cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB: STUDI CROSS-SECTIONAL Machfudloh; Dewi Rindiantika Rosita; Is Susiloningtyas
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f7m98x90

Abstract

Penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena efektif dan praktis. Salah satu efek samping yang dapat terjadi selama penggunaannya adalah peningkatan berat badan, terutama pada penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan dengan peningkatan berat badan pada akseptor keluarga berencana di Clinic Pratama SS Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain potong lintang dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 55 akseptor kontrasepsi suntik tiga bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan buku register pelayanan keluarga berencana. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan lebih dari dua tahun dan mengalami peningkatan berat badan. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan dengan peningkatan berat badan pada akseptor keluarga berencana. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan, semakin besar kecenderungan terjadinya peningkatan berat badan.
EFEK BERHENTI MEROKOK TERHADAP GEJALA KECEMASAN DAN DEPRESI PADA ORANG DEWASA: SYSTEMATIC REVIEW Nurfauziah; Syarifuddin Wahid; Dwi Anggita
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zwh34604

Abstract

Merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental, sementara kekhawatiran bahwa berhenti merokok dapat memperburuk kecemasan dan depresi masih menjadi hambatan penghentian merokok. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai efek berhenti merokok terhadap gejala kecemasan dan depresi pada orang dewasa. Penelitian ini menggunakan desain systematic review dengan penelusuran literatur melalui PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2016–2026. Kriteria inklusi mencakup penelitian primer kuantitatif pada perokok dewasa berusia ≥18 tahun yang mengevaluasi penghentian merokok dan melaporkan perubahan gejala kecemasan dan/atau depresi menggunakan instrumen tervalidasi. Dari 480 studi yang teridentifikasi, 15 studi duplikat dihapus sehingga 465 studi diseleksi berdasarkan judul dan abstrak. Sebanyak 292 studi dieksklusi, 173 artikel ditelusuri untuk teks lengkap, dan 109 tidak dapat diakses sehingga 64 artikel ditelaah. Setelah eksklusi lebih lanjut, 10 studi memenuhi kriteria dan disintesis secara naratif. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa berhenti merokok berkaitan dengan penurunan gejala kecemasan dan depresi, terutama pada abstinensia jangka menengah hingga panjang. Tidak ditemukan bukti bahwa berhenti merokok memperburuk kesehatan mental. Intervensi penghentian merokok yang disertai dukungan psikologis juga menunjukkan manfaat terhadap keberhasilan abstinensia dan kesehatan mental. Namun, heterogenitas desain, populasi, instrumen, dan lama tindak lanjut membatasi perbandingan langsung antarstudi secara hasil. Temuan ini mendukung integrasi layanan penghentian merokok dengan skrining dan dukungan kesehatan mental dalam praktik klinis berbasis bukti.
SUSTAINABLE ACUPUNCTURE-MOXIBUSTION MODEL UPAYA PEMULIHAN NYERI BAHU PADA PENYINTAS BANJIR DAN TANAH LONGSOR: PENDEKATAN KESEHATAN KOMPLEMENTER BERBASIS MASYARAKAT Mehdya Vikia Murti; Atika Afniratri; Renny Hidayati Zein
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/y1nk5e25

Abstract

Nyeri bahu adalah penyakit yang melemahkan dan membuat tidak nyaman yang dapat diidentifikasi secara klinis. Nyeri bahu adalah gangguan yang ditandai dengan peradangan kronis dan fibrosis proliferatif, yang menyebabkan rasa sakit dan membatasi gerakan pada sendi  bahu. Dalam musibah bencana yang terjadi di Pidie Jaya ini telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Pada musibah bencana ini banyak pendekatan mobile clinic sangat efektif untuk menjangkau masyarakat yang terkena hambatan mobilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur dan moksibusi untuk masyarakat terdampak bencana. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimentasl one group pretest-posttest design. One-group pretest-posttest design adalah sebuah design penelitian yang memberikan pretest terlebih dahulu sebelum dilakukan treatment atau perlakuan, kemudian setelah dilakukan treatment atau perlakuan akan diberikan posttest. Hasil dari penelitian ini adalah Terapi akupunktur dan moksibusi berhasil menurunkan nyeri secara signifikan berdasarkan skor VAS (Visual Analog Scale). Skor nyeri rata-rata menurun setelah dilakukan intervensi, dengan perbedaan rerata sebesar 3,80 poin. Data berdistribusi normal sehingga uji t berpasangan digunakan dan hasil menunjukkan nilai signifikan p = 0.001, menandakan perbedaan bermakna. Penurunan nyeri terjadi pada seluruh kelompok jenis kelamin, kelompok usia.
PENGARUH PEMBERIAN NUGGET IKAN KEMBUNG DAN DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA  REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DI PMB BIDAN L Lina Rosalina; Fanni Hanifa; Fenni Valianda
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1rw71y58

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada konsentrasi, prestasi akademik, kualitas hidup, serta kesehatan reproduksi. Salah satu penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besi yang dapat diperberat oleh rendahnya asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian tablet Fe yang dikombinasikan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nugget ikan kembung dan nugget daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui study case literature review. Subjek penelitian terdiri dari dua remaja putri berusia 16–18 tahun dengan anemia ringan. Intervensi diberikan selama 14 hari berupa satu tablet Fe per hari disertai PMT nugget ikan kembung pada responden pertama dan nugget daun kelor pada responden kedua. Kadar hemoglobin diukur pada hari ke-1, ke-7, dan ke-14 menggunakan hemoglobinometer digital. Hasil menunjukkan kadar hemoglobin responden dengan nugget ikan kembung meningkat dari 11,1 g/dL menjadi 12,6 g/dL, sedangkan responden dengan nugget daun kelor meningkat dari 11,0 g/dL menjadi 12,4 g/dL. Terdapat selisih peningkatan sebesar 0,2 g/dL. Kombinasi tablet Fe dan PMT nugget ikan kembung lebih efektif dibandingkan nugget daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin.
INTEGRATING CLINICAL REASONING INTO INTENTIONAL ROUNDING: A SYSTEMATIC REVIEW OF NURSING INTERVENTIONS AND OUTCOMES Nur Aslinda; Dyah Wiji Puspita Sari; Muh Abdurrouf; Nopi Nur Khasanah
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fq8sha23

Abstract

Intentional rounding (IR) is a structured nursing intervention designed to enhance patient monitoring and safety through periodic bedside visits. However, its effectiveness remains a subject of debate, particularly regarding the application of clinical reasoning during implementation. This systematic review aims to synthesize evidence concerning IR interventions and outcomes, emphasizing the integration of clinical reasoning into nursing practice. The review was conducted in accordance with PRISMA 2020 guidelines. Searches were performed across MEDLINE/PubMed, CINAHL, EMBASE, and Scopus for the period of January 2016 to July 2026. Of 175 records identified, 32 duplicates were removed, 143 studies were screened, and five studies met the inclusion criteria. Due to methodological heterogeneity, a narrative synthesis was conducted. IR demonstrated benefits for patient safety, notably a reduction in fall incidents; however, its impact on pressure ulcers and call bell usage was not significant. A gap was identified between documentation compliance and clinical fidelity, highlighting a risk of "tick-box" practice driven by workload and documentation demands. The quality of communication and nurses' cognitive engagement emerged as critical factors in IR effectiveness. While IR has the potential to improve patient safety, its effectiveness relies on the integration of clinical reasoning, high-quality communication, organizational support, and a reduction in documentation burden.
HUBUNGAN ANTARA CO-PARENTING DAN NAFSU MAKAN BALITA USIA 12–59 BULAN DI POSYANDU KELURAHAN MERJOSARI Novelia Imelda Ardana; Ari Kusmiwiyati; Reni Wahyu Triningsih; Dwi Yuliawati
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/29mjt272

Abstract

Nafsu makan pada balita merupakan salah satu faktor penting yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pertumbuhan anak. Perilaku makan balita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk praktik pengasuhan dan kerja sama orang tua dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengasuhan bersama dan nafsu makan pada balita usia 12–59 bulan di Posyandu Desa Perkotaan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian terdiri atas 703 orang tua balita dan diperoleh 88 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Co-Parenting Relationship Scale–Brief Version untuk mengukur pengasuhan bersama dan kuesioner nafsu makan untuk menilai nafsu makan balita. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengasuhan bersama yang tinggi, yaitu 79 responden (89,8%), sedangkan sebagian besar balita memiliki nafsu makan yang baik, yaitu 59 balita (67,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengasuhan bersama dan nafsu makan balita dengan koefisien korelasi sebesar 0,364 dan nilai p < 0,001. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengasuhan bersama dan nafsu makan pada balita usia 12–59 bulan. 
ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN ODHA DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG Nabil Heriansa; Nurul Aziza; Dwi Yulia Maritasari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jvwqs538

Abstract

Kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) merupakan komponen penting dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, dan meningkatkan risiko penularan. UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling mencatat 14 pasien Loss to Follow Up dari 159 pasien HIV pada Maret 2026, sehingga diperlukan identifikasi faktor yang berkaitan dengan kepatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pendidikan, sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, serta dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien ODHA di UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 60 responden dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 dan kuesioner faktor kepatuhan. Analisis menggunakan uji Chi-Square untuk tingkat pendidikan dan dukungan keluarga, serta Fisher’s Exact untuk sarana dan prasarana fasilitas kesehatan pada tingkat kepercayaan 95%. Sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi (71,7%), pendidikan tinggi (68,3%), menilai sarana dan prasarana baik (86,7%), dan memiliki dukungan keluarga baik (51,7%). Tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan ARV (p=0,131). Sebaliknya, terdapat hubungan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan (p=0,005) serta dukungan keluarga (p=0,006) dengan kepatuhan. Peningkatan mutu fasilitas pelayanan dan pelibatan keluarga dalam konseling serta edukasi perlu diprioritaskan untuk mempertahankan kepatuhan terapi ARV.
EFFECTIVENESS OF ACUPUNCTURAL APPROACH BASED ON QI AND XUE REGULATION IN TRANSFORMING MODERN HEALTH SYSTEMS FOR PAIN AND CHRONIC DISEASE MANAGEMENT Atika Afniratri; Afifah Nur Halizah; Reca Melati Phonna
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/37k7zh56

Abstract

Chronic pain is a health problem that can reduce quality of life and increase dependence on analgesic therapy. Acupuncture based on the regulation of Qi and Xue may serve as a complementary approach for chronic pain management; however, its clinical effectiveness and economic implications require measurable evaluation. This study aimed to analyze the effectiveness of acupuncture based on Qi and Xue regulation in reducing pain intensity, improving quality of life, decreasing analgesic use, influencing physiological parameters, and assessing cost-effectiveness among adults with chronic pain. A quasi-experimental design was conducted involving 80 adults aged 18–70 years with chronic pain lasting ≥3 months. Participants were divided into an intervention group (n=40) receiving acupuncture and a control group (n=40) receiving conventional treatment. Data were analyzed using paired t-tests, ANCOVA, Cohen’s d, and incremental cost-effectiveness ratio (ICER). The intervention group showed a reduction in VAS/NRS pain scores from 6.73 at baseline to 3.31 at week 8, compared with a 1.14-point reduction in the control group. The adjusted between-group difference was statistically significant (p<0.001), with a very large effect size (Cohen’s d=3.59). WHOQOL-BREF scores increased by 18.52 points in the intervention group versus 5.96 points in the control group (d=3.33). Analgesic use decreased by 413.73 mg and 108.83 mg, respectively (d=2.60). Acupuncture based on Qi and Xue regulation demonstrated greater clinical effectiveness than conventional treatment and has potential as an evidence-based complementary therapy for chronic pain management.
SMART HAJJ HEALTHCARE ECOSYSTEM: INTEGRASI WEARABLE TECHNOLOGY UNTUK PERLINDUNGAN JEMAAH HAJI RISIKO TINGGI Kristiani Virgi Kusuma Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/k9sn6041

Abstract

Pada penyelenggaraan haji 2026, sebanyak 170.700 dari 219.221 jemaah haji reguler dan khusus atau 77,9 persen tergolong berisiko tinggi. Kebijakan istitaah kesehatan yang berlaku berfungsi sebagai instrumen penapisan sebelum keberangkatan dan belum menjangkau pemantauan kondisi jemaah secara berkelanjutan selama operasional haji. Penelitian ini bertujuan merumuskan gagasan Smart Hajj Healthcare Ecosystem, yaitu integrasi alat bantu kesehatan yang dikenakan pada tubuh, pemantauan digital, dan protokol respons cepat, sebagai kerangka perlindungan jemaah haji risiko tinggi. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, dengan bahan hukum primer berupa sumber hukum Islam dan peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa artikel jurnal terindeks dan dokumen resmi lembaga negara terbitan 2016–2026. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui studi dokumen dengan interpretasi tekstual dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, status risiko tinggi berkaitan dengan perbedaan angka kematian yang mencolok, yaitu 417 per 100.000 pada kelompok risiko tinggi dibandingkan 101 per 100.000 pada kelompok bukan risiko tinggi pada penyelenggaraan haji 2023, meskipun data observasional tersebut belum memadai untuk menyimpulkan hubungan kausal. Kedua, perangkat yang dikenakan pada tubuh mampu mengukur parameter fisiologis yang berkaitan dengan kelelahan dan kegawatan sehingga berpotensi menjadi basis peringatan dini, dengan catatan bukti pada konteks haji masih terbatas pada sampel kecil. Ketiga, terdapat lima kekosongan pengaturan, yaitu fase operasional, status hukum perangkat, tata kelola data, regulasi daerah, dan peralihan kewenangan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan peraturan menteri yang mengatur pemanfaatan perangkat tersebut sebagai wujud penjagaan jiwa dalam penyelenggaraan haji.
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT GASTRITIS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PALOH YANG BERADA DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA–MALAYSIA Wilda Arsita Dewi; Aminudin; Rusmina Iswanti Kumala Dewi
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b3yqmf16

Abstract

Gastritis merupakan salah satu keluhan kesehatan yang dapat ditangani melalui swamedikasi apabila gejala yang dialami ringan. Praktik swamedikasi banyak dilakukan masyarakat dan menjadi penting dikaji pada remaja, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis pada remaja di SMA Negeri 1 Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi sekaligus sampel terdiri atas 131 siswa yang memenuhi kriteria penelitian dan dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan skala Guttman sebanyak 10 butir dan kuesioner perilaku swamedikasi skala Likert sebanyak 10 butir. Instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil menunjukkan bahwa 93 responden (71,0%) memiliki pengetahuan sangat baik, sedangkan perilaku swamedikasi paling banyak berada pada kategori baik, yaitu 60 responden (45,8%). Uji Wald menunjukkan kategori pengetahuan cukup berpengaruh signifikan terhadap perilaku swamedikasi dibandingkan kategori pengetahuan baik (p<0,001), sedangkan kategori pengetahuan kurang tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,197). Nilai odds ratio untuk kategori pengetahuan cukup sebesar 0,107, sehingga responden dengan pengetahuan baik memiliki peluang sekitar 9,3 kali lebih besar untuk berada pada kategori perilaku swamedikasi yang lebih baik dibandingkan responden dengan pengetahuan cukup. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan pengetahuan mengenai penggunaan obat yang rasional, khususnya pemilihan obat, aturan pakai, dosis, waktu penggunaan, dan batas swamedikasi.

Page 9 of 13 | Total Record : 123