cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
GAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA DAYAH DI ACEH BESAR: STUDI CROSS-SECTIONAL Andi Mulyadi; Isra Yusri Yanti Habibillah; Neila Fauzia; Reka Julia Utama
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0vs0y313

Abstract

Subjective well-being (SWB) merupakan penilaian kognitif dan afektif individu terhadap kepuasan hidupnya yang berperan penting bagi perkembangan psikologis remaja. Remaja dayah rentan mengalami SWB rendah akibat padatnya aktivitas harian, tekanan akademik, dan keterbatasan waktu istirahat, yang berpotensi memicu perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi dan tingkat subjective well-being pada remaja dayah di Aceh Besar. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja dayah Darul Ihsan dan Daruzzahidin yang berjumlah 144 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik quota sampling terhadap 61 remaja yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu memperoleh izin orang tua/wali, tidak sedang sakit, dan memiliki skor SWB rendah (≤39). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi, mean, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok remaja awal (78,7%), seluruhnya berjenis kelamin laki-laki (100%), berasal dari desa (68,9%), dengan pendapatan orang tua di bawah UMP Aceh (75,4%), dan memiliki masalah kesehatan dalam tiga bulan terakhir (57,4%). Rerata skor subjective well-being responden adalah 21,2 (SD ±6,95) yang tergolong rendah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tingginya proporsi remaja dayah dengan SWB rendah sehingga diperlukan program deteksi dini dan intervensi promosi kesehatan mental yang berkelanjutan di lingkungan dayah.
FAKTOR PREDIKTOR KEKAMBUHAN MALARIA PADA PENDERITA MALARIA DI WILAYAH ENDEMIS KABUPATEN POHUWATO Herlina Jusuf; Sri Manovita Pateda; Taufik Lantowa; Suardi; Siti Rakhmatia Paramita
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jjm8e359

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena kejadian kekambuhan dapat meningkatkan beban penyakit dan menghambat upaya eliminasi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat malaria sebelumnya, kepatuhan minum obat, pekerjaan, dan jarak rumah dengan fasilitas pelayanan kesehatan dengan kejadian kekambuhan malaria di wilayah kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 267 penderita malaria diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 184 responden (68,9%) mengalami kekambuhan malaria. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat malaria (p < 0,001; OR = 0,061) berhubungan secara signifikan dengan kejadian kekambuhan, sedangkan riwayat malaria sebelumnya (p = 0,061), pekerjaan (p = 0,276; OR = 1,629), dan jarak rumah dengan Puskesmas (p = 0,389; OR = 1,269) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, setelah variabel dianalisis secara simultan, kepatuhan minum obat tetap berhubungan secara signifikan dengan kekambuhan malaria (p < 0,001; Exp(B) = 0,086), sedangkan pekerjaan yang tidak signifikan pada analisis bivariat menjadi signifikan setelah memperhitungkan variabel lain dalam model (p = 0,001; Exp(B) = 0,198). Riwayat malaria sebelumnya dan jarak rumah dengan Puskesmas tidak menunjukkan hubungan independen yang signifikan dalam model multivariat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat dan pekerjaan berhubungan secara independen dengan kejadian kekambuhan malaria di wilayah kerja Puskesmas Marisa. Temuan ini mendukung pentingnya penguatan kepatuhan terhadap pengobatan serta strategi pencegahan malaria yang mempertimbangkan karakteristik pekerjaan dan potensi paparan vektor.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP MERCU BUANA Dian Anjarwati; Dwi Yulia Maritasari; Syiefa Renanda Surya; Aila Karyus
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/aszqkn37

Abstract

Kurang gizi kronis dan paparan kondisi lingkungan yang tidak memadai berkaitan dengan stunting, sebuah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Mercu Buana, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh anak berusia 0 hingga 59 bulan (N=931), dengan sampel sebanyak 90 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, penggunaan daftar periksa (checklist), dan pengukuran tinggi badan anak. Analisis univariat dan bivariat dilakukan menggunakan Prevalence Odds Ratio (POR) serta uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43 anak (47,8%) mengalami stunting. Stunting menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sanitasi dasar (p=0,000; POR=22,817; 95% CI: 7,520–69,232) dan pengelolaan limbah rumah tangga (p=0,002; POR=7,556; 95% CI: 2,027–28,157). Namun, stunting tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan ketersediaan air bersih (p=1,000). Upaya terpadu untuk menurunkan prevalensi stunting sebaiknya mencakup peningkatan pengelolaan limbah rumah tangga dan sanitasi dasar
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GAYA BARU V Deni Irwandi; Nova Mega Rukmana; Dwi Yulia Maritasari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4hssf332

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan pola asuh turut berkontribusi terhadap prevalensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kejadian stunting dan pola asuh pada anak usia 0 hingga 59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru V, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 63 ibu dipilih sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana dan proporsional; anak-anak mereka berusia antara 24 hingga 59 bulan. Data mengenai perilaku pola asuh dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan status stunting ditentukan berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) yang divalidasi dengan catatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA/KMS) serta mengacu pada standar pertumbuhan World Health Organization (WHO). Uji Chi-Square dengan ambang batas signifikansi α=0,05 digunakan sebagai bagian dari prosedur analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan sampel, 21 anak (33,3%) mengalami stunting dan 42 anak (66,7%) tidak mengalami stunting. Sebanyak 30,2% responden dikategorikan memiliki pola asuh yang baik, 46,0% cukup, dan 23,8% kurang baik. Berdasarkan uji Chi-Square, ditemukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara pola asuh dan kejadian stunting (p=0,010). Pada kelompok dengan pola asuh yang efektif, persentase anak yang tidak mengalami stunting lebih tinggi. Pencegahan stunting menuntut orang tua untuk memberikan perawatan yang lebih baik bagi anak-anak mereka dengan mempelajari gizi yang tepat, memantau perkembangan anak, serta memanfaatkan layanan kesehatan.  
ASSOCIATION OF BASIC SANITATION AND PARENTAL INCOME WITH DIARRHEA INCIDENCE AMONG UNDER-FIVE CHILDREN IN THE BANJAR I PRIMARY HEALTH CENTER AREA, SINGARAJA Ni Putu Yunita Darma Pratiwi; Meivy Isnoviana; Yulianti Kuswandari; Wike Herawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/h40h0w06

Abstract

Diarrhea remains an important cause of morbidity and mortality among under-five children, particularly where socioeconomic constraints and inadequate sanitation intersect. This study analyzed the associations of parental income, waste disposal, wastewater drainage, and bioethical dimensions of sanitation access with diarrhea among under-five children in the Banjar I Primary Health Center area, Singaraja. We conducted an analytic observational cross-sectional study involving 100 mothers of children aged 1 to 5 years. We collected data through structured questionnaires and observation and analyzed associations using Chi-square tests in SPSS version 27. Low parental income characterized 64% of respondents, while 56% of children experienced diarrhea. Diarrhea showed significant associations with parental income (p < 0.001), waste disposal (p < 0.001), wastewater drainage (p < 0.001), autonomy in sanitation-related decision making (p = 0.009), and justice in access to waste collection and wastewater infrastructure (p < 0.001). These findings indicate that diarrhea prevention requires more than household behavioral change. Public health strategies should combine socioeconomic support, compliant household sanitation, informed decision making, and equitable sanitation services across communities.
SYSTEM READINESS UNTUK KEBERLANJUTAN KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN PADA ERA SURAT TANDA REGISTRASI SEUMUR HIDUP: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Erawati Yusriana; Vilda Ana Veria Setyawati; Respati Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x87sg352

Abstract

Implementasi Surat Tanda Registrasi (STR) seumur hidup di Indonesia mengubah orientasi registrasi profesi dari perpanjangan administratif berkala menuju pemeliharaan kompetensi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis system readiness dalam mendukung competency sustainability tenaga kesehatan pada era implementasi STR seumur hidup. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, SINTA, dan Elsevier untuk publikasi tahun 2023–2026. Sebanyak 600 artikel berhasil diidentifikasi pada tahap awal, kemudian setelah proses penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta penilaian kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi lima dimensi utama system readiness, yaitu competency-based education, continuing professional development (CPD), regulatory and organizational governance, digital health and training support, serta health system readiness. Kelima dimensi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kompetensi tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesiapan sistem yang mengintegrasikan pendidikan berbasis kompetensi, CPD, tata kelola regulasi, dukungan organisasi, transformasi digital, dan sistem kesehatan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka konseptual system readiness sebagai dasar penguatan implementasi STR seumur hidup di Indonesia. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa implementasi STR seumur hidup perlu diikuti dengan penguatan mekanisme CPD, asesmen kompetensi, kredensialing, supervisi profesional, dan penjaminan mutu secara terintegrasi untuk menjamin profesionalisme, mutu, dan keselamatan pelayanan kesehatan.
TENSION PNEUMOTORAKS SEBAGAI KOMPLIKASI PNEUMONIA ASPIRASI PADA NEONATUS DENGAN DEFEK SEPTUM ATRIUM : A CASE REPORT Aminullah; Farah Yasmin; M. Faisol Abdillah
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5pthqe12

Abstract

Pneumonia aspirasi pada neonatus dapat menyebabkan cedera paru dan komplikasi respirasi berat, termasuk pneumothorax yang mengancam jiwa. Berdasarkan penelusuran literatur, kombinasi pneumonia aspirasi, tension pneumothorax, dan penyakit jantung bawaan asianotik berupa atrial septal defect (ASD) secundum serta patent ductus arteriosus (PDA) pada neonatus cukup bulan masih jarang dilaporkan sebagai satu kesatuan kasus, sehingga menjadi nilai kebaruan laporan ini. Laporan ini bertujuan menggambarkan perjalanan klinis, kemungkinan hubungan pneumonia aspirasi dengan tension pneumothorax, faktor risiko kebocoran udara, serta tantangan tata laksana pada neonatus dengan penyakit jantung bawaan. Seorang neonatus laki-laki cukup bulan berusia 28 hari dengan berat badan 2,6 kg datang dengan sesak napas berat setelah batuk dan tersedak saat pemberian susu. Pasien mengalami hipoksemia berat, gagal napas akut dengan hiperkapnia, kejang, dan henti jantung. Radiografi toraks menunjukkan kolaps paru kanan dengan pergeseran mediastinum ke kiri serta infiltrat paru, mendukung diagnosis pneumonia aspirasi dengan tension pneumothorax dextra. Ekokardiografi menunjukkan ASD secundum dan PDA dengan left-to-right shunt, dinilai sebagai komorbiditas penyerta dan bukan penyebab langsung pneumothorax. Penatalaksanaan meliputi dukungan ventilasi, terapi antibiotik, terapi antikejang, dukungan hemodinamik, dan pemasangan chest tube. Setelah drainase pleura, terjadi perbaikan oksigenasi dan resolusi pneumothorax secara radiologis. Namun, gangguan respirasi dan infiltrat paru menetap sehingga pasien dirujuk ke rumah sakit tipe A untuk penanganan lebih lanjut. Pesan klinis utama: pneumonia aspirasi pada neonatus dapat berkomplikasi menjadi tension pneumothorax, menyebabkan perburukan respirasi dan instabilitas hemodinamik. Pengenalan dini dan dekompresi segera penting, disertai dukungan ventilasi tepat, pengendalian infeksi, pemantauan intensif, dan rujukan ke pusat pelayanan tersier bila diperlukan.
HUBUNGAN STATUS MENOPAUSE DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI DAN PROFIL IMUNOHISTOKIMIA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA  DI RSUP DR. JOHANNES LEIMENA AMBON TAHUN 2021-2025 Christabella Leimine Leiwakabessy; Yuliet Sinanu; Is Ikhsan Hataul; Halidah Rahawarin; Ubaidillah; Theresia Natalia Seimahuira
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0qf79e06

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada perempuan, dengan karakteristik biologis yang dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal akibat status menopause. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status menopause dengan derajat histopatologi dan profil imunohistokimia pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon tahun 2021–2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 132 pasien kanker payudara yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan pendekatan Monte Carlo pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah <50 tahun sebanyak 54 pasien (40,9%), dengan status menopause terbanyak yaitu premenopause sebanyak 54 pasien (40,9%). Derajat histopatologi yang paling banyak ditemukan adalah Grade 2 sebanyak 68 pasien (51,5%), sedangkan profil imunohistokimia terbanyak adalah Luminal B HER2 (-) sebanyak 38 pasien (28,8%). Terdapat hubungan bermakna antara status menopause dengan derajat histopatologi (p=0,005), namun tidak terdapat hubungan bermakna antara status menopause dengan profil imunohistokimia (p=0,937). Disimpulkan bahwa status menopause berhubungan dengan derajat histopatologi, tetapi tidak berhubungan dengan profil imunohistokimia pada pasien kanker payudara.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN RISIKO HIPERTENSI PADA LANSIA PASCA BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KABUPATEN ACEH TENGAH Helina Syafutri; Sartika Maulida Putri; Sitti Muthmainnah; Seri Warzukni; Nurlaely HS
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8c1wrk71

Abstract

Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi mengingat Kabupaten Aceh Tengah mencatat prevalensi hipertensi yang sangat tinggi, mencapai 64,1% pada tahun 2025. Angka yang mengkhawatirkan ini menunjukkan bahwa hipertensi, khususnya pada kelompok lansia pasca bencana Hidrometeorologi, telah menjadi masalah kesehatan prioritas yang memerlukan penanganan dan intervensi berbasis bukti secara segera. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan risiko hipertensi pada lansia, meliputi pola makan, gaya hidup, dan peran keluarga, serta menguji kepatuhan sebagai variabel mediasi di Wilayah Kerja Puskesmas Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Populasi penelitian adalah lansia di wilayah kerja Puskesmas Bintang, dengan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung, tidak langsung, dan mediasi. Hasil menunjukkan seluruh indikator dan konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Pola Makan, Tekanan Psikologis, Stres, dan Peran Keluarga menjelaskan 46,2% variasi Kepatuhan (R²=0,462), sedangkan Pola Makan, Peran Keluarga, dan Kepatuhan menjelaskan 62,4% variasi Risiko Hipertensi (R²=0,624). Kepatuhan memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap Risiko Hipertensi (β=0,412) dan memediasi hubungan faktor eksogen, dengan indirect effect terbesar pada jalur Pola Makan melalui Kepatuhan (0,117). Nilai Q² sebesar 0,7977 menunjukkan relevansi prediktif model sangat baik.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING AUDIO VISUALS ON INCREASING THE KNOWLEDGE OF PULMONARY TB PATIENTS IN PREVENTING PULMONARY TB TRANSMISSION Linda Rosanti; Nova Mega Rukmana; Febria Listina; Syiefa Renanda Surya
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zbsjge46

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains a public health issue requiring efforts to prevent transmission by enhancing patient knowledge. Health education utilizing audiovisual media can help convey information in an engaging and easily understandable manner. This study aimed to determine changes in pulmonary tuberculosis patients' knowledge regarding transmission prevention following health education delivered via audiovisual media. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed. The sample consisted of 52 pulmonary tuberculosis patients from the Krui Community Health Center (Puskesmas) service area, selected using total sampling. Knowledge data were collected using a validated and reliable 30-item questionnaire and subsequently analyzed through univariate and bivariate methods using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Prior to the intervention, the majority of respondents (n=30; 57.7%) possessed "fair" knowledge, whereas post-education, the majority (n=45; 86.5%) demonstrated "good" knowledge. The median knowledge score increased from 12 to 18, showing a statistically significant difference between pre- and post-education scores (p=0.001). Health education using audiovisual media is associated with increased knowledge among pulmonary tuberculosis patients regarding transmission prevention. These findings indicate that audiovisual media holds potential as an alternative educational tool to support health promotion for pulmonary tuberculosis patients.

Page 10 of 13 | Total Record : 123