cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Wacana Sosial Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31106439     DOI : -
Jurnal Wacana Sosial Nusantara: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial is a multi and interdisciplinary peer-reviewed academic research journal serving the broad social sciences community. The journal welcomes excellent contributions that advance our understanding on a broad range of topics including anthropology, sociology, history, politic, economy, education, culture, psychology, management, art, linguistics, and law.
Articles 12 Documents
Dukungan Psikologis Awal untuk Masyarakat di Daerah Rawan Bencana Zakiah Fitri Hasibuan
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - Oktober 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17752042

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rawan bencana akibat kondisi geologisnya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Bencana alam yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat, seperti trauma, kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk dukungan psikologis awal bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah terkait PFA, dampak psikologis bencana, serta implementasi dukungan psikososial di wilayah bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa PFA merupakan pendekatan awal yang efektif untuk menurunkan tekanan psikologis, membantu pemulihan emosional, serta mencegah berkembangnya gangguan mental yang lebih berat. PFA menekankan tiga elemen utama, yaitu safety, function, dan action, yang diwujudkan melalui langkah mengamati, mendengarkan, dan menghubungkan penyintas dengan sumber dukungan. Namun, implementasi PFA masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pelatihan tenaga kesehatan dan relawan, rendahnya literasi kesehatan mental masyarakat, serta kurangnya integrasi layanan. Kesimpulannya, PFA memiliki peran strategis dalam penanganan dampak psikologis bencana dan perlu diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan, pelibatan tokoh masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor agar dapat diterapkan secara optimal di daerah rawan bencana.
Penguatan Implementasi Kebijakan Pendidikan Melalui Integrasi Program Strategis Nasional Dan Daerah Dalam Otonomi Khusus Papua Lily Bauw; Josner Simanjuntak
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - Desember 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18159033

Abstract

Kebijakan pendidikan dalam kerangka Otonomi Khusus Papua menghadapi tantangan serius berupa fragmentasi antara Program Strategis Nasional dan kebijakan pendidikan daerah, yang berdampak pada rendahnya daya ungkit implementasi kebijakan di tingkat lokal. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana desain desentralisasi asimetris memengaruhi integrasi kebijakan pendidikan serta merumuskan model penguatan implementasi kebijakan yang kontekstual bagi Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif-deskriptif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pendidikan, serta instrumen perencanaan nasional dan daerah yang mengatur penyelenggaraan pendidikan dalam Otonomi Khusus Papua. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaturan kewenangan pendidikan, afirmasi fiskal, dan rezim perencanaan nasional cenderung beroperasi secara manajerial dan belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga membatasi efektivitas kebijakan pendidikan daerah. Artikel ini menawarkan Model Integrasi Vertikal–Fungsional Kebijakan Pendidikan, yang memadukan penyelarasan tujuan, program, dan sumber daya nasional dengan penataan kewenangan pendidikan berdasarkan fungsi dan kapasitas institusional daerah, yang diilustrasikan melalui reposisi kewenangan pendidikan menengah tertentu di tingkat provinsi serta padu padan Program Strategis Nasional seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dengan desain pendidikan daerah berbasis satuan pendidikan berpola asrama di Provinsi Papua (induk) dan Papua Selatan. Kebaruan kajian ini terletak pada perumusan integrasi kebijakan pendidikan sebagai instrumen daya ungkit implementasi dalam Otonomi Khusus Papua, yang menempatkan otonomi bukan sebagai fragmentasi kewenangan, melainkan sebagai diferensiasi fungsional dalam kerangka negara kesatuan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12