cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2026): April" : 7 Documents clear
Kajian Karakteristik Es Krim Kunyit Asam Dengan Pengemulsi Ester Sukrosa Dewi, Sinta; Afifah, Nur; Nur Hayati, Rihma; Jihad Al Akbar, Faiz; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p07

Abstract

Abstrak Penggunaan tanaman herbal di Indonesia sudah dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu karena khasiatnya dalam bentuk obat herbal. Selain itu, tanaman herbal juga dapat digunakan dalam bentuk jamu, bumbu masak atau makanan. Salah satu bahan herbal yang cukup populer sebagai jamu adalah kunyit asam. Namun tidak semua masyarakat Indonesia menyukai jamu maka dari itu pengolahan kunyit asam perlu di diversifikasi menjadi produk es krim agar semua kalangan usia dapat menyukainya. Dalam pembentukan tekstur pada es krim tentu memerlukan suatu pengemulsi. Penggunaan ester sukrosa sebagai emulsifier dalam memperbaiki karakteristik es krim sawo matang menghasilkan peningkatan terhadap waktu leleh es krim dan overrun, serta stabilitas emulsi yang dihasilkan tinggi. Es krim merupakan tipe emulsi minyak dalam air, pada tipe ini membutuhkan HLB dengan rentang 15-16. Dalam hal ini ester sukrosa memiliki memiliki HLB (Hydophifil-lipophifil balance) dengan rentang 12-16 sehingga penggunaan ester sukrosa selaras untuk pembuatan es krim kunyit asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fisik dan organoleptik penggunaan emulsifier dari ester sukrosa pada pembuatan es krim kunyit asam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 jenis konsentrasi ester sukrosa yang berbeda, yaitu konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, konsentrasi 3%, dan konsentrasi 4%. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis overrun, waktu pelelehan, stabilitas emulsi, total padatan terlarut dan organoleptik (uji deskriptif dan hedonik). Berdasarkan penelitian, konsentrasi ester sukrosa yang lebih tinggi (4%) secara signifikan meningkatkan nilai overrun, yang mengindikasikan penggabungan udara yang lebih baik dan menghasilkan tekstur yang lebih ringan. Dalam analisis, waktu leleh ester sukrosa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu leleh, di mana waktu leleh tetap konsisten pada konsentrasi yang berbeda. Analisis total padatan terlarut, semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa menghasilkan total padatan terlarut yang lebih tinggi, meningkatkan kepadatan dan tekstur es krim secara keseluruhan. Analisis stabilitas emulsi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa akan meningkatkan stabilitas emulsi, mencegah pemisahan fase dan meningkatkan kelembutan es krim. Pada uji sensoris mendapatakan nilai kesukaan tertinggi pada konsentrasi ester sukrosa 4%.
Analisis Perencanaan Tempat Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce, Reuse, Dan Recycle (Tps 3R) Di Desa Ayunan, Kabupaten Badung, Bali Andika, Ida Bagus Made Baskara
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p02

Abstract

Sumber utama dari permasalahan sampah adalah metode pengelolaan yang dilakukan masih bersifat tradisional yaitu dengan metode end of pipe. Dimana proses pengelolaan sampah bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sektor pariwisata dan pertanian menjadi salah satu faktor penyumbang timbulan sampah Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan perubahan paradigma pengelolaannya. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pengelolaan sampah berbasis sumber berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle yang dilakukan melalui penyelenggaraan Tempat Pengelolaan Sampah berbasi 3R (TPS 3R). Desa Ayunan merupakan salah satu Desa di Kabupaten Badung Bali yang saat ini sedang merencanakan pembangunan TPS 3R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan dan kompisis sampah serta menganalisis perencanaan TPS 3R di Desa Ayunan. Metode perhitungan timbulan dan komposisi sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994. Sedangkan analisis perencanaan TPS 3R menggunakan 3 pendekatan yaitu penetapan lokasi, sistem pengelolaan sampah dan desain TPS 3R. Timbulan sampah di Desa Ayunan sebesar 0,522 kg/o/h atau 0,008 m3/orang/hari. Timbulan tersebut terdiri dari sampah organik sebesar 0,384 kg/o/h atau 0.004 m3/orang/hari dan sampah anorganik sebesar 0,138 kg/o/h atau 0,004 m3/orang hari. Komposisi sampah organik terdiri dari 23.43% sampah makanan dan 76.57% sampah kebun. Sedangkan komposisi sampah anorganik terdiri dari 83.66% sampah plastik, 0.42% sampah karet 1.37% sampah logam, 14.55% sampah kertas/ karton. TPS 3R Desa Ayunan direncanakan seluas 300 m2 dengan pembagian area yaitu sebagai berikut Area Penerimaan dan Pemilahan (30 m2), Area Pengomposan (120 m2), Area Pengayakan dan Pengemasan (45 m2), Gudang Peralatan (30 m2), Gudang Produk Kompos (15 m2), Gudang Anorganik Ekonomis (15 m2) , Area Penumpukan Residu (15 m2), dan Kantor (30 m2).
Karakterisasi Biobriket Limbah Eceng Gondok dan Tembakau serta Pergeseran Paradigma Antroposentrisme ke Ekosentrisme Widhiantari, Ida Ayu; Sarjan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p04

Abstract

Krisis energi dan degradasi lingkungan global mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk biobriket dari limbah biomassa. Namun, pendekatan pengembangan biobriket sering kali didasarkan pada paradigma antroposentrisme yang menekankan nilai instrumental alam bagi kepentingan manusia, sehingga dianggap kurang memadai untuk mengatasi krisis ekologis multidimensi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma etika dari nilai instrumental menuju keseimbangan ekologis dalam pengembangan biobriket berkelanjutan, dengan membandingkan perspektif antroposentrisme dan ekosentrisme. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggabungkan data teknis-empiris (karakteristik bahan baku dan proses briketisasi) serta data filosofis terkait prinsip etika lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa biobriket dapat memenuhi tujuan antroposentris, seperti penyediaan energi bersih, pengurangan biaya, dan penanganan limbah (misalnya eceng gondok dan limbah tembakau). Secara bersamaan, pemanfaatan limbah invasif seperti eceng gondok juga mendukung tujuan ekosentris melalui restorasi ekosistem dan pengurangan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati. Kesimpulannya, pengembangan biobriket berkelanjutan dapat menjadi titik temu yang memadukan kepentingan manusia dengan tanggung jawab ekologis, mendorong sintesis antara utilitas manusia dan pemulihan integritas lingkungan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan parameter teknis dan bahan perekat guna meningkatkan keefektifan biobriket secara holistik.
Pengaruh Media Fermentasi Terhadap Produksi dan Karakterisasi Selulosa Bakteri Sari Pelepah Kelapa Sawit : Pengaruh Media Fermentasi Terhadap Produksi dan Karakterisasi Selulosa Bakteri Sari Pelepah Kelapa Sawit Rahman, Arief Fazlul; Iffadhya Fathin, Adiba; Fachri Ibrahim, Nasution
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p05

Abstract

Fresh oil palm frond juice with mechanical pressing contains a concentration of easily fermented sugars such as glucose, sucrose, and fructose, suitable for use as a fermentation raw material because it does not inhibit microbial growth does not pose a risk to health and safety. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation medium pH on bacterial cellulose from oil palm frond juice. Bacterial cellulose was produced using Acotobacter xilynum. Oil palm frond juice was prepared at 100 ml/g with the addition of protein with different pH media fermented for 8 days at room temperature in statistical conditions. The results of the thickness and weight of the best cellulose bacteria of pH 5 medium were 0.78 cm and 393,015 g/L. FE-SEM micrograph analysis for bacterial cellulose showed typical peaks found in cellulose with typical fibril threads. pH 3 had the lowest crystallinity value and the best crystallinity was at pH 5 based on FWHM. 1106 and 1423 cm-1 wave number is the C-O-C or C-O bond areas which are one of the bonds of the main chain of bacterial cellulose and the best tensile strength is the pH 5 treatment with a strength of 261.645 Mpa
Smart Packaging Berbasis Limbah Agro sebagai Strategi Ekosentris dalam Mengurangi Dampak Lingkungan Industri Pangan Ayu, Hanifah; Muhammad, Sarjan
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p06

Abstract

The food industry's dependence on conventional plastics has created an environmental crisis, impacting CO2 emissions, plastic waste accumulation, and microplastic pollution. On the other hand, the agro-industrial sector produces millions of tons of abundant biomass waste rich in biopolymers and bioactive compounds, but most of it is still managed through open burning or dumped in landfills. This study aims to examine the potential of agro waste based smart packaging as an eco centric strategy to reduce the ecological impact of the food industry. A qualitative descriptive method approach is used through a review of technical and philosophical literature on ecocentrism. Agro waste based smart packaging can be processed into bioplastics and biodegradable smart packaging that effectively reduce food waste and food loss. Although its initial production is more energy-intensive, the long-term benefits reduce the carbon footprint and total ecological burden. This agro-waste-based smart packaging reflects an eco-centric strategy and simultaneously demands systemic policies and innovations to strengthen food security and support SDGs 12 and 13. The implementation of smart packaging based on agro-waste can act as a strategic instrument to overcome the plastic crisis, reduce agricultural waste and strengthen food security, while also demanding integrated policies, investments and innovations that strictly refer to the principles of ecocentrism.
A Perbandingan Pelarut dan Durasi Transesterifikasi Terhadap Sifat Fisikokimia Biodiesel Berbasis Limbah Minyak Goreng Bekas: Comparison of Solvent and Transesterification Duration on the Physicochemical Properties of Used Cooking Oil-Based Biodiesel Indahsari, Fitriyah Nur; Sari, Poppy Diana; Nurbaya, Syarifa Ramadhani; Budiandari, Rahmah Utami; Hartati, Rukmi Sari
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p01

Abstract

Peningkatan penggunaan minyak goreng menghasilkan limbah yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut dan durasi transesterifikasi terhadap karakteristik fisikokimia biodiesel yang dihasilkan dari minyak goreng bekas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana dengan dua faktor perlakuan yaitu pelarut (sodium metoksid dan sodium etoksid) dan durasi transesterifikasi (30, 60, 90, 120, 150). Biodiesel dianalisis berdasarkan parameter seperti densitas, kadar air, bilangan asam serta komposisi metil ester menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Penelitian penelitian menunjukkan bahwa biodiesel yang dihasilkan menggunakan natrium metoksid memiliki densitas dan kadar air lebih rendah, serta bilangan asam lebih stabil dibandingkan natrium etoksid. Waktu transesterifikasi optimum adalah 90 menit menggunakan natrium metoksid. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa biodiesel dengan durasi transesterifikasi optimum mengandung metil ester sebesar 97,895%, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI 7182:2015). Dengan demikian, penggunaan minyak goreng bekas berpotensi menjadi bahan baku biodiesel yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan Ekstrak Jahe Sebagai Teknologi Biostimulan Dan Pengendali Hayati Pada Tanaman Cabai Mendrofa, Elsa Greta; Septiani, Lase; Eka Julianti, Ndruru; Elviana, Mendrofa; Helmin Parida, Zebua
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan bioaktif ekstrak jahe Zingiber officinale L.) sebagai biostimulan dan agen pengendali hayati dalam meningkatkan pertumbuhan serta ketahanan tanaman cabai (Capsicum annuum L.) terhadap stres biotik dan abiotik. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan kandungan bioaktif jahe serta mekanisme pengaruhnya terhadap fisiologi dan ketahanan tanaman. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak jahe pada konsentrasi sekitar 10% mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai dan menurunkan intensitas serangan patogen, khususnya Fusarium oxysporum, hingga 50–70% dibandingkan kontrol. Senyawa bioaktif tersebut berperan dalam meningkatkan efisiensi metabolisme tanaman, memperkuat sistem pertahanan alami, serta menekan stres oksidatif akibat tekanan lingkungan. Dengan demikian, ekstrak jahe berpotensi dikembangkan sebagai input alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan serta ketahanan tanaman cabai sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7