cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
+62 813-1023-6923
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232.
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
Fokus JIPHO mempublikasikan hasil penelitian original dan artikel tentang peternakan tropis seperti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, kelinci, kuda, ayam, itik, angsa, puyuh, dan aneka ternak lainnya. Ruang lingkup Ruang lingkup JIPHO meliputi pemuliaan dan genetika, reproduksi, fisiologi, nutrisi, teknologi pakan, hijauan pakan, produksi ternak, bioteknologi, tingkah laku, kesehatan, sistem peternakan, sosial ekonomi, kebijakan, dan teknologi hasil ternak.
Articles 312 Documents
Efek Level Penggunaan Urea Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Jerami Padi Amoniasi. Komang Redi Yoga Tama; Natsir Sandiah; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek level penggunaan urea terhadap kualitas fisik dan organoleptik jerami padi amoniasi dan telah dilaksanakan dari Februari 2019 sampai Maret 2019, bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi Teknologi Pakan Unit Teknologi dan Industri Pengolahan Pakan dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Teknologi Pakan Unit Analisis Pakan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 4 ulangan, yaitu P0 = 4000 gr. Jerami Padi + 0% urea + diperam selama 30 hari; P1 = 4000 gr. Jerami Padi + 2% urea + 50% air + diperam selama 30 hari; P2 = 4000 gr. Jerami Padi + 4% urea + 50% air + diperam selama 30 hari; P3= 4000 gr. Jerami Padi + 6% urea + 50% air + diperam selama 30 hari. Variabel yang diamati adalah berat jenis dan sudut tumpukan (sifat fisik) serta warna, aroma, dan tekstur (organoleptik). Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan 2%, 4% dan 6% urea pada amoniasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat jenis dan sudut tumpukan. Rataan berat jenis (0,69±0,04, 0,61±0,07 dan 0,67±0,05), rataan sudut tumpukan (50,95±3,70, 52,71±1,84 dan 52,92±5,94). Variabel organoleptik menunjukkan bahwa amoniasi jerami padi memiliki warna coklat muda pada perlakuan 4% dan 6% serta kuning pada perlakuan 2 %, beraroma amoniak dan bertekstur halus
Karakteristik dan Potensi Pengembangan Kawasan Sentra Peternakan Rakyat (Spr) Berdasarkan Fasilitas Fisik dan Non Fisik di Kabupaten Konawe Awang Rosyadi; Rahman Rahman; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 3 (2021): JIPHO (JURNAL ILMIAH PETERNAKAN HALU OLEO)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i3.19679

Abstract

Potensi Pengembangan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) dapat diketahui berdasarkanketersediaan fasilitas fisik dan non fisik. Tujuan dari penelitian ini menganalisis karakteristik danpotensi kawasan SPR berdasarkan fasilitas fisik dan non fisik di Kabupaten Konawe. LokasiPenelitian adalah daerah Kabupaten Konawe yaitu Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Wawotobi,Kecamatan Lambuya dan Kecamatan Puriala. Aspek yang diteliti adalah ketersediaan fasilitas fisikdan non fisik yang mendukung pengembangan SPR. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptifuntuk menggambarkan karakteristik dan potensi SPRS dari segi ketersediaan fasilitas fisik dan nonfisik di Kabupaten Konawe. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas fisik yang tersedia yaituAreal penggembalaan (Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Wawotobi, Kecamatan Lambuya,Kecamatan Puriala), kebun hijauan makanan ternak (Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Wawotobi,Kecamatan Lambuya, dan Kecamatan Puriala), pabrik/gudang pakan (Kecamatan Amonggedo,Kecamatan Lambuya, dan Kecamatan Puriala) Puskeswan (Kecamatan Amonggedo dan Puriala) PosIB (Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Wawotobi, Kecamatan Lambuya, Kecamatan Puriala) danfasilitas non fisik yang tersedia yaitu lembaga kemitraan (Kecamatan Wawotobi), dan lembagakeuangan (Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Wawotobi, dan Kecamatan Puriala). Kesimpulanpada penelitian ini yaitu pada Kabupaten Konawe memiliki karakteristik fasilitas fisik dan non fisikyang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi SPR.
Kualitas Fisik Abon Itik dari Strain Berbeda Putri Melani Joni; Harapin Hafid; Fitrianingsih Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 3 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i3.39112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh daging itik dari strain yang berbeda terhadap kualitas fisik abon daging itik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah itik tegal (P1), itik alabio (P2), itik entog (P3) dan itik peking (P4). Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kualitas fisik yaitu pH, susut masak dan rendemen. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan perlakuan yang berpengaruh nyata terhadap variabel yang diukur diuji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon itik dari strain yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pada variabel pH dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap susut masak dan rendemen abon daging itik. Diantara empat strain itik yang sangat bagus digunakan dalam pembuatan abon yaitu pada perlakuan 4 (Itik Peking). Kata Kunci: Daging itik, abon, pH, susut masak, rendemen
Pengaruh Pemberian Asam Sitrat Terhadap Performa Burung Puyuh (Cortunix Cortunix Japonica) Fase Grower L.d. Agung Suharto; Hamdan Has; La Ode Nafiu
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 3 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i3.16885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam sitratterhadap performa burung puyuh (Cortunix cortunix japonica) fase grower. Puyuh yangdigunakan sebanyak 100 ekor betina berumur 14 hari dengan berat rata-rata 50 gram.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuan terdiri atas : P0 ( Kontrol), P1 (Kontrol + 0,3% asam sitrat), P2 (Kontrol + 0,6%asam sitrat), P3 (Kontrol + 0,9% asam sitrat). Variabel yang diamati yaitu komsumsiransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian asam sitrat hingga taraf 0,9% dalam ransum tidak berpengaruh nyata(P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransumburung puyuh (Cortunix cortunix japonica) fase grower. Kesimpulannya bahwapenambahan asam sitrat hingga level 0,9% belum memberikan manfaat terhadap performaburung puyuh (Cortunix cortunix japonica) fase grower.
Pengaruh Subtitusi Daging Ikan Lele Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir St Nur Anggraeni; Muh Amrullah Pagala; Harapin Hafid
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.43432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh subtitusi ikan lele terhadap kualitas fisik dan sensori bakso ayam petelur afkir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut, (P0) 100% daging ayam petelur afkir, (P1) 80% daging ayam petelur afkir: 20% ikan lele, (P2) 70% daging ayam petelur afkir: 30% ikan lele, (P3) 60% daging ayam petelur afkir: 40% ikan lele, (P4) 50% daging ayam petelur afkir: 50% ikan lele. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah Uji Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Terhadap semua peubah baik warna, bentuk, aroma, tekstur, cita rasa dan penerimaan umum terhadap bakso, aroma, keempukan, rasa, tekstur dan warna bakso. Kata Kunci: Daging Ayam afkir, Ikan Lele, Bakso, Kualitas Organoleptik.
Penampilan Produksi Ayam Broiler yang Diberi Gula Aren pada Air Minum. La Ode Sahidin; La Malesi; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 4 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i4.16932

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penampilan produksi ayam broiler yangdiberi gula aren pada air minum. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari mulai dari bulanJanuari sampai Februari 2019 yang bertempat di Herman Farm, Jalan Lepo-lepo Indah,Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Rancanganpenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL),dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0 = Air minum tanpa perlakuan, P1 2% = 20 gram gulaaren + 980 gram air, P2 4% = 40 gram gula aren + 960 gram air, P3 6% = 60 gram gula aren +940 gram air. Variabel dalam penelitian yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dankonversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ragam (ANOVA) Jika perlakuanmenunjukan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji (Duncan). Rataan konsumsi pakanayam broiler umur 35 hari adalah berada pada kisaran (P2) 137.74 ± 6.49 g/ekor/hari. (P0)148.82 ± 3.02 Rataan pertambahan bobot badan berada pada kisaran (P2) 75.45 ± 3.42g/ekor/hari - (P1) 78.89 ± 1.79. Rataan konversi pakan berada pada kisaran (P3) 1.76 ± 0.03 -(P0) 1.90 ± 0.13. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian gula aren pada air minumberpengaruh nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05)terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan.
Evaluasi Kualitas Nutrien Hidroponic Green Fodder Jagung Kuning (Zea mays L.) sebagai Pakan Ternak Ruminansia pada Umur Panen yang Berbeda Iska Fariska; Ali Bain; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 2 (2022): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i2.25071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrien tanaman hidroponik green fodder jagung kuning pada umur panen yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 pengulangan. Sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P1 = Umur panen 8 hari, P2 = Umur panen 10 hari, P3 = Umur panen 12 hari, P4 = Umur panen 14 hari. Parameter yang diukur yaitu kadar bahan kering (BK), kadar bahan organik (BO), kadar protein kasar (PK) dan kadar serat kasar (SK). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidroponik green fodder jagung kuning dengan umur panen yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar green fodder jagung kuning. Pemanenan yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 yaitu pada umur panen 8 hari mampu menghasilkan kandungan protein kasar 17 %. Umur panen yang paling lama (14 hari) menghasilkan kadar bahan kering, bahan organik dan protein kasar yang paling rendah dan kadar serat kasar yang paling tinggi.
Analisis Potensi Pengembangan Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat Musdalifa Musdalifa; Hairil A Hadini; Natsir Sandiah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 1 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i1.16902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan dan potensi pengembangan ternak sapi potong di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Penelitian dilaksanakan padabulan Desember 2017 sampai Januari 2018. Penentuaan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh 62 responden. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah karakteristik peternak, potensi sumber daya alam, dan populasi ternak ruminansia. Data dianalisis menggunakan rumus location quotient (LQ) serta rumus growth share. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan sapi potong di Kecamatan Lawa dilakukan secara semi intensif. Sektor peternakan di Kecamatan Lawa mempunyai nilai LQ sebesar 1,05 (LQ>1), nilai growth sebesar 4,42 (+) dan nilai share sebesar 8,45 (+). Sektor peternakan di Kecamatan Lawa merupakan sektor basis yang dapat memenuhi kebutuhan daerahnya
Produktivitas Sorgum BMR (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Tanah Top Soil Lokasi Tambang Nikel dengan Level Pemberian Urea Berbeda Dewi Mustiqa Umstitian; Natsir Sandiah; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 4 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i4.28709

Abstract

Abstrak: Sorgum dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan unsur hara untuk membantu pertumbuhan tanaman. Kebanyakan tanah kekurangan unsur nitrogen, maka dibutuhkan unsur hara dari luar seperti pupuk urea untuk mendapatkan produksi dan kualitas sorgum sebagai tanaman pakan. Sorgum dapat menjadi jenis tanaman hijauan pakan ternak yang dapat dikembangkan di lahan pasca tambang nikel yang memiliki kualitas lahan yang sub optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan kualitas sorgum pada tanah top soil lokasi tambang nikel dengan level pemberian urea yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P1 = 150 kg urea/ha, P2 = 200 kg urea/ha, P3=250 kg urea/ha, P4 = 300 kg urea/ha, P5 = 350 kg urea/ha. Parameter yang diamati adalah produksi bahan kering, rasio batang daun, brix batang, kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar dan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk urea dengan level berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering, rasio batang daun, brix batang, kandungan bahan kering, protein kasar, dan serat kasar tetapi berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap kandungan bahan organik. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pemberian pupuk urea hingga dosis 350 kg/ha tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap produksi bahan kering, rasio daun batang, dan brix batang tanaman sorgum yang ditanam pada tanah top soil lokasi tambang nikel.Kata Kunci: Pupuk Urea, Sorgum BMR, Top soil, Tambang nikel
Fertilitas, Daya Hidup Embrio, Daya Tetas dan Bobot Tetas Telur Ayam Kampung yang di Berikan Tepung Biji Labu Kuning Nur Asma; Takdir Saili; Rusli Badaruddin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 2 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i2.18038

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung biji labukuning (Cucurbita moschat) terhadap fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas telurayam kampung. Materi penelitian terdiri atas 4 ekor ayam kampung jantan dengan rataan berat 1,7kg dan 16 ekor ayam kampung betina fase layer dengan rataan berat 1,6 kg. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan terdiriatas pakan basal tanpa penambahan tepung biji labu kuning sebagai kontrol (P0), pakanbasal+0,05% tepung biji labu kuning (P1), pakan basal+0,1% tepung biji labu kuning (P2), danpakan basal+0,2% tepung biji labu kuning (P3). Variabel yang dievaluasi meliputi fertilitas, dayahidup embrio, daya tetas, dan bobot tetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan fertilitas,daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas telur ayam pada penelitian ini adalah masingmasing74,11%, 90,04%, 58,99% dan 29,95g. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwaperlakuan tepung biji labu kuning berpengaruh nyata terhadap daya hidup embrio dan bobot tetasayam kampung pada penelitian ini, tetapi tidak berpengaruh terhadap fertilitas dan daya tetas telurayam kampung. Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah pemberian tepung biji labu kuningsampai taraf 0,2% dapat meningkatkan persentase daya hidup embrio dan bobot tetas telur ayamkampung pada penelitian ini.