cover
Contact Name
Mia Kusmiati
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285641386859
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Sonokeling 1, no.B30, Plamongan Indah, Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Published by CV. Muara Edukasi
ISSN : 30905729     EISSN : 30909473     DOI : https://doi.org/10.64365/muradik.v2i1
Core Subject : Education,
MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Hummaniora, diterbitkan untuk mengembangkan dan memperkaya diskusi ilmiah bagi para sarjana dan penulis yang menaruh minat pada isu-isu sosial-budaya di Indonesia. Redaksi menerima artikel berbasis teori dan penelitian. Cakupan keilmuan Jurnal ini meliputi Pendidikan, Antropologi Sosial budaya, Sastra, Linguistik Terapan, Sejarah, Seni, Arsitektur dan Perencanaan Kota dan Wilayah, Agama dan Filsafat. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial Studi Agama
Articles 82 Documents
Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital Berkelanjutan: Evaluasi Infrastruktur, Kebijakan, dan Dampak Jangka Panjang Pasca-Pandemi Zaki Ibrahim; Adinda Kirana Dewi
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i3.459

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memaksa transformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan, beralih dari pembelajaran tatap muka konvensional menuju model pembelajaran digital secara masif. Namun, setelah pandemi berakhir, tantangan utama yang dihadapi adalah membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya adaptif tetapi juga berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tiga pilar utama ekosistem pembelajaran digital pasca-pandemi, yaitu: (1) infrastruktur teknologi, (2) kebijakan pendidikan digital, serta (3) dampak jangka panjang terhadap proses dan hasil belajar. Menggunakan pendekatan mixed-method dengan studi kasus pada beberapa institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) di Indonesia, data dikumpulkan melalui survei, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan infrastruktur (akses internet dan perangkat) masih menjadi hambatan utama di daerah tertinggal, sementara kebijakan yang cenderung bersifat sementara dan tidak terintegrasi menghambat keberlanjutan inovasi digital. Dampak jangka panjang yang teridentifikasi meliputi peningkatan literasi digital guru dan siswa, namun juga muncul masalah seperti kelelahan digital (digital fatigue) dan melebarnya kesenjangan hasil belajar antar kelompok sosial-ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan berbasis keberlanjutan, investasi infrastruktur yang merata, serta pengembangan model pedagogi hibrida yang adaptif untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang resilien dan inklusif pasca-pandemi.
Paradigma Ilmu Sosial Profetik Dan Komunikasi: Humanisasi, Liberasi, Dan Transendensi Perspektif Kuntowijoyo Agung Drajat Drajat
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i3.460

Abstract

Paradigma Ilmu Sosial Profetik (ISP) yang ditulis Kuntowijoyo merupakan rangkaian tawaran epistemologis sebagai respons terhadap dominasi paradigma ilmu sosial bercorak positivistik yang bebas nilai bahkan cenderung sekuler. Kuntowijoyo berupaya mengintegrasikan dimensi etik, transendental, serta empirik. Ilmu sosial profetik tersebut dilandaskan pada nilai-nilai kenabian yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya QS. Ali Imran ayat 110. Sedangkan dalam studi ilmu komunikasi, Ilmu Sosial Profetik menawarkan orientasi komunikasi yang berbeda dibanding komunikasi konvensional, yakni tidak hanya fokus sebagai alat transmisi informasi efisien, tetapi mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang berlandaskan nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan gagasan Kuntowijoyo serta berbagai literatur lalu menganalisis pemikiran Kuntowijoyo yang memiliki relevansi pada kajian ilmu komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik memiliki misi memanusiakan manusia (humanisasi), membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan (liberasi), serta mengarahkan manusia kepada nilai-nilai ketuhanan (transendensi). Ketiga dimensi tersebut saling terintegrasi dalam membentuk paradigma komunikasi yang berorientasi pada perubahan sosial dan spiritual secara bersamaan. Pada akhirnya komunikasi profetik tidak bisa dipisahkan dengan tanggungjawab moral dan sosial.