cover
Contact Name
Findi Citra Kusumasari
Contact Email
findi.citra@polije.ac.id
Phone
+6281515128562
Journal Mail Official
jofit@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip PO BOX 164, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Food Industrial Technology
ISSN : -     EISSN : 30324963     DOI : https://doi.org/10.25047/
The journal publishes original research and reviews papers on any subject at the interface between food industrial technology, particularly those of relevance to industry, including: Functional Food, Food Sensory, Food Nutrition, Food Security and Safety, Food Processing and Engineering, Food Microbiology, Agroindustrial Biotechnology, Agroindustrial Management and Systems, Waste Management and Technology, Sustainable and Smart Agroindustry, Food Packaging Technology
Articles 30 Documents
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Dan Sagu Terhadap Sifat Fisikokimia, Organoleptik Brownies Cookies Muhammad Ardiyansyah; Hazhyia Alifa Qoshdina; Yossi Wibisono; Wahyu Suryaningsih; Agung Wahyono
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4598

Abstract

Pada umumnya brownies terbuat dari tepung terigu. Penggunaan tepung terigu semakin meningkat di Indonesia. Namun tidak semua masyarakat dapat mengkonsumsi gluten, seperti penyandang penyakit autis dan intolerant gluten. Untuk meminimalisir penggunaan tepung terigu, dapat menggantikan tepung terigu dengan tepung yang terbuat dari umbi yang tumbuh di Indonesia seperti tepung talas dan tepung sagu. Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh perbandingan penggunaan tepung talas dan tepung sagu pada karakteristik fisik, kimia, dan sifat organoleptik paling disukai panelis agak terlatih dalam pembuatan brownies cookies. Hasil obsevasi analisis sidik ragam terhadap perbandingan tepung talas dan tepung sagu pada pembuatan brownies cookies memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik dan kimia yaitu tekstur, kadar air, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar protein dan kadar lemak. Perlakuan terbaik dari variasi penggunaan tepung talas dan sagu adalah 80:20 dari hasil tes hedonik atau penerimaan panelis agak terlatih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa formulasi tepung sagu dan talas dengan variasi perbandingan 20:80 dapat memberikan prospektif baru dalam pembuatan brownies cookies yang bebas gluten
Identifikasi Komponen Minyak Atsiri Jeruk Lemon Varietas Montaji Agrihorti Dengan Destilasi Metode Air (Water Distillation) Budi Hariono; Mokhamad Fatoni Kurnianto
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4606

Abstract

Buah jeruk lemon varietas Montaji Agrihorti merupakan varietas baru yang dikeluarkan oleh Balitjesto pada Tahun 2018. Potensi kulit jeruk Montaji Agrihorti dalam 1 Ha sebesar 5 ton atau limbah kulit jeruk sebesar 2,5 ton. Bila dalam 1 ton buah lemon dengan penyulingan diperoleh 14 lb minyak atsiri, maka terdapat potensi menghasilkan 70 lb atau 31,5 kg minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi komponen utama minyak jeruk lemon dengan distilasi sistem water distillation. Metode yang dilakukan adalah sebanyak 400 g kulit jeruk yang sudah diiris dengan ukuran 1x1 cm dimasukkan dalam labu ditilasi dan tambahkan air 400 mL atau perbandingan 1:1. Selanjutnya dilakukan uji dengan GC-MS. Hasil penelitian adalah berupa minyak jeruk lemon dengan kandungan sebanyak 33 komponen dengan komponen utama berupa limonen sebesar 12,82%.
Kajian Substitusi Tepung Tapioka Dengan Labu Siam Terhadap Sifat Kimiawi Dan Kualitas Sensori Otak-Otak Ikan Tengiri Abi Bakri; Khoiriyah Azzahroh; Syaiful Bahri; Mokhamad Fathoni Kurnianto; Wahyu Suryaningsih
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4611

Abstract

Otak-otak adalah makanan yang terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung dan rempah-rempah, dibungkus dengan daun pisang dan disajikan dengan bumbu kacang yang gurih dan pedas. Salah satu ikan yang bisa dijadikan otak-otak adalah ikan tenggiri. Penggunaan labu siam pada otak-otak adalah sebagai pengisi serta sebagai penambah nutrisi pada otak-otak ikan tenggiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh substitusi labu siam sebagai bahan pengisi otak-otak terhadap kandungan kimia yang meliputi kadar air, kadar protein, dan kadar serat, serta analisis sensori yang meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur pada otak-otak ikan tenggiri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial dengan 3 kali pengulangan yaitu substitusi tepung tapioka dengan labu siam yang terdiri dari 6 taraf, yaitu Tapioka 100 g dan labu siam 0 g; Tapioka 90 g dan labu siam 10 g; Tapioka 80 g dan labu siam 20 g; Tapioka 70 g dan labu siam 30 g; Tapioka 60 g dan labu siam 40 g; dan Tapioka 50 g dan labu siam 50 g. Pengamatan meliputi kandungan kimiawi; kadar air, protein, kadar serat dan uji sensori terdiri hedonik dan mutu hedonik meliputi atribut warna, aroma, rasa dan tekstur. Kesimpulan perlakuan terbaik untuk menghasilkan kualitas sensorik otak-otak ikan tenggiri yang paling disukai baik uji hedonik ataupun mutu hedonik atribut warna, aroma, rasa dan tekstur serta kandungan kimiawi protein dan kadar serat adalah perlakuan P1 (formulasi 90 gram tepung tapioka dan 10 gram labu siam) dan P2 (formulasi 80 gram tepung tapioka dan 20 gram labu siam).
Modifikasi Sistem Pendingin Dan Filtrasi Mesin Distilator Sederhana Untuk Meningkatkan Kualitas Dan Kuantitas Akuades Di Laboratorium Rekayasa Pangan Angga Herviona Ikhwanudin
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4612

Abstract

Mesin distilator sederhana di laboratorium rekayasa pangan digunakan untuk memproduksi akuades. Mesin ini memiliki bebrapa kekurangan diantaranya yaitu belum ada penyaring air sumur sebagai bahan baku dan penggunaan air pendingin masih kontinu dari tandon ke pembuangan air. Oleh karena itu dilakukan modifikasi pada bagian sistem sirkulasi air pendingin dan sistem penyaringan bahan baku air sumur. Hasil dari modifikasi didapatkan kualitas akuades dengan TDS 3 mg/L, EC 7 µS/cm, dan pH 6,8. Kapasitas mesin distilator mampu menghasilkan akuades sebanyak 3,27 L/jam. Penggunaan air pendingin dapat ditekan menjadi hanya 90 L air dari yang semula dibutuhkan air pendingin sebanyak 5833,04 L. Biaya produksi untuk menghasilkan akuades sebanyak Rp. 1.227,34 per liter dan harga jual sebesar Rp.3.500,- per liter sehingga masih ada keuntungan sebesar Rp. 2.272,66 per liter. Suhu air pendingin akan mengalami peningkatan mengikuti suhu air di kolom distilasi hingga dapat mencapai titik didih air, namun ini tidak mengurangi proses kondensasi di kondensor sehingga proses produksi tetap berjalan walaupun air pendingin memiliki suhu yang sama dengan air di kolom distilasi
Rancang Bangun Dan Uji Kinerja Data Logger Suhu Berbasis Mikrokontroller Arduino Uno Sebagai Sarana Praktikum Di Laboratorium Rekayasa Pangan Angga Herviona Ikhwanudin; Jefry Oktanuriawan
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4613

Abstract

Data Logger suhu merupakan alat ukur suhu yang dapat digunakan untuk mengukur suhu dan menyimpan suhu secara otomatis. Laboratorium rekayasa pangan belum mempunyai data logger suhu untuk digunakan dalam praktikum dan penelitian. Penulis merancang dan membuat data logger suhu menggunakan arduino UNO sebagai control sistem, RTC DS1302 sebagai pengatur waktu, micro SD adapter sebagai penyimpan data, max6675 dan termokopel tipe K sebagai pembaca suhu, dan LCD I2C sebagai display data suhu. Prototype yang berhasil dibuat yaitu sebanyak 4 buah dengan tingkat akurasi prototype 1 sebesar 98,26 % dengan rumus kalibrasi yaitu y = 0,6537x + 12,652 ; prototype 2 sebesar 99,72% dengan rumus kalibrasi yaitu y = 0,9869x + 2,0096 ; prototype 3 sebesar 99,08 % dengan rumus kalibrasi yaitu y = 0,6661x + 11,613 ; dan prototype 4 sebesar 99,78 % dengan rumus kalibrasi yaitu y = 1,0073x + 3,8485. Keempat prototype ini juga telah berhasil dalam membaca dan menyimpan suhu di 4 titik pada proses pengeringan jahe menggunakan mesin pengering tipe hybrid.
Smart System Farming Management: Exposure Fintech Bumdes Dalam Memperkuat Ketahanan Ekonomi Pada Sektor Pangan Thoriqi Firdaus; Farah Lailatul Nur Alifiyah; Ainunnuril Amelia
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i2.4906

Abstract

Agriculture contributes significantly to food security and economic growth. A system for managing agriculture that is smart and based on financial capital and technology is needed to increase agricultural profits again. This research uses a mixed method with a sequential explanatory design, namely a causal-comparative study, and a grounded theory approach. Based on the results of multivariate statistical analysis tests, there are differences between traditional and modern farmers. Conventional and contemporary farmers have the same problems: lack of motivation to farm and insufficient availability of agricultural materials. The differences in farming capital, management and control, labor, and profits from farm products. Farmers need a system that can maximize agricultural yields by creating smart agriculture. This concept can be realized in a smart farming management system to control all pre-planting to post-harvest activities based on BUMDes fintech. Financial limitations make this fintech-based smart farming management system capable of being an alternative solution implemented in a hybrid manner so that all farmers can utilize it. Five features are available on the smart farming platform: information features, procurement of agricultural tools and materials, monitoring, and sales of farm and agricultural products. The advantages of a smart farming management system are increasing the productivity of farm products, improving the welfare of farmers, stabilizing market prices, improving the quality of agricultural products, opening up employment opportunities, and promoting agricultural products so that they have the potential to improve the socio-economic conditions of village communities.
Karakterisasi Sifat Kimia Crackers Ikan Tongkol Dengan Variasi Penambahan Tepung Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Ara Nugrahayu Nalawati; Danu Indra Wardhana; Asih Imer Rita; Isya Lestari Triyudhani
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i2.4914

Abstract

In general, crackers have a very high flour content and low protein content because they do not require too much dough expansion. The protein content of crackers sold commercially is only sufficient for around 5-8% of daily protein requirements. So it is necessary to substitute the basic ingredients for wheat flour with other flour ingredients that have a high protein content, one of which is tuna fish flour. This research aims to determine the best ratio and length of drying time for the chemical characteristics, color, aroma, taste and preferences of the crackers that the panelists like, as well as the shelf life of the tuna crackers. The parameters and tests used in this research include: water content, ash content, fat content, protein content, swelling power, and organoleptic tests (taste, color, aroma, preference). The research results showed that crackers with the addition of tuna fish flour met the quality requirements of SNI 01-2973-1992. The tuna fish flour cracker formulation has a water content of 0.4%, ash content of 0.2%, protein content of 7.11%, fat content of 16%, and swelling power of 0.6%.
Pemetaan Dan Analisis Kandungan Nutrisi Pada Minuman Starbucks Dengan Metode K-Means Raffi Radithya; Ratna Dian Saputri; Syalma Syahrafina Nurachma
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i2.4916

Abstract

Dalam industri minuman, khususnya di Starbucks yang memiliki jangkauan global, keberlanjutan pertumbuhan bergantung pada penyesuaian dengan perkembangan tren dan kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nutrisi dalam beberapa minuman Starbucks menggunakan metode klasterisasi K-Means, dengan fokus pada identifikasi variasi nutrisi di antara minuman tersebut. Metode K-Means digunakan dengan input berdasarkan data sekunder yang mencakup atribut-atribut terkait. Tahapan penelitian meliputi aktivasi library, eksplorasi data melalui boxplot, preprocessing data untuk kolom numerik, tuning model untuk menentukan jumlah klaster, pembangunan model, dan visualisasi hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 242 objek yang dianalisis, terbagi menjadi 7 klaster. Kluster tersebut memiliki variasi kandungan nutrisi yang berbeda-beda, dengan kluster tertentu menunjukkan kandungan nutrisi tertinggi dengan cluster value 1.38, nutrisi cukup tinggi dengan cluster value 0.76, nutrisi tinggi dengan cluster value 0.49, nutrisi sedang dengan cluster value 0.24, nutrisi rendah dengan cluster value -0.21, nutrisi cukup rendah dengan cluster value -0.48, dan nutrisi paling rendah dengan cluster value -0.72. Temuan ini memberikan wawasan tentang variasi nutrisi dalam minuman Starbucks, yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menginformasikan keputusan strategis terkait dengan formulasi produk, pemasaran, dan penargetan konsumen. Selain itu, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dapat diterapkan pada industri minuman lainnya untuk analisis nutrisi yang serupa. Kata Kunci : industri minuman; starbucks; kandungan nutrisi; k-means; clustering
Studi Penerapan Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) Pada Pengolahan Cokelat Batang (Studi Kasus Di PTPN Xii Kendenglembu Banyuwangi) Mega Saniya Juli Nuriyatul Atmamti; Ara Nugrahayu Nalawati
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i2.4921

Abstract

Keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan sistem pangan. Salah satu cara untuk menjamin keamanan produk dengan menggunakan sistem jaminan keamanan yang disebut Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). PTPN XII Kendenglembu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang agro bisnis dan agro industri. PTPN XII Kendenglembu belum menerapkan HACCP pada pengolahan cokelat batang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan studi penerapan sistem HACCP pada pengolahan cokelat batang dan memberi rekomendasi perbaikan yang bisa diberikan kepada PTPN XII Kendenglembu untuk menjalankan prinsip HACCP sesuai prosedur. Diperlukan adanya penyusunan rencana HACCP pada produk cokelat batang untuk meminimalisir adanya potensi bahaya pada saat proses produksi. Terdapat 3 CCP yang teridentifikasi pada bahan baku, diantaranya cokelat powder, lemak kakao, dan lesitin. Hal ini dikarenakan belum adanya pengujian sesuai SNI pada tiga bahan tersebut. Terdapat 6 CCP yang teridentifikasi pada tahapan proses, antara lain penerimaan bahan baku, roasting, grinding, ballmil, conching, pengemasan.
Effect Of Variations in Pineapple (Ananas Comosus (L) Merr.) Extract On Physiochemistry and Sensory Characteristic Of Mozzarella Cheese Muhammad Ardiyansyah; Kumala N.F.; Aulia M.; A.M. Handayani; Wahyu Suryaningsih; M. Mardiyanto; M.W. Apriliyanti
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i2.4948

Abstract

Cheese is food processing from livestock with a white to yellowish color that was made from milk, enzyme rennet was used to coagulants. rennet enzyme more expensive than affordable other source coagulants like pineapple extracts that was contained bromelain enzyme to hydrolysis casein for made curd on processing mozzarella cheese. The aim of this research was effect of pineapple extract variations on the physicochemical properties such as hardness, water contents, and sensory properties of mozzarella cheese using a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 3 replications. The results of the analysis of variance (ANOVA) of variations in pineapple extracts on hedonic and hedonic qualities properties such as texture, taste, and hardness have significantly. While, hedonic and hedonic qualities properties of color, aroma, and water contents have no significant influence. Thus, Better treatment was added by 30% pineapple extracts for mozzarella cheese which has hardness value of 22.883 mm/gr/sec, water contents of 41.74%, hedonic value of color=3.37 (like slightly), aroma=3.68 (like slightly), taste=3.96 (like) and texture 3.96(Like), hedonic quality value of color=3.32 (bone white slightly), aroma=3.84 (milk-flavour), taste=3 .92(savory) and texture 4.00 (elastic).

Page 1 of 3 | Total Record : 30