cover
Contact Name
Wira Hadi Kusuma
Contact Email
wirahadi@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6285709037738
Journal Mail Official
rojai@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Syi'ar
ISSN : 16932714     EISSN : 26852934     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/syi'ar
Jurnal Ilmiah Syi’ar is an academic journal published by the Islamic Communication and Broadcasting Study Program, State Islamic University Fatmawati Sukarno Bengkulu. This journal publishes original research on various concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of Islamic Communication and Broadcasting studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2019): June 2019" : 8 Documents clear
SUMBER DAYA MANUSIA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS) DI KOTA PADANG: DILEMA ANTARA PENGELOLAAN DAN PEMAHAMAN KONSEP Lubis, M. Zaky Mubarak; Agusti, Netta
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10537

Abstract

Penelitian ini mencoba mengungkap pemahaman sumber daya manusiaKoperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) pada prinsip-prinsip dasarekonomi syariah. Sebagai lembaga keuangan mikro syariah, KJKS akanmenghadapi pelanggan Muslim harian dan sistem operasional yangmenuntut pengetahuan dasar tentang ekonomi Islam. Penelitian inimenggunakan metode diskusi kelompok terarah (FGD) dengan targetsampel 30 manajer KJKS di Kota Padang. Sampel diberikan 18 itempertanyaan pre-test terkait dengan dasar-dasar ekonomi Islam denganpilihan ya atau tidak. Kami menemukan bahwa masalah utama adalahmasih memahami konsep ekonomi Islam, di mana masih banyakmanajer koperasi yang kurang pengetahuan. Penelitian menunjukkanbahwa 39% manajer tidak tahu dengan jelas bagaimana ekonomi Islam.  Kami kemudian melakukan FGD dengan memberikan pemahaman tentang pemahaman ekonomi Islam dan keuangan syariah. Terlihat peningkatan dalam grafik persentase pemahaman manajer koperasi, yaitu 86% manajer mampu memahami dasar-dasar konsep ekonomi syariah dan keuangan syariah, sedangkan 14% lainnya tidak dapat memahami dengan benar.
MANAJEMEN BAITUL MAL PADA MASA KHALIFAH UMAR BIN KHATHAB R.A: SEBUAH TINJAUAN SEJARAH Fitmawati, Fitmawati
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10533

Abstract

Umar bin Khathab menjadi khalifah sekitar 10 tahun. Dia sangat dikenal sebagai kebijakan ekspansinya. Dia memperkenalkan sistem administrasi pemerintahan dengan membagi wilayahnya dan membangun Baitul mal menjadi lembaga independen. Kebijakan-kebijakan perluasan itu telah mencapai tujuan dengan sukses, sehingga pendapatan orang-orang Baitul mal itu terlalu banyak. Kemudian, khalifah Umar mengaturnya melalui akumulasi dan emisi dengan membentuk Diwan. Dia telah menerapkan konsep manajemen Islam jauh sebelum manajemen weit exisheted. Konsentrasi Umar memberikan preferensi pada cara yang terkait dengan nilai iman dan kebenaran. Dia juga menerapkan konsep Syura pada cara dan aktivitas manajemen, terutama yang terkait dengan penentuan keputusan. Membagi daerah pemerintahan dan Amir dan Madinah sebagai pusat pemerintahan dan Baitu mal sebagai lembaga independen yang keluar dari campur tangan pemerintah menjadi kontribusi Umar.
LITERASI MEDIA KHALAYAK DI ERA KEBERLIMPAHAN INFOMASI DI MEDIA MASSA Thadi, Robeet
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10538

Abstract

Era keberlimpahan informasi persoalan telah bergeser, dari sulitnya mencariinformasi menjadi sulitnya menyaring informasi. Tulisan ini bertujuanmenjelaskan urgensi literasi media khalayak di tengah keberlimpahan informasiyang disuguhkan mediamassa.Literasi media merupakansebuah konsep tentangcara-cara masyarakat mempertanyakan apa yang ditonton, dicermati, dibaca dandiproduksi dari media. Literasi media diperlukan agar masyarakat sebagaikhalayak media memiliki otoritas untuk secara aktif memilah dan memilihtayangan media, sehingga apabila terdapat sajian yang hanya menonjolkansensasi, maka khalayak bisa menolaknya.Lebih dari itu, khalayak yang ‘melekmedia’ bisa memberikan punishment kepada media yang bersangkutan dengantidak menontonnya atau beralih ke tayangan lain. Khalayak dapat melakukankontrol terhadap isi media secara kritis dan cerdas sehingga dapat mendeteksiadanya propaganda, kepentingan tertentu atau bias dalam tampilan media.
KONSELOR DALAM PENGUATAN NILAI DAN MORAL: STRATEGI MEMBENTUK GENERASI RELIGIUS Naser, M. Nikman
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10534

Abstract

Pendidikan moral sangat penting bagi peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan, emosi dan spiritual. Nilai dan moral peserta didik perlu diperhatikan karena pendidikan di sekolah sangat berperan dalam mendukung pengembangan peserta didik. Menulis bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru dan konselor untuk menanamkan pentingnya nilai-nilai moral dan peserta didik. Siswa sering melakukan tindakan yang melanggar nilai dan moral. Pendidikan moral yang bertujuan menjaga peserta didik melakukan perbuatan yang salah sesuai dengan norma yang ada di masyarakat, kemerosotan moral bangsa bahwa Indonesia sangat baik dengan jumlah remaja yang tinggi, sex bebas, maraknya penggunaan obat-obatan terlarang, terjadi perkelahian antar siswa. Strategi ini dilakukan dengan keberadaan, tanggung jawab, dan bagaimana kepercayaan dan praktik terhadap nilai-nilai itu perlu diperkuat. Lingkungan dan teman sebaya mempengaruhi nilai-nilai moral keagamaan dalam kehidupan. Konselor dalam hal memberikannya peran dalam membentuk cara berpikir, berperilaku, dan bertindak kepada peserta.
IMPLIKASI EGOSENTRIS DAN SPIRITUAL REMAJA DALAM MENCAPAI PERKEMBANGAN IDENTITAS DIRI Sejati, Sugeng
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10539

Abstract

Masa remaja adalah masa perkembangan yang sangat penting dalamdinamika kehidupan karena saat ini remaja memiliki kecenderungan yangdikenal dengan Identity Versus Identity Confusion yang merupakan tugasutama remaja dalam mencapai perkembangan identitas diri. Bahkan, saatini, banyak remaja mengalami kesulitan dalam mengenali identitasmereka sendiri, apa potensi mereka dan ke mana mereka pergi, di manaitu menjadi masalah yang sangat mendesak bagi remaja. Sedangkanuntuk perkembangan spiritual remaja, tidak lepas dari perkembangankepribadian secara keseluruhan, artinya sikap dan keyakinan spiritualseseorang dalam hidupnya tidak lain adalah teladan pribadinya yangtumbuh dan berkembang sejak lahir terutama sejak di masa lalu. rahim.Fokus dari makalah ini adalah implikasi egosentris dan spiritual remaja  dalam mencapai pengembangan identitas diri. Makalah ini dilakukan melalui teknik penelitian perpustakaan. Kesimpulan dari makalah ini secara normatif menghasilkan Implikasi Remaja Egosentris dan Spiritual dalam mencapai pengembangan identitas diri yang membuat orang berikutnya menjadi orang yang unik dan berprinsip dengan peran penting dalam kehidupan dan nilai dalam masyarakat.
PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MANUSIA MELALUI DANA DESA: POLA DARI MASA LALU HINGGA SINERGITAS YANG RANCU Cahyadi, Ashadi
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10535

Abstract

Nawa Cita membutuhkan desa sebagai inti pembangunan. Danadigulirkan untuk setiap desa untuk mendukung pembangunan,pemberdayaan, dan kesejahteraan beberapa mata pelajaran desa.Asumsi utama adalah bahwa sinergi infrastruktur yang diikuti olehpemberdayaan masyarakat akan menghasilkan kesejahteraan yangberkelanjutan. Rasionalitas ini dianggap tidak berjalan bersama karenamenyediakan sebagian besar infrastruktur dan mengecilkanpemberdayaan manusia. Studi ini mencoba membahas dana desadengan meninjau pola pembangunan masa lalu, pengembanganmasyarakat, dan mengoreksi pembangunan berbasis infrastruktur.Diskusi dalam makalah ini telah didukung oleh berbagai jurnal, tokoh,  dan berita dari media online. Semua bahan dibaca secara interaktif, dikurangi, kemudian esensi bacaan dikembangkan sesuai dengan penalaran induktif. Ditemukan bahwa dari masa lalu, program desa selalu mengacu pada ketentuan pemerintah pusat. Padahal masalah dan kebutuhan masing-masing desa sangat berbeda. Kemudian, kurangnya pemahaman aparatur desa tentang program tersebut, tidak jarang program yang akan digulirkan menjadi replika dari desa lain. Makalah ini juga membahas pembangunan berbasis masyarakat sebagai solusi untuk masalah dana desa.
FALSAFAH HUMA BETANG DI KALIMANTAN TENGAH: SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS KONSELOR DAYAK MUSLIM Riswanto, Dody
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10540

Abstract

The background of this research begins with the existence of Muslim Dayak counselors in schools who get a negative perception of the social environment regarding the existence of tribal counselors based on the religion adopted. This research method uses a qualitative approach where researchers act as key instruments, data collection techniques using interviews, observation, documentation studies and data triangulation, data analysis results from a combination of all data collection techniques that produce qualitative meanings and propositions. The negative perception of the social environment is the main problem of the formation of the identity of Muslim Dayak counselors that is strongly believed by the counselor, for which Muslim Dayak counselors need good communication skills in conveying their identities to the social environment so that the formation of self-identity can be done well. Overall Muslim Dayak counselors are able to introduce self-identity well without any obstacles based on the religion adopted. This happened partly because of the philosophy of Huma Betang which contained values of tolerance and mutual respect among religious believers who could reduce negative perceptions of the social environment about the existence of Muslim Dayak counselors.
TUNTUTAN KINERJA DALAM KETERANCAMAN KERJA: DILEMA KARIR PENYULUH AGAMA NON PEGAWAI NEGERI SIPIL Aliyah, Sifatul; Kusuma, Bayu Mitra A.
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10536

Abstract

Punyuluh agama adalah profesi ujung tombak dalam penyebaran agama sembari mewakili pemerintah dalam menjalankan program agama dan pembangunan di tingkat nasional dan lokal. Mereka tidak hanya terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS), tetapi juga karyawan bukan pegawai negeri sipil (non-PNS). Bagi mereka yang sudah memiliki status PNS, karier umumnya lebih pasti dan dalam posisi aman. Sebaliknya, bagi mereka yang berstatus non-PNS, mereka berada dalam dilema. Di satu sisi, keberadaan mereka benar-benar memiliki makna penting di tengah maraknya berbagai persoalan agama. Namun di sisi lain, mereka berada dalam kondisi karir yang stagnan, tidak ada kepastian karir dan kurangnya perhatian dibandingkan dengan PNS. Karena itu, pada dasarnya perlu memberdayakan konselor agama non-PNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama secara aktif telah berusaha untuk memberdayakan penasihat agama non-PNS dengan Sistem Manajemen Informasi Informasi Islam dan aplikasi E-PAI. Selain itu pemerintah telah melakukan upaya seperti pelatihan dan pembinaan, memeriksa laporan kinerja, membuat pedoman atau peraturan yang jelas, dan meningkatkan gaji hingga 100 persen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe kualitatif deskriptif dan menekankan pada studi literatur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8