cover
Contact Name
Putri Bungsu
Contact Email
jurnalepidkes@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalepidkes@ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Gd. A Lt. 1 FKM UI
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2548513X     DOI : https://doi.org/10.7454/epidkes
Core Subject : Health, Science,
The article published on this journal can be editorial, research result and article review in public health, specifically epidemiology fields (Epidemiology of Infectious Disease, Epidemiology of Non-Communicable Disease, Epidemiology of Occupational Health and Safety, Epidemiology of Enviromental Health ond Biomarkers, Social and Behavioral Epidemiology, Epidemiology of Health Care, Epidemiology of Injury, Cancer Epidemiology, Epidemiology of Reproductive Health, Nutritional Epidemiology, Perinatal Epidemiology and Disaster Epidemiology). Epidemiology Health Promotion and Behavior Occupational Health and Safety Health Administration & Policy Environmental Health Health Communication Public Health Nutrition Biostatistics Reproductive Health Population Studies Health Informatics
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 1" : 5 Documents clear
Coverage and Determinants of Second-Dose Measles Vaccination Among Under-Five Children in Aceh Jaya District, Aceh Province, Indonesia Maulida, Rizka; Rahmartani, Lhuri Dwianti; Hairani, Lila K; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is aiming for measles elimination status by 2020. However, high number of measles cases are still prevalent and there are still coverage differences among provinces. Measles immunization coverage also varies among surveys and routine coverage report. With the addition of second dose measles vaccination (MCV2), measles infections in the country is expected to decrease. However, MCV2 coverage has been low after 2 years of implementation. Aceh Province was chosen for this study because its low coverage. This study aimed to measure the coverage and investigate the determinants of MCV2 in Aceh Jaya, Aceh Province. Dataset from “Assessment of the New 2nd Dose Measles Policy and the School-based Immunization Program in 2 Provinces (Aceh and South Sulawesi)” was used. There were a total of 300 children aged 25 – 37 months with coverage of MCV2 54% in Aceh Jaya District, Aceh Province. After further selection, 129 observations underwent bivariate and multivariate analysis using logistic regression. After controlling all variables, only experience of prompt service at the healthcare provider was associated with child receiving MCV2. We suggest future studies to look more into health care services and willingness to get vaccination. Additionally, with this result we hope the government could improve health care services in their facilities in order to achieve higher coverage.
Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun 2016 Laila, Nenden Hikmah; Mahkota, Renti; Sariwati, Elvieda; Setiabudi, Dwi Agus
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis A adalah penyakit hati akibat virus hepatitis A yang dapat menyebabkan kesakitan ringan sampai berat. Di Indonesia Hepatitis A sering muncul dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Tahun 2014 tercatat 3 Provinsi dan 4 Kabupaten terjadi KLB dengan jumlah penderita 282. Penyelidikan epidemiologi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran KLB dan mengidentifikasi faktor risiko KLB Hepatitis A di Kabupaten Tangerang tahun 2016. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kasus kontrol. Penyelidikan dilaksanakan pada bulan Maret 2016 di Kabupaten Tengerang. Besar sampel yaitu 44 kasus dan kontrol sebanyak 95. Data yang dikumpulkan dalam penyelidikan ini berupa data primer dan sekunder. Data primer meliputi identifikasi responden dan faktor risiko Hepatitis A. Penyelidikan dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner terstruktur serta observasi lingkungan. Data sekunder diambil berdasarkan laporan puskesmas, catatan dinas kesehatan Kabupaten Tangerang dan data demografi. Data dianalisis dengan Stata menggunakan uji bivariate: Chi Square (X2) dan multivariate; regresi logistik. KLB terjadi pada bulan Februari-Maret 2016 dengan kasus sebanyak 44, kasus terbanyak terjadi pada minggu ke-10 pada bulan Maret 2016. KLB hepatitis A berdasarkan kelompok umur 6 10 tahun sebesar 3 orang (6.82%) lebih sedikit dibanding umur 11-16 tahun yaitu 41 orang (93.18%), KLB hepatitis A berdasarkan jenis kelamin lebih banyak pada perempuan yaitu 24 orang (54.55%) dibanding laki laki yaitu 20 orang (45.45%) dengan OR 0.71 (CI95% 0.32-1.56). Faktor risiko diantaranya tidak cuci tangan pakai sabun sehabis BAB OR 7.90 (CI 95% 3.14 -19.88) dan jenis kantin yang digunakan (Warung 2) OR 2.92 (CI 95% 1.21 - 7.02). KLB hepatitis A terjadi karena berbagai faktor risiko diantaranya tidak cuci tangan pakai sabun sehabis bab dan jenis kantin yang digunakan (Warung 2). Selain itu PHBS penjamah makanan kurang baik dan sanitasi lingkungan juga buruk. Upaya pencegahan bisa dilakukan melalui perbaikan sanitasi sekolah dan penyuluhan tentang PHBS dan imunisasi hepatitis A.
Evaluasi Metode GeneXpert MTB/RIF dengan Sampel Raw Sputum untuk Mendeteksi Tuberkulosis Paru Susilawati, Tri Nugraha; Saptawati, Leli; Damayanti, Kusmadewi Eka; Larasati, Riska
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah utama di Indonesia dan dunia. Tantangan utama dalam mendiagnosis TB secara konvensional yaitu rendahnya sensitivitas deteksi pada pemeriksaan mikroskopis dan lamanya waktu yang diperlukan untuk kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode GeneXpert MTB/RIF untuk mendeteksiMycobacterium tuberculosis dengan sampel dahak langsung di RSUD Dr. Moewardi (RSDM), Surakarta. Analisis observasional dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan GeneXpert MTB/RIF pada sampel dahak langsung di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSDM pada tahun 2012 2015. Sampel didapatkan dari pasien yang memenuhi kriteria suspek multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) dan sampel tersebut telah dikultur di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK), Jawa Tengah. Data dianalisis dengan OpenEpi versi 3, Epi Info 7, dan MedCalc. Pada penelitian ini didapatkan sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan negatif (NDP dan NDN) serta akurasi metode GeneXpert MTB/RIF sebesar 93,62%, 27,17%, 68,89%, 71,21%, dan 69,21%. Prevalensi TB paru pada sampel yang diperiksa sebesar 63,27%. Rendahnya spesifisitas GeneXpert MTB/RIF mengindikasikan perlunya kultur sebagai baku emas. Namun demikian, perlu standarisasi pemrosesan sampel dahak dalam segi teknik dan waktu pengambilan sampel disertai data klinis yang memadai untuk melihat riwayat terapi yang telah diberikan pada pasien.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Berisiko dengan Obesitas Sentral Pada Wanita Usia 25-65 Tahun di Bogor Tahun 2011-2012 Azkia, Fara Irdini; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola makan diketahui merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan obesitas dan penyakit kronis lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan berisiko dengan obesitas sentral pada wanita usia 25-65 tahun. Penelitian ini menggunakan data baseline Studi Kohort PTM tahun 2011-2012 di Bogor, dengan desain studicross sectional. Sampel penelitian sebanyak 2531 orang. Hasil penelitian menunjukkan 54% responden mengalami obesitas sentral dengan rata-rata lingkar perut sebesar 80,9+ 11,6 cm. Tidak terdapat perbedaan risiko antara responden yang sering dan jarang mengonsumsi makanan berisiko untuk menjadi obesitas sentral setelah dikontrol variabel usia dan status pernikahan (PR 1,038 : 95% CI 0,933 1,154 : p=0,498). Upaya pencegahan obesitas sentral pada wanita dapat dilakukan dengan rutin mengontrol berat badan ideal sebelum usia 40 tahun dan mulai memperbaiki pola makan terutama bagi wanita yang sudah menikah.
Faktor Lingkungan Rumah dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Palopo 2016 Marwanty, Marwanty; Bantas, Krisnawati
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Kota Palopo merupakan salah satu daerah endemis demam berdarah Dengue di Provinsi Sulawesi Selatan. Lingkungan rumah memiliki peran penting dalam penularan penyakit demam berdarah Dengue sebagai media interaksi antara nyamuk Aedes Aegypti dan manusia. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian demam berdarah Dengue.Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan studi kasus kontrol. Total sampel penelitian sebanyak 236 sampel dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Analisis data mencakup analisis bivariat dan multivariat. Analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik ganda. Hasil. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa interaksi antara faktor lingkungan rumah dengan pendidikan rendah meningkatkan risiko kejadian demam berdarah Dengue (OR=2,87 95% CI 1,218 – 6,791) setelah dikontrol oleh variabel konfounder umur. Proporsi kejadian demam berdarah yang dapat diakibatkan oleh adanya interaksi antara pendidikan dan faktor lingkungan sebesar 5,4%. Rekomendasi. Dinas Kesehatan Kota Palopo diharapkan agar dapat lebih memprioritaskan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD terutama pada daerah endemis DBD, daerah yang dominan dengan masyarakat yang berpendidikan rendah serta daerah yang penduduk usia mudanya lebih tinggi dan rentan untuk terkena penyakit DBD.

Page 1 of 1 | Total Record : 5