalaksanaan holistik berdasarkan diagnosis awal dokter keluarga. Hasil dari evaluasi menunjukkan peningkatan pada pengetahuan dan perubahan perilaku baik pada pasien maupun keluarganya. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menangani pasien BPPV di tingkat pelayanan primer untuk mencapai perbaikan kesehatan yang berkelanjutan.
Penatalaksanaan Holistik Pada Pasien Wanita Lansia dengan Dispepsia dan Overweight Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Miladina Zahra Aulia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp285-298

Abstract

Latar Belakang: Dispepsia merupakan sekumpulan gejala klinis yang mencakup rasa tidak nyaman atau nyeri di area epigastrik (bagian atas perut), kembung, mual, atau rasa cepat kenyang saat makan. WHO memperkirakan prevalensi dispepsia global mencapai 13%-40% dari total populasi setiap negara. Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis yang terdapat pada pasien. Menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif dengan prinsip patient-centered dan family focused berbasis Evidence Based Medicine. Metode:Penelitian ini disusun dalam bentuk laporan kasus. Data primer dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta kunjungan ke rumah pasien. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari catatan medis pasien. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan diagnosis holistik yang mencakup tahap awal, proses, hingga akhir studi, menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Pasien Ny. M, 62 tahun, didiagnosis dispepsia dan overweight, ditatalaksana secara komprehensif yaitu diberikan terapi famakologi berupa obat golongan antasida, PPI, antiemetik, serta melakukan intervensi dengan menggunakan media poster. Pada evaluasi didapatkan hasil berupa membaiknya keluhan pasien, meningkatnya pemahaman mengenai penyakit dibuktikan dengan perbandingan nilai pre dan post-test serta meningkatnya dukungan keluarga. Kesimpulan: Penerapan pendekatan dokter keluarga diperlukan untuk tatalaksana secara holistik dan komprehensif pada pasien dengan dispepsia dan overweight, untuk mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal demi mendukung keberhasilan terapi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Kedokteran Keluarga, Dispepsia, Overweight
HOLISTIC APPROACH TO FAMILY MEDICINE FOR A 47 YEARS OLD FEMALE PATIENT WITH HYPERURICEMIA AND HYPERCHOLESTEROLEMIA IN THE WORKING AREA OF GEDONG AIR COMMUNITY HEALTH CENTER shaffa aulia shabrina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp330-342

Abstract

Hiperkolesterolemia dan hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Data Riskesdas menunjukan pravelensi hiperurisemia pada perempuan sebesar 8,46% dan laki-laki sebesar 6,13%. Hiperkolesterolemia dan hiperurisemia dapat dimodifikasi dengan tatalaksana yang tepat seperti intervensi gaya hidup dengan pendekatan kedokteran keluarga untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan merancang intervensi dengan pendekatan kedokteran keluarga berbasis evidence-based medicine yang holistik dan berorientasi pada pasien, keluarga, dan komunitas. Penelitian ini merupakan laporan kasus. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta kunjungan rumah untuk penilaian aspek keluarga dan lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien Ny. S usia 47 tahun dengan keluhan nyeri sendi dan tengkuk dengan kadar kolesterol 250 mg/dL dan asam urat 7,3 mg/dL. Setelah dilakukan intervensi berupa pemberian obat, edukasi gizi, dan peningkatan aktivitas fisik. Keluhan berkurang dan hasil laboratorium menunjukkan perbaikan. Tingkat pemahaman pasien dan dukungan keluarga meningkat secara signifikan. Pendekatan kedokteran keluarga secara holistik terbukti efektif dalam penanganan hiperurisemia dan hiperkolesterolemia. Kombinasi terapi medis dan intervensi gaya hidup, didukung keterlibatan keluarga dan komunitas, dapat meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup pasien. Kata Kunci : Hiperkolesterolemia, Hiperurisemia, Pelayanan Kedokteran Keluarga
Penatalaksanaan Holistik Gagal Jantung Kongestif dan Hipertensi pada Wanita Usia 60 Tahun melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Dhipayasa Adirinarso; Aila Karyus
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp574-588

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit jantung dan hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di dunia dengan angka kesakitan yang tinggi. Riskesdas 2018 mencatat prevalensi gagal jantung kongestif di Indonesia sebesar 1,5%. Di Provinsi Lampung, pada tahun 2013 terdapat sekitar 5.560 penderita gagal jantung, sementara kasus hipertensi di Indonesia mencapai 63 juta orang, dan sekitar 6,2 juta kasus terjadi di Lampung.Tujuan: Menerapkan pendekatan kedokteran keluarga yang menyeluruh dan sesuai dengan kondisi pasien, serta memberikan penatalaksanaan berbasis Evidence-Based Medicine yang berfokus pada pasien, keluarga, dan masyarakat.Metode: Data primer dikumpulkan melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Data sekunder berasal dari rekam medis pasien. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui diagnosis holistik awal dan akhir. Hasil: Pasien Ny. S 60 tahun, mengeluh sesak napas saat beraktivitas berat selama setahun terakhir dan merasa lebih baik saat istirahat. Pasien telah didiagnosis gagal jantung kongestif selama 1 tahun dan hipertensi selama 10 tahun. Pola makan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, serta minimnya pengetahuan dan dukungan keluarga menjadi faktor yang memperburuk kondisi pasien. Penatalaksanaan dilakukan sesuai dengan teori dan jurnal ilmiah.Kesimpulan: Pendekatan holistik dapat meningkatkan pengetahuan serta membantu perubahan sikap dan perilaku pasien. Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pengobatan dan perawatan pasien. Kata Kunci: Dokter Keluarga, Gagal Jantung Kongestif, Hipertensi, Tatalaksana Holistik
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Air yang Dikonsumsi, dan Kualitas Jamban terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung Lariza Serafina Tobroni; Oktadoni Saputra; Bayu Anggileo Pramesona; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp313-323

Abstract

Penyakit diare termasuk dalam kategori infeksi yang hingga kini masih menjadi isu kesehatan global, terutama pada balita. Faktor lingkungan, seperti pola mencuci tangan yang tidak benar, pemakaian air yang tidak layak konsumsi, dan kualitastoilet yang tidak sesuai dengan standar kesehatan bisa memperbesar kemungkinan terjadinya diare. Studi ini memiliki tujuanuntuk memahami keterkaitan antara pola mencuci tangan, air yang dikonsumsi, serta kualitas toilet mengenai kasus diare dan mengetahui faktor dominan yang berperan dalam kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Way Halim II, Kota Bandar Lampung. Studi dilakukan di Kelurahan Way halim permai yang merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Way Halim II dan memakai rancangan cross-sectional dengan metode simple random sampling. Informasi diperoleh melaluiobservasi mandiri dam pengumpulan data lewat wawancara menggunakan kuesioner yang telah teruji keabsahan dan konsistensinya. Analisis data mencakup univariat, bivariat, dan multivariat dengan penerapan uji chi-square dan regresilogistik biner. Analisis univariat menunjukkan sebesar 40,7% responden mengalami diare, 37,7% responden memilikikebiasaan mencuci tangan tidak baik, 46,6% responden mengonsumsi air yang tidak bersih, 14,2% responden memilikikualitas jamban yang tidak bersih. Temuan analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan bermakna antara pola mencucitangan (nilai p = <0,001), jenis air yang dikonsumsi (nilai p = 0,036), dan mutu jamban (nilai p = 0,003) dengan kejadiandiare pada balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel mutu jamban adalah faktor paling dominan (OR: 5,138). Ada keterkaitan antara pola mencuci tangan, jenis air yang dikonsumsi, dan mutu jamban dengan kejadian diare pada balita, di mana kualitas jamban menjadi faktor utama penyebab diare di area kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung. Kata kunci: air yang dikonsumsi, diare, kualitas jamban, mencuci tangan
Manifestasi Miositis pada Pasien dengan Infeksi Trichinella spiralis Keisha Azzahra Tetadrian; Anggi Setiorini; Selvi Marcellia; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp324-329

Abstract

Trichinellosis merupakan infeksi parasit zoonotik yang disebabkan oleh Trichinella spiralis, yang menyebar melalui konsumsi daging mentah atau kurang matang dan memiliki afinitas kuat terhadap jaringan otot rangka. Penelitian ini bertujuan menganalisis manifestasi myositis pada infeksi Trichinella spiralis pada dewasa melalui systematic review terhadap literatur ilmiah 10 tahun terakhir. Review dilakukan terhadap 10 studi yang dipublikasikan antara 2017–2022 melalui pencarian sistematik pada database elektronik menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi mencakup studi observasional, studi kasus, dan review klinis yang mengevaluasi keterlibatan muskuloskeletal pada trichinellosis. Hasil analisis menunjukkan bahwa fase invasi larva ke otot memicu respons inflamasi yang menyebabkan myositis, ditandai dengan nyeri otot difus, kelemahan, peningkatan kadar CK, dan eosinofilia. Manifestasi myositis paling sering terjadi pada otot wajah, leher, dan ekstremitas proksimal, serta muncul sekitar minggu kedua pasca-infeksi. Pemeriksaan ELISA dan MRI berperan dalam diagnosis, sedangkan terapi kombinasi albendazole dan kortikosteroid terbukti mempercepat pemulihan. Disimpulkan bahwa infeksi Trichinella spiralis pada dewasa dapat menimbulkan manifestasi myositis yang signifikan, sehingga diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. -- Trichinellosis is a parasitic zoonotic infection caused by Trichinella spiralis, transmitted through the ingestion of raw or undercooked meat and characterized by its strong predilection for skeletal muscle tissue. This study aims to analyse the manifestations of myositis in Trichinella spiralis infection among adults through a systematic review of the most recent 10-year literature. The review included 10 studies published between 2017–2022 through a structured search of electronic databases using relevant keywords. Inclusion criteria comprised observational studies, case reports, and clinical reviews evaluating musculoskeletal involvement in trichinellosis. Results showed that the larval invasion phase induces inflammatory responses leading to myositis, manifested by diffuse muscle pain, weakness, elevated CK levels, and eosinophilia. Myositis most commonly affected the facial, neck, and proximal limb muscles, typically emerging in the second week after infection. ELISA and MRI were helpful in diagnosis, while combination therapy of albendazole and corticosteroids was proven to accelerate recovery. In conclusion, Trichinella spiralis infection in adults can cause clinically significant myositis manifestations, and early diagnosis along with appropriate management is crucial to prevent long-term complications.
Penatalaksanaan Pasien Laki-Laki Usia 52 Tahun Dengan TB Paru Kasus Baru Dengan DM Tipe 2 Melalui Pendekatan Keluarga Wilayah Puskesmas Tanjung Sari Muhamad Fathurrahman Zain; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kasus tuberkulosis (TB) pada pasien dengan diabetes melitus (DM) tipe 2 turut meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas kedua penyakit tersebut. Menurut data WHO, DM tipe 2 meningkatkan risiko infeksi TB hingga tiga kali lipat dibanding populasi umum. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penatalaksanaan pasien TB paru dengan DM tipe 2 menggunakan pendekatan dokter keluarga secara holistik berbasis evidence-based medicine, melalui pendekatan patient centred dan family approach. Penelitian ini merupakan studi kasus pada pasien laki-laki usia 52 tahun yang mengalami gejala TB paru serta memiliki riwayat DM tipe 2. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, serta rekam medis. Diagnosis TB paru kasus baru dan DM tipe 2 ditegakkan sesuai pedoman klinis. Intervensi dilakukan melalui terapi TB kategori 1 dan pengobatan DM dengan monoterapi oral. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga, perbaikan gejala klinis, serta penurunan kadar gula darah puasa. Pendekatan holistik berbasis keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan luaran klinis dan edukasi pasien