cover
Contact Name
-
Contact Email
adhimaadhamatika67@gmail.com
Phone
+6282267346262
Journal Mail Official
jtpt@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip PO BOX 164, Krajan Timur, Sumbersari, Kec. Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pertanian Terapan
ISSN : 30256925     EISSN : 30256925     DOI : https://doi.org/10.25047/
About the journal Jurnal Teknik Pertanian Terapan (JTPT) is published by Politeknik Negeri Jember & managed by Engineering of Agriculture, Department of Agriculture Technology. JTPT a scientific journal, double-blind peer-reviewed and open-access journal. This journal is published twi times a year, namely in every August and February. JTPT is an academic journal organized which focus and scope : Engineering properties of foods, food physics and physical chemistry; processing, measurement, control, packaging, storage and distribution; engineering aspects of the design and production of novel foods and of food service and catering; design and operation of food processes, plant and equipment; economics of food engineering, including the economics of alternative processes. The scope of this journal includes, but is not limited to, the following topics: - Agricultural Power and Machinery Systems - Bioprocess Technology - Renewable Energy - Information Technology, Automatic Control Systems, and Sensors in Agriculture - Natural Resources and Environmental Management - Post-Harvest Technology and Agro-Industrial Product Processing - Development of Engineering Technology for Agricultural Product Processing - Agricultural Industry Management
Articles 26 Documents
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN RANGKAIAN SISTEM KONTROL MONITORING TDS DAN PH NUTRISI HIDROPONIK DENGAN SISTEM DUTCH BUCKET BERBASIS TELEGRAM Anang Supriadi Saleh; Akram Sanjaya; Bayu Dwi Suseno
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v1i2.4751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menguji alat kontrol monitoring TDS dan pH pada nutrisi hidroponik sistem dutch bucket berbasis Telegram. Metode penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain pembuatan rangkaian, Setelah selesai dalam pembuatan rangkaian perangkat keras dilanjutkan pengkodean sistem dengan pembuatan program dengan bahasa pemrograman C++ menggunakan software Arduino IDE yang akan diupload pada mikrokontroler NodeMCU ESP32, penyiapan software Fitzing, aplikasi Telegram, dan pengujian fungsional. Pengujian dilakukan pada instalasi dutch bucket yang sedang ada tanaman tomat cherry yang di tanam. Perlakuan pada pengujian ini adalah waktu yang terdiri dari pengukuran secara konvensional dan pengukuran dengan sistem kontrol monitoring untuk menghitung keefektifan PH dan ppm pada nutrisi yang dilakukan setiap 4 jam sekali. Hasil alat bekerja dengan baik, pada pengujian kalibrasi sensor TDS pada sistem kontrol dengan TDS meter tipe 9908 didapat rata-rata penyimpangan sebesar 3.84% dari 3 pengulangan menggunakan larutan yang memiliki nilai ppm berbeda, hasil pengujian kalibrasi sensor pH 4502C pada sistem kontrol dengan pH meter manual didapat rata-rata penyimpangan sebesar 1.34%, menandakan bahwa hasil pengukuran dari sensor pH sudah mendekati hasil dari pengukuran pH meter yang dijadikan standar seperti yang diharapkan.
Efektivitas Perlakuan Ozon dan Suhu Penyimpanan dalam Mempertahankan Kualitas Tomat: The Effectiveness of Ozone Treatment and Storage Temperature in Maintaining Tomato Quality Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si; Nazmi Muhammad
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i1.5067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pernggunaan ozon dan suhu penyimpanan dalam mempertahankan kualitas warna dan tekstur tomat. Uji warna menggunakan aplikasi Smartphone yang diunduh dari Play Store bernama Identifikasi Warna (versi 46.1). Uji Tekstur menggunakan Digital Force Gauge (model AMF-500). Metode penelitian menggunakan RAL dua faktor, yaitu lama pengozonan dan suhu penyimpanan dengan tiga pengulangan. Perlakuan pengozonan berupa lama pengozonan yaitu 0 (tanpa pengozonan), 5, 10 dan 15 menit pengozonan. Tempat penyimpanannya ialah suhu dingin (4o-8o C) dan suhu ruang (±28o C). Pengamatan dilakukan dua hari sekali, meliputi ketika penelitian dimulai (hari ke-0), 2, 4, 6, 8 dan hari ke-10. Variabel yang diamati adalah perubahan warna dan tekstur tomat. Analisa data menggunakan Repeated Measurement ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Pengujian lanjutan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Proses analisis data menggunakan software SPSS statistics 21.0. Hasil penelitian uji warna (RGB) menunjukkan bahwa tomat dengan perlakuan pengozonan yang berwarna redness memberikan pengaruh yang nyata. Sedangkan suhu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap tesktur.
Uji Kinerja Fermenting Machine Pada Proses Oksidasi Enzimatis Teh Hitam Ctc (Crushing, Tearing, Curling): Performance Test of a Fermenting Machine in Tea Enzymatic Oxidation Process of CTC Black Tea (Crushing, Tearing, Curling) Dimas Triardianto; Nanda Pratama
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i1.5301

Abstract

Proses oksidasi enzimatis adalah salah satu proses kunci dalam pengolahan teh yang menentukan warna, rasa, dan aroma teh. Proses ini dimulai pada tahap penggulungan dan melibatkan oksidasi senyawa polifenol oleh protein polifenol oksidase, dengan suhu ideal 26,7°C dan kelembapan di atas 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan warna partikel bubuk teh sebelum dan setelah oksidasi enzimatis menggunakan mesin fermentasi, serta menilai kapasitas kerja mesin, kecepatan belt conveyor, dan konsumsi energi listrik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada mesin dan perhitungan dari parameter yang dicari. Hasil uji menunjukkan bahwa sebelum proses oksidasi, partikel bubuk teh berwarna hijau dengan nilai RGB redness 68, greenness 77, dan blueness 15. Setelah oksidasi, warna bubuk teh berubah menjadi cokelat dengan nilai RGB redness 100, greenness 61, dan blueness 32. Mesin fermentasi memiliki kapasitas rata-rata 741,35 kg/jam, kecepatan belt conveyor 0,98 m/s, dan konsumsi energi rata-rata 216.039.312 J.
Rancang Bangun dan Implementasi Alat Monitoring Suhu dan Kelembaban Otomatis Berbasis Blynk IoT pada Hidroponik Indoor untuk Persemaian Tanaman Selada: Design and Implementation of Automatic Temperature and Humidity Monitoring Device based on Blynk IoT for Lettuce Seedbed in Indoor Hydroponics Elok Kurnia Novita Sari Elok; Ahmad Taufik Hendrawan; Wulan Dwiyana
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i1.5312

Abstract

Selada adalah salah satu sayuran daun yang populer di kalangan masyarakat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran akan nilai gizi serta manfaat kesehatan, permintaan terhadap selada juga semakin meningkat. Budidaya tanaman secara hidroponik tak lepas dari proses kegiatan penyemaian benih. Proses penyemaian merupakan proses yang kompleks karena memperhatikan beberapa aspek penting seperti suhu, dan kelembaban lingkungan. Pengontrolan tersebut dapat menyulitkan petani jika dilakukan secara manual, apalagi jika musim penghujan datang yang dapat mempengaruhi keempat aspek tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut dibuatlah alat monitoring dan kontrol otomatis suhu dan kelembaban lingkungan persemaian selada dalam hidroponik indoor berbasis Blynk IoT menggunakan mikrokontroller Esp32. Alat yang dibuat ini akan melakukan pengontrolan otomatis pada suhu dan kelembaban lingkungan hidroponik indoor serta kontrol otomatis penyinaran pada tanaman. Berdasarkan hasil dari pengujian alat ini menunjukkan pertumbuhan persemaian pada tanaman selada secara sistem monitoring menunjukkan rata-rata ketinggian tanaman sebesar 1,04 cm, lebar daun sebesar 1,3 cm lebih unggul di bandingkan dengan persemaian secara outdoor. Hasil dari pengujian otomatisasi sesuai dengan program yang telah dibuat dan berjalan dengan cukup baik.
Uji Kinerja Mesin Trinick Pada Proses Sortasi Teh Hitam Ctc (Crushing, Tearing, Curling): Performance Testing of the Trinick Machine in the Black Tea CTC (Crushing, Tearing, Curling) Sorting Process Dimas Triardianto; Giananda Saktika Kusuma Raga
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i1.5347

Abstract

Sortasi teh adalah langkah krusial dalam produksi teh hitam CTC (Crushing, Tearing, Curling), yang bertujuan untuk menghilangkan partikel non-teh seperti tangkai, serat, pasir, dan benda asing serta untuk menyamakan ukuran dan bentuk partikel. Mesin trinick, yang digunakan dalam proses sortasi ini, memainkan peran penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas produk akhir. Penelitian ini mengevaluasi kinerja mesin trinick, khususnya model Trinick 1 dan Trinick 2, yang masing-masing memiliki enam ayakan dengan ukuran mesh 50, 30, 24, 18, 16, dan 14 untuk Trinick 1, dan 30, 24, 20, 16, 12, dan 10 untuk Trinick 2. Penelitian ini menilai kapasitas mesin, konsumsi energi, kadar air, dan rendemen, dengan fokus pada empat mutu yaitu BP (Broken Pekoe), PF (Peko Fanning), PD (Peko Dust), dan D1 (Dust 1). Hasil menunjukkan bahwa Trinick 1 memiliki kapasitas rata-rata 561 kg/jam, konsumsi energi 4646 kJ, kadar air 4,8%, dan rendemen 91,60%. Sementara itu, Trinick 2 menunjukkan kapasitas rata-rata 528 kg/jam, konsumsi energi 4516 kJ, kadar air 5,2%, dan rendemen 89%.
Karakteristik Fisik dan Sensoris Meses Berbahan Dasar Mocaf dan Tepung Daun Kelor: Physical and Sensory Characteristics of Meses Made from Mocaf and Moringa Leaf Flour Rhofidatul Fitriyana; Irene Ratri Andia Sasmita; Yani Subaktilah; Mulia Winirsya Apriliyanti; Agus Santoso
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i1.5385

Abstract

Daun kelor adalah merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan zat besi lebih tinggi dibandingkan sayuran lain. Salah satu alternatif pengolahan daun kelor yaitu dengan menjadikan daun kelor sebagai tepung. Ubi kayu atau singkong merupakan sumber karbohidrat yang memiliki kadar protein yang rendah. Bentuk upaya untuk pengembangan singkong yaitu modifikasi dengan proses fermentasi menggunakan mikroba BAL (Bakteri Asam Laktat) menjadi mocaf. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari perbandingan konsentrasi mocaf dan tepung daun kelor terhadap karakteristik fisik dan sensoris meses berbahan dasar mocaf dan tepung daun kelor. Pada penelitian ini juga mencari proporsi penentuan perlakuan terbaik. Menggunakan rancangan penelitian jenis RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yaitu perbandingan konsentrasi mocaf dan tepung daun kelor yang terdiri dari 6 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan konsentrasi mocaf dan tepung daun kelor berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik yang meliputi parameter kekerasan dan daya patah. Hasil penelitian juga menunjukkan berpengaruh nyata terhadap karakteristik sensoris meliputi parameter warna, aroma, rasa, tekstur, serta aftertaste. Hasil penelitian menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik pada parameter densitas kamba. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo menunjukkan rangking tertinggi pada P1 dengan skor 0.71 dan menunjukkan rangking terendah pada perlakuan P6 dengan skor 0,21
Analisis Distribusi Suhu Pada Sistem Rumah Tanaman Dan Aeroponik Dengan Variasi Waktu Pengkabutan Menggunakan Simulasi Computational Fluid Dynamics (Cfd): Evaluation of Temperature Distribution in Greenhouses and Aeroponic Systems with Modifications in Mist Period Making use of Computational Fluid Dynamics (CFD) Simulation Arjuno Kusuma Satyo Satmoko; Eni Sumarni; Susanto Budi Sulistyo
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i2.5850

Abstract

Produksi benih kentang di dataran rendah menghadapi kendala suhu tinggi yang menghambat pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim mikro rumah tanaman serta distribusi suhu dan kelembaban pada dataran rendah dalam produksi benih kentang menggunakan sistem pengkabutan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan waktu pengkabutan yaitu: (1) 10 menit hidup, 5 menit padam dan (2) 5 menit hidup, 10 menit padam. Parameter iklim mikro rumah tanaman dan box aeroponik diukur serta disimulasikan menggunakan perangkat lunak CFDSOF. Hasil penelitian menunjukkan rumah tanaman memiliki suhu rata-rata 29,7°C dengan kelembaban 71,7%. Perlakuan pengkabutan dapat menurunkan suhu udara 1-4°C dan meningkatkan kelembaban hingga 5% di seluruh box aeroponik. Sistem pengkabutan dengan waktu 10 menit hidup dan 5 menit padam menunjukkan kinerja lebih baik dalam distribusi kelembaban dibandingkan perlakuan 5 menit hidup dan 10 menit padam. Validasi perhitungan CFD menunjukkan rata-rata error sebesar 6,49%.
Perbandingan Antimikroba Nisin Dan Bakteriofag Dan Aplikasinya Untuk Active Packaging Di Bidang Pangan: Comparison Antimicrobial Nisin and Bacteriophage and Their Applications as Active Packaging in the Food Industry Rasmiyana Rasmiyana; Angga Prasetyo
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i2.5892

Abstract

Active packaging menggunakan antimikroba alami seperti nisin dan bakteriofag mampu menjaga kualitas dan keamanan pangan. Nisin dan bakteriofag memiliki mekanisme yang berbeda dalam menghambat bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Nisin mampu menghasilkan pori-pori pada membran sel bakteri, sedangkan bakteriofag menggunakan endolisin untuk mendegradasi dinding sel bakteri. Pengaplikasian nisin sebagai active packaging membutuhkan penerapan nanoteknologi seperti enkapsulasi dan casting untuk menjaga keefektivitasannya. Sementara, bakteriofag perlu dikombinasikan dengan biopolimer untuk menjaga stabilitas dan efikasi antimikrobanya. Kedua antimikroba alami tersebut masih berpeluang untuk dikembangkan sehingga mampu memberikan solusi alami dalam industri pangan untuk mencegah kerusakan mikrobiologis.
Penerapan Teknologi Non-Termal untuk Meningkatkan Keamanan dan Umur Simpan Produk Susu: Tinjauan PEF, Cold Plasma, Ultrasound, dan UV-C: Application of Non-Thermal Technologies to Improve the Safety and Shelf Life of Dairy Products: A Review of PEF, Cold Plasma, Ultrasound, and UV-C Nundiah Zuhrohfi Immaroh
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i2.5894

Abstract

Produk susu merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai gizi tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kontaminasi mikroba dan degradasi kualitas selama penyimpanan. Teknologi pengolahan konvensional seperti pasteurisasi dan sterilisasi telah lama digunakan untuk meningkatkan keamanan dan umur simpan produk susu, tetapi metode ini sering menyebabkan perubahan pada karakteristik sensoris serta degradasi nutrisi. Sebagai alternatif, teknologi non-termal seperti Pulsed Electric Field (PEF), Cold Plasma, Ultrasound, dan Ultraviolet-C (UV-C) telah dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang mengeksplorasi efektivitas penerapan teknologi non-termal dalam meningkatkan keamanan dan stabilitas produk susu, termasuk susu segar, yoghurt, kefir, dan susu nabati. Hasil kajian menunjukkan bahwa PEF mampu menginaktivasi mikroorganisme patogen dan enzim pembusuk melalui mekanisme elektroporasi, tanpa menyebabkan perubahan signifikan pada komponen nutrisi susu. Cold Plasma menawarkan keunggulan dalam dekontaminasi mikroba dengan memanfaatkan plasma reaktif, yang efektif membunuh patogen tanpa merusak komponen susu. Sementara itu, teknologi Ultrasound dapat meningkatkan homogenitas, memperbaiki stabilitas emulsi, dan mengurangi jumlah mikroorganisme dengan efek kavitasi. UV-C, sebagai metode berbasis radiasi, terbukti mampu menghambat pertumbuhan mikroba dan menurunkan aktivitas enzim perusak tanpa memerlukan bahan tambahan kimia. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan efektivitas teknologi non-termal dalam menjaga kualitas susu, tantangan dalam penerapan skala industri masih menjadi perhatian, terutama terkait efisiensi energi, biaya operasional, dan kompatibilitas dengan sistem produksi yang sudah ada. Oleh karena itu, kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan kombinasi teknologi non-termal guna memperoleh hasil yang lebih maksimal dalam peningkatan keamanan dan umur simpan produk susu.
UJI KINERJA MESIN PENGERING TIPE VIBRO FLUID BED DRYER UNTUK PENGERINGAN TEH HITAM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING) : Performance Evaluation of the Vibro Fluid Bed Dryer for CTC (Crushing, Tearing, Curling) Black Tea Drying Dimas Triardianto; Aldy Ramadhan Putra; Casilda Aulia Rakhmadina
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i2.5933

Abstract

Pengeringan merupakan proses penting dalam pengolahan teh yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan air pada bahan dengan menggunakan energi panas. Dalam penelitian ini, proses pengeringan bubuk teh basah dilakukan menggunakan mesin Vibro Fluid Bed Dryer (VFBD). Metode penelitian meliputi pengamatan langsung dan pengukuran parameter uji pada mesin untuk mengevaluasi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kerja mesin VFBD, laju pengeringan pada pengolahan teh hitam CTC, konsumsi energi yang diperlukan, serta efisiensi pengeringannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas kerja mesin VFBD adalah 258,17 kg/jam, dengan rata-rata laju pengeringan sebesar 472,84 kgH₂O/jam. Konsumsi energi rata-rata yang dibutuhkan adalah 6.594.044,58 J/kg, sedangkan efisiensi pengeringannya mencapai rata-rata 25,14%.

Page 2 of 3 | Total Record : 26