cover
Contact Name
Asty Raisha Agma
Contact Email
astyraishaagma@gmail.com
Phone
+6282394495089
Journal Mail Official
samudrailmuindonesia01@gmail.com
Editorial Address
Alamat : Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JMB
ISSN : 31106862     EISSN : -     DOI : -
Jurnal manajemen bisnis merupakan kumpulan artikel ilmiah yang berfokus pada studi tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam aktivitas bisnis dan organisasi. Artikel-artikel di dalamnya biasanya bersifat empiris, sistematis, dan berbasis teori yang sudah diakui secara akademik.
Articles 44 Documents
Pengaruh Pelatihan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Victory Offset Prima Hernawati; Ahmad Ghoni
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 4 (2026): Juli-September
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory Offset Prima, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden, sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial, ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,617, nilai t hitung sebesar 7,010, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial, ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,314, nilai t hitung sebesar 3,566, dan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05). Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa pelatihan dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan oleh persamaan regresi linier berganda Y = 1,458 + 0,617X₁ + 0,314X₂, nilai F hitung sebesar 68,458, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,699, yang berarti pelatihan dan kepuasan kerja mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 69,9%, sedangkan sisanya sebesar 30,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory Offset Prima, baik secara parsial maupun simultan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Persepsi Harga terhadap Kepuasan Konsumen Grosir 62 Darunnajah Dahlan; Mastur; Mu’adz
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 4 (2026): Juli-September
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen di Grosir 62 Darunnajah, unit usaha ritel yang dikelola oleh Pondok Pesantren Darunnajah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kausalitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–4 yang disebarkan kepada 96 konsumen Grosir 62 Darunnajah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan persepsi harga masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,742 menunjukkan bahwa 74,2% variasi kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 25,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Berdasarkan nilai koefisien regresi (standardized beta), kualitas pelayanan terbukti menjadi prediktor yang lebih dominan dibandingkan persepsi harga, dengan nilai beta sebesar 0,590 berbanding 0,323. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengelola Grosir 62 Darunnajah perlu memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kebijakan harga yang kompetitif dan transparan, sebagai upaya untuk mendukung kepuasan dan loyalitas konsumen secara berkelanjutan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Penggunaan Cashless Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Usaha Koperasi Darunnajah Budi Sanjaya; Yusnina Hilyawati; Muadz
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 4 (2026): Juli-September
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan penggunaan cashless terhadap kepuasan pelanggan pada Usaha Koperasi Darunnajah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden berjumlah 99 santri laki-laki kelas III MTs Pondok Pesantren Darunnajah yang pernah bertransaksi di koperasi dan menggunakan sistem pembayaran cashless. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Kualitas pelayanan diukur melalui indikator reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Sementara itu, penggunaan cashless diukur melalui kemudahan penggunaan, kecepatan, keamanan, kenyamanan, dan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (β = 0,310; t = 3,270; p = 0,001 < 0,05). Penggunaan cashless juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (β = 0,322; t = 3,883; p = 0,000 < 0,05). Secara simultan, kualitas pelayanan dan penggunaan cashless berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (F = 34,752; p = 0,000 < 0,05). Nilai R² sebesar 0,420 menunjukkan bahwa 42,0% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan 58,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Persepsi Gender Sebagai Variabel Mediasi Neng Eni Nur Aeni; Evi Sofiati
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 4 (2026): Juli-September
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fast fashion di Kota Bandung menghadapi persaingan yang semakin kompetitif sehingga perusahaan perlu memahami faktor yang membentuk keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian dengan persepsi gender sebagai variabel mediasi pada konsumen UNIQLO Heritage Factory Outlet Bandung. Responden penelitian didominasi perempuan, kelompok usia dewasa muda, berdomisili di Kota Bandung, dan bekerja sebagai karyawan swasta. Persepsi gender dalam penelitian ini tidak dimaknai sebagai jenis kelamin biologis, melainkan sebagai persepsi konsumen mengenai peran sosial, harapan masyarakat, identitas gender, penerimaan, serta pengaruhnya terhadap perilaku dan keputusan pembelian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis jalur, serta uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, persepsi gender, dan keputusan pembelian berada pada kategori baik. Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan persepsi gender, sedangkan persepsi gender berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Persepsi gender juga terbukti memediasi secara parsial hubungan antara kualitas produk dan keputusan pembelian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk tetap menjadi pertimbangan utama konsumen, sementara persepsi gender yang positif dan inklusif menjadi jalur tambahan yang dapat memperkuat keputusan pembelian.