cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 143 Documents
HABITUASI MENYANYIKAN LAGU KEBANGSAAN PRA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN KARAKTER NASIONALISME Dwi Rapita, Desinta; Tria Ambarwati, Meylina; Yuniastuti, Yuniastuti
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 3 No. 1 (2021): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v3i1.340

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan karakter nasionalisme yang dilaksanakan melalui habituasi menyanyikan lagu kebangasaan pra pembelajaran di sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian deskriptif dimana terdapat data primer dan sekunder yang digunakan untuk mendeskripsikan kajian. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data bersifat induktif dengan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Fasilitas yang memadai sekolah menjadi pendukung proses habituasi menyanyikan lagu kebangsaan pra pembelajaran di sekolah. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya pembinaan karakter nasionalisme. Nilai Karakter Nasionalisme ini penting dimiliki oleh seluruh peserta didik. Nilai karakter nasionalisme ini sebagai upaya untuk meningkatkan rasa bangga sebagai orang Indonesia. Kendala yang terjadi pada penerapan kebijakan menyanyikan lagu kebangsaan pra pembelajaran terjadi pada siswa yang masih belum bisa bersungguh-sungguh saat bernyanyi. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai Lagu Kebangsaan. Sebagai upaya untuk mengatasi kendala tersebut diterapkan strategi reward dan punishment yang diharapkan kemudian dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai lagu kebangsaan sebagai penguatan nilai karakter nasionalisme.
PEMAKNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PENDIDIKAN SISWA-SISWI SMP.: (Studi Fenomenologi Terhadap Siswa-Siswi Pengguna Gadget Di SMPK Marsudisiwi Malang) Baptis Joni, Yohanes
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.355

Abstract

Peradapan modern identik dengan era media sosial. Media sosial memberi pengaruh yang signifikan bagi gaya hidup manusia. Lahirnya media sosial menawarkan banyak kemudahan seperti, komunikasi, interaksi sosial dan akses informasi. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan media sosial pun ikut berperan penting dalam peningkatan kualitas belajar. Beberapa penelitian membuktikan bahwa sebagian besar pengguna internet adalah kalangan pelajar. Berkembangnya media sosial secara mendunia secara tidak langsung memiliki pengaruh besar terhadap penggunaan media sossial bagi pelajar. Penelitian ini fokus mengakaji dampak media sosial dalam dunia pendidikan anak. Generasi milenial yang lekat pada penggunaan media sosial harus bisa disentuh oleh dunia pendidikan jaman ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subyek yang diamati adalah siswa/siswi SMPK Marsudisiwi-Malang yang aktif menggunakan media sosial [handphone, smartphone dan internet]. Peneliti berargumentasi bahwa pada zaman ini, pendidikan bagi generasi milenial seharusnya turut mengadopsi kemajuan dan perkembangan jaman secara khusus media sosial. Elaborasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini yakni mengenai wajah dari kemendesakan dunia pendidikan saat ini untuk menemukan suatu model pendidikan yang menyenangkan dan memanfaatkan kemudahan dari kemajuan teknologi komunikasi sebagai terobosan baru bagi usaha mendobrak cara belajar yang membosankan bagi generasi milenial. Setelah proses itu, kelompok peneliti berkesimpulan bahwa model pendidikan berbasis media sosial merupakan suatu model pendidikan yang baik untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini, dengan subyek didik generasi milenial, yang lekat dengan perkembangan teknologi secara khusus teknologi komunikasi.
UPAYA PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN UMUM DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA: ( Suatu Studi Di Badan Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Malang) Eka Graha Lestari, Dinna
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.357

Abstract

18UPAYA PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN UMUMDALAM MENINGKATKAN MINAT BACA( Suatu Studi Di Badan Perpustakaan, Arsip DanDokumentasi Kabupaten Malang)Dinna Eka Graha LestariIKIP Budi Utomo Malangdinnaekagrahalestari@budiutomomalang.ac.idAbstrakUntuk mengetahui pengaruh upaya pengelolaan perpustakaan umum dalam meningkatkan minat baca dilakukan analisis komputer dengan program SPSS dan dikembangkan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi upaya pengelolaan perpustakaan tergolong tinggi. Hal ini dibuktikan dengan frekuensi responden yang menjawab pemustaka 54% lebih tinggi, tinggi 30%, sedang 11%, dan rendah 5%. Sehingga dikatakan bahwa upaya pengelolaan perpustakaan relatif tinggi. Hasil yang terkait dengan pengelolaan Pengadaan, Pengolahan dan Pelayanan perpustakaan adalah: (1) Partisipasi pemustaka dalam perencanaan pengadaan bahan pustaka tinggi. Hal ini dibuktikan dengan frekuensi responden yang menjawab 48% pemustaka tinggi. Sehingga dinyatakan bahwa keterlibatan pemustaka dalam perencanaan pengadaan bahan pustaka tergolong Tinggi. (2) pengolahan bahan pustaka rendah. Hal ini dibuktikan dengan frekuensi responden yang menjawab 94% pemustaka rendah. Sehingga dikatakan bahwa pengolahan bahan pustaka dalam penataan bahan pustaka ini relatif rendah. (3) pengelolaan perpustakaan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan frekuensi responden yang menjawab pemustaka 54% lebih tinggi, tinggi 30%, sedang 11%, dan rendah 5%. Sehingga dikatakan bahwa upaya pengelolaan perpustakaan relatif tinggi.
KONSTRUKSI SOSIAL KESENIAN TARI LENGGER DI PROBOLINGGO Priambodo Susanto, Endika; Nyoman Ruja, I; Ratnawati, Nurul
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.358

Abstract

Tari Lengger merupakan salah satu bentuk kesenian daerah di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Probolinggo. Pertunjukkan Tari Lengger ini, sampai sekarang masih eksis. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan mengkaji konstruksi sosial dari Tari Lengger sebagai salah satu kesenian yang sejak dahulu sudah ada dan bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan pendukung. Penelitian ini terdiri dari tahap pra lapangan, lapangan, analisis, serta pelaporan. Teknik analisis penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan yaitu sejarah Tari Lengger, bentuk penyajian Tari Lengger beserta komponen pendukungnya, dan cara mempertahankan Tari Lengger
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERISTIWA SEKITAR PROLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA SISWA KELAS VII IPS DI SMP KATOLIK MARSUDISIWI BLIMBING KOTA MALANG triyanti Nahak, Yasintha; Naharuddin Arsyad, Muhammad
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.359

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh dari guru mata pelajaran IPS kelas VII SMPK Marsudiswi Blimbing Malang. Pada tahun 2020/2021 diketahui bahwa dari 100 % siswa masih 25 % siswa yang belum mencapai KKM 75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII IPS SMPK Marsudisiwi Blimbing Malang dengan mengunakan model pembelajaran bermain peran (role playing) berbasis media film pada materi pidato proklamasi kemerdekaan indonesia. Dengan KKM 75 % maka rumusan masalah yang peneliti ambil sesuai judul adalah Bagimanakah penerapan model pembelajaran role playing, Bagimanakah dampak penerapan model pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa,Bagimanakah dampak penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)Penelitian ini dilaksanakan di SMPK Marsudisiwi Blimbing Malang tahun 2020/2021 dengan subjek penelitian siswa kelas VII IPS 20 siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua siklus, siklus I terdiri dari dua pertemuan dan siklus II terdiri dari dua pertemuan. Tahap setiap siklus terdiri dari perencanaan/observasi dan refleksi, instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, lembar observasi dan kuesioner analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.dengan KKM 75 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model role playing dapat meningkatakan motivasi dan hasil belajar siswa. dilihat dari motivasi pada siklus I menunjukan motivasi “baik “, yaitu 100 % motivasi pada siklus II menunjukan motivasi baik. Dan peresentase siswa pada siswa baik siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hasil belajar siklus I yang diperoleh siswa adalah 55,75 dengan peresentasi mencapai KKM 15 % hasil belum memenuhi target peneliti baik dari segi nilai rata-rata dengan kategori belum mencapai KKM yang ditargetkan oleh peneliti adalah 100 % kurang hasil belajar siswa pada siklus II dengan kategori baik. Hasil belajar dan peresentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan siklus II telah mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan model pembelajaran bermain peran (role playing). Dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII IPS SMPK Marsudisiwi Blimbing Malang pada materi pidato proklamasi kemerdekaan indonesia. Dilihat dari motivasi pada awal siklus I terdapat 3 orang dengan kategori sangat tinggi, sedangkan siswa dengan kategori tinggi terdapat 17 orang. Maka motivasi awal baik yaitu 100 %. Dengan hasil belejar siklus I.Rata- rata hasil belajar aspek kognitif siswa meningkatkan pada siklus I yaitu 55,75 menjadi 86,5 pada siklus II. Peresentase siswa yang mecapai KKM 75 mengalami peningkatan dari 15 % pada siklus I menjadi siklus II 100 % pada siklus II. Hasil belajar siswa aspek afektif pada siklus 1 adalah 63,44 % mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 73 % sedangkan 42 persentase motivasi minimal baik siswa sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran tidak mengalami perubahan tetap 100 % pada kategori sangat tinggi
PENDEKATAN KULTURAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Hasanah, Uswatun
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.360

Abstract

Presiden Joko Widodo telah menggagas program yang merupakan visi dan misinya dalam memimpin Indonesia yang disebut dengan Nawa Cita yang artinya sembilan agenda. Nawa Cita sendiri merupakan pemaparan lebih terperinci dari semangat dan cita-cita Bung Karno yang dikenal dengan istilah Trisakti. Setelah hampir dua tahun memegang kendali pemerintahan dapat Kita saksikan bersama ada beberapa program pemerintah yang dapat dikatakan cukup berhasil mengejawantahkan poin-poin dalam Nawa Cita, namun banyak pula yang harus dibenahi karena belum cukup bisa mewujudkan visi dari agenda Nawa Cita menjadi sebuah program yang berdampak konkret pada rakyat Indonesia. Dalam hal ini Penulis menyoroti poin ke delapan dari Nawa Cita yaitu melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum berbasis nasional. Sejauh masih belum jelas detailnya karakter bangsa yang seperti apa yang ingin dibentuk pada mental anak bangsa, oleh karena itu langkah pemerintah pun terlihat masih gamang dalam penataan kurikulum untuk mewujudkan misi “merevolusi karakter bangsa”, Program Bela Negara yang dianggap sebagai bentuk implementasinya baru sebatas konsep dan belum ada aturan baku dalam pelaksanaannya, oleh karena itu perlu secara lebih serius dan komprehensif Kita merumuskan program yang tepat untuk mewujudkan visi yang mulia ini. Menurut persfektif Penulis perlu paradigma baru dan sudut pandang baru dalam mewujudkan konsep membentuk karakter bangsa, karena menurut banyak study dan penelitian justru keluarga lah yang berperan besar dalam pembentukan karekter individu, sementara pendidikan di sekolah hanya bersifat endorsment dari proses pembentukan karakter dalam lingkungan keluarga. Oleh karena keluarga adalah unit kecil dari sebuah society atau masyarakat secara regional, maka pendekatan kultural haruslah ditempatkan pada posisi utama yang dilakukan pemerintah selain melakukan pembenahan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah. Pendekatan Kultural pada sisi informal inilah yang akan lebih “menyentuh” segmen keluarga dibandingkan pendidikan formal, sehingga setiap orang tua dalam setiap keluarga memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa secara tepat memberikan “pola pendidikan” yang bisa membentuk karakter generasi selanjutnya sesuai dengan koridor Nawa Cita, karena keluargalah ujung tombak dari pembentukan karakter individu. Ini adalah PR besar untuk bangsa ini, terutama bagi para akademisi dan pendidik untuk bisa merumuskan formula yang tepat dan paripurna kepada pemerintah. Sehingga pemerintah bisa memiliki panduan yang akurat dalam mengeksekusi visi dan misi nya dalam membentuk sumber daya manusia yang lebih unggul, sehingga pada akhirnya bisa menjadikan bangsa ini lebih prosfektif dan lebih kompetitif secara global.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI SELFS ASSESSMENT PADA MATERI INTERAKSI SOSIAL DI SMP KH. A. THOHIR PULUNGDOWO, TUMPANG KELAS VIII Reo, Fransiska; Pebri Setiani, Puspita
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.361

Abstract

Untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, guru menerapkan model pembelajaran picture and picture melalui sistem self assessment (penilaian diri) untuk bisa menilai sampai dimana kemampuan diri sendiri. Assessmen adalah proses yang dilakukan guru untuk mendapatkan informasi tentang kinerja siswa. Hal ini dilakukan untuk melakukan perubahan dalam pembelajaran yang dapat membangun rasa kepercayaan diri pada siswa agar bisa melakukan apapun dengan percaya diri pada masa Picture and Picture adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan media gambar. sekarang ataupun masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (classroom Action Research). Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni, perencanaan, pelaksanaa, pengamatan (observasi) dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP KH. A. Thohir Pulungdowo Tumpang yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik angket/kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisi data deskriptif kualitatif. Hasil perolehan data ini akan dianalisis pada setiap siklus, agar dapat diketahui ada atau tidak peningkatan kepercayaan diri siswa. hasil penelitian telah menunjukan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran picture and picture melalui self assessment menunjukan bahwa: 1) adanya perbedaan pada sikap percaya diri siswa dari observasi awal peneliti, 2) adapun peningkatkan yang dialami oleh siswa, yaitu ada perunbahan mulai dari siklus I hingga ke siklus II.
BERIMAN SECARA KREATIF: Sebuah Studi atas Penghayatan Iman Menurut Dua Pelukis Katolik Beraliran Abstrak di Malang Mayrezky Diaz, Fransiskus
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 1 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i1.367

Abstract

Sebuah Studi atas Penghayatan Iman Menurut Dua Pelukis Katolik Beraliran Abstrak di Malang. Fokus utama riset ini adalah pemaknaan iman menurut dua pelukis Kristiani aliran abstrak di kota Malang. Sehubungan dengan fokus itu, perlu dilihat apakah iman memiliki pengaruh dalam aktivitas berkesenian mereka. Mengikuti teori Interaksionisme simbolik Mead (Mead,1972), penulis menduga bahwa melukis abstrak adalah tindakan yang para seniman lakukan untuk menghadirkan iman dalam simbol, yaitu lukisan. Penulis menemukan bahwa tindakan mereka sebagai cara untuk mengubah arti dan simbol yang mereka gunakan dalam tindakan berdasarkan penafsiran mereka terhadap situasi batin mereka. Iman mempengaruhi mereka dalam melukis abstrak, karena lewat lukisan abstrak mereka mengungkapkan imannya. Gaya abstrak dianggap lebih memuaskan kreativitas mereka dalam mengekspresikan iman mereka. Pesan iman itu muncul dari kegelisahan mereka akan makna terdalam imannya. Dengan menggumuli permasalahan tersebut dan dengan menghadirkannya dalam lukisan abstrak, mereka telah beriman secara kreatif. Artikel ini dibingkai oleh kegelisahan penulis akan beberapa pertanyaan: mengapa mereka mengungkapkan iman mereka dalam lukisan abstrak yang sulit dimengerti oleh orang awam? Apa makna iman bagi mereka? Apa yang melatarbelakangi mereka melukis dengan gaya abstrak? Bagaimana penafsiran mereka terhadap karya-karya mereka yang abstrak itu. Artikel ini hendak membahas tentang pengungkapan iman lewat lukisan abstrak. Tema ini menarik perhatian penulis, karena pelukis responden mengungkapkan imannya secara visual dan dalam gaya abstrak. Sementara tidak banyak orang yang bisa melihat bahwa lukisan yang tidak berwujud itu adalah lukisan yang mengungkapkan iman sang pelukis. Bahkan lukisan abstrak itu memiliki nilai yang lebih kaya dan multi-interpretasi daripada lukisan-lukisan dari aliran lain yang memiliki wujud yang jelas.
Model Pembelajaran Problem Solving Skills Dalam Upaya Peningkatan Kepekaan Masalah Sosial Mahasiswa IPS IAIN Tulungagung Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar Setiawan, Bagus
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 1 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i1.373

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup dimuka bumi ini secara bersama-sama dengan berbagai latar belakang etnis, bahasa, budaya, adad-istiadat yang beraneka ragam serta berbagai permasalahan yang menemani kehidupan sosial tersebut disetiap harinya. Sehingga rentan sekali akan timbulnya masalah sosial, masalah sosial sendiri merupakan suatu kondisi dimana jika di dalam kehidupan sosial antara elemen satu dan elemen lainnya tidak melaksanakan fungsi dan peranannya sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku, maka keadaan tersebut masalah sosial. Pendidikan IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang dibagun dalam rangka untuk meningkatkan dan menanamkan nilai-nilai sosial. Di kehidupan manusia banyak sekali masalah yang dihadapi dan manusia selalu ingin memecahkan permasalahan tersebut yang sedang dihadapinya. Namun kenyataan pada umumnya masih banyak orang-orang yang belum mampu melakukanya dengan baik. Baik itu permasalahan dalam lingkup yang besar maupun kecil seperti ketimpangan ekonomi, penggusuran, konflik antar etnis, agama, budaya, pemanasan global, isu-isu sosial dan sebagainya.Problem solving skills adalah suatu keterampilan atau proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data-data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik.1994). Di dalam model pembelajaran problem solving skills ini peserta didik dituntut aktif untuk dapat menggali secara mandiri sebuah permasalahan yang ada disekitar meraka dan berusaha memberikan solusi atau jalan keluar yang sesuai dengan pemikiran peserta didik sendiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatan kepekaan terhadap masalah sosial mahasiswa-mahasiswa IPS IAIN Tulungagung terhadap fenomena-fenomena sosial, permasalahan sosial, yang mungkin saja sedang terjadi disekitar lingkungan tempat mereka berada.
MUSEUM KAMBANG PUTIH TUBAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TENTANG TOLERANSI ANTAR UMAT HINDU, BUDHA, DAN ISLAM MASA MAJAPAHIT Diputra, Gargarisna
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 1 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i1.374

Abstract

Salah satu obbjek wisata di daerah tuban yang menjadi andalan adalah Moseum Kambang Putih,Museum Kambang Putih terletak di jantung kota Tuban satu-satunya museum di kota Tuban, sangat strategis dan berdekatan dengan objek wisata lainnya, seperti; Masjid Agung Tuban, Makam Sunan Bonang, Pantai Boom, dan Klenteng Wan I. Museum ini menyimpan banyak warisan budaya, seperti benda-benda yang ditemukan di wilayah Kabupaten Tuban (Mashari, 2012). Museum Kambang Putih berada di kompleks alun-alun kota Tuban, tepatnya di sebelah barat Kantor Bupati Tuban. Berdekatan dengan kawasan wisata religi makam Sunan Bonang dan Masjid Agung Tuban. Museum yang buka setiap hari Senin – Minggu ini merupakan pindahan dari museum Kambang Putih lama yang sebelumnya berada di kompleks Pendapa Kabupaten Tuban (Agung, 2012). Sewaktu berada di Kompleks Pendopo Krida Museum Kambang Putih sepi dari pengunjung karena letaknya yang jauh dari keramaian. Kata museum merupakan reduplikasi dari kata yunani klasik Museon, yaitu bangunan suci sebagai pemujaan kepada Sembilan dewa seni dan ilmu pengetahuan Yunani kuno. Sedangkan pengertian museum sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 1995, Museum adalah lembaga perawatan, penyimpanan, pengamanan, dan pemanfatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Dengan demikian museum terbuka untuk umum, khususnya untuk tujuan pendidikan dan rekreasi (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, 2010:3). Dalam dunia pendidikan museum bisa dijadikan sumber dan media belajar terutama mata pelajaran sejarah

Page 8 of 15 | Total Record : 143