cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
THE EFFECT OF SELF-ESTEEM, ANXIETY, AND GENDER ON ORAL COMMUNICATION OF EFL LEARNERS (Penghargaan Diri, Kecemasan, dan Jenis Kelamin terhadap Komunikasi Lisan Pebelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing) Syarifuddin Dollah
SAWERIGADING Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i3.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh penghargaan diri, kecemasan, jenis kelamin, dan hubungan di antara variabel independen terhadap komunikasi lisan pebelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Untuk mengumpulkan data penelitian ini, tiga jenis instrumen telah digunakan, yakni (1) skala penghargaan diri, (2) skala kecemasan, dan (3) tes komunikasi lisan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menerapkan statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan temuan penelitian ini, penulis akhirnya berkesimpulan bahwa (1) secaraterpisah penghargaan diri memengaruhi komunikasi lisan pebelajar, (2) kecemasan secara signifikan memengaruhi komunikasi lisan pebelajar, (3) jenis kelamin tidak berpengaruh secara signifikan pada komunikasi lisan pebelajar, dan (4) penghargaan diri, kecemasan, dan jenis kelamin (variabel independen) secara bersama-sama berpengaruh terhadap komunikasi lisan pebelajar, hanya kecemasan yang menujukkan pengaruh signifikan terhadap komunikasi lisan pembelajar.
UNSUR SEMANTIK DEBAT PUBLIK PASANGAN CALON PADA PILGUB JATIM 2018: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS [Semantic Elements of the Candidate Pair’s Public Debate in the 2018 East Java Governor Election A Study of Critical Discourse Analysis (CDA)] Sueb Sueb
SAWERIGADING Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i1.1000

Abstract

The title of this article is "Semantic Elements / Meaning of the Words of the Public Debate of Candidate Pairs in the 2018 East Java Gubernatorial Election in conveying the East Java development program for the Next Five Years: A Study of Critical Discourse Analysis (AWK)." The issue raised is how the semantic element/meaning of the word public debate of the candidate pairs in the 2018 East Java Pilgub in conveying the East Java development program for the next five years: Critical Discourse Analysis (AWK). The objectives of this study are: to describe, interpret, and explain the semantic elements/meaning of words used by the candidate pairs in the 2018 gubernatorial election in conveying the East Java development program for the next five years. The theories used are public debate, campaign language, pilkada, and critical discourse analysis/awk: public debate, campaign, ideology, election, and critical discourse analysis/AWK. The research method used is the qualitative method. The results showed that the semantic elements/meaning of words (1) experience value: (a) ideologically fought words, (b) presented metaphors, (2) relational values: (a) euphemistic expressions, (b) choice of words formal, and (3) expressive value: (a) words that express positive evaluations, (b) words that express negative evaluations.
MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MELALUI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Dendy Sugono
SAWERIGADING Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i2.372

Abstract

The development of Indonesian society 's life attitude in the post-reformation era has made a lot of changes, includinglanguage, as the use of foreign language at schools having international and international pioneering standard. Thisphenomenon indicates that the use of bahasa Indonesia as language of unity has been shifted. Otherwise, the use offoreign language has become a tendency for the society nowadays. This will effect the attitude of society either maturepersons or teenagers to neglect the national nobleness which has been shaped since the independence struggle. Characterconstruct covers the basic strategy in overcoming those phenomena through educational system, especially the bahasaIndonesia education starting from the curriculum, methods, learning books, skills, personality, and reference. Inaddition, preparing dedicated profesional teachers should be necessity AbstrakDalam perkembangan peri kehidupan masyarakat Indonesia pascareformasi telah terjadi berbagaiperubahan, termasuk di bidang bahasa, seperti: penggunaan bahasa asing di sekolah bertarafinternasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwaruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan mengalami pergeseran.Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masakini. Fenomena seperti itu akan berdampak pada sikap sebagian masyarakat dewasa, kawula muda,dan sebagian kalangan pelajar untuk mengesampingkan nilai-nilai luhur bangsa, seperti karakter yangterbentuk pada masa perjuangan kemerdekaan. Pembangunan karakter merupakan strategi mendasardalam mengatasi berbagai fenomena tersebut melalui sistem pendidikan, lebih khusus pendidikanbahasa Indonesia, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, buku ajar utama, buku pengayaanpengetahuan, keterampilan, kepribadian, dan referensi. Lebih penting lagi, penyediaan guruprofesional yang berdedikasi pada profesi pendidik, dan pemberian keteladanan semua insan disekolah.
ANALISIS SEMANTIK CERITA LAKIPADADA (Semantics Analysis of Lakipadada Story) Jusmianti Garing
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.188

Abstract

Toraja reserved the complexity of the language, literature, and unique culture. However, the complexity indeed contributed positive impact towards Toraja people’s life in the past, present, and future. Toraja language itself has the different structure with existing languages and has complex meaning, as well as on literature and culture. The research discussed the semantic analysis of Lakipadada story as a part of the literature and culture of Torajanese. The purpose of this research is to describe semantics in Lakipadada story qualitatively-descriptive. The primary data (oral data) is utterances of Toraja language, namely words, phrases, and sentences obtained through an interview, note, and record technique. The source of data (written data) is gained from the book ‘Cerita Lakipadada’ (Lakipadada story). The result shows that the meaning contained in the Lakipadada story is lexical meaning, grammatical meaning, figurative meaning, and proverb meaning. Those semantic elements result denotation meaning, connotation meaning, referential meaning, intransitive meaning, progressive meaning, simile/supposition meaning, and philosophical meaning. The meanings reflect the life of Torajanese people who have polite language and unique culture.abstrakToraja menyimpan kompleksitas bahasa, sastra, dan budaya yang unik. Namun, kompleksitas tersebut justru memberikan dampak positif terhadap kehidupam masyarakat Toraja dulu, kini, dan akan datang. Bahasa Toraja sendiri memiliki struktur bahasa yang berbeda dengan bahasa-bahasa yang ada dan memiliki makna yang kompleks, begitupun terhadap sastra dan budayanya. Penelitian ini membahas mengenai semantik dalam cerita rakyat Toraja ‘Lakipadada’ sebagai bagian dari sastra dan budaya masyarakat Toraja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna atau semantik dalam cerita rakyat Lakipadada secara kualitatif berdasarkan data lapangan. Data primer berupa tuturan bahasa Toraja dalam bentuk kata, frasa, dan kalimat. Sumber data diperoleh dari buku mengenai ‘Cerita Lakipadada’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam cerita rakyat Toraja ‘Lakipadada’ adalah makna leksikal, makna gramatikal, makna kias, dan pepatah. Unsur-unsur semantik tersebut menghasilkan makna denotasi, konotasi, makna yang berdasarkan referensinya, makna intransitif, makna progresif, makna perumpamaan, dan makna filosofis. Makna-makna tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Toraja yang memiliki bahasa santun dan budaya unik. 
EKSPRESI KECEMASAN NETIZEN DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK TENTANG PANDEMI COVID-19 (Netizens' Expressions of Anxiety on Facebook Social Media Regarding the Covid-19 Pandemic) Sultan Sultan; Muhammad Rapi; Muhammad Bahly Basri
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.923

Abstract

Discourse studies and the Covid-19 pandemic have attracted the attention of previous researchers with various topics. However, studies that focus on the anxiety of netizens as expressed through social media Facebook have not been carried out. Therefore, this research is designed to fill the gap in the literature by revealing the forms and linguistic features utilized in representing the anxiety of netizens through the social media Facebook. Qualitative research using a critical discourse analysis approach was conducted on uploads by netizens on Facebook which were published between March and May 2020 and were selected purposively. The collected data is processed by thematic analysis. The results of the study show that netizens' anxiety about the Covid-19 pandemic is manifested in religious expressions, personal reflections, fears and worries, hopes, anger, and advice. The various forms of expression found represent messages of anxiety and efforts to build public awareness to comply with health protocols. The linguistic features used include collective and exclusive pronouns, repetition, metaphor, parallelism, and pragmatic markers of invitations and orders. This linguistic feature functions to foster collectivity, convey feelings, confirm information, and encourage public participation. The research findings provide a new perspective on the study of disaster discourse and expand the area of language studies in a pandemic situation.Keywords: Covid-19, language expression, anxiety, discourse studies, disaster discourseKajian wacana dan pandemi Covid-19 telah menarik perhatian para peneliti terdahulu dengan beragam topik. Namun demikian, studi yang berfokus pada kecemasan netizen yang diekspresikan melalui media sosial facebook belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini didesain untuk mengisi kesenjangan literatur dengan mengungkap bentuk dan fitur linguistik yang didayagunakan dalam merepresentasikan kecemasan netizen melalui media sosial facebook. Penelitian kualitatif dengan ancangan analisis wacana kritis dilakukan terhadap unggahan netizen di facebook yang terbit antara Maret sampai Mei 2020 dan dipilih secara purposive. Data terkumpul diolah dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan netizen terhadap pandemi Covid-19 diwujudkan dalam ekspresi religi, refleksi pribadi, ketakutan dan kekhawatiran, harapan, kemarahan, dan nasihat. Beragam bentuk ekspresi yang ditemukan merepresentasikan pesan kegelisahan dan upaya membangun kesadaran publik untuk menaati protokol kesehatan. Fitur linguistik yang didayagunakan mencakup pronomina kolektif dan eksklusif, repetisi, metafora, paralelisme, dan pemarkah pragmatic ajakan dan perintah. Fitur linguistic itu berfungsi menumbuhkan kolektivitas, menyampaikan perasaan, menegaskan informasi, dan mendorong partisipasi publik. Temuan penelitian memberikan perspektif baru terhadap studi wacana bencana dan memperluas area kajian bahasa dalam situasi pandemi.Kata kunci: Covid-19, ekspresi berbahasa, kecemasan, studi wacana, wacana bencana
ORANG KASO: SEKELEBAT TINJAUAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI TERHADAP SEBUAH KOMUNITAS TUTUR R Hery Budhiono
SAWERIGADING Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i3.533

Abstract

Ujaran adalah gabungan antara bentuk luar dengan faktor-faktor, dan memiliki kandungan semantik dan pragmatik
BALET, ANOREKSIA, DAN CITRA DIRI ANAK PEREMPUAN DALAM ROBERT DES NOMS PROPRES KARYA AMÉLIE NOTHOMB (Ballet, Anorexia, and Self Image of Girls in Robert Des Noms Propres by Amélie Nothomb) Tania Intan
SAWERIGADING Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i1.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan di antara balet, anoreksia dan citra diri tokoh utama novel Robert des Noms Propres (RDNP), yang ditulis pada tahun 2013 oleh Amélie Nothomb, pengarang frankofon dari Belgia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang permasalahan dalam karya sastra tersebut, yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra dan kajian gender. Tulisan ini disusun dengan menggunakan kajian literatur berupa buku-buku, makalah ataupun jenis tulisan lainnya dan juga kajian terhadap berbagai macam dokumen yang terkait dengan topik balet, anoreksia dan citra diri pada remaja perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada relasi kausal di antara ketiga elemen tersebut. Selain memang kecenderungan gangguan makan tersebut telah ada sejak masa kecilnya, tokoh utama menjadi seorang anoreksik karena trauma, pengaruh lingkungan, dan juga tuntutan profesinya sebagai seorang penari balet.
CAMPUR KODE DALAM PERTUTURAN MASYARAKAT ETNIK CINA DI GANG BARU SEMARANG (Code Mixing in the Utterances of Chinese Ethnic Community in Gang Baru Semarang) NFN Sutarsih
SAWERIGADING Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i2.159

Abstract

Code mixing occurs in the utterances of Chinese ethnic community in Gang Baru Semarang. The purpose of this research is describing code mixing in utterances of Chinese ethnic community in Gang Baru Semarang and describing the cause of code mixing in the utterances of Chinese ethnic community in Gang Baru Semarang by using functional descriptive method. Data analyzed as functional descriptive by using contextual method (context situational approach) in the utterances of Chinese ethnic community in Gang Baru. The result shows that code mixing occurs in the level of word based on the diction and suffix from Javanese, Chinese, and English. Code mixing in English is done by those who have backgrounds from modern school. Code mixing of Javanese and Chinese is done by them who have high social relationship with different ethnic community. The cause of code mixing is the speaker adapts with the partner’s language.AbstrakCampur kode terjadi pada masyarakat etnik Tionghoa di Gang Baru Semarang. Campur kode dalam bahasa tutur masyarakat tersebut terjadi pada tataran kata karena pilihan kata dari bahasa Jawa, akhiran yang berasal dari tata bahasa bahasa Jawa, bahasa Mandarin, dan bahasa Ingris. Campur kode bahasa Inggris dilakukan oleh mereka yang berlatar belakang keluarga berpendidikan tinggi di sekolah modern. Campur kode bahasa Jawa, Mandarin, dan Arab dilakukan oleh mereka yang menjalin hubungan sosial yang sangat tinggi dengan masyarakat berbeda etnik di lingkungan.         
REFLEKSI SIRIK DALAM CERITA ANA' TURUSIENNGIPAPPASENNA TOMATOANNA Amriani H.
SAWERIGADING Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i2.336

Abstract

This writing is intended to describe sirik reflection in the story Ana' Turusienngi Pappasenna To Matoanna. The data is analyzed using descriptive method. Technique used is noting technique. Result of analysis shows that aspect of success in La Tinulu's life is his loyal aptitude towards oath made, having easiness in involving himself on some one else problem and his firmness in preserving marital tradition. The three aspects are reflections of sirik value in life. Abstrak Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan refleksi sirik dalam cerita Ana' Turusienngi Pappa.senna To Matoanna. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan teknik pencatatan, wawancara dan studi pustaka Hasil analisis menemukan bahwa aspek keberhasilan dalam hidup La Tinulu adalah, sikapnya yang sangat setia terhadap janji atau amanat yang telah dibuat, sangat mudah melibatkan diri pada persoalan orang lain, dan sangat memelihara ketertiban adat kawin mawin. Ketiga hal tersebut merupakan refleksi nilai sirik dalam kehidupan.
BAHASA DAN USIA: HUBUNGANNYA DENGAN PILIHAN STRATEGI BERTUTUR DALAM BAHASA BUGIS Nuraidar Agus
SAWERIGADING Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i2.433

Abstract

This paper is a sociopragmatic study related to the correlation between age and communication strategy chosen in Buginese language. This paper aims at describing the differences of personality choice in communication strategies used by male and female speakers on the situation and some kind of speech act. The findings explain that there are differences and similarities of the strategies choice used by younger speakers with the adult and old speakers. The differences in strategy choice more appear on commanding, prohibiting, praising, and requesting. While, the similarities more appear on the type of communication strategy chosen on praising, accepting, and refusing. Furthermore, these findings explain the significant influence of age on choosing communication strategy to speak more polite. The result of regression test explains that the more dominant influence is adult female speakers with a 0.00 significance value 0.05 or a coefficient (X2 ) = 6.5134. It means that the more mature a person, the more he or she attempts to choose more polite communication strategy. In addition, the findings also shows that in speaking Buginese the adult female speakers prioritize positive attitude to speak politely whether to the younger or the elder on Abstrak Tulisan ini merupakan sebuah kajian sosiopragmatik terkait dengan hubungan antara faktor usia dan pemilihan strategi bertutur dalam bahasa Bugis. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pilihan-pilihan strategi bertutur yang digunakan oleh penutur wanita dan pria pada situasi dan beberapa jenis tindak tutur. Hasil temuan menjelaskan bahwa ada perbedaan dan persamaan pemilihan strategi yang digunakan oleh penutur yang berusia muda dengan dengan penutur yang berusia dewasa dan berusia tua. Perbedaan pemilihan strategi lebih tampak pada jenis tindak tutur memerintah, melarang, memuji, dan permohonan. Sementara persamaannya lebih tampak padajenis pemilihan strategi bertutur pada jenis tindak tutur memuji dan penerimaan dan penolakan. Selanjutnya, temuan ini menjelaskan adanya pengaruh signifikan usia terhadap usaha pemilihan strategi bertutur yang lebih santun. Hasil uji regresi menjelaskan bahwa pengaruh tersebut lebih dominan pada penutur wanita dewasa, dengan nilai signifikansi 0,00 a 0,05 atau nilai koefesien (X2) = 6,5134. Artinya, semakin dewasa seseorang, semakin berusaha untuk memilih strategi bertutur yang lebih santun. Selain itu, hasil temuan ini menunjukkan bahwa dalam berbahasa Bugis, penutur wanita usia dewasa lebih mengutamakan sikap positif untuk bertutur santun baik kepada penutur yang berjenis kelamin sama atau yang berbeda, baik kepada yang lebih muda atau lebih tua.

Page 2 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue