cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+62 819-1763-7016
Journal Mail Official
ethosplr@sinesia.id
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea A9 No. 22, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Ethos and Pragmatic Law Review
ISSN : -     EISSN : 31105831     DOI : https://doi.org/10.69836/ethos
Core Subject : Humanities, Social,
Ethos and Pragmatic Law Review (EPLR) (E-ISSN : 3110-5831) is a scholarly journal that publishes research articles, conceptual studies, and critical analyses in the field of law, with a primary focus on Administrative Law, state financial law and Tax Law. This journal serves as an academic platform aimed at enriching the body of legal scholarship, fostering constructive discourse, and bridging the gap between legal theory and practice in both national and global contexts. EPLR is committed to upholding ethical values (ethos) in every published work, while adopting a pragmatic approach that emphasizes relevance and tangible benefits for society, government, academics, and legal practitioners. The journal’s scope includes, but is not limited to: The dynamics and reform of Administrative Law, including institutional aspects, public policy, authority, and governance. The development of state financial law and Tax Law, viewed from the perspectives of regulation, implementation, comparative law, and its connection to the national financial law system. Contemporary issues at the intersection of administrative law and tax law, such as legal certainty, fiscal justice, and the protection of citizens’ rights.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 13 Documents
Government Discretion In Covid-19 Emergency Situations And Its Potential For Violating The General Principles Of Good Governance gledi simarmata; Saskyani Amelia; Nandita Ramadhani; Salwa Azzahra Tarihoran
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 1 (2025): Ethical and Pragmatic Approaches to Public Law, Governance, and Digital Democra
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i1.17

Abstract

Discretion is an authority given to public officials to act independently in taking actions that are not regulated by laws and regulations. Such a situation has the potential for abuse of power, because at the same time to carry out public policy, so that the intention arises to achieve personal or group benefits. So that officials are not arbitrary in performing their duties, the use of discretion has special conditions. However, various problems related to the use of discretion that are contrary to the applicable legal system are still found in several government organizations. The discussion examined in this journal is related to discretion and responsibility by government officials in carrying out duties in emergency situations and its limits against the law which has an influence on administrative law and criminal law in implementing duties in emergency situations. The purpose of this article is to explain the stipulations in the application of administrative discretion and some of the liabilities associated with legal deviations. As a state of law, the principle of legality alone is not sufficient to ensure legal certainty and prevent abuse of power by the government. Discretion emerges as an alternative to fill the weaknesses and shortcomings in the application of the principle of legality. The General Principles of Good Governance (AUPB) are guidelines for the use of discretion. The method of approach used in this article is normative juridical, which aims to understand the discretion and responsibility of government officials in carrying out duties in emergency situations and on the limits of actions facing the law resulting in administrative law and criminal law in carrying out duties in emergency situations. The results show that although discretion is necessary, its implementation must be in accordance with Law Number 30 of 2014 in order to stay within the legal corridors. It was found that overlapping authorities and weak supervision in the implementation of discretion during the pandemic have the potential to cause violations of the law. Therefore, more detailed implementing regulations are needed as well as strengthening the understanding of AUPB for public officials to prevent abuse and ensure accountability.
Digital Transformation In Public Services: A Legal Review Of SPBE In Indonesia Etla Elva Sipayung; Jamaludin; Hani Patul Padilah
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 1 (2025): Ethical and Pragmatic Approaches to Public Law, Governance, and Digital Democra
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i1.19

Abstract

This study examines the implementation Electronic Based Government Systems (SPBE) in Indonesia, focusing on legal aspects. It analyzes the regulatory framework, challenges, and the impact of digital transparency, legal materials. Findings indicate the while SPBE enhances servive efficiency and transparency, legal challenges persist in data protection and inter agency coordination.
Hak Angket DPR Sebagai Instrumen Pengawasan Kecurangan Pemilu 2024 Dan Transparansi Demokrasi Netty Ariyeni; Muhammad Azhari Aqil; Siti Raisha; Siti Jihan Nur Fauziyah
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 1 (2025): Ethical and Pragmatic Approaches to Public Law, Governance, and Digital Democra
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i1.26

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia memunculkan berbagai dugaan pelanggaran dan konflik kepentingan yang menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas demokrasi. Salah satu instrumen konstitusional yang dapat digunakan untuk mengawasi dugaan penyimpangan tersebut adalah hak angket DPR, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan UU No. 17 Tahun 2014. Fokus utama tulisan ini adalah menganalisis efektivitas pelaksanaan hak angket dalam merespons dugaan kecurangan Pemilu 2024 serta mengidentifikasi hambatan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur akademik terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas hak angket sangat bergantung pada dukungan politik internal DPR, soliditas lintas fraksi, dan komitmen terhadap prinsip checks and balances. Meskipun secara normatif hak angket memiliki landasan hukum yang kuat, praktik politik transaksional dan dominasi koalisi pemerintah sering kali menghambat penerapannya. Hak angket tetap penting untuk menjaga transparansi demokrasi dan memperbaiki kualitas pemilu di masa mendatang.
Strategi Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual Anak di Dunia Maya Nabilla Annisa Septiani; Tubagus Angga Hidayat; Tania Sahda Arifin; Ayu Sipah
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 1 (2025): Ethical and Pragmatic Approaches to Public Law, Governance, and Digital Democra
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i1.27

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak-anak, termasuk bahaya eksploitasi dan pelecehan seksual online (ESKA). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perlindungan hukum terhadap anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual daring di Indonesia, serta masalah dan upaya yang dilakukan untuk mencegahnya. Analisis kasus dan perspektif undang-undang adalah teknik penelitian hukum normatif yang digunakan dalam penelitian ini.  Didasarkan pada prinsip perlindungan anak, kepentingan terbaik anak, non-diskriminasi, kepastian hukum, dan keadilan restoratif, anak dapat dilindungi dari eksploitasi seksual online.  Kerangka hukum yang digunakan termasuk Pasal 28B ayat (2) dan Pasal 28C ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan amandemennya melalui UU No. 19 Tahun 2016, dan UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kesusilaan (UU TPKS). Perjanjian internasional seperti Konvensi Hak Anak tahun 1989 juga menjadi rujukan penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terlepas dari peraturan preskriptif yang tepat, penegakan hukum masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan keterampilan aparat penegak hukum, rendahnya tingkat literasi digital di masyarakat dan kompleksitas yang terkait dengan yurisdiksi lintas batas.  Langkah-langkah pencegahan termasuk mengajarkan literasi digital, memperkuat hukum, membangun saluran pelaporan yang aman, dan kolaborasi internasional yang efektif.  Penelitian ini menyerukan perubahan legislatif yang sejalan dengan kemajuan teknologi dan berfokus pada perlindungan anak yang optimal.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Pencurian Data Pribadi Pt. Andiarta Muzizat Tri Indah; Aryono Aryono; Rina Arum Prastyanti
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 2 (2025): Ethical and Pragmatic Perspectives on Contemporary Legal Issues in Governance a
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i2.28

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong terjadinya berbagai bentuk kejahatan siber, salah satunya adalah pencurian data pribadi. Kejahatan ini menjadi ancaman serius terhadap hak privasi warga negara dan memerlukan penanganan hukum yang tegas karena dapat menimbulkan kerugian material dan immaterial yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian data pribadi PT. Andiarta muzizat (Studi Putusan Hakim Nomor: 64/pid.sus/2023/pn btl) serta kewenangan Hakim terhadap tindak pidana pencurian data pribadi PT. Andiarta muzizat (Studi Putusan Hakim Nomor: 64/Pid.Sus/2023/PN Btl) di tinjau dari teori keadilan. Adapun metode yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus terhadap putusan pengadilan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Analisis yuridis terhadap pertimbangan hakim dalam Perkara No. 64/Pid.Sus/2023/PN.Btl  dimana berdasarkan keterangan saksi, ahli, serta alat bukti yang sah menurut KUHAP perbuatan terdakwa Lutfie Nur Iksan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 46 jo Pasal 30 ayat (2) UU ITE dengan pertimbangan hukum yang mencerminkan penerapan hukum acara pidana sesuai asas keadilan serta dalam kewenangan hakim menunjukkan bahwa putusan yang dijatuhkan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan substantif menurut Aristoteles dan W.J.S. Poerwodarminto, karena vonis penjara 10 bulan dan denda Rp3.000.000,00 terhadap pelaku pencurian serta penyebaran data pribadi dinilai terlalu ringan tidak memberi efek jera mengabaikan kerugian korban serta tidak mencerminkan keberpihakan pada kebenaran dan keseimbangan moral dalam masyarakat.
Kewenangan Inspektorat Daerah Dalam Pengawasan Pejabat Atas Penyimpangan Administratif Keuangan Naufal yudha Nugroho; Widhy Az'zahra Putri; Meutia Tazkia Aulia
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 1 (2025): Ethical and Pragmatic Approaches to Public Law, Governance, and Digital Democra
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i1.30

Abstract

Pemerintah daerah memiliki tugas dan wewenang yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya, salah satunya dalam bidang administratif keuangan yang optimal dengan diawasi oleh inspektor daerah untuk menjadi pengawas pemerintah daerah agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pejabat di pemerintah daerah melalui wewenang yang dimiliki inspektorat daerah. Inspektorat merupakan Lembaga pengawasan penyelenggara pemerintah daerah yang diatur dalam peraturan perundang undangan. Tujuan dari makalah ini adalah menganalisis untuk mengetahui wewenangan yang dimiliki oleh Inspektor daerah dalam melakukan pengawasan pejabat atas penyimpangan administratif keuangan dalam pemerintahan daerah guna mencegah dan menindak pejabat atas penyimpangan administratif keuangan. Dengan menggunakan metode normatif yang bersifat diskripsi dan analisis, hasil menunjukan bahwa beberapa wewenangan yang dipunyai oleh Inspektor daerah yang diatur dalam peraturan perundang-undangan bahwasanya Inspektorat sebagai fungsi untuk mengawasi pelaksanaan administrasi keuangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, seperti melakukan pemeriksaan dan audit internal kinerja pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan. Selain itu, Inspektorat daerah dalam melaksanakan fungsi sebagai pengawasan guna mencegah dan menindaklanjuti jika ditemukan penyimpangan dalam administrasi keuangan dengan memberi sanksi yang membuat pejabat yang melakakukan penyimpangan tersebut tidak melakukan lagi bukannya hanya rekomendasi perbaikan dengan begitu akan tercipta pemerintah yang baik sesuai asas-asas umum pemerintah yang baik (AUPB).
Polmon As A Strategy To Monitor And Control Political Discourse On Ai-Based Social Media Muh. Syah Quddus; Akhmad Nur Juniyanto; Zulfa Mutiara
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 1 (2025): Ethical and Pragmatic Approaches to Public Law, Governance, and Digital Democra
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i1.31

Abstract

Data released by We Are Social in 2024 shows that around 61.7% of the global population uses social media, with the average duration of use per day reaching 2 hours 31 minutes. In Indonesia alone, the rate of social media usage reaches 78% of the total population, making it one of the countries with the largest social media users in the world. This high usage rate is directly proportional to the high potential for the spread of divisive information, especially during political moments such as elections. This study aims to analyze the strategies that Indonesia can implement to overcome the challenges of political polarization on social media. The method used in this research is juridical-normative research, by analyzing secondary data from primary, secondary, and tertiary legal materials. The results show that POLMON is predicted to help identify disinformation, hate speech, and provocative content that triggers political polarization. This system has great potential to improve the quality of political discussions on social media, but its implementation must be done carefully so as not to violate privacy rights and freedom of expression.
Kepastian Hukum Dalam Pelayanan Administrasi Publik Digital Kajian Terhadap Layanan Berbasis SPBE Syfa Putri Irmala; Talitha Ayu Syifa; Nazwa Az-zahra
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 2 (2025): Ethical and Pragmatic Perspectives on Contemporary Legal Issues in Governance a
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i2.61

Abstract

Pelayanan administrsi publik berbasis Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan efisiensi dan transparansi. Meskipun SPBE diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018, tantangan terkiat kepastian hukum masih menjadi isu penting. Kepastian hukum diperlukan untuk melindungi hak-hak masyarakat, menjamin keamanan data, dan mengindari penyalahguanaan kekuasaan. Hasil menunjukan bahwa meskipun berkembangnya teknologi yang mendukung layanan, masih terdapat kendala, seperti rendahnya literasi digital dan infrastruktur yang tidak merata. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menerapkan regulasi yang jelas dan melibatkan masyarakat dalam proses admininistrasi. Dengan memperkuat kepastian hukum, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan layanan publik digital dengan baik, meningkatkan akuntablilitas pemerintah, dan mendorong partisipasi aktif dari masyarakat. Diharapkan ini dapat memebrikan wawasan pentingnya kepastian hukum dalam meningkatkan pelayanan berbasis SPBE.
Hak Guna Usaha di Tanah IKN: Antara Legalitas dan Ketimpangan Agraria Iqwan Fauzi; Ruri Febriwanduri; Hera Putri Cantika; Seftiana
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 2 (2025): Ethical and Pragmatic Perspectives on Contemporary Legal Issues in Governance a
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i2.95

Abstract

Ibu Kota Nusantara (IKN) digadang-gadang sebagai mahakarya pembangunan yang akan membawa Indonesia menuju era baru. Namun, proyek ambisius ini menuai kontroversi terkait transparansi, efektivitas, ketumpang tindihan kebijakan dan kemungkinan penyimpangan, termasuk dugaan praktik penyelewengan kekuasaan dalam pengadaan lahan dan pengelolaan anggaran. Artikel ini membahas apakah pembangunan IKN merupakan langkah maju atau justru membuka celah bagi para oknum di negeri ini untuk melancarkan niat buruk. Fokus utama kajian ini adalah peran hukum agraria dalam menjamin keadilan dan kepastian hukum dalam proses alih fungsi lahan serta perlindungan terhadap hak masyarakat adat dan pemilik tanah. Melalui analisis yuridis dan studi kasus, artikel ini mengeksplorasi bagaimana hukum agraria dapat berfungsi sebagai instrumen kontrol dalam proyek IKN serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa tanpa pengawasan ketat dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik, pembangunan IKN berpotensi menjadi ladang eksploitasi kepentingan yang merugikan masyarakat luas. 
A Legal Study of Patients with Mental Health Disorders Due to Misdirected Love Fitri Novia Maharani; Risky Eka Pratama; Destina Rina Susanti; Zaky Nazera Arfananda
Ethos and Pragmatic Law Review Vol. 1 No. 2 (2025): Ethical and Pragmatic Perspectives on Contemporary Legal Issues in Governance a
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ethos.v1i2.104

Abstract

The phenomenon of mental health disorders arising from misguided love has become an increasingly relevant social issue amidst increasing emotional stress in interpersonal relationships. This journal examines the legal position of patients with mental health disorders caused by unhealthy romantic relationships, such as obsessive, manipulative, or emotionally abusive love. This study aims to examine legal protection for individuals who experience mental disorders due to detrimental love dynamics, as well as to analyze the relationship between psychological aspects and the legal responsibilities of the parties involved. The approach method used is normative legal with a literature study of laws and regulations, jurisprudence, and relevant literature. The results of the study show that although legal protection for people with mental disorders has been regulated in the Mental Health Law and the Criminal Code, there are no specific regulations governing the legal consequences of romantic relationships that cause mental disorders. Therefore, it is necessary to formulate a legal policy that is more responsive to forms of emotional violence in romantic relationships in order to guarantee the rights and recovery of victims as a whole.

Page 1 of 2 | Total Record : 13