cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA AKTIVITAS PERAWATAN DI PERTAMBANGAN BATUBARA PT X MENGGUNAKAN HIRADC Muhammad Hadiawan Nur; Willy Tambunan; Dutho Suh Utomo
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2pskh816

Abstract

Aktivitas perawatan di pertambangan batu bara memiliki risiko keselamatan karena melibatkan bahaya mekanik, listrik, ketidakstabilan struktur, pengelasan, dan pekerjaan pada ketinggian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai risiko awal dan aktual, mengevaluasi pengendalian yang telah diterapkan, serta menyusun rekomendasi pengendalian pada aktivitas repair and maintenance light truck, repair and maintenance tower lamp, dan welding tower lamp di perusahaan pertambangan batu bara X. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan semi-kuantitatif melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan melibatkan tiga informan yang terdiri dari operator workshop, group leader, dan personel Safety, Health, and Environment (SHE). Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, diskusi terstruktur, dan telaah dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi lima skenario risiko utama. Seluruh risiko awal berada pada kategori tinggi dan menurun menjadi sedang setelah pengendalian perusahaan diperhitungkan. Rekomendasi pengendalian yang diprioritaskan pada rekayasa teknik diperkirakan dapat menurunkan seluruh risiko menjadi kategori rendah, namun hasil tersebut masih berupa estimasi karena pengendalian tambahan belum diterapkan dan efektivitasnya belum diverifikasi.  
DETERMINAN MULTIDIMENSIONAL DAN JALUR PENGARUH TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK: SYSTEMATIC REVIEW Christavaria Balok Lopes Mary Bria; Priyanto
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dms4cs67

Abstract

Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik (GGK) merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pengelolaan penyakit kronis karena mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan kemampuan pasien menjalankan kehidupan sehari-hari. Literatur mengenai determinan kualitas hidup pasien GGK masih menunjukkan temuan yang beragam dan cenderung mengidentifikasi faktor secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan multidimensional serta mensintesis jalur hubungan yang berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien GGK. Penelitian menggunakan metode systematic review terhadap 33 artikel yang diperoleh melalui penelusuran literatur pada beberapa basis data. Seleksi dan pelaporan literatur mengacu pada PRISMA 2020, sedangkan analisis dilakukan melalui sintesis naratif dan tematik berdasarkan karakteristik determinan, arah hubungan, serta mekanisme keterkaitannya dengan kualitas hidup. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien GGK dipengaruhi oleh interaksi faktor sosiodemografi, kondisi klinis dan komorbiditas, karakteristik terapi hemodialisis, beban gejala dan fatigue, kondisi psikologis, pengetahuan, efikasi diri, self-care, serta dukungan keluarga dan sosial. Jalur hubungan yang teridentifikasi menunjukkan bahwa beban klinis dapat berkaitan dengan peningkatan gejala dan keterbatasan fungsi, sedangkan faktor psikologis dan kapasitas perilaku berperan dalam proses adaptasi dan pengelolaan penyakit. Dukungan sosial dan keluarga berfungsi sebagai sumber daya yang memperkuat kemampuan pasien dalam menjalankan self-management. Kesimpulannya, kualitas hidup pasien GGK terbentuk melalui mekanisme multidimensional yang mengintegrasikan beban penyakit dengan kapasitas adaptif pasien. Temuan ini mendukung penerapan pengelolaan GGK yang lebih komprehensif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
ASSOCIATION OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING HISTORY WITH DIARRHEA OCCURRENCE AMONG CHILDREN AGED 7–24 MONTHS AT DUKUH KUPANG PRIMARY HEALTH CENTER, SURABAYA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Abidah Ardilia; Inawati; Yunitati Maria Margaretha Sutandio; Atik Sri Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2trg7293

Abstract

Diarrhea remains a major cause of morbidity among young children. Exclusive breastfeeding provides nutritional and immunological protection against gastrointestinal infections. This study aimed to analyze the association between exclusive breastfeeding history and diarrhea occurrence among children aged 7–24 months at Dukuh Kupang Primary Health Center, Surabaya. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted from February to May 2026 involving 45 mother–child pairs selected through total sampling. Breastfeeding history and diarrhea occurrence were assessed using a structured questionnaire. The association was analyzed using the Chi-square test. Among 45 children, 14 (31.1%) had received exclusive breastfeeding and 31 (68.9%) had not. Diarrhea occurred in 22 children (48.9%). None of the exclusively breastfed children experienced diarrhea, whereas 22 of 31 non-exclusively breastfed children experienced diarrhea. The association was statistically significant (p < 0.001). The odds ratio (OR) and risk ratio (RR) could not be directly estimated because no diarrhea cases occurred in the exclusively breastfed group, resulting in a zero cell in the 2×2 contingency table. Exclusive breastfeeding history was significantly associated with lower diarrhea occurrence among children aged 7–24 months. Future studies with larger samples are recommended to provide more precise effect estimates, including OR, RR, and confidence intervals.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Alyana Putri; Hestri Norhapifah; Tuti Meihartati; Widya Astutik
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b8ct7537

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Rendahnya keyakinan diri (self-efficacy) dalam melakukan tindakan pencegahan dapat menjadi salah satu faktor psikologis yang berhubungan dengan perilaku kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X dan XI SMA Negeri 12 Samarinda, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai self-efficacy dan perilaku pencegahan keputihan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-efficacy tinggi (61,3%; n=57) dan perilaku pencegahan keputihan yang baik (58,1%; n=54). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa self-efficacy berkaitan dengan perilaku pencegahan keputihan, sehingga peningkatan keyakinan diri melalui edukasi kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu upaya mendukung perilaku pencegahan yang lebih baik.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP KEBERHASILAN SUPRESI VIRAL LOAD PADA PASIEN HIV DI PUSKESMAS MADUKORO LAMPUNG UTARA Siti Hantina Johan; Vip Paramarta; Etty Sofia Mariati Asnar
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z6vpn516

Abstract

Infeksi human immunodeficiency virus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penatalaksanaan jangka panjang, dan keberhasilan terapi antiretroviral ditandai salah satunya dengan tercapainya supresi viral load. Survei pendahuluan tahun 2024 di Puskesmas Madukoro Kabupaten Lampung Utara menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasien telah mencapai viral load tidak terdeteksi, sedangkan sisanya belum mencapai supresi, sehingga faktor perilaku pasien menjadi penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor-faktor Health Belief Model, yang meliputi persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri, terhadap keberhasilan supresi viral load pada pasien HIV. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan potong lintang. Seluruh populasi pasien HIV yang menjalani terapi antiretroviral di Puskesmas Madukoro turut menjadi sampel penelitian, yaitu sebanyak tiga puluh tujuh pasien. Data dikumpulkan melalui kuesioner Health Belief Model dan penelusuran rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam faktor Health Belief Model berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keberhasilan supresi viral load, dengan isyarat untuk bertindak memberikan kontribusi terbesar. Model penelitian mampu menjelaskan sebagian besar variasi keberhasilan supresi viral load, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Dapat disimpulkan bahwa penguatan edukasi, konseling, dukungan tenaga kesehatan dan keluarga, serta pengingat jadwal pengobatan dan kontrol diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi antiretroviral pada pasien HIV di layanan kesehatan primer.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI RSUD PRINGSEWU Nanda Dewi Utami; Nurul Aziza; William Arisandi
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5enw2c29

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit menjadi aspek penting dalam mencegah risiko kebakaran yang dapat mengancam pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, serta keberlangsungan pelayanan. Sistem proteksi kebakaran aktif diperlukan untuk mendeteksi, memberikan peringatan dini, dan melakukan pengendalian awal terhadap kejadian kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem proteksi kebakaran aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di RSUD Pringsewu tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari unsur manajemen rumah sakit dan Komite K3RS. Evaluasi penerapan sistem proteksi kebakaran aktif dilakukan dengan membandingkan kondisi lapangan terhadap standar acuan Permen PU RI No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan serta Permenkes No. 40 Tahun 2022 tentang persyaratan teknis bangunan, prasarana, dan peralatan kesehatan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Pringsewu telah menerapkan sistem proteksi kebakaran aktif melalui pembentukan Komite K3RS, penyediaan SOP, pelaksanaan simulasi kebakaran, serta pemeliharaan APAR secara berkala. Namun, penerapan tersebut belum sepenuhnya optimal karena fasilitas proteksi masih terbatas pada APAR jenis powder dan CO₂, sedangkan hidran, sprinkler, alarm kebakaran, dan detektor asap belum tersedia. Peningkatan sistem proteksi kebakaran aktif perlu dilakukan melalui pemenuhan fasilitas sesuai standar, penguatan kompetensi petugas, serta evaluasi dan pemeliharaan berkelanjutan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN PERUBAHAN STATUS GIZI DAN PROFIL LIPID PADA WANITA USIA SUBUR Jeanika Br Pinem; Herianto Bangun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/t00ars38

Abstract

Kontrasepsi hormonal merupakan metode kontrasepsi yang banyak digunakan karena efektif dalam mencegah kehamilan, namun penggunaan jangka menengah hingga panjang dapat berhubungan dengan perubahan metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan perubahan status gizi dan profil lipid pada wanita usia subur. Penelitian menggunakan desain cross-sectional komparatif dengan jumlah sampel 32 responden yang terdiri dari 16 pengguna kontrasepsi hormonal dan 16 wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal di RSU Efarina Etaham Berastagi. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan status gizi (p=0,032), perubahan berat badan (p=0,041), kadar kolesterol total (p=0,026), trigliserida (p=0,039), LDL (p=0,045), dan HDL (p=0,048). Pengguna kontrasepsi hormonal lebih banyak mengalami overweight, peningkatan berat badan, peningkatan kolesterol total, trigliserida, LDL, serta penurunan HDL dibandingkan kelompok non-pengguna. Penggunaan kontrasepsi hormonal berhubungan dengan perubahan status gizi dan profil lipid pada wanita usia subur. Pemantauan status gizi dan profil metabolik perlu dilakukan terutama pada pengguna kontrasepsi hormonal jangka menengah hingga panjang.
MEDIA PROMOSI KESEHATAN SEKOLAH DAN PERCEIVED CONTROL PADA ANAK USIA DINI Donny Tri Wahyudi; Mega Octamelia
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rwfc5355

Abstract

Pembentukan Perilaku sehat dimulai sejak dini, tetapi kemampuan anak dalam mempraktikkan perilaku sehat tidak salah satu yaitu dengan terpaparnya informasi dan kemampuan perceived behavioral control. Media informasi kesehatan yang terdapat pada sekolah merupakan sarana yang memberikan visual, modeling, kebiasan di sekolah, role model guru dan teman sebaya. Tujuan penelitian ini mengkaji hubungan persepsi media informasi kesehatan sekolah dan perceived behavioral control terkait perilaku sehat pada anak usia dini. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan jumlah populasi 90 responden. Data dianalisis menggunakan uji chi-square, Pearson, uji eksak Fisher. Hasil media informasi kesehatan menunjukan efektif pada 80 dari 90 responden (88,9%) dan kelompok media efektif terdapat 74 dari 80 (92,5%) menunjukkan perceived behavioral control yang baik, dibandingkan dengan 3 dari 10 (30,0%) pada kelompok media kurang efektif dan terdapat hubungan signifikan dengan nilai (χ² = 28,10, p < 0,001; uji eksak Fisher p < 0,001). Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa media promosi kesehatan sekolah yang efektif memiliki hubungan dengan perceived behavioral control yang lebih baik. Oleh karena, penguatan kebiasaan behavioral scaffolds memudahkan anak usia dini memahami, mengamati dalam melakukan perilaku sehat.
PENGARUH EARLY WARNING SCORE DAN KEKUATAN OTOT TERHADAP ACTIVITY DAILY LIVING DAN LAMA RAWAT PADA PASIEN STROKE DI RSUD SELE BE SOLU KOTA French Ohoiner; Andi Muh. Ali Imran; Nurwijayanti; Rahmania Ambarika
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nm14w559

Abstract

Stroke merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kecacatan akibat gangguan motorik sehingga berdampak terhadap kemandirian dan lama perawatan pasien. Early warning score (EWS) digunakan untuk mendeteksi perubahan kondisi fisiologis, sedangkan kekuatan otot menggambarkan kemampuan fungsional pasien pascastroke. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan early warning score dan kekuatan otot dengan activity daily living (ADL) dan lama rawat pasien stroke di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan terhadap 59 pasien stroke rawat inap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari 153 pasien pada periode Desember 2025 sampai Februari 2026. Sebagian besar responden berusia 50–69 tahun (61,0%), berjenis kelamin laki-laki (50,8%), dan mengalami serangan stroke pertama kali (67,8%). Instrumen penelitian menggunakan lembar EWS, Manual Muscle Test, Indeks Barthel, dan observasi status rawat inap. Analisis data menggunakan regresi dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EWS tidak berhubungan signifikan dengan ADL (p=0,505) maupun lama rawat (p=0,765). Sebaliknya, kekuatan otot berhubungan signifikan dengan ADL (p=0,000) dan lama rawat (p=0,003). Kekuatan otot berhubungan dengan tingkat kemandirian dan lama perawatan pasien stroke, sehingga perlu menjadi perhatian dalam intervensi rehabilitasi pascastroke.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA, DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN, DAN LITERASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN ANTITROMBOSIS PASIEN PASCA OPERASI KATUP JANTUNG PROSTETIK MEKANIK Andi Muh. Ali Imran; French Ohoiner; Byba Melda Suhita; Yuly Peristiowati
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/794ey187

Abstract

Pasien pasca operasi katup jantung prostetik mekanik memerlukan terapi antitrombosis seumur hidup untuk mencegah tromboemboli, sehingga kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan literasi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan antitrombosis pada pasien pasca operasi katup jantung prostetik mekanik. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Rujukan Nasional bidang Kardiovaskular Jakarta pada November 2025 hingga Januari 2026. Sebanyak 183 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen dukungan sosial, Health Literacy Survey European Questionnaire Short Version 10 Indonesia (HLS-EU-SQ10-IDN) untuk mengukur literasi kesehatan, serta Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan literasi kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p<0,05), dengan dukungan tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan. Model penelitian menjelaskan 58,9% variasi kepatuhan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena desain cross-sectional tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat dan data berdasarkan laporan mandiri berpotensi menimbulkan bias.

Page 11 of 13 | Total Record : 123