cover
Contact Name
Netanya Evelyn Berliana Damanik
Contact Email
jurnalmarsahala.info@gmail.com
Phone
+6282361850611
Journal Mail Official
jurnalmarsahala.info@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bahkora II, Gg. Pandan Sari, Marihat II, Pematang Marihat Kec. Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Marsahala:Jurnal Studi Agama dan Budaya
ISSN : 31089259     EISSN : 31089283     DOI : https://doi.org/10.64099/hf1qcv69
This journal aims to provide a comprehensive platform for research and scholarly discussions across various topics related to religion, culture, and their interplay within society. The Focus and Scope of this journal encompass various interdisciplinary fields, including the study of religious practices, cultural anthropology, psychology, theology, and the impact of religion on social structures. The journal welcomes contributions that explore these themes through diverse theoretical perspectives and empirical studies, aiming to foster a deeper understanding of the role of religion and culture in shaping human experiences and societal development. Below are the key areas of focus for the journal: Religious Studies and Spirituality Studies on various religions, beliefs, practices, and spiritual experiences across different cultures, including comparative religion studies and their application to social life. Sociology of Religion Research on the impact of religion on social structures, intergroup relations, and social phenomena that arise within the context of religion. It may also cover studies on secularization, religious pluralism, and tolerance. Psychology of Religion and Culture Examines the relationship between religious beliefs, spiritual experiences, and psychological factors in shaping behavior, identity, and mental health across different cultural contexts. Theology and Philosophy of Religion Discussions on theological thought within various religious traditions and reflections on the philosophy of religion related to existential questions about faith, morality, and ethics. Cultural Anthropology and Religion Research on the relationship between religion and culture in various societies, as well as how religious practices shape cultural values and the identity of a group. History of Religion and Culture Studies on the historical development of religion and culture, locally and globally, and how historical events have influenced religious practices and cultural expressions in the present. Religious Literature and Works Analysis of religious texts, spiritual literature, and religious works, both classical and contemporary, and their impact on religious thought and practice. Popular Culture and Religion Studies on how religion and culture interact within popular culture, including film, music, social media, and cultural trends that influence the understanding of religion in society. Religious and Cultural Education Focus on applying religious and cultural education in modern contexts, including formal and non-formal education and community-based and family-centered education.
Articles 13 Documents
Pakaian Pantas Perempuan dalam Ibadah di Gereja: Antara Ketaatan dan Tekanan Sosial Pitemo, Yulice; Labito, Alce Mariani; Lembolangi, Lefran
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/qtyehn44

Abstract

This study aims to analyze the influence of women’s perceptions regarding appropriate attire for worship in church and how this affects their participation in religious activities. A quantitative approach was used with a survey method, gathering data through questionnaires distributed to women in the Sinear Batangbabasal Congregation. The data were analyzed using descriptive analysis to identify perception patterns and their relationship with participation levels. The results show that perceptions of appropriate attire—characterized by simplicity, modesty, and formality—are positively correlated with women’s participation in worship. Women who feel that their attire meets the church’s standards are more motivated to engage in church activities. However, the findings also indicate the presence of social pressure related to dress expectations, which may lead to anxiety, social inequality, and fragmentation within the church community. In conclusion, while dress standards can strengthen unity in the church, attention must be given to the social and economic diversity of the congregation to foster inclusive acceptance. This study suggests that the church should balance dress norms with respect for the social and economic conditions of individuals.
Transformasi Profetik Huria Kristen Batak Protestan dalam Konflik Sosial-Ekologis Manalu, Musdodi Frans Jaswin
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/tv1px846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam merespons konflik lingkungan dan perampasan tanah adat oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL), serta bagaimana sikap gereja mencerminkan praktik politik moral dalam konteks sosial dan budaya Batak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap dokumen institusional, berita, dan kajian terdahulu yang relevan. Data dianalisis dengan pendekatan teoritis dari Maslow, Giddens, Oliver, Fletcher, dan konsep disonansi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HKBP mengalami dinamika sikap dari perlawanan terbuka, kooperasi pragmatis, hingga kebangkitan kembali suara profetik. Ketegangan antara pusat dan gereja lokal menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi efektivitas gerakan moral gereja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik politik moral HKBP mencerminkan interaksi kompleks antara struktur institusional, kebutuhan sosial-ekonomi, dan pertimbangan etis kontekstual. Temuan ini memberikan kontribusi pada kajian teologi publik dan menekankan pentingnya komunikasi partisipatif dalam menjaga konsistensi moral gereja di tengah tekanan kekuasaan dan ekonomi.
Pengakuan Dosa dalam Bilangan 21:4–9 dan Kontekstualisasinya dalam Budaya Naketi Uab Suku Dawan Boimau, Syenitesalonika H.C.; Panjaitan, Firman
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/zn279x63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk sebuah ritual pengakuan dosa yang kontekstual, dengan mengaitkan antara budaya lokal suku Dawan, yaitu naketi uab, dan narasi Alkitab dalam Bilangan 21:4–9. Kedua praktik ini menunjukkan kesamaan makna, yaitu tentang hukuman Allah sebagai akibat dari dosa, serta pengampunan yang tersedia bagi mereka yang bertobat dan mengaku dosa di hadapan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tafsir kritis terhadap teks Alkitab maupun teks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang kuat antara makna budaya dan pesan teologis, sehingga ritual naketi uab dapat diisi dan dimaknai dengan nilai-nilai kekristenan, tanpa kehilangan akar budayanya. Kesimpulannya, ritual naketi uab dapat dikembangkan menjadi ritual budaya yang bernapas iman Kristen, serta berkontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik ibadah yang relevan secara budaya.
Integrasi Dalihan Na Tolu Ke Dalam Pelayanan Gereja: Studi Teologi Kontekstual Budaya Batak Hutasoit, Nortima; Siagian, Riris Johanna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/qjtcwg31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai Dalihan Na Tolu, sebagai sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan pelayanan penatua di HKBP Setia Negara. Fokus utama penelitian ini adalah menjawab sejauh mana nilai budaya tersebut dapat selaras dengan ajaran iman Kristen dan berkontribusi terhadap spiritualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap penatua dan pelayan gereja yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Dalihan Na Tolu seperti penghormatan, kerendahan hati, dan tanggung jawab sosial tidak hanya hidup dalam relasi adat, tetapi juga memperkuat etika dan semangat pelayanan Kristen. Namun, ditemukan pula potensi ketegangan ketika simbol adat dimaknai secara berlebihan, sehingga dibutuhkan pemaknaan ulang dalam terang iman. Kesimpulannya, Dalihan Na Tolu dapat menjadi sumber kekayaan spiritual yang mendukung pelayanan gereja, selama dimaknai secara kritis dan kontekstual agar tidak melampaui sentralitas ajaran Kristus.
Kontekstualisasi Konsep Berkat Dalam Kristen Ke Dalam Ritual Montalai Suku Saluan Berdasarkan Model Terjemahan Bevans Yokiman, Junni; Sopang, Oskar; Bungalan, Jhon Efrendi; Kamulut, Dian A.; Mada, Apriliani
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/dr79k720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konsep berkat dalam ritual Montalai suku Saluan dengan ajaran Kristen, serta mengeksplorasi bagaimana ritual tersebut dapat diterjemahkan dan dipahami dalam kerangka ajaran Kristen menggunakan model terjemahan Stephen B. Bevans. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaksanaan ritual Montalai. Data yang diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat dan pemburu, serta observasi lapangan, dianalisis untuk mengidentifikasi simbol-elemen atau simbol budaya yang relevan dengan konsep berkat dalam Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti Tinumpu Nu Tano sebagai sumber berkat, sesajen, syair doa, dan pantangan dalam ritual Montalai dapat diterjemahkan sebagai ekspresi permohonan berkat dalam konteks Kristen, tanpa mengubah inti ajaran Kristen tentang berkat. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa penerjemahan ritual Montalai ke dalam ajaran Kristen berpotensi memperkaya pemahaman spiritual masyarakat Saluan, namun memerlukan kehati-hatian untuk menghindari sinkretisme. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik inklusif dalam menyampaikan pesan Injil kepada komunitas dengan tradisi budaya yang kuat.
Kafe sebagai Ruang Belajar Alternatif: Studi Deskriptif tentang Budaya Nongkrong Mahasiswa di Surabaya Damanik, Netanya Evelyn Berliana
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/dz1veb32

Abstract

The growing frequency of students visiting cafés as study spaces reflects a cultural transformation in the use of urban public spaces. Cafés are no longer merely places for leisure, but have evolved into important non-formal learning environments for university students. This study aims to explore how students perceive the culture of hanging out in cafés, what factors influence their preferences, and how gender and socioeconomic background shape their engagement with such spaces. A descriptive quantitative method was employed, involving a survey of 75 active students in Surabaya who regularly spend time studying in cafés. The findings show that the majority of respondents use cafés to complete academic tasks and engage in group discussions, with an average frequency of twice a week and a duration of approximately four hours per visit. Gender differences were found in space usage preferences, and students from lower-income backgrounds face barriers in accessing cafés as study spaces. These findings suggest that cafés have become embedded in the cultural identity of urban student learning, while also raising concerns about spatial justice and inclusivity in higher education learning environments.
Membangun Iman Remaja Di Era Digital: Studi Kasus di Huria Kristen Batak Protestan Napitupulu Gultom, Yosua Xpistos; Gultom, Jekapri
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/50fqx248

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digitalisasi mempengaruhi pembentukan karakter dan spiritualitas remaja di Gereja HKBP Napitupulu, serta bagaimana persekutuan remaja berperan dalam merespons tantangan tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pembina dan anggota persekutuan remaja, serta studi dokumen terkait program pembinaan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membawa pengaruh positif berupa akses materi rohani, kemudahan komunikasi, dan peluang kreativitas pelayanan digital. Namun, penelitian juga menemukan tantangan seperti distraksi teknologi, penurunan konsentrasi rohani, kecenderungan konsumsi konten tanpa filter, serta potensi perilaku daring negatif. Persekutuan Remaja HKBP Napitupulu berperan penting dalam menghadapi tantangan ini melalui kegiatan pembinaan rutin, pendalaman Alkitab, pembinaan nilai Kristen, serta adaptasi pelayanan yang mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan pembinaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter Kristiani remaja melalui model pembinaan hibrida yang relevan dengan konteks digital. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pelayanan remaja berbasis spiritualitas dan literasi digital di era modern.
Interpretasi Hermeneutik atas Determinisme, Agensi, dan Transformasi dalam Karakter Neji Hyuga Manalu, Musdodi Frans Jaswin
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/ckqgea14

Abstract

Artikel ini mengkaji karakter Neji Hyuga dalam anime Naruto melalui perspektif filsafat determinisme untuk memahami bagaimana konsep takdir dan kebebasan direpresentasikan dalam narasi budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis hermeneutika filosofis terhadap episode-episode kunci yang menampilkan perjalanan psikologis dan perubahan paradigma Neji, khususnya dalam Ujian Chunin dan Perang Dunia Shinobi. Analisis dilakukan dengan membandingkan prinsip determinisme klasik dengan pendekatan modern mengenai kehendak bebas dan perkembangan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan deterministik Neji terbentuk melalui internalisasi struktur sosial klan Hyuga, namun mengalami transformasi signifikan setelah interaksi naratif dan konfrontatif dengan Naruto Uzumaki, yang merepresentasikan prinsip pola pikir berkembang dan agen perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa anime tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium refleksi filosofis dan psikologis yang menggambarkan dialektika antara takdir dan kebebasan manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dengan menyoroti dimensi filsafat dalam karakter shonen yang jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya.
Perempuan Sebagai Agen Keselamatan: Tafsir Naratif Terhadap Ester 4–5 dan 7 Panjaitan, Firman; Kusumaningdyah, Dwi Ratna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/wacvj161

Abstract

Dalam konteks sosial dan religius yang masih didominasi struktur patriarkhal, pembacaan ulang terhadap tokoh perempuan dalam Kitab Suci menjadi penting untuk menegaskan kembali kontribusi perempuan dalam proses perubahan sosial dan religius. Artikel ini menganalisis transformasi tokoh Ester dalam pasal 4–5 dan 7, yaitu dari perempuan yang dibentuk oleh budaya patriarkhal–feodal menjadi aktor sentral dalam narasi penyelamatan bangsanya. Dengan menggunakan pendekatan tafsir naratif, penelitian ini mengamati alur cerita, perkembangan karakter, hubungan simbolik tokoh, dan dinamika relasi kuasa dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ester mengalami proses kesadaran kritis yang mendorongnya keluar dari posisi pasif menuju kepemimpinan yang aktif, strategis, dan terukur. Melalui kecerdasan, keberanian, diplomasi yang halus, dan kerja kolektif dengan komunitasnya, Ester berhasil membalik struktur relasi kuasa gender tanpa pendekatan konfrontatif langsung. Narasi ini sekaligus memperlihatkan kompleksitas etis dalam proses pembebasan, karena keberhasilan Ester pada akhirnya tidak terlepas dari strategi yang turut melibatkan bentuk kekerasan. Penelitian ini membuka ruang refleksi teologis mengenai relasi antara gender, kuasa, dan keselamatan, serta relevansinya bagi pembacaan kontemporer tentang agensi perempuan dalam konteks sosial-keagamaan masa kini.
Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Agama Kristen: Analisa Kritis Antara Inovasi dan Spiritualitas Lago, Eka Putri Jayanti
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/734v7q37

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Integrasi AI dalam pembelajaran tidak dapat dihindari karena teknologi ini menawarkan efisiensi, akses sumber belajar yang luas, dan pengalaman belajar yang lebih personal serta interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan implikasi penggunaan AI dalam pembelajaran PAK melalui pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur ilmiah terkini dan dianalisis dengan metode sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam mendukung inovasi pedagogis PAK, khususnya dalam penyediaan materi pembelajaran, penilaian adaptif, dan fasilitasi pembelajaran mandiri. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan risiko ketergantungan teknologi, penurunan daya refleksi spiritual, dan berkurangnya kedalaman relasi pembelajaran apabila tidak diimbangi dengan pendampingan dan etika digital berbasis iman. Temuan ini menegaskan perlunya peran aktif guru sebagai pembimbing rohani dalam memanfaatkan AI secara bijaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam PAK harus dilakukan melalui pendekatan yang kritis-seimbang, yaitu dengan memanfaatkan AI sebagai sarana inovasi tanpa mengabaikan peran spiritualitas, nilai-nilai Kristiani, dan pembentukan karakter sebagai inti pendidikan iman.

Page 1 of 2 | Total Record : 13