cover
Contact Name
Rezki Akbar Norrahman
Contact Email
admin-journal@scientiva.org
Phone
+6285210312893
Journal Mail Official
admin-journal@scientiva.org
Editorial Address
Jl. Gotong Royong No 30 Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimatan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Scientiva: Journal of Society and Scientific Studies
ISSN : -     EISSN : 31092950     DOI : -
Scientiva: Journal of Society and Scientific Studies is a multidisciplinary academic journal that provides a platform for the publication of research across diverse scientific fields. The journal covers areas such as social sciences, natural sciences, humanities, technology, arts, health, and promotes multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary approaches to address complex global and local challenges.
Articles 14 Documents
Dampak Implementasi E-Government terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Polsek Teweh Tengah Mahmudah; Mahmudah Mahmudah; Monalisa
Journal of Society and Scientific Studies Vol 1 No 3: Desember 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/scientiva13

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak implementasi e-government (pemerintahan berbasis elektronik) terhadap kualitas pelayanan publik di Polsek Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan fokus pada bagaimana platform digital kepolisian seperti aplikasi pelaporan online, POLRI Super App Presisi, layanan SKCK online, SPKT Mobile, sistem manajemen informasi, dan pemanfaatan media sosial membentuk aksesibilitas, kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci yang mewakili Kanit Reskrim, anggota Reskrim, PNS Polri, serta pegawai harian lepas pada unit SPKT dan Intel, dilengkapi telaah dokumen kebijakan seperti Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, kebijakan internal Polri, dan penelusuran laman resmi serta media sosial Polsek. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-government meningkatkan kemudahan akses layanan, mempercepat proses administrasi, menurunkan biaya operasional, dan memperkuat transparansi serta kepercayaan masyarakat, meskipun masih dijumpai kendala literasi digital aparatur, keterbatasan infrastruktur jaringan, dan resistensi terhadap perubahan. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada kajian tingkat mikro di lingkungan Polsek wilayah nonmetropolitan yang menghubungkan kebijakan e-government nasional dengan praktik pelayanan garis depan sektor keamanan. Temuan diharapkan berkontribusi pada pengayaan kajian administrasi publik dan dapat dimanfaatkan sebagai teaching case dalam pembelajaran inovasi pelayanan publik, tata kelola kepolisian, dan good governance di era digital.
Upaya Preventif Penanganan Kenakalan Remaja Melalui Penyuluhan Hukum Di SMA IT Assalam Martapura Yamani Naufal; Muhammad Haris; Muhammad Mustangin; Dian May Syifa
Journal of Society and Scientific Studies Vol 1 No 3: Desember 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/scientiva15

Abstract

Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi atau penyuluhan hukum mengenai kenakalan remaja dan potensi terkena tindak pidana anak kepada siswa/i SMA IT Assalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai upaya preventif. Kenakalan remaja yang merupakan aset masa depan bangsa menjadi permasalahan aktual di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dengan munculnya arus degradasi moral yang dipicu antara lain oleh kemajuan teknologi dan ketidaksesuaian dengan norma sosial. Metode yang digunakan adalah Pengabdian Masyarakat melalui sosialisasi atau penyuluhan hukum, yang dilaksanakan secara tatap muka pada hari Selasa, 4 Februari 2024, di Aula SMA IT Assalam Martapura. Tim Penyuluhan terdiri dari Pamong dan Pembimbing Praktikum, serta 5 orang mahasiswa/i praktikum A, dengan peserta sekitar 30 orang siswa-siswi kelas 10 dan 11. Mekanisme kegiatan meliputi tahap persiapan dengan pembuatan spanduk, sesi pembukaan, penyampaian materi, dan sesi tanya jawab interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kenakalan remaja sebagai perilaku menyimpang serta tindak pidana anak sebagai bentuk kenakalan remaja yang lebih berat, yang merujuk pada perilaku pidana oleh individu di bawah 18 tahun. Para siswa aktif bertanya mengenai perbedaan keduanya dan upaya pencegahan serta penanggulangan tindak pidana anak. Novelty dari kegiatan ini adalah membagi jenis kenakalan remaja menjadi tiga (biasa, menjurus pada pelanggaran/kejahatan, dan khusus) dan menyasar langsung siswa/i sekolah menengah atas, dengan implikasi penting dalam memberikan bekal pemahaman hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.  
Grounded Theory Dan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif: Konsep, Karakteristik, Prosedur Dan Teknik Analisis Data Raudah Fadila
Journal of Society and Scientific Studies Vol 1 No 3: Desember 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/scientiva16

Abstract

Penelitian ini membahas dua pendekatan utama dalam metodologi penelitian kualitatif, yaitu Grounded Theory dan Fenomenologi, dengan menyoroti karakteristik, prosedur, serta teknik analisis datanya. Kedua pendekatan ini sama-sama berupaya memahami realitas sosial secara mendalam, namun memiliki orientasi dan prosedur yang berbeda. Grounded Theory berfokus pada pembentukan teori yang bersumber langsung dari data empiris melalui proses pengodean dan kategorisasi yang sistematis, sementara Fenomenologi berupaya menggali makna esensial dari pengalaman sadar individu tanpa prasangka atau konstruksi teori awal. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis isi kualitatif secara induktif untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan prinsip antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fenomenologi bersifat deskriptif dan reflektif, grounded theory bersifat teoretis dan generatif. Perkembangan ilmu-ilmu sosial dan pendidikan sangat terbantu oleh kedua pendekatan tersebut karena keduanya mampu memberikan pemahaman yang holistik, kontekstual, dan bermakna terhadap fenomena manusia.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERCEPATAN PENURUNAN STUNTINGDI DESA SUNGAI DURAIT TENGAH KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Elly Rahmah
Journal of Society and Scientific Studies Vol 1 No 3: Desember 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/scientiva17

Abstract

Tingginya angka stunting di Desa Sungai Durait Tengah yang menjadi desa prioritas intervensi menunjukkan bahwa implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting belum optimal. Padahal, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting telah menetapkan strategi dan pilar yang harus dijalankan oleh pemerintah pusat, daerah, desa, serta masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Desa Sungai Durait Tengah, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta mengidentifikasi faktor penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan percepatan penurunan stunting sudah dilaksanakan, namun masih belum berjalan optimal dan kurang serius sehingga diperlukan perbaikan serta perhatian lebih intensif agar tujuan dapat tercapai. Faktor penghambat tingginya angka stunting di Desa Sungai Durait Tengah antara lain keterbatasan intervensi, kurangnya perhatian terhadap faktor penyebab stunting, keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi masyarakat, kondisi ibu dan keluarga, serta faktor lingkungan. Berdasarkan temuan tersebut, upaya percepatan penurunan stunting perlu dilakukan melalui kerja sama yang lebih optimal antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14