cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 167 Documents
Penerapan Pocket Book Berbasis Flipbook untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Belung Poncokusumo Naufal Amin, Muhammad; Khotimah, Khusnul
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.1821

Abstract

Tuntutan era sociey 5.0 dengan perkembangan teknologi informasi di segala bidang perlu diperhatikan secara khusus. Pemanfaatan teknologi untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan hidup mengakibatkan semua pihak dituntut agar menguasai teknologi informasi. Generasi muda sebagai penerus masa depan tidak cukup jika hanya dapat memanfaatkan teknologi, namun perlu menguasai dan mengembangan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan di seluruh aspek kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh bagi dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penerapan media pembelajaran siswa mata pelajaran sejarah dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran sejarah pada setiap siklusnya. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Al Itttihad Belung Poncokusumo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 Madrasah Aliyah Al Itttihad Belung Poncokusumo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokmentasi, dan tes. Metode yang digunakan dalam analisis data yaitu dengan menggunakan metode analisis deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah yang menggunakan media pembelajaran pocket book digital berbasis flipbook yang dapat dilihat setelah diadakannya perlakuan pada siklus II yaitu penerapan pocketbook berbasis flipbook dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, yang semula pada siklus I persentase nilai ketentutasannya sebesar 65,55%, meningkat pada siklus II menjadi 85,55%. %. Serta berdasarkan hasil observasi aktivitas guru oleh obsever yang semula pada siklus I sebesar 68,4% meningkat pada siklus II menjadi sebesar 96,0% dengan kategori sangat baik.
Filsafat Filsafat Progresivisme Dan Transformasi Pendidikan Di Era Society 5.0 Duta Pratama, Rido; Agustina, Melisa
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat progresivisme pandangan yang menginginkan pendidikan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga filosofi ini cukup relevan digunakan ditengah transformasi pendidikan di era Society 5.0, yang mana pada era ini kehidupan manusia serba instan dan canggih. Aliran progresivisme ini memiliki sejarah yang panjang, yang mana muncul atas reaksi dari sistem pendidikan yang terlalu konvensional dan otoriter. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hakikaat filsafat progresivisme, sejarah aliran ini, dan implementasi progresivisme dalam kurikulum merdeka belajar.. Melalui pendekatan kualitatif, dengan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Progresivisme dan kurikulum merdeka belajar memiliki korelasi yaitu pendidikan yang berpusat kepada peserta didik dan mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dengan penerapan filosofi aliran progresivisme dalam sistem pendidikan Indonesia dapat menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik kedepannya
Peran Masyarakat Wae Rebo dalam Mempromosikan Destinasi Pariwisata Rumah Adat di Desa Satar Lenda Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai (NTT) Harianti Setia, Elisabet; Rahadian, Septa; Tobing, Sari Mellina
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2924

Abstract

Salah satu keindahan di Indonesia adalah Pulau-pulau di Provinsi NTT. Wae Rebo sendiri adalah sebuah kampung tradisional yang letaknya di kecamatan Satarmese Barat kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo juga merupakan situs warisan budaya dunia yg di tetapkan UNESCO. Ironisnya juga masyarakat Flores juga belum mengenal adanya keberadaan Wae Rebo. Rumah adat manggarai (Mbaru Tembong) ibaratnya kantor umum keluarga, dan dalam hal urusan resmi. Kamar-kamar keluarga ranting ranting mirip ‘kamtor legislatif’ (Parlemen), eksekutif (Pemerintahan), dan yudikatif (kehakiman) yang sifatnya alamiah, demokrasi dan dilandasi semangat kekeluargaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini yaitu di Kampung Waerebo yang berada di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Data ini diperoleh dengan cara wawancara mendalam dengan informan (Ketua Adat Wae Rebo), Masyarakat Lokal Wae Rebo, serta hasil observasi di Wae Rebo. Keunikan arsitektur rumah adat Mbaru Niang menjadi daya tarik utama yang membedakan Wae Rebo dari destinasi wisata lainnya. Pelestarian rumah adat Mbaru Niang oleh masyarakat Wae Rebo menunjukkan implementasi konsep community-based heritage conservation. Dalam konteks promosi pariwisata, masyarakat Wae Rebo telah mengembangkan pendekatan yang inovatif dengan tetap mempertahankan nilai- nilai tradisional
Dinamika Islamisasi di Banyumas: Peran Tokoh Lokal dan Transformasi Sosial-Budaya Abad 15–17 M Nailul Mubarok, Nasrulloh; Fathoni, Fahar; Nuraeni, Linda; Rismawati, Hana
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2711

Abstract

Penelitian ini hadir untuk menyingkap dinamika historis penyebaran Islam di wilayah Banyumas selama periode penting abad ke-15 hingga ke-17 Masehi. Proses Islamisasi di kawasan ini dikenal unik karena terjalin secara bertahap, dengan mengedepankan pendekatan budaya dan kearifan lokal sebagai kunci utama metode dakwah yang inklusif. Kesuksesan ini ditopang oleh kontribusi figur-figur sentral di masanya: Syaikh Mahdum Wali sebagai pelopor di awal abad ke-15; Kyai Raden Adipati Wargahutama (Jaka Kaiman) yang melembagakan nilai-nilai Islam dalam struktur pemerintahan lokal sejak tahun 1582; hingga Kyai Mustolih dari Cikakak yang mengamalkan dakwah kultural dan spiritual di wilayah perbukitan pada abad ke-17. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan pendekatan historis, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan Islamisasi Banyumas terletak pada kemampuan para tokoh lokal untuk mengharmonisasi ajaran Islam dengan tradisi pra-Islam secara damai, sehingga menghasilkan karakter keislaman yang toleran dan membumi.
Kajian Gender dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas Setiawati, Debi; Hidayat, Arif Wahyu
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2976

Abstract

Pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial, termasuk isu ketimpangan gender. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah masih cenderung mereproduksi narasi androcentris dan kurang sensitif terhadap perspektif gender. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik pembelajaran sejarah di SMA ditinjau dari perspektif gender, dengan fokus pada representasi gender, praktik pedagogis guru, serta pemahaman dan kesadaran gender peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran sejarah, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di SMA belum secara sistematis mengintegrasikan perspektif gender, baik dalam penyajian materi maupun strategi pedagogis. Praktik pembelajaran yang berorientasi pada buku teks dan narasi tokoh laki-laki berdampak pada terbatasnya pemahaman kritis peserta didik terhadap relasi gender dalam sejarah. Meskipun demikian, pembelajaran sejarah berperspektif gender terbukti memiliki implikasi positif dalam meningkatkan kesadaran gender dan empati historis peserta didik apabila diterapkan secara reflektif dan dialogis.
Peran Pedagang dalam Pengelolaan Usaha UMKM di Kawasan Pasar 16 Ilir Kota Palembang sugiharto, Muh. Adiguna; Ramadhanti, Ochi; Jonada, Leo; Wahdaniyah, Fitri; Nazhifah, Nada Nisrina; Fadhlurrohman, M. Aqil; Ronaldi, Steven
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pedagang dalam pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pasar 16 Ilir. Pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang membentuk jaringan kepercayaan dan solidaritas ekonomi lokal. Di tengah transformasi digital melalui penerapan QRIS serta dinamika kebijakan revitalisasi kawasan pasar, pedagang dihadapkan pada tantangan adaptasi teknologi, ketidakpastian status kepemilikan kios, dan penataan ruang kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan internal usaha, mulai dari pengaturan modal, strategi pemasaran, hingga pencatatan keuangan yang masih bersifat sederhana. Selain itu, pedagang juga melakukan negosiasi aktif dengan stakeholder eksternal seperti pemerintah daerah, pengelola pasar, dan konsumen untuk mempertahankan keberlanjutan usaha. Adaptasi terhadap sistem pembayaran digital berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh literasi teknologi serta dukungan ekosistem pasar. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan UMKM di pasar tradisional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan struktural, tetapi juga oleh kapasitas adaptif dan strategi sosial ekonomi pedagang dalam merespons perubahan.
Dinamika Perlawanan Jurnalis Tempo dalam Menghadapi Pembredelan Era Orde Baru (1994–1998)
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3048

Abstract

Pers merupakan salah satu elemen fundamental dalam sistem demokrasi yang berperan sebagai pengawas kekuasaan sekaligus pembentuk opini publik. Namun, pada masa Orde Baru, kebebasan pers mengalami pembatasan melalui mekanisme perizinan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Pembredelan Majalah Tempo pada 21 Juni 1994 menjadi representasi nyata praktik represi negara terhadap media yang kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perlawanan jurnalis Tempo dalam kurun waktu 1994–1998. Pendekatan yang digunakan adalah metode historis dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, dokumentasi arsip, serta wawancara dengan narasumber terkait. Hasil penelitian mengidentifikasi dua jalur utama perlawanan, yaitu litigasi dan pembentukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Upaya hukum terhadap pencabutan SIUPP, meskipun berujung pada kekalahan di tingkat kasasi, memiliki signifikansi simbolik dan moral karena membuka kesadaran publik mengenai karakter otoritarian rezim. Sementara itu, di ranah masyarakat sipil, AJI mengembangkan strategi melalui penerbitan buletin alternatif, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jurnalistik, kampanye anti-amplop, advokasi bagi wartawan yang dikriminalisasi, serta penguatan jejaring solidaritas nasional dan internasional. Strategi tersebut menghasilkan dampak konkret berupa terbentuknya wacana tandingan, meningkatnya kesadaran kritis publik, lahirnya jurnalis independen dengan kapasitas investigatif, perumusan Kode Etik Jurnalistik Independen (KEJI), tersedianya mekanisme perlindungan hukum bagi wartawan, serta meningkatnya tekanan moral-politik global terhadap rezim. Dengan menggunakan perspektif hegemoni Antonio Gramsci, khususnya konsep war of position, penelitian ini menyimpulkan bahwa perlawanan jurnalis Tempo bersifat ideologis, kultural, dan berlangsung secara akumulatif. Proses tersebut berkontribusi dalam mengikis dominasi hegemonik Orde Baru serta meletakkan fondasi bagi berkembangnya kebebasan pers pada era Reformasi.
Analisis Makna Relief pada Penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit dalam Perspektif Siwa Budha
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3099

Abstract

Relief pada suatu pura memiliki potensi baik dari segi sejarah dan maknanya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis makna relief pada penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit dalam persfektif Siwa-Budha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian sejarah. Adapun data-data dalam penelitian ini dikumpulkan secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sangsit, Sawan, Buleleng, Bali. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumen. Hasil dari penelitian ini yakni relief yang terpahat pada penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit tidak hanya sebagai media estetika, juga sebagai media yang menyampaikan ajaran moral dan spiritual yang berkaitan dengan tradisi Siwa-Budha. Relief yang terpahat menggambarkan karma phala manusia akibat perbuatannya sendiri, salah satunya terpahat relief arwah di bawah pohon  yang daunnya yakni pedang sebagai simbol hukuman dari perilaku yang bertentangan. Peneitian ini diharapkan  dapat memberikan informasi mengenai makna relief pada penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit dalam persfektif Siwa-Budha dan sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Eksistensi Lansia di Tengah Keluarga Inti: Antara Keterlibatan dan Marjinalisasi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami eksistensi lansia di tengah keluarga inti, khususnya dalam dinamika antara keterlibatan dan marjinalisasi yang mereka alami. Perubahan struktur keluarga dari keluarga besar ke keluarga inti modern menyebabkan peran lansia mengalami pergeseran. Dalam banyak kasus, lansia tetap dilibatkan dalam aktivitas domestik, emosional, spiritual, maupun sosial, namun pada saat yang sama mereka juga menghadapi bentuk marjinalisasi halus seperti keterbatasan ruang berpendapat, ketergantungan ekonomi, pembatasan peran akibat faktor fisik, serta kesepian ketika anggota keluarga sibuk bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima informan lansia yang tinggal bersama atau berinteraksi intens dengan keluarga inti. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan lansia terutama terlihat pada peran domestik, afektif, spiritual, serta sosial. Marjinalisasi muncul dalam bentuk laten seperti pengurangan peran, ketergantungan ekonomi, tidak dilibatkan dalam keputusan tertentu, serta perasaan kesepian. Makna eksistensi lansia dimaknai sebagai sumber nilai, penjaga keharmonisan, pemberi nasihat, dan figur penting dalam menjaga stabilitas emosional keluarga. Penelitian ini memperkuat teori Interaksionisme Simbolik serta relevansi teori peran Parsons dalam konteks keluarga modern.
Regenerasi Tradisi Sedekah Piaro (Sedekah Pedusunan) Sebagai Warisan Budaya di Desa Senuro. Arditika, Wahyu; Wargadalem, Farida Ratu; Susanti, Helen
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3098

Abstract

Indonesia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau dengan luas wilayah 5.180 juta km2 memiliki kekayaan alam dan budaya yang banyak. Kekayaan alam dan budaya Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi Indonesia. Karena dengan berbagai kekayaan alam dan beragamnya budaya ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang asing untuk berkunjung dan merasakan langsung berbagai suasana alam dan kekayaan budaya Indonesia. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Tradisi Sedekah Piaro adalah kegiatan doa bersama yang bertujuan untuk meminta di lindunginya dari bahaya, diberikannya rezeki, dan dipermudahnya segala hal-hal yang baik bagi suatu daerah beserta warga masyarakat dan makhluk yang tinggal didalamnya dengan cara berulang-ulang atau turun temurun. Rangkaian kegiatan Tradisi Sedekah Piaro ini diawali dengan persiapan, dilanjutkan pelaksanaan, dan diakhiri dengan penutupan berupa acara pembersihan. Dan sejak 2015 generasi muda dilibatkan untuk memudahkan dalam proses persiapan dan pelaksanaan Tradisi Sedekah Piaro. Dan manfaat dari pelibatan generasi muda ini sangat dirasakan karena dapat memudahkan persiapan, pelaksanaan, dan bersih-bersih dari pelaksanaan Tradisi Sedekah Piaro.