cover
Contact Name
Mia Kusmiati
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285641386859
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Sonokeling 1, no.B30, Plamongan Indah, Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Published by CV. Muara Edukasi
ISSN : 30905729     EISSN : 30909473     DOI : https://doi.org/10.64365/muradik.v2i1
Core Subject : Education,
MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Hummaniora, diterbitkan untuk mengembangkan dan memperkaya diskusi ilmiah bagi para sarjana dan penulis yang menaruh minat pada isu-isu sosial-budaya di Indonesia. Redaksi menerima artikel berbasis teori dan penelitian. Cakupan keilmuan Jurnal ini meliputi Pendidikan, Antropologi Sosial budaya, Sastra, Linguistik Terapan, Sejarah, Seni, Arsitektur dan Perencanaan Kota dan Wilayah, Agama dan Filsafat. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial Studi Agama
Articles 72 Documents
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sains Siswa Berkebutuhan Khusus Rina Sembiring; Winda Sari
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i2.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sains pada siswa berkebutuhan khusus (SBK). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep sains pada SBK akibat keterbatasan media pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman gaya belajar dan kebutuhan khusus mereka. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba melibatkan siswa berkebutuhan khusus (tunagrahita ringan dan tuna rungu) di sekolah inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kelayakan (ahli media, materi, dan bahasa), lembar observasi keterlaksanaan, serta tes pemahaman konsep (pretest-posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis AR dinyatakan sangat layak (skor rata-rata ahli 88,5%) dan sangat praktis (skor respons guru dan siswa 85,7%). Hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep sains siswa, dengan nilai N-gain rata-rata 0,72 (kategori tinggi). Simpulan penelitian ini adalah bahwa pengembangan e-modul interaktif berbasis AR efektif digunakan sebagai media pembelajaran sains yang mampu mengakomodasi kebutuhan visual, auditori, dan kinestetik siswa berkebutuhan khusus, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep secara bermakna.
Ketimpangan Akses Pembelajaran Digital: Studi Kasus Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Pasca Pandemi Ahmad Faisal; Hesti Puji Lestari
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i2.308

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memaksa transformasi sistem pendidikan secara masif ke dalam platform digital. Namun, transisi ini memperdalam kesenjangan yang sudah ada, khususnya bagi wilayah-wilayah yang secara geografis dan infrastruktur tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan akses terhadap pembelajaran digital di Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) pasca pandemi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada tiga desa di perbatasan Indonesia, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan siswa, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca pandemi, ketimpangan akses tidak hanya berhenti pada ketersediaan perangkat (smartphone) dan paket data, tetapi juga pada stabilitas jaringan internet, ketersediaan listrik yang tidak merata, serta rendahnya literasi digital orang tua dan pendidik. Temuan lain mengungkapkan bahwa kebijakan "normal baru" justru meninggalkan daerah 3T dalam kesiapan infrastruktur, sehingga siswa di wilayah ini mengalami learning loss yang lebih signifikan dibandingkan daerah perkotaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan digital bersifat struktural dan memerlukan intervensi kebijakan yang spesifik, seperti optimalisasi pembelajaran hibrida berbasis komunitas dan investasi infrastruktur telekomunikasi yang inklusif. Rekomendasi diberikan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk tidak hanya berfokus pada platform digital, tetapi juga pada adaptasi kurikulum berbasis kearifan lokal dan ketersediaan sumber belajar offline.