cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 577 Documents
Nasal Mucosa Reactivity Reduction in Persistent Allergic Rhinitis Patients through Allergen Control and Balanced Diet Intervention: A Case Report: Debora Jennyver Angeline, Dian Isti Angraini Debora Jennyver Angeline; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp55-61

Abstract

Rhinitis alergi merupakan masalah kesehatan di layanan primer dengan prevalensi nasional 12,4% yang berdampak signifikan pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence-based medicine dengan pendekatan patient-centered dan family-oriented dalam mereduksi reaktivitas mukosa hidung serta memperbaiki perilaku kesehatan pasien rhinitis alergi. Studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah, sedangkan data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil mengidentifikasi Tn. J, 52 tahun, dengan keluhan bersin berulang, sekret hidung yang jernih, dan hidung tersumbat sejak satu tahun terakhir. Diagnosis Tn. J adalah rhinitis alergi persisten yang dipengaruhifaktor internal (riwayat atopi, salah persepsi) dan eksternal (paparan debu, kurangnya dukungan keluarga). Intervensi berupa edukasi imunonutrisi dan kontrol alergen melalui media poster. Pasca-intervensi, ditemukan perbaikan klinis dan perubahan perilaku yang signifikan. Manajemen holistik dan komprehensif sangat penting untuk pengendalian Rhinitis Alergi yang efektif di layanan primer. Kata kunci: rhinitis alergi, kontrol alergen, diet seimbang, kedokteran keluarga
Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko Dan Pengendalian Risiko (HIRARC) Pada Komunitas Petani Sayur Di Liwa, Lampung Barat: Luther Theng, Fivien Fedriani, Intan Kusuma Dewi, Okta Rusnariza, Fitria Ariyani, Pradita Sendy Zulhita, Fadillah Pamuji, Indah Sari Dwansi, Widi Astuti Safta Hardika Nurhikmah Luther Theng; Fivien Fedriani; Intan Kusuma Dewi; Okta Rusnariza; Fitria Ariyani; Pradita Sendy Zulhita; Fadillah Pamuji; Indah Sari Dwansi; Widi Astuti Safta Hardika Nurhikmah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp70-80

Abstract

Petani sayur di Liwa, Lampung Barat, merupakan populasi pekerja yang rentan terhadap berbagai bahaya okupasi kerja. Letak geografis di lereng Bukit Barisan dengan kontur lahan miring dan curah hujan tinggi menciptakan kondisi kerja yang berisiko. Selain bahaya fisik dan ergonomi, petani secara rutin terpapar pestisida organoklorin dan organofosfat yang berpotensi menyebabkan keracunan akut dan kronik. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan walk-through survey untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko menggunakan matriks 5×5, dan merumuskan upaya pengendalian melalui pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan dilanjutkan wawancara mendalam terhadap 6 informan beberapa petani senior, penyuluh pertanian dan petugas kesehatan puskesmas. Dari 24 potensi bahaya yang teridentifikasi pada lima alur produksi (persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca-panen), diperoleh distribusi tingkat risiko: 3 klaster risiko tinggi/ekstrim (TR 13–25), 9 klaster risiko sedang (TR 9–12), dan 2 klaster risiko rendah (TR 1–8). Paparan pestisida (TR=20), pengangkutan beban berat (TR=16), dan postur kerja janggal saat penanaman (TR=16) menjadi prioritas utama pengendalian. Intervensi multilevel yang direkomendasikan mencakup substitusi pestisida ke produk yang lebih aman, penyediaan alat pelindung diri standar, edukasi kesehatan kerja terintegrasi, dan implementasi program kesehatan kerja di Puskesmas Liwa secara berkelanjutan. Kata kunci: HIRARC, petani sayur, paparan pestisida, muskuloskeletal, Lampung Barat, kesehatan kerja
Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko Dan Penanggulangan Risiko Pada Petani Lada Di Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus: Asri Dyah Azhari, Ester Metalia Agusta, Mega, Putri Suci Rulliyani, Elfiera Rose Anna Miyako, Monia Agista, Fitri Yana, Fitria Saftarina Monia Agista; Asri Dyah Azhari; Fitria Saftarina; Fitri Yana; Ester Metalia Agusta; Mega; Putri Suci Rulliyani; Elfiera Rose Anna Miyako
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp81-93

Abstract

The pepper (Piper nigrum) farming sector plays a strategic role in the Indonesian economy, but carries a high risk to occupational safety and health (OHS). This study aims to identify potential hazards, analyze and assess risk levels, and determine work risk control efforts at each stage of pepper cultivation activities using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. This study uses a descriptive design with a mixed methods approach. The study was conducted in March–April 2026 in Air Naningan District, Tanggamus Regency, involving 6 active pepper farmers as respondents who were selected using a purposive sampling technique based on the criteria of farmers who actively cultivate pepper and are willing to be respondents. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and field documentation. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that potential hazards include physical, chemical, biological, ergonomic, environmental, and psychosocial aspects. The risk assessment indicated that most activities were categorized as moderate to high risk, especially in land clearing, pesticide use, and harvesting and post-harvest activities. Low use of personal protective equipment (PPE) and the lack of implementation of OHS principles were the main factors increasing the risk. Risk control efforts need to be carried out through the implementation of a control hierarchy, increasing farmer education, and cross-sector support to improve farmer safety and productivity in a sustainable manner. Keywords: HIRARC,occupational health agriculture, pepper farming, risk management
Aktivitas Fisik dan Homeostasis Kardiometabolik pada Pekerja Pertanian: Interaksi Antara Beban Kerja, Stres Panas, dan Paparan Agrokimia: Shellya Puti Sudesty, Khorina Fatin Bilqis, Sri Octa Handayani Shellya Puti Sudesty; Khorina Fatin Bilqis; Sri Octa Handayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp94-100

Abstract

Pekerja pertanian terpapar kombinasi aktivitas fisik berat, panas ekstrem, dan pestisida, yang diduga memengaruhi homeostasis kardiometabolik. Literature review ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai interaksi antara aktivitas fisik kerja, heat stress, dan paparan pestisida terhadap homeostasis kardiometabolik pekerja pertanian serta mengidentifikasi mekanisme fisiologis yang mendasari hubungan tersebut. Literature review ini menganalisis empat belas studi primer terindeks dari tahun 2023-2025, mencakup desain meta-analisis, tinjauan sistematis, eksperimen, studi kohort, dan penelitian lapangan. Data diekstraksi untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik kerja, heat stress, paparan pestisida, dan biomarker metabolik. Aktivitas fisik pekerjaan tidak bersifat protektif dan meningkatkan risiko kardiometabolik melalui inflamasi kronis dan tekanan hemodinamik. Paparan panas memperburuk cardiac strain dan menyebabkan dehidrasi, sementara pestisida sebagai endocrine-disrupting chemicals memicu resistensi insulin, stres oksidatif, dan disfungsi mitokondria. Bukti ko-paparan menunjukkan efek sinergis panas-pestisida yang memperkuat kerusakan vaskular. Risiko kardiometabolik pada pekerja pertanian merupakan hasil interaksi multipaparan yang saling memperkuat. Pendekatan agromedisin terpadu diperlukan untuk menurunkan beban penyakit melalui manajemen beban kerja, proteksi panas, pengurangan paparan pestisida, dan pemantauan biomarker.
Aksis Stres Oksidatif-Inflamasi pada Penyakit Terkait Rokok: Mekanisme Molekuler dan Implikasi Klinis: Sri Octa Handayani, Shellya Puti Sudesty, Khorina Fatin Bilqis Sri Octa Handayani; Shellya Puti Sudesty; Khorina Fatin Bilqis
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp109-118

Abstract

Merokok dan paparan produk tembakau modern merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis melalui aktivasi stres oksidatif dan inflamasi sistemik. Asap rokok mengandung ribuan senyawa toksik yang meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS), menyebabkan disfungsi mitokondria, serta mengaktivasi jalur inflamasi seperti nuclear factor-kappa B (NF-κB) dan inflammasom NLRP3. Aktivasi jalur tersebut meningkatkan produksi sitokin proinflamasi, memperkuat kerusakan jaringan, dan mempertahankan inflamasi kronis derajat rendah. Bukti terkini menunjukkan bahwa rokok konvensional maupun rokok elektronik berkontribusi terhadap peningkatan stres oksidatif, penurunan bioavailabilitas nitric oxide, aktivasi molekul adhesi endotel, serta disfungsi vaskular yang berperan dalam aterosklerosis. Interaksi antara stres oksidatif dan inflamasi membentuk suatu aksis patofisiologis yang menjadi mekanisme sentral perkembangan berbagai penyakit terkait rokok, termasuk penyakit paru obstruktif kronik, penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, dan penyakit neurodegeneratif. Literature review ini bertujuan menguraikan secara sistematis peran aksis stres oksidatif–inflamasi dalam patogenesis penyakit terkait rokok, termasuk dampak produk tembakau generasi baru serta implikasi klinis dan potensi strategi terapeutiknya. Penelitian menggunakan desain literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan sumber data dari Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 18 artikel yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa paparan asap rokok dan aerosol produk tembakau generasi baru mengaktivasi aksis stres oksidatif–inflamasi melalui peningkatan ROS, aktivasi NF-κB, inflammasom NLRP3, dan pyroptosis yang berdampak pada disfungsi endotel, aterosklerosis, gangguan metabolik, serta peningkatan biomarker inflamasi. Disimpulkan bahwa aksis stres oksidatif–inflamasi merupakan mekanisme utama yang menghubungkan paparan rokok dengan berbagai penyakit kronis. Smoking and exposure to modern tobacco products remain major risk factors for various chronic diseases through the activation of oxidative stress and systemic inflammation. Cigarette smoke contains thousands of toxic compounds that increase the production of reactive oxygen species (ROS), induce mitochondrial dysfunction, and activate inflammatory pathways such as nuclear factor-kappa B (NF-κB) and the NLRP3 inflammasome. Activation of these pathways enhances the production of pro-inflammatory cytokines, exacerbates tissue damage, and sustains chronic low-grade inflammation. Recent evidence indicates that both conventional cigarettes and electronic cigarettes contribute to increased oxidative stress, reduced nitric oxide bioavailability, activation of endothelial adhesion molecules, and vascular dysfunction involved in the development of atherosclerosis. The interaction between oxidative stress and inflammation forms a pathophysiological axis that serves as a central mechanism in the progression of smoking-related diseases, including chronic obstructive pulmonary disease, cardiovascular diseases, metabolic disorders, and neurodegenerative diseases. This literature review aimed to systematically examine the role of the oxidative stress–inflammation axis in the pathogenesis of smoking-related diseases, including the impact of next-generation tobacco products, as well as their clinical implications and potential therapeutic strategies. The study employed a literature review design based on the PRISMA 2020 guidelines, using data sources from Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. A total of 18 articles published between 2020 and 2026 that met the inclusion criteria were analysed. The findings indicate that exposure to cigarette smoke and aerosols from next-generation tobacco products activates the oxidative stress–inflammation axis through increased ROS production, NF-κB activation, NLRP3 inflammasome activation, and pyroptosis, resulting in endothelial dysfunction, atherosclerosis, metabolic disturbances, and elevated inflammatory biomarkers. In conclusion, the oxidative stress–inflammation axis represents a key mechanism linking tobacco exposure to various chronic diseases.
Dinamika Epidemiologi Malaria dan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Pesawaran dan Pesisir Barat (2024): Analisis Insidensi dan Implikasi Kebijakan Kesehatan: Khorina Fatin Bilqis, Shellya Puti Sudesty, Sri Octa Handayani Khorina Fatin Bilqis; Shellya Puti Sudesty; Sri Octa Handayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp101-108

Abstract

Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular berbasis vektor yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Kondisi geografis, lingkungan, kepadatan penduduk, dan akses pelayanan kesehatan memengaruhi dinamika epidemiologi kedua penyakit tersebut pada setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika epidemiologi malaria dan DBD di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pesisir Barat tahun 2024 serta mengkaji implikasi kebijakan kesehatan berdasarkan pola insidensi penyakit. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi data sekunder. Data diperoleh dari publikasi kesehatan Provinsi Lampung tahun 2024 yang meliputi angka kasus malaria dan DBD per 1000 penduduk. Variabel penelitian terdiri atas insidensi malaria, insidensi DBD, risiko lingkungan penyakit, akses pelayanan kesehatan, dan prioritas kebijakan kesehatan daerah. Data dianalisis secara deskriptif melalui penyajian tabel dan interpretasi antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pesawaran memiliki angka kasus malaria lebih tinggi yaitu sebesar 4,41 per 1000 penduduk dibandingkan Kabupaten Pesisir Barat sebesar 0,01 per 1000 penduduk. Sebaliknya, angka kasus DBD di Kabupaten Pesisir Barat lebih tinggi yaitu sebesar 174,62 per 1000 penduduk dibandingkan Kabupaten Pesawaran sebesar 101,74 per 1000 penduduk. Perbedaan pola epidemiologi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan, curah hujan, kepadatan penduduk, dan akses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kebijakan kesehatan daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik epidemiologi masing-masing wilayah melalui penguatan surveilans penyakit, pengendalian vektor, edukasi masyarakat, dan peningkatan akses pelayanan kesehatan guna menurunkan risiko penularan malaria dan DBD.
Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko, dan Penanggulangan Risiko pada Petani Terong di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara: Afriza Hanief Fatkhuri, Putri Ria Ariyanti, Rachma Pratiwi, Ulima Larissa, Elvina Meuthia, Indah Rasio Nita, Rudi M. Irawan, Fitria Saftarina afriza fatkhuri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp119-126

Abstract

ABSTRAK : Kegiatan budidaya terong mempunyai beragam potensi bahaya yang bisa mmberi pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja petani.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan Upaya pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada petani terong di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.  Metode penelitian ini adalah studi deskriptif obervasional dengan pendekatan  Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian dilaksanakan pada 24-30 Maret tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Populasi penelitian adalah seluruh petani yang aktif budidaya di desa tersebut, sampel berjumlah 5 orang petani yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi petani yang telang melakukan budidaya terong minimal satu musim tanam.  Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dan dokumentasi pada setiap tahapan budidaya terong. Penilain Risiko dilakukan menggunakan matriks Risiko 5x5 berdasarkan likehlihood dan severity serta pengendalian risiko sesuai hierarki pengendalian. Temuan studi memperlihatkan bahwasanya potensi bahaya meliputi bahaya fisik, kimia, biologis, dan ergonomis pada tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, penyemprotan, dan panen. Sebagian besar risiko berada pada kategori sedang, seperti paparan sinar matahari, postur kerja tidak ergonomis, serta penggunaan alat tajam. Risiko tertinggi ditemukan pada paparan pestisida dan inhalasi bahan kimia yang berpotensi menyebabkan keracunan dan gangguan pernapasan. Pengendalian risiko dilaksanakan sesuai dengan hierarki pengendalian, yakni eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, serta pemakaian APD. Penerapan pengendalian secara sistematis serta peningkatan kesadaran petani terhadap K3 amat penting guna mengurangi risiko serta meningkatkan produktivitas kerja. Kata kunci: pertanian terong, identifikasi bahaya, analisis risiko, HIRARC, keselamatan dan kesehatan kerja (K3)   Hazard Identification, Risk Analysis, and Risk Mitigation among Eggplant Farmers in Abung Jayo Village, South Abung District, North Lampung Regency   ABSTRACT Eggplant cultivation activities involve various potential hazards that may affect farmers' occupational safety and health. This study aimed to identify potential hazards, analyze risk levels, and determine occupational safety and health risk control measures among eggplant farmers in Abung Jayo Village, South Abung District, North Lampung Regency. This research employed a descriptive observational study using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) approach. The study was conducted from March 24 to March 30, 2026, in Abung Jayo Village, South Abung District, North Lampung Regency. The study population consisted of all active farmers engaged in cultivation activities in the village. A sample of five farmers was selected using purposive sampling, with the inclusion criterion of having cultivated eggplants for at least one planting season. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation at each stage of eggplant cultivation. Risk assessment was conducted using a 5×5 risk matrix based on likelihood and severity, while risk control measures were determined according to the hierarchy of controls. The findings revealed the presence of physical, chemical, biological, and ergonomic hazards during land preparation, planting, maintenance, pesticide spraying, and harvesting activities. Most risks were categorized as moderate, including exposure to sunlight, non-ergonomic working postures, and the use of sharp tools. The highest risks were associated with pesticide exposure and chemical inhalation, which may lead to poisoning and respiratory disorders. Risk control measures were implemented according to the hierarchy of controls, including elimination, substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). The systematic implementation of risk control measures, along with increased farmer awareness of occupational safety and health, is essential to reducing risks and improving work productivity. Keywords: Eggplant Farmers, Occupational Safety and Health, Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control, HIRARC.