cover
Contact Name
Luthfi
Contact Email
agrides@ulm.ac.id
Phone
+6281384845858
Journal Mail Official
agrides@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani Km.36, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan
ISSN : 20882882     EISSN : 31097855     DOI : https://doi.org/10.20527/agrides
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Lambung Mangkurat secara regular 2 (dua) kali setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini merupakan media penyebarluasan informasi yang merupakan hasil pemikiran dan penelitian yang dilakukan oleh dosen, peneliti dan mahasiswa yang berminat dalam pengembangan agribisnis. Jurnal ini diharapkan dapat membantu para praktisi agribisnis, pengambil kebijakan, dosen, mahasiswa dan pihak-pihak lain untuk lebih memahami situasi dan kondisi agribisnis Indonesia. Khususnya, bermanfaat bagi pengembangan agribisnis perdesaan dan secara umum bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Topik keilmuan yang melingkupi AGRIDES adalah bidang agribisnis secara luas.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2025)" : 4 Documents clear
Analisis Kelayakan Finansial Pupuk Organik “Maju Bersama” di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Maulida Murdayanti; Ria Anita Pertiwi; Sarbaini Sarbaini; Adam Maulana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22833

Abstract

Pupuk organik, yang bersumber dari kotoran hewan dan bahan alami terurai oleh mikroorganisme, merupakan produk penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas pengolahan pupuk organik "Maju Bersama" yang belum pernah dikaji sebelumnya. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola, kemudian dianalisis dalam bentuk cash flow selama 10 tahun (2012-2020). Kriteria investasi yang dianalisis meliputi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan NPV sebesar Rp155.630.802 dan Net B/C sebesar 1,495, mengindikasikan kelayakan finansial karena manfaat yang dihasilkan lebih besar dari biayanya. Nilai IRR sebesar 50,92% dan payback period pada tahun ke-2 menunjukkan pengembalian modal awal yang relatif cepat. Analisis sensitivitas mengungkapkan bahwa benefit (penerimaan) adalah variabel yang paling memengaruhi kelayakan usaha. Secara finansial, usaha pengolahan pupuk organik ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Payback period yang terjadi pada tahun kedua memberikan keuntungan bagi pengusaha karena akan lebih cepat memperoleh manfaat tanpa harus mengembalikan investasi. Sensitivitas terhadap peningkatan investasi, operation maintenance dan benefit 5% pada usaha pengolahan pupuk organik ini yaitu terhadap benefit. Rekomendasi bagi pengusaha adalah menjaga stabilitas produksi melalui promosi produk dan mempertahankan stabilitas harga dengan kualitas terbaik agar benefit tidak menurun.
Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Menggunakan Pupuk Batubara di Lahan Ultisol Antung Cahaya Hildasari; Joko Purnomo; M. Laily Qadry Sukmana; Ronny Mulyawan; Petrus Suse Kobesi
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22356

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi pedesaan di Indonesia, namun sektor ini menghadapi tantangan besar terkait fluktuasi harga pasar dan kondisi tanah yang sub-optimal, seperti Ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan efisiensi usahatani cabai rawit menggunakan pupuk batubara di lahan Ultisol. Metode penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari demplot budidaya cabai rawit di Desa Bitahan, Kalimantan Selatan, dengan analisis biaya tetap dan variabel, penerimaan, pendapatan, dan efisiensi menggunakan R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap sebesar Rp 47.800.000 per hektar, sementara biaya variabel mencapai Rp 66.000.000 per hektar. Total biaya produksi per hektar adalah Rp 113.800.000, dengan biaya tenaga kerja 36,91% menjadi komponen biaya terbesar. Penerimaan usahatani mencapai Rp 377.279.375 sehingga pendapatan bersih sebesar Rp 301.830.375 per hektar. R/C rasio sebesar 3,32 menunjukkan bahwa usahatani ini sangat efisien. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan pupuk batubara efektif dalam meningkatkan profitabilitas dan efisiensi dalam budidaya cabai rawit di lahan Ultisol. Namun, fluktuasi harga pasar dan biaya input perlu dipertimbangkan dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman efisiensi ekonomi dalam penggunaan pupuk batubara dan menawarkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan lahan sub-optimal. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan membandingkan dengan pupuk lain untuk mengoptimalkan pertanian berkelanjutan di lahan serupa.
Pengaruh Aspek Sosial, Ekonomi, dan Manajemen Pakan terhadap Pengembangan Usaha Sapi Potong Aulia Nursyifa Setiawan; Nur Hikmah Istiqomah; Putri Imelda; Wien Kuntari
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22287

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor secara signifikan berpengaruh terhadap usaha ternak sapi potong. Kajian ini merupakan jenis literature review dimana fokus utama nya untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap usaha peternakan sapi potong dengan mengacu pada jurnal-jurnal yang relevan. Kesimpulan dari literature review ini adalah minat beternak, pendapatan dan manajemen pakan memiliki pengaruh yang besar untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong. Besarnya minat masyarakat dalam usaha ternak sapi potong mempunyai peranan dalam perkembangan dan keberlanjutan usaha peternakan. Hal ini karena minat beternak bisa memberikan motivasi dan mencerminkan kesiapan peternak dalam mengelola usaha mereka yang bisa berdampak pula terhadap pendapatan yang didapatkan. Selanjutnya, pertumbuhan ternak sapi sangat ditentukan dari kualitas dan ketersediaan pakan, manajemen pakan yang kurang baik akan menyebabkan penurunan kualitas ternak yang berdampak kepada pendapatan pula apabila tidak diperhatikan dengan baik.
Analisis Zona Fleksibilitas Harga Pada Produk Beras Lokal di Lahan Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito) Hartoni Hartoni; Karimal Arum Shafriani; Yusuf Azis; Ridayati Ridayati; Soraya Noormalasari; Sarbaini Sarbaini
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22352

Abstract

Produksi padi di Kabupaten Barito Kuala sebesar 219.962,68 ton atau 21,36 persen dari total produksi padi di Kalimantan Selatan. Besarnya produksi padi di Kabupaten Barito Kuala didukung dengan potensi lahan sawah yang sangat luas, berupa lahan pasang surut. Potensi besar produksi padi lokal di Kabupaten Barito Kuala ini menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh Kelompok Mayang Maurai di Kabupaten Barito Kuala untuk memberikan nilai tambah pada produk padi, menjadi beras berkemasan, yaitu Beras Cap Jembatan Barito. Selama ini, sistem penetapan harga penjualan Beras Cap Jembatan Barito hanya dengan melalui perhitungan biaya produksi yang dilihat dari harga pokok produksi dengan penambahan keuntungan. Tujuan penelitian untuk menghitung harga pokok produksi, menganalisis kisaran harga yang dapat diterima konsumen, serta menganalisis rentang harga optimum (zona fleksibilitas harga. Responden dari pihak produsen yaitu 3 orang anggota kelompok dan sampel yang diambil dari konsumen dilaksanakan dengan metode convenience sampling sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan yakni Optimal Price Minimum, Customer Price Maximum dan analisis zona fleksibilitas harga. Hasil perhitungan harga pokok produksi Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito dengan pendekatan metode full costing menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi aktual. Range of Acceptable Prices (RAP) yang diterima konsumen terhadap Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito yakni berkisar antara Rp16.857/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Zona fleksibiltas harga pada produk Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito sangat kecil yakni terletak pada rentang Rp18.037/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Kecilnya zona fleksibilitas, salah satu penyebabnya adalah pengambilan data penelitian dilaksanakan pada saat harga gabah kering giling yang diproduksi berada pada kondisi yang cukup tinggi, sebagai akibat belum adanya panen raya.

Page 1 of 1 | Total Record : 4