cover
Contact Name
RIVALRI KRISTIANTO HONDRO
Contact Email
rivalryjurnal@gmail.com
Phone
+6281375255171
Journal Mail Official
likuid@faatuatua.com
Editorial Address
Desa Ujung Labuhen, Perumahan New Pratama Asri Blok E No. 11, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ekonomi
Published by FAATUATUA MEDIA KARYA
ISSN : -     EISSN : 31097995     DOI : 10.70404
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi yang diterbit Faatuatua Media Karya diberi nama "LIKUID" diterbitkan mulai dari april 2025. Tujuan dari publikasi artikel pada jurnal LIKUID adalah untuk menyebarluaskan ide atau pemikiran konseptual yang berhubungan dengan bidang ilmu ekonomi yang bersumber dari hasil riset dan opini penulis atau peneliti. Jurnal LIKUID terbit 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan april, agustus dan desember.
Articles 76 Documents
Peran Kepemimpinan Dalam Memberi Pengaruh Terhadap Keberlanjutan Organisasi Atarine Tafonao
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.613

Abstract

Kepemimpinan memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan, meningkatkan kinerja, serta menjaga keberlanjutan di tengah dinamika perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam organisasi serta pengaruhnya terhadap kinerja, motivasi kerja, komitmen, budaya organisasi, dan kesiapan menghadapi perubahan, termasuk transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka dan analisis dokumen. Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan sumber akademik yang relevan dengan topik kepemimpinan organisasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan temuan utama terkait praktik kepemimpinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif, yang dijalankan melalui fungsi perencanaan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan secara konsisten, mampu meningkatkan motivasi, kinerja, serta komitmen anggota organisasi. Selain itu, gaya kepemimpinan transformasional, partisipatif, adaptif, inovatif, dan digital terbukti berkontribusi dalam membentuk budaya organisasi yang positif, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan dan tuntutan lingkungan yang dinamis. Kepemimpinan juga berperan penting dalam membangun disiplin kerja, loyalitas, dan stabilitas organisasi. Dengan demikian, pengembangan kapasitas kepemimpinan yang efektif dan adaptif menjadi kebutuhan penting bagi organisasi agar mampu bertahan, berkembang, dan bersaing secara berkelanjutan.
Mengintegrasikan Diversity, Equity, dan Inclusion dalam MSDM Berkelanjutan: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya terhadap Kinerja : Mengintegrasikan Diversity, Equity, dan Inclusion dalam MSDM Berkelanjutan: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya terhadap Kinerja Arlina Buulolo; Dermawan Zebua
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.621

Abstract

Diversity, Equity, and Inclusion merupakan tiga konsep strategis yang semakin menjadi fokus utama dalam pengelolaan organisasi modern. Keberagaman (diversity) menekankan pentingnya pengakuan terhadap perbedaan identitas, latar belakang, dan perspektif individu. Kesetaraan (equity) berfokus pada pemberian akses serta kesempatan yang adil bagi setiap anggota organisasi, sedangkan inklusi (inclusion) memastikan bahwa setiap individu merasa dihargai, diterima, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ketiga konsep tersebut serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan kinerja, inovasi, dan budaya organisasi. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi DEI memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kreativitas, dan retensi karyawan. Selain itu, organisasi yang menerapkan DEI secara konsisten terbukti lebih adaptif dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis. Dengan demikian, DEI bukan hanya sekadar program sosial, melainkan strategi fundamental untuk menciptakan lingkungan organisasi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Implementasi Green Human Resources Management Pada Instansi Pemerintah Untuk Meningkatkan Kinerja Berkelanjutan Frendi Agus Jonathan Harefa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.342

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan Green Human Resources Management (GHRM) di lingkungan instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja organisasi yang berorientasi keberlanjutan. GHRM merupakan konsep pengelolaan sumber daya manusia yang memasukkan nilai kepedulian terhadap lingkungan ke dalam setiap fungsi manajerial, seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, hingga sistem kompensasi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah 20 artikel ilmiah yang terbit pada tahun 2020–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan GHRM berkontribusi terhadap penghematan sumber daya, efisiensi administrasi, serta pembentukan perilaku kerja hijau dalam birokrasi. Dukungan dari pimpinan dan kebijakan internal yang konsisten menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi GHRM. Oleh karena itu, penerapan GHRM di sektor publik menjadi strategi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan berkelanjutan. Lebih lanjut, implementasi GHRM menunjukkan bahwa integrasi indikator lingkungan ke dalam performance appraisal dan sistem penghargaan (green rewards) secara signifikan mendorong akuntabilitas ASN terhadap tujuan keberlanjutan instansi. Meskipun demikian, tantangan terbesar terletak pada resistensi perubahan dan kebutuhan akan biaya awal (initial cost) untuk infrastruktur hijau. Disimpulkan bahwa GHRM bertindak sebagai variabel mediasi yang efektif antara komitmen manajemen puncak dan peningkatan kinerja organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan instansi pemerintah untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) GHRM yang terperinci dan memberikan insentif non-moneter yang inovatif untuk memperkuat budaya hijau secara permanen.
Pengaruh Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan: Peran Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Kerja sebagai Variabel Moderator Melisna Putri Jaya Mendrofa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan serta menilai peran kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja sebagai variabel moderator pada organisasi modern. Employee engagement menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan komitmen karyawan. Meskipun demikian, keterlibatan karyawan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja terbukti memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen organisasi untuk mengembangkan strategi peningkatan keterlibatan karyawan melalui kepemimpinan inspiratif dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.
Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kesehatan Mental dan Employee Well-Being Serta Implikasinya Terhadap Produktivitas Karyawan Anugrah Trima Telaumbanua
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.579

Abstract

Stres kerja merupakan isu yang semakin mendapatkan perhatian dalam studi perilaku organisasi karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan psikologis karyawan dan kualitas kehidupan kerja secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana stres kerja memengaruhi kesehatan mental dan employee well-being, serta menelusuri implikasi lanjutan dari kedua variabel tersebut terhadap tingkat produktivitas karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan di berbagai unit kerja, dan data dianalisis melalui model regresi yang bertujuan menguji kekuatan serta arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya tingkat stres kerja berkorelasi negatif dengan kesehatan mental, ditandai oleh meningkatnya gejala kelelahan emosional, penurunan kemampuan konsentrasi, dan munculnya perasaan tertekan yang berkepanjangan. Penurunan kesehatan mental tersebut turut berkontribusi pada merosotnya employee well-being, yang tercermin dari berkurangnya kepuasan kerja, menurunnya rasa keterlibatan, dan melemahnya motivasi internal karyawan. Dampak berantai ini pada akhirnya menurunkan produktivitas, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas hasil kerja, sekaligus meningkatkan risiko absensi dan turnover. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya organisasi untuk mengembangkan strategi manajemen stres yang terstruktur, seperti pengaturan beban kerja yang proporsional, penyediaan layanan konseling, peningkatan fleksibilitas kerja, serta penciptaan budaya kerja yang suportif. Implementasi kebijakan tersebut berpotensi memperkuat kesehatan mental, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dengan memperluas pemahaman mengenai mekanisme hubungan stres kerja dan kesejahteraan karyawan, sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia di masa depan.
HR Technology Dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja Dan Pengambilan Keputusan SDM Mulya
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.633

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong organisasi untuk mengadopsi berbagai inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Implementasi HR Technology merupakan salah satu strategi kunci yang memungkinkan perusahaan meningkatkan efektivitas kinerja, efisiensi proses, serta kualitas pengambilan keputusan yang berbasis data. HR Technology meliputi berbagai sistem seperti Human Resources Information System (HRIS), Human Capital Analytics, Artificial Intelligence (AI) dalam rekrutmen, aplikasi e-learning, hingga platform manajemen kinerja berbasis digital. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, organisasi dapat mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, mengurangi human error, serta menyediakan informasi real-time untuk mendukung keputusan strategis. Selain itu, penerapan HR Technology juga membantu meningkatkan pengalaman karyawan melalui layanan mandiri (self-service), pelatihan digital yang lebih fleksibel, serta penilaian kinerja yang lebih objektif. Namun, implementasi teknologi ini tidak terlepas dari tantangan seperti kesiapan SDM, kebutuhan investasi, integrasi sistem, serta isu keamanan data. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang strategi implementasi yang komprehensif agar teknologi dapat digunakan secara optimal. Secara keseluruhan, HR Technology menjadi katalis penting dalam menciptakan manajemen SDM yang modern, responsif, dan berbasis data untuk meningkatkan daya saing organisasi.