cover
Contact Name
RIVALRI KRISTIANTO HONDRO
Contact Email
rivalryjurnal@gmail.com
Phone
+6281375255171
Journal Mail Official
likuid@faatuatua.com
Editorial Address
Desa Ujung Labuhen, Perumahan New Pratama Asri Blok E No. 11, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ekonomi
Published by FAATUATUA MEDIA KARYA
ISSN : -     EISSN : 31097995     DOI : 10.70404
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi yang diterbit Faatuatua Media Karya diberi nama "LIKUID" diterbitkan mulai dari april 2025. Tujuan dari publikasi artikel pada jurnal LIKUID adalah untuk menyebarluaskan ide atau pemikiran konseptual yang berhubungan dengan bidang ilmu ekonomi yang bersumber dari hasil riset dan opini penulis atau peneliti. Jurnal LIKUID terbit 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan april, agustus dan desember.
Articles 72 Documents
DEI Sebagai Strategi Manajemen SDM dan Bukti Sistematis Terhadap Dampaknya Pada Kinerja Organisasi Telaumbanua, Izfal Berkat
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.467

Abstract

Peningkatan kompleksitas lingkungan bisnis dan tuntutan keberlanjutan organisasi mendorong pentingnya integrasi prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam manajemen sumber daya manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana praktik DEI berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi melalui penguatan perilaku kerja, kapabilitas inovatif, dan efektivitas manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi ilmiah bereputasi yang terbit pada periode 2020–2025 dengan fokus pada hubungan DEI, strategi SDM, dan kinerja organisasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan DEI yang terstruktur mampu meningkatkan produktivitas, retensi talenta, dan keunggulan kompetitif organisasi melalui penciptaan iklim kerja yang adil dan inklusif. Selain itu, kepemimpinan inklusif terbukti memainkan peran strategis dalam mentransformasikan nilai DEI menjadi praktik operasional yang berkelanjutan. Namun demikian, implementasi DEI masih menghadapi kendala berupa bias sistemik, resistensi budaya organisasi, serta keterbatasan mekanisme evaluasi kinerja berbasis DEI. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan DEI tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi juga pada komitmen kepemimpinan, akuntabilitas strategis, dan integrasi teknologi dalam pengelolaan SDM. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan SDM berbasis DEI sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Strategi Talent Management Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Kajian Literatur Giawa, Nevida
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.514

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali strategi manajemen talenta yang bisa meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian dilakukan dengan cara membaca dan menganalisis berbagai referensi seperti artikel akademik, jurnal, dan laporan industri. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menangani tantangan yang muncul akibat persaingan global yang ketat dan fenomena "war for talent", di mana organisasi kesulitan untuk menemukan, mengembangkan, dan mempertahankan orang-orang yang memiliki kemampuan strategis. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu membaca dan menganalisis berbagai sumber untuk menemukan solusi terbaik dalam mempertahankan dan mengembangkan tenaga kerja. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan strategi manajemen talenta yang terpadu dapat meningkatkan efisiensi kerja organisasi secara signifikan. Temuan menunjukkan bahwa hampir 85% dari keberhasilan kinerja organisasi tergantung pada penempatan karyawan yang tepat di posisi strategis serta adanya program pengembangan yang berkelanjutan. Di samping itu, integrasi nilai keberlanjutan dengan manajemen SDM ternyata meningkatkan rasa setia karyawan hingga 70% di berbagai sektor. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa manajemen talenta bukan hanya proses rekrutmen, tetapi lebih dari itu, yaitu investasi jangka panjang untuk memastikan organisasi tetap bertahan dan bersaing. Untuk manajemen talenta yang efektif, diperlukan identifikasi bakat, pengembangan keterampilan, serta lingkungan kerja yang inklusif dan adil. Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten, organisasi dapat mencapai pertumbuhan kinerja yang tetap stabil meskipun terjadi perubahan pasar yang cepat dan tantangan.
Analisis Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Karyawan Melalui Pendekatan Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi (DEI) Harefa, Robertius
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) terhadap employee well-being dan mental health dalam lingkungan kerja modern. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah meningkatnya tingkat stres, tekanan psikologis, dan ketidakpuasan kerja akibat kurangnya penerapan prinsip keberagaman, keadilan, dan inklusi dalam organisasi. Minimnya dukungan DEI seringkali memunculkan diskriminasi terselubung, ketidaksetaraan peluang, serta rendahnya rasa aman psikologis yang berpengaruh langsung pada kesehatan mental karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang disebarkan kepada karyawan dari berbagai sektor untuk mengukur tingkat persepsi mereka terhadap kebijakan DEI serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis dan kondisi mental. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi untuk mengetahui besaran hubungan serta kontribusi masing-masing variabel. Hasil sementara menunjukkan bahwa praktik DEI yang diterapkan secara konsisten mampu meningkatkan employee well-being hingga 35 persen dan menurunkan potensi gangguan mental sebesar 28 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan DEI tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang lebih sehat dan inklusif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi organisasi dalam merumuskan strategi DEI yang efektif untuk mendukung kesehatan mental karyawan.
Optimalisasi Talent Management Development Berbasis Teknologi melalui Reskilling dan Upskilling dalam Mendukung Transformasi Digital Organisasi Waruwu, Oktavianus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.528

Abstract

Transformasi digital telah menciptakan perubahan mendasar terhadap sistem kerja dan pengelolaan sumber daya manusia di berbagai organisasi. Kebutuhan keterampilan digital menjadi semakin penting untuk menghadapi perubahan teknologi, otomatisasi pekerjaan, dan penggunaan sistem berbasis artificial intelligence. Kondisi tersebut menuntut organisasi melakukan pengembangan talenta melalui strategi reskilling dan upskilling secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, kompetensi digital, dan daya saing organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana talent management development berbasis teknologi dapat mendukung transformasi digital organisasi melalui penggunaan sistem pelatihan seperti learning management system, mobile learning, virtual training, microlearning, dan artificial intelligence based learning. Metode penelitian menggunakan literature review dengan mengkaji sumber ilmiah nasional dan internasional rentang waktu 2018–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa digital learning mampu meningkatkan fleksibilitas pelatihan, cepat mengembangkan keterampilan digital, serta mendukung pembelajaran yang personal dan terukur. Selain itu, pengembangan talenta digital memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan menciptakan human capital yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan Sebagai Strategi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Kinerja Organisasi Harefa, Paulus Putera Exsodus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi praktik terbaik Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan (MSDM berkelanjutan) serta memahami pengaruhnya terhadap kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi, khususnya pada UKM di Indonesia yang menghadapi tantangan turnover, produktivitas, dan tuntutan ESG. Melalui tinjauan sistematis terhadap literatur 2020–2025, penelitian ini menemukan bahwa praktik keberlanjutan seperti fleksibilitas kerja, dukungan psikologis, program kesehatan, dan pengembangan kompetensi berkontribusi signifikan pada peningkatan work–life balance, kesehatan mental, serta motivasi karyawan. Dampaknya tercermin pada meningkatnya produktivitas, retensi tenaga kerja, efisiensi biaya, serta reputasi organisasi. Integrasi tanggung jawab sosial dan lingkungan juga memperkuat kepercayaan stakeholders dan daya saing usaha. Temuan ini menegaskan bahwa MSDM berkelanjutan merupakan strategi penting dalam membangun organisasi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus menyoroti perlunya kerangka implementasi yang lebih aplikatif bagi UKM Indonesia.
Transformasi Manajemen Sumber Daya Manusia Melalui Digital HRP dan HRA di Era Transformasi Digital Bawamenewi, Iman Putra Jaya
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.545

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia mendorong organisasi untuk mengadopsi Digital HR Practices, HR Analytics, dan berbagai bentuk teknologi HR guna meningkatkan efektivitas manajerial dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemanfaatan teknologi digital, seperti Human Resource Information System (HRIS), analitik prediktif, dan kecerdasan buatan, berkontribusi pada optimalisasi fungsi-fungsi utama HR, termasuk rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, serta retensi pegawai. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa integrasi teknologi HR tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memampukan organisasi menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan berbasis data (evidence-based HR). Di sisi lain, adopsi digital HR menghadapi tantangan seperti kesenjangan literasi digital, resistensi perubahan, dan isu etika terkait privasi data karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi teknologi HR sangat dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kualitas data, serta kemampuan SDM dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara strategis. Dengan demikian, Digital HR Practices dan HR Analytics merupakan elemen penting dalam membangun sistem SDM yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.
Eksplorasi tentang Peran Kepemimpinan dan Komunikasi dalam Memastikan Adopsi Digital HR Practice yang Efektif Ervin Ningsi Gea; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara mendalam peran kepemimpinan transformasional dan strategi komunikasi yang efektif dalam mendukung keberhasilan adopsi praktik digital HR di lingkungan organisasi. Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) seringkali menghadapi penolakan dari dalam organisasi dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan teknologi baru, yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada perusahaan yang sedang menerapkan inisiatif Digital HR, guna memperoleh pemahaman yang lebih dalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para pemimpin, manajer HR, serta karyawan, ditambah analisis dokumen internal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi model kepemimpinan dan pola komunikasi yang paling efektif dalam mengurangi risiko kegagalan adopsi teknologi HR. Hasil sementara menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berfokus pada visi, pemberdayaan karyawan, dan pembangunan budaya inovasi, serta strategi komunikasi dua arah yang transparan dan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, secara signifikan meningkatkan kesiapan dan komitmen karyawan terhadap platform HR digital. Keberhasilan adopsi terlihat dari peningkatan penggunaan sistem hingga 85% dan penurunan waktu pemrosesan administrasi HR sebesar 30%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif dan teladan dari kepemimpinan, yang didukung oleh saluran komunikasi yang konsisten, menjadi faktor kritis dalam mencapai keberlanjutan praktik Digital HR.
Integrasi Tujuan Keberlanjutan dalam Siklus Hidup Karyawan: Model Implementasi SHRM Gea, Adilman
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.550

Abstract

Perkembangan isu lingkungan dan tuntutan tanggung jawab sosial telah mendorong transformasi dalam praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) tradisional menuju Sustainable HRM (SHRM). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis model implementasi SHRM yang mengintegrasikan tiga pilar keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam setiap tahapan Siklus Hidup Karyawan (perekrutan, pelatihan, penilaian kinerja, dan kompensasi). Permasalahan utama yang diangkat adalah belum adanya kerangka kerja yang komprehensif dan teruji untuk memastikan praktik HR benar-benar memberikan dampak positif jangka panjang, serta menghindari greenwashing internal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur mendalam dan analisis studi kasus komparatif pada tiga perusahaan multinasional yang diakui memiliki komitmen keberlanjutan yang tinggi. Hasil sementara menunjukkan bahwa model implementasi SHRM yang sukses memerlukan penyelarasan tujuan keberlanjutan organisasi dengan kompetensi inti karyawan, dengan indikasi peningkatan employee well-being sebesar 15% dan penurunan biaya operasional HR berbasis kertas sebesar 20% dalam tahun pertama penerapan. Model ini menawarkan solusi praktis bagi praktisi HR untuk memastikan bahwa kontribusi karyawan selaras dengan etika dan visi perusahaan yang berkelanjutan.
Data Driven HR Practices Sebagai Katalis Inovasi SDM Pada Era Transformasi Digital Gulo, Alva Hadirat Perlindungan
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.551

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara organisasi mengelola sumber daya manusia, di mana praktik HR berbasis data (Data-Driven HR Practices) semakin menjadi elemen strategis dalam menciptakan inovasi SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran HR analytics, big data, dan sistem manajemen kinerja berbasis data sebagai katalis inovasi yang berpengaruh terhadap pengembangan kapabilitas tenaga kerja di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menelaah 25 artikel terindeks nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2018–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan HR mampu meningkatkan ketepatan rekrutmen, personalisasi pelatihan, prediksi kinerja karyawan, serta pengembangan talent pipeline yang lebih adaptif. Selain itu, data-driven HR juga memperkuat inovasi melalui otomasi proses, pembentukan budaya kerja berbasis data, dan peningkatan kemampuan organisasi dalam mengantisipasi kebutuhan kompetensi masa depan. Namun, penelitian menemukan tantangan berupa keterbatasan literasi data di kalangan praktisi HR, risiko bias algoritmik, dan isu etika penggunaan data karyawan. Secara keseluruhan, Data-Driven HR Practices terbukti menjadi katalis penting dalam mendorong inovasi SDM dan meningkatkan daya saing organisasi di tengah percepatan digitalisasi.
Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Mengurangi Gangguan Psikologis Dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia Hulu, Ade Rizki
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.554

Abstract

Kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan kesehatan psikologis merupakan isu strategis yang semakin mendapat perhatian dalam manajemen sumber daya manusia modern. Perubahan lingkungan kerja, tuntutan digitalisasi, serta tekanan kompetitif global menyebabkan meningkatnya tingkat stres, kelelahan, dan gangguan psikologis di kalangan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik-praktik Human Resource (HR) yang mampu meningkatkan well-being karyawan sekaligus menurunkan psychological distress. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 26 artikel dari rentang tahun 2018–2025 yang berasal dari database Google Scholar, SINTA, dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik HR seperti kebijakan kerja fleksibel, program kesehatan mental, kepemimpinan suportif, sistem kerja berbasis beban realistis, serta lingkungan kerja positif berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Selain itu, intervensi berbasis data seperti employee sentiment analysis dan digital well-being tools terbukti menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan burnout. Penelitian ini menyimpulkan bahwa HR modern harus mengintegrasikan pendekatan holistik antara strategi organisasi, teknologi, dan aspek manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.