cover
Contact Name
Mia Kusmiati
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285641386859
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Sonokeling 1, no.B30, Plamongan Indah, Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Published by CV. Muara Edukasi
ISSN : 30905729     EISSN : 30909473     DOI : https://doi.org/10.64365/muradik.v2i1
Core Subject : Education,
MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Hummaniora, diterbitkan untuk mengembangkan dan memperkaya diskusi ilmiah bagi para sarjana dan penulis yang menaruh minat pada isu-isu sosial-budaya di Indonesia. Redaksi menerima artikel berbasis teori dan penelitian. Cakupan keilmuan Jurnal ini meliputi Pendidikan, Antropologi Sosial budaya, Sastra, Linguistik Terapan, Sejarah, Seni, Arsitektur dan Perencanaan Kota dan Wilayah, Agama dan Filsafat. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial Studi Agama
Articles 94 Documents
Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital Berkelanjutan: Evaluasi Infrastruktur, Kebijakan, dan Dampak Jangka Panjang Pasca-Pandemi Zaki Ibrahim; Adinda Kirana Dewi
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i3.459

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memaksa transformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan, beralih dari pembelajaran tatap muka konvensional menuju model pembelajaran digital secara masif. Namun, setelah pandemi berakhir, tantangan utama yang dihadapi adalah membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya adaptif tetapi juga berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tiga pilar utama ekosistem pembelajaran digital pasca-pandemi, yaitu: (1) infrastruktur teknologi, (2) kebijakan pendidikan digital, serta (3) dampak jangka panjang terhadap proses dan hasil belajar. Menggunakan pendekatan mixed-method dengan studi kasus pada beberapa institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) di Indonesia, data dikumpulkan melalui survei, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan infrastruktur (akses internet dan perangkat) masih menjadi hambatan utama di daerah tertinggal, sementara kebijakan yang cenderung bersifat sementara dan tidak terintegrasi menghambat keberlanjutan inovasi digital. Dampak jangka panjang yang teridentifikasi meliputi peningkatan literasi digital guru dan siswa, namun juga muncul masalah seperti kelelahan digital (digital fatigue) dan melebarnya kesenjangan hasil belajar antar kelompok sosial-ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan berbasis keberlanjutan, investasi infrastruktur yang merata, serta pengembangan model pedagogi hibrida yang adaptif untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang resilien dan inklusif pasca-pandemi.
Paradigma Ilmu Sosial Profetik Dan Komunikasi: Humanisasi, Liberasi, Dan Transendensi Perspektif Kuntowijoyo Agung Drajat Drajat
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i3.460

Abstract

Paradigma Ilmu Sosial Profetik (ISP) yang ditulis Kuntowijoyo merupakan rangkaian tawaran epistemologis sebagai respons terhadap dominasi paradigma ilmu sosial bercorak positivistik yang bebas nilai bahkan cenderung sekuler. Kuntowijoyo berupaya mengintegrasikan dimensi etik, transendental, serta empirik. Ilmu sosial profetik tersebut dilandaskan pada nilai-nilai kenabian yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya QS. Ali Imran ayat 110. Sedangkan dalam studi ilmu komunikasi, Ilmu Sosial Profetik menawarkan orientasi komunikasi yang berbeda dibanding komunikasi konvensional, yakni tidak hanya fokus sebagai alat transmisi informasi efisien, tetapi mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang berlandaskan nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan gagasan Kuntowijoyo serta berbagai literatur lalu menganalisis pemikiran Kuntowijoyo yang memiliki relevansi pada kajian ilmu komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik memiliki misi memanusiakan manusia (humanisasi), membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan (liberasi), serta mengarahkan manusia kepada nilai-nilai ketuhanan (transendensi). Ketiga dimensi tersebut saling terintegrasi dalam membentuk paradigma komunikasi yang berorientasi pada perubahan sosial dan spiritual secara bersamaan. Pada akhirnya komunikasi profetik tidak bisa dipisahkan dengan tanggungjawab moral dan sosial.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah Murid Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dan BudiPekerti Di SMP Negeri 1 Andam Dewi Jeprianto Butarbutar; Wawan Wibisono
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.546

Abstract

Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti mempelajari keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan warisan budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besaran peningkatan keterampilan pemecahan masalah murid sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-eksperimental jenis one group pre-test and post-test design dengan melibatkan 15 murid penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di SMP Negeri 1 Andam Dewi yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan kuesioner, dengan keterampilan pemecahan masalah diukur berdasarkan indikator keterampilan pemecahan masalah, meliputi: memahami masalah, merencanakan strategi, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest 32,60 meningkat menjadi 73,93 pada posttest. Uji Paired Sample T-Test membuktikan peningkatan ini signifikan (t = -16,973; p = 0,000), dengan besaran pengaruh sangat besar (nilai d_rm = 3,576) dan besaran peningkatan kategori sedang (N-Gain = 0,6202) secara keseluruhan menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memiliki pengaruh signifikan yang besar dengan peningkatan yang merata pada keempat indikator keterampilan pemecahan masalah tanpa satu pun murid berada pada kategori rendah. Penerapanan model pembelajaran Problem Based Learning dapat diterapkan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan menjadi alternatif model pembelajaran yang relevan pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Andam Dewi.
Efektivitas Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Murid Pada Mata Pelajaran  Pendidikan Kepercayaan TerhadapTuhan Yang  Maha Esa Dan Budi Pekerti Di SMP Negeri 1 Andam Dewi Lukman Sihombing; Wawan Wibisono
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.547

Abstract

Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, dan akhlak mulia pada murid. Akan tetapi, berdasarkan observasi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Andam Dewi, proses pembelajaran pada mata pelajaran ini masih cenderung bersifat teacher centered (berpusat pada pendidik), sehingga hasil belajar yang dicapai tidak maksimal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Salah satu alternatif yang potensial adalah model pembelajaran jigsaw, yang telah terbukti meningkatkan pemahaman materi dan keterampilan sosial murid dalam berbagai konteks, termasuk pendidikan karakter dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Andam Dewi dengan jumlah sample 15 orang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu One Group Pretest–Posttest. Data dikumpulkan melalui tes sebelum dan setelah penerapan model jigsaw, lalu dianalisis secara statistik menggunakan uji t-pasangan dan analisis gain. Hasil dan kesimpulan  pada penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran jigsaw efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid dengan nilai signifikansi 0.00 < 0.05 dan nilai N-Gain persen berada pada angka 78.6% dengan kategori efektif. Nilai tersebut dapat dibuktikan dengan perbandingan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah melakukan penerapan model pembelajaran jigsaw.
Keadilan Sosial dalam Pendidikan Bahasa: Interseksi Ras, Etnisitas, Gender, dan Seksualitas di Asia Tenggara Asriani Ramadhani; Arya Wirawan
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.556

Abstract

Keadilan sosial dalam pendidikan bahasa di Asia Tenggara menjadi isu kritis di tengah keberagaman etnis, bahasa, dan budaya kawasan. Penelitian ini mengkaji interseksi ras, etnisitas, gender, dan seksualitas dalam pendidikan bahasa di Asia Tenggara melalui tinjauan literatur sistematis. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan bahasa berperan ganda sebagai arena reproduksi maupun resistensi terhadap ketidakadilan sosial. Kerangka affordance lima dimensi perceptibility, valence, compositionality, normativity, dan intentionality dikembangkan untuk menganalisis secara sistematis bagaimana siswa dari kelompok marginal mengalami peluang dan kendala belajar yang berbeda . Penelitian di ASEAN menunjukkan bahwa sementara ada kemajuan dalam kurikulum yang seimbang dan inklusi siswa disabilitas, tantangan besar tetap ada dalam pengakuan bahasa-bahasa pribumi serta hak komunitas LGBTQIA+ . Pendidikan berbasis bahasa ibu terbukti efektif meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan formal, terutama di Filipina dan Papua Nugini, dengan mengurangi intimidasi dan membangun kepercayaan . Di Vietnam, pedagogi keadilan sosial yang melibatkan kemitraan dengan organisasi sipil berhasil mengembangkan kesadaran etis dan sensitivitas budaya pada calon guru bahasa Inggris . Penelitian ini menyimpulkan bahwa mewujudkan keadilan sosial dalam pendidikan bahasa di Asia Tenggara memerlukan pendekatan interseksional yang mengakui bagaimana berbagai identitas sosial saling bersinggungan, serta kebijakan yang mendukung pedagogi transformatif, pengakuan bahasa ibu, dan pelatihan guru yang responsif terhadap keberagaman
Transformasi Kepemimpinan Sekolah di Era Digital: Tantangan dan Strategi Manajemen Pendidikan yang Adaptif Rudi Priyanto Ahmad; Susanto Susanto
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.557

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut pergeseran fundamental model kepemimpinan sekolah, dari pendekatan administratif konvensional menuju manajemen yang adaptif, transformatif, dan berbasis teknologi. Penelitian ini menganalisis tantangan dan strategi kepemimpinan sekolah di era digital melalui tinjauan literatur sistematis terhadap berbagai studi dan inisiatif kebijakan terkini. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional menjadi faktor kunci keberhasilan manajemen sekolah berbasis teknologi, dengan strategi efektif meliputi perumusan visi digital, keteladanan dalam penggunaan teknologi, penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, dan pemanfaatan sistem informasi dalam pengambilan keputusan . Tantangan utama yang dihadapi meliputi kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, resistensi terhadap perubahan, serta beban kerja ganda bagi tenaga pendidik . Penelitian ini mengidentifikasi bahwa model tata kelola sekolah konvensional kehilangan relevansinya di tengah disrupsi teknologi dan intervensi kecerdasan buatan yang mengubah peta kebutuhan pendidikan . Kepala sekolah dituntut tidak hanya menguasai aspek manajerial dan akademik, tetapi juga mampu memainkan peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran yang peka terhadap perkembangan sosial dan perubahan digital . Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital di sekolah ditentukan oleh kemampuan mengubah pola pikir, menyentuh hati, dan mewujudkannya dalam tindakan nyata secara sinergis, dengan prinsip bahwa transformasi adalah 20 persen teknologi dan 80 persen pola pikir serta manusia.
Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Analisis Kesulitan Guru di Sekolah Dasar Andi Ikhsan; Ria Anggraini Puspita
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.567

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pilar penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan, minat, dan profil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam mengoptimalkan pembelajaran berdiferensiasi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini mensintesis berbagai temuan empiris dari studi-studi terkait implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi berbagai kesulitan dalam tiga tahapan utama: (1) tahap perencanaan, meliputi pemetaan kebutuhan belajar siswa yang beragam dan penyusunan modul ajar yang terintegrasi diferensiasi konten, proses, dan produk; (2) tahap pelaksanaan, mencakup manajemen kelas yang kompleks, keterbatasan waktu, dan kesulitan menerapkan strategi yang sesuai dengan keberagaman siswa; dan (3) tahap evaluasi, terutama dalam menentukan penilaian yang adil dari produk belajar yang bervariasi. Faktor-faktor yang memperparah kesulitan ini meliputi minimnya pelatihan dan pendampingan, keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah siswa yang banyak, serta kesenjangan infrastruktur digital antara sekolah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan berbasis praktik, pembentukan komunitas belajar profesional, serta kebijakan pemerataan infrastruktur dan dukungan administrasi yang berkelanjutan untuk mengatasi kesulitan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi secara optimal.
Ketimpangan Produksi Pengetahuan Global: Studi Bibliometrik Riset Media Sosial dan Masyarakat Rani Fitriani Zahra; Bambang Supriyadi Rohman
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.573

Abstract

Produksi pengetahuan ilmiah tentang media sosial dan masyarakat telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir, namun pertumbuhan ini tidak diiringi dengan distribusi yang adil secara global. Penelitian ini mengkaji ketimpangan produksi pengetahuan global dalam riset media sosial dan masyarakat melalui pendekatan bibliometrik reflektif. Dengan menganalisis pola publikasi, kutipan, jaringan penulis, dan distribusi geografis dari ribuan artikel yang terindeks di Scopus dan Web of Science, penelitian ini mengungkap hierarki pengetahuan yang persisten antara institusi Global North dan Global South. Temuan menunjukkan bahwa institusi dari negara-negara OECD mendominasi baik dari segi volume publikasi maupun otoritas konseptual, sementara cendekiawan Global South seringkali berkontribusi sebagai penyedia data empiris tanpa mendapatkan visibilitas teoretis yang setara. Ketimpangan ini diperkuat oleh praktik kutipan yang tidak seimbang, keterbatasan akses terhadap infrastruktur publikasi berbahasa Inggris, dan struktur indeksasi yang secara sistematis menguntungkan produksi pengetahuan dari pusat akademik global. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima fase perkembangan riset media social dari pendekatan teknokratis hingga pendekatan reflektif-dekolonial serta enam kelompok tematik yang menggambarkan polarisasi epistemik antara kerangka algoritmik dan perspektif agensi situasional. Studi ini menyimpulkan bahwa ketimpangan produksi pengetahuan bukan sekadar masalah representasi, melainkan mencerminkan struktur kekuasaan yang lebih dalam dalam ekosistem akademik global. Penelitian ini merekomendasikan praktik kutipan yang lebih inklusif, kolaborasi lintas benua yang setara, dan pengakuan terhadap keragaman epistemik dalam riset media sosial dan masyarakat.
Integrasi AI dan Transformasi Digital dalam Pembelajaran Inklusif STEM: Analisis Kepuasan Guru dan Adopsi Teknologi di Indonesia Karina Salsabila; Novita Sari
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.605

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan STEM inklusif menjadi tantangan sekaligus peluang di tengah transformasi digital sistem pendidikan Indonesia. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan guru dan adopsi AI dalam pembelajaran STEM inklusif menggunakan pendekatan studi literatur sistematis. Temuan menunjukkan bahwa kepuasan guru dalam mengadopsi AI-STEM di sekolah inklusif sangat dipengaruhi oleh empat faktor utama: budaya digital (digital culture), kondisi pendukung (facilitating conditions), literasi AI, dan ekspektasi kinerja (performance expectancy), dengan budaya digital sebagai faktor paling dominan . Studi yang melibatkan 1.004 guru dan siswa sekolah inklusif menunjukkan bahwa kesiapan organisasi dan literasi AI lebih krusial daripada persepsi kemudahan penggunaan atau pengaruh sosial dalam adopsi AI . Pemerintah Indonesia melalui Kemendikdasmen telah merespons dengan mengintegrasikan literasi digital dan AI dalam kurikulum, menerapkan project based learning, serta memperkuat kolaborasi dengan industri . Namun, tantangan signifikan tetap ada, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya guru pendidikan khusus, dan kesenjangan akses di daerah terpencil . Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam pembelajaran STEM inklusif memerlukan pendekatan holistik yang mencakup penguatan budaya digital, program literasi AI yang disesuaikan, dukungan kelembagaan berkelanjutan, dan kebijakan yang memastikan pemerataan akses teknologi bagi seluruh sekolah inklusif di Indonesia.
Analisis Motivasi, Kemampuan, Dan Integritas Anggota Tagana Se-Jabodetabek Dalam Penanggulangan Bencana Achmad NurFikri Alamsyah; Fathin Aulia Rahman
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i4.621

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan relawan penanggulangan bencana yang memiliki motivasi kuat, kemampuan memadai, dan integritas yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi, kemampuan, dan integritas anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) se-Jabodetabek dalam kegiatan penanggulangan bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 1.994 anggota TAGANA se-Jabodetabek dan diperoleh 294 responden yang datanya lengkap dan dapat dianalisis melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel secara dominan berada pada kategori sangat tinggi. Motivasi memiliki persentase jawaban sangat tinggi sebesar 79,88%, kemampuan 71,40%, dan integritas 69,64%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa anggota TAGANA memiliki dorongan kemanusiaan yang kuat, kemampuan yang mendukung pelaksanaan tugas kebencanaan, serta komitmen moral dalam menjalankan tanggung jawab sebagai relawan. Implikasinya, pembinaan, pelatihan, simulasi, pengembangan kompetensi, serta penguatan integritas perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas sumber daya manusia TAGANA di wilayah Jabodetabek.

Page 9 of 10 | Total Record : 94