cover
Contact Name
Herdianty Kusuma Handari
Contact Email
kusuma.herdianty@gmail.com
Phone
+628986354939
Journal Mail Official
jurnalfisiopolkesta@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta Jl. Adi Sumarmo, Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57173
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nasional Fisioterapi
ISSN : -     EISSN : 30470927     DOI : https://doi.org/10.64974/jnf.v3i3
Core Subject : Health,
Jurnal Nasional Fisioterapi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang terdaftar dengan nomor ISSN (e): 3047-0927. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian kesehatan terutama di bidang fisioterapi yang telah melalui proses peer review. Adapun cakupan bidang fisioterapi meliputi fisioterapi muskuloskeletal, neuromuskuler, kardiovaskuler, kardiopulmonal, pediatri, geriatri, kesehatan wanita, olahraga, integumen,rehabilitasi berbasis masyarakat, maupun kesehatan kerja dan ergonomi. Cakupan artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional Fisioterapi meliputi hasil penelitian eksperimen maupun non eksperiman
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025" : 6 Documents clear
Penatalaksanaan Terapi Latihan pada Kasus Hemiparese Post Stroke Non Hemoragik Management of Exercise Therapy in Cases of Non-Hemorrhagic Post Stroke Hemiparese Aganetha Naura Permata; Yulianto Wahyono
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.58

Abstract

Latar Belakang: Stroke non hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak yang menyebabkan infark serebral. Stroke non hemoragik dapat menimbulkan berbagai masalah, salah satunya berupa hemiparese. Hemiparese merupakan kelemahan otot yang mempengaruhi salah satu sisi tubuh setelah stroke. Hemiparese dapat menyebabkan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu masalah yang dapat muncul yaitu adanya gangguan koordinasi, gangguan keseimbangan yang akan menurunkan kemampuan aktivitas fungsional individu sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan tindakan fisioterapi terapi latihan konvensional berupa latihan bridging, latihan keseimbangan, latihan koordinasi, dan latihan passive range of motion (PROM). Tujuan: untuk mengetahui manfaat terapi latihan konvensional pada kasus hemiparese post stroke non hemoragik. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus pada pasien post stroke non hemoragik, diberikan terapi menggunakan terapi latihan konvensional sebanyak 4 kali terapi. Hasil: didapatkan hasil pengukuran nilai kekuatan otot menggunakan MMT pada grup otot abductor-adduktor shoulder dari nilai 2 menjadi 3 dan fleksor-ekstensor hip dari nilai 3 menjadi 4, pengukuran spastisitas menggunakan asworth scale pada grup otot fleksor elbow dari 1+ menjadi 1, pengukuran keseimbangan menggunakan tes Pastor dari nilai 4 menjadi 3, pengukuran kemampuan koordinasi menggunakan indeks koordinasi non ekuilibrium pada koordinasi tangan dan kaki dari nilai 3 menjadi 4, pengukuran kemampuan fungsional menggunakan indeks barthel dari 60 menjadi 70. Kesimpulan: setelah dilakukan fisioterapi pada Ny. J berusia 62 tahun didapatkan peningkatan nilai kekuatan otot menggunakan MMT pada grup otot abductor-adduktor shoulder dari nilai 2 menjadi 3 dan fleksor-ekstensor hip dari nilai 3 menjadi 4, penurunan spastisitas menggunakan asworth scale pada grup otot fleksor elbow dari 1+ menjadi 1, peningkatan keseimbangan menggunakan tes Pastor dari nilai 4 menjadi 3, peningkatan kemampuan koordinasi menggunakan skala koordinasi non ekuilibrium pada koordinasi tangan dan kaki dari nilai 3 menjadi 4, peningkatan kemampuan fungsional menggunakan indeks barthel dari 60 menjadi 70. Kata kunci: Stroke non hemoragik, terapi latihan konvensional.
PENGARUH PEMBERIAN STATIC STRETCHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS NYERI LEHER Fauzi Nurul Amini; Afif Ghufroni; Nurul Fithriati Haritsa
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.59

Abstract

Latar belakang: Nyeri leher merupakan masalah muskuloskeletal yang sering dialami oleh sekitar 70% dari populasi. Posisi leher yang statis dan tidak ergonomis dalam waktu yang lama dapat memicu terjadinya nyeri leher. Static stretching merupakan salah satu teknik mengulur otot yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan nyeri leher. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian static stretching terhadap penurunan nyeri pada kasus nyeri leher. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian one group pre and post test with control group design dengan melibatkan subjek sejumlah 32 mahasiswa fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang dibagi dengan teknik randomisasi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan sebanyak 16 subjek penelitian diberi perlakuan berupa static stretching dan edukasi ergonomi dan kelompok kontrol sebanyak 16 subjek diberi edukasi ergonomi saja. Pengukuran nyeri menggunakan Quadruple Visual Analog Scale (QVAS). Intervensi dilakukan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Hasil: Uji statistik beda prepost test kelompok perlakuan dengan menggunakan uji paired t-test didapatkan nilai p= 0.000, (p<0.05). Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian static stretching terhadap penurunan nyeri pada kasus nyeri leher.
PENGARUH HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING (HIIT) TERHADAP PENINGKATAN VO₂ MAX PADA PEMAIN HOCKEY Az Zahra Anindya Putri Setyawan Zahra; Triyana; Fendy Nugroho
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.60

Abstract

Latar Belakang: Hockey adalah olahraga tim yang menggunakan stik untuk menggerakkan bola, dengan tujuan mencetak gol dan mencegah kebobolan. Tim hockey Jawa Timur, yang dulunya dominan di Pekan Olahraga Nasional (PON), mengalami penurunan performa, tetapi berhasil meraih medali perunggu pada 2019 dan lolos ke PON XXI 2024. Kondisi fisik, terutama daya tahan kardiovaskular dan VO₂ max, sangat penting bagi atlet. Survei menunjukkan VO₂ max tim Jawa Timur tergolong cukup, dan program High intensity interval training (HIIT) dianggap efektif untuk meningkatkannya, sehingga dapat meningkatkan daya tahan dan kesehatan atlet dalam waktu latihan yang lebih singkat Tujuan: Untuk mengetahui tingkat VO₂ max dan mengetahui HIIT dapat meningkatkan VO₂ max pada pemain hockey. Metode: Studi ini dilakukan dengan desain penelitian berupa one group pre and post-test design yang dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Subjek penelitian merupakan atlet hockey pusat latihan daerah Jawa Timur dengan Teknik pengambilan total sampling sebanyak 36 orang. Studi ini dilakukan selama 4 minggu sebanyak 12 kali pertemuan dan menggunakan alat ukur MFT. Hasil: Terdapat perbedaan pengaruh HIIT terhadap VO₂ max pemain sebelum dan sesudah diberikan MFT. Hal ini dibuktikan dengan nilai p < 0,001 (p<0.05) Kesimpulan: pemberian High intensity interval training (HIIT) berpengaruh terhadap peningkatan VO₂ max pemain hockey. Kata Kunci: vo₂ max, high intensity interval training, HIIT, hockey
KORELASI DURASI DUDUK TERHADAP TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ikhsan Mahara -; Sugiono; Herdianty Kusuma
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.61

Abstract

Latar belakang: Pelajar menghabiskan waktu atau melakukan kegiatan dalam posisi duduk yang lama. Duduk di kursi selama 8 jam atau lebih dapat meningkatkan ketegangan pada otot punggung. Ketegangan otot menjadi salah satu penyebab risiko terhadap timbulnya penyakit salah satunya adalah nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh pelajar karena pola duduk yang tidak ergonomis dan minimnya aktifitas fisik, oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya resiko nyeri punggung bawah terutama durasi duduk. Tujuan: Mengetahui korelasi durasi duduk                        terhadap terjadinya nyeri punggung bawah pada siswa sekolah menengah pertama, dengan memahami hubungan ini, diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko terjadinya nyeri punggung bawah pada pelajar, seperti dengan memperhatikan durasi duduk saat proses belajar mengajar di sekolah dan memberikan peregangan setiap satu atau dua jam sekali dalam posisi berdiri. Metode: Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, data dikumpulkan melalui kuisioner yang berisi durasi duduk dan gejala nyeri punggung bawah yang dialami siswa, data dianalisis dengan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara durasi duduk terhadap nyeri punggung bawah pada siswa SMP. Hasil: Hasil nilai signifikansi atau nilai p <,000 yang berarti terdapat hubungan antara duduk lama terhadap terjadinya gejala nyeri punggung bawah pada siswa. Nilai koefisien korelasi didapatkan sebesar (r)=0,687 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan kuat. Kesimpulan: Terdapat korelasi yang kuat antara durasi duduk terhadap terjadinya nyeri punggung bawah pada siswa sekolah menengah pertama.
PENGARUH LATIHAN STABILISASI LEHER DAN STABILISASI SKAPULA PADA NYERI LEHER NON SPESIFIK : EFFECT OF NECK STABILIZATION AND SCAPULA STABILIZATION EXERCISES FOR NON SPECIFIC NECK PAIN Fania Nanda Prasintia; Setiawan; Marti Rustanti
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.62

Abstract

Latar Belakang: Posisi tubuh tidak ergonomis yang diterapkan penjahit garmen saat bekerja dan berlangsung cukup lama dalam posisi statis berpotensi menyebabkan terjadinya musculoskeletal disorders seperti non specific neck pain (NSNP). NSNP adalah jenis neck pain yang terjadi tanpa ditemukannya gejala patologi struktural utama dan gangguan neurologis dan tidak diketahui faktor penyebab secara pasti. Tujuan: untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh neck stabilization exercise (NSE) dan scapula stabilization exercise (SSE) serta mengetahui intervensi yang lebih baik dalam peningkatan kemampuan fungsional leher pada NSNP. Metode: menggunakan metode randomized control trial dengan desain two groups pretest and postest. Sampel penelitian ini adalah penjahit garmen yang berada di Niks Konveksi, Karanganyar yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Neck Disability Index (NDI). Hasil: Analisis data menggunakan uji paired t-test pada kedua kelompok diperoleh p = 0.000 (p < 0.05) yang artinya bahwa NSE dan SSE meningkatkan kemampuan fungsional leher pada penjahit yang mengalami NSNP. Sedangkan uji independent t test pada perbandingan kedua kelompok setelah perlakuan di dapatkan hasil p = 0.871 (p> 0.05), artinya tidak ada perbedaan pengaruh antara NSE dan SSE terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada penjahit yang mengalami NSNP. Kesimpulan: NSE dan SSE sama baiknya dalam meningkatkan kemampuan fungsional leher pada penjahit yang mengalami NSNP. Kata Kunci : Non specific neck pain, neck stabilization exercise, scapula stabilization exercise, neck disability index Background: The non-ergonomic body position applied by garment tailors while working and lasting long enough in this static position has the potential to cause musculoskeletal disorders such as non-specific neck pain (NSNP). NSNP is a type of neck pain that occurs without the evidence of major structural pathology symptoms and neurological disorders and the exact causative factor is unknown. Objective: to determine whether there is a difference in the effects of neck stabilization exercise (NSE) and scapula stabilization exercise (SSE) and to determine which intervention is better in improving the functional ability of the neck in NSNP. Method: using a randomized control trial method with a two groups pretest and posttest design. The sample of this study was 30 garment tailors at Niks Konveksi, Karanganyar. The instrument used was the Neck Disability Index (NDI) questionnaire. Results: Data analysis using paired t-test in both groups obtained p = 0.000 (p <0.05) which means that NSE and SSE increase the functional ability of the neck in tailors who experience NSNP. While the independent t-test on the comparison of the two groups after treatment obtained the result p = 0.871 (p> 0.05), meaning that there is no difference in the effect between NSE and SSE on increasing the functional ability of the neck in tailors who experience NSNP. Conclusion: NSE and SSE are equally good in improving neck functional ability in tailors with NSNP. Key Words : Non specific neck pain, neck stabilization exercise, scapula stabilization exercise, neck disability index
EFEKTIVITAS DURASI STATIC STRETCHING TERHADAP FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA PEKERJA PABRIK Hafidz Nur Sarich; Afrianti Wahyu; Suhardi
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.64

Abstract

Latar belakang: pekerja pabrik atau buruh identik dengan seseorang yang bekerja di suatu pabrik. Seiring dengan kesibukannya seseorang utamanya pekerja sering tidak memperhatikan posisi yang baik (ergonomis) saat beraktivitas sehari-hari. PT. Iskandartex Solo memiliki pekerja sekitar 100 orang dibagian tenun dengan posisi duduk yang static selama 6 hingga 8 jam perhari. Penurunan fleksibilitas otot karena postur yang buruk, gerak yang static dalam durasi yang lama dapat terjadi di otot tubuh mana saja, salah satunya yaitu pada otot hamstring karena dalam posisi duduk dengan durasi yang lama. Static stretching exercise adalah latihan peregangan yang bertujuan untuk memperbaiki fleksibilitas dan mengurangi ketegangan otot. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh durasi latihan static stretching terhadap fleksibilitas hamstring pada pekerja pabrik. Metode: penelitian ini menggunakan subjek pekerja di PT. Iskandartex dibagian tenun yang memenuhi kriteria penelitian dengan jumlah 32 subjek dengan menggunakan alat ukur active knee extension test (AKET), jenis penelitian ini menggunakan two group pre-test and post-test design with randomized yang mana kelompok 1 diberi intervensi latihan static stretching 30 detik dan kelompok 2 diberi intervensi latihan static stretching 15 detik. Hasil: (1) hasil paired sample t-test didapatkan nilai p=0.000 yang berarti ada pengaruh latihan static stretching 30 detik terhadap fleksibilitas hamstring, (2) hasil paired sample t-test didapatkan nilai p=0.000 yang berarti ada pengaruh latihan static stretching 15 detik terhadap fleksibilitas hamstring, (3) hasil independent t-test diperoleh tidak ada perbedaan antara latihan static stretching 30 detik dan latihan static stretching 15 detik dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring dengan nilai p=0.559 pada genu dextra dan nilai p=0.464 pada genu sinistra, dan (4) hasil selisih mean diperoleh latihan static stretching 15 detik lebih efektif dibandingkan latihan static stretching 30 detik, pada kelompok 1 dengan nilai selisih mean 6.00 pada genu dextra dan 5.44 pada genu sinistra, pada kelompok 2 dengan selisih mean 8.68 pada genu dextra dan 7.50 pada genu sinistra. Kesimpulan: latihan static stretching 15 detik lebih efektif meningkatkan fleksibilitas hamstring pada pekerja pabrik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6