cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PENGARUH TERAPI MUSIK ALFA TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN DENGAN VENTILATOR DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Destiya Dwi Pangestika; Endiyono Endiyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.765

Abstract

Latar Belakang Pasien yang dirawat di ICU (Intensive Care Unit) banyak yang menggunakan ventilator mekanik. Penggunaan ventilator mekanik dapat menyebabkan nyeri pada pasien karena masuknya benda asing ke dalam mulut pasien. Managemen nyeri yang tidak akurat dapat menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis yang signifikan. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri adalah menggunakan terapi musik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap nyeri pada pasien dengan ventilator. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan one group design (pretest-posttest). Hasil Berdasarkan hasil analisa menggunakan software statistik “R”, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan rerata skor nyerisebelum dan sesudah diberikan terapi musik (p value=0,004). Kesimpulan Terapi Musik dapat menurunkan nyeri pada pasien dengan ventilator mekanik.     Kata Kunci: Nyeri, Terapi Musik, Ventilator Mekanik
PENGETAHUAN PERAWAT DALAM PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DI RUANG RAWAT INAP Renny Triwijayanti; Annisa Rahmania
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.887

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Early Warning System (EWS) merupakan sistem untuk mendeteksi secara dini kondisi fisiologis berdasarkan respon klinis, yang biasanya digunakan di unit bedah medis sebelum pasien mengalami kondisi darurat[1]. Perawat perlu dilatih untuk dapat mendeteksi atau mengenali perubahan kondisi pasien yang memburuk, serta mampu melakukan tindakan perawatan yang tepat1.Pengetahuan dan pemahaman terhadap pasien yang beresiko mengalami perburukan kondisi dapat membantu mengurangi masalah potensial yang akan muncul[2]. Tujuan penelitian: untuk menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi perawat dalam menerapkan Early Warning System (EWS). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif untuk melihat hubungan antar variabel yaitu karakteristik individu dan pengetahuan menggunakan tabulasi silang. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional berdasarkan cara pengumpulan data penelitian ini merupakan penelitian survei karena pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, penelitian ini tidak melakukan perlakuan, tetapi meneliti keadaan yang sudah ada. Hasil Penelitian: Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan Early Warning System (EWS) di ruang rawat inap bedah dan penyakit dalam RS Muhammadiyah Palembang. Perawat yang patuh menerapkan EWS ada 17 orang (53,1%) dari 32 orang perawat yang menjadi responden. Saran: Diharapkan perlu adanya sosialisai kembali mengenai Early Warning System (EWS) kepada perawat terutama di ruang rawat inap. Kata Kunci: Penerapan EWS, perawat
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DAWE KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 Suranto Suranto; Sri Karyati; Sholihah Sholihah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia gizi besi. Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Penyebab anemia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, paritas (Arisman, 2006), pendidikan pengetahuan (Arisman, 2006; Mochtra, 2008), konsumsi Fe (Almatsier, 2006), social ekonomi, gizi dan pola makan (Mochtar, 2008). Kurang gizi, gangguan penyerapan atau malabsobsi dan pola makan tidak sehat semala hamil dapat meningkatkan resiko anemia pada ibu hamil. Tujuan : Mengetahui hubungan pola makan dengan terjadinya anemia pada ibu hamil di Puskesmas Dawe Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Tahun 2013. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif  pendekatan cross sectional. populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Dawe Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus pada bulan Desember 2012 sebanyak 32 ibu hamil. Sampel yang digunakan sebanyak 32 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian sebagian besar ibu hamil yang memiliki kuantitas makanan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 15 orang (46,9%), sebagian besar jenis makanan ibu hamil dalam kategori kurang yaitu sebanyak 16 orang (50%), sebagian besar cara memasak makanan ibu hamil dalam kategori kurang yaitu sebanyak 15 orang (46,9%). Ada hubungan kuantitas makanan, jenis makanan dan cara memasak makanan dengan terjadinya anemia pada ibu hamil di puskesmas dawe kecamatan dawe kabupaten kudus tahun 2013.
YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN UBI JALAR UNGU SEBAGAI SNACK UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Fariza Yulia Kartika Sari; Zalfa Iqlima Bilqis; Indanah Indanah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2466

Abstract

Stunting is a nutritional problem that is a top priority for the Ministry of Health. This stunting problem has a negative impact, namely increased morbidity and mortality, poor child development, increased risk of infection and decreased productivity which has an impact on decreasing economic capacity. One way to overcome stunting is by providing MP-ASI which is high in antioxidants. Purple sweet potato yogurt is one of Blabla's functional food products. The aim of this research was to determine the nutritional and antioxidant content of purple sweet potato yogurt. This research method uses an experimental design with a completely randomized design (CRD) with one factor, namely the addition of purple sweet potato 35 g, 40 g, 45 g. Purple sweet potato yogurt is explained physically (pH levels and viscosity) and chemically (analysis of nutritional content and antioxidant activity). The data obtained was explained using SPSS 23.0. The research results showed that formula three, namely yogurt with the addition of 45 g of purple sweet potato, had higher levels of air, ash, protein and fat compared to the other formulas. Formula 3 contains the highest antioxidant activity compared to other formulas, namely 38.9%. The conclusion of this research is that the higher the addition of purple sweet potato to yogurt, the higher the antioxidant activity, so that it can be used as an MP-ASI product for stunted children. 
MASTITIS (LITERATURE REVIEW) Ika tristanti; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.729

Abstract

Latar belakang : mastitis merupakan kejadian yang ditandai dengan adanya rasa sakit pada payudara yang disebabkan adanya peradangan payudara yang bisa disertai infeksi maupun non infeksi. Kejadian mastitis sekitar 15–21% ibu menyusui yang terjadi pada 6-8 minggu pertama masa menyusui. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan sumber referensi ilmiah tentang mastitis berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian : dengan melakukan pencarian literature yang dilakukan sampai dengan tanggal 20 Mei 2019 melalui database pubmed dan google scholar menggunakan kata kunci mastitis digunakan 11 artikel sebagai sumber referensi. Hasil penelitian : mastitis adalah suatu kondisi radang payudara dan mungkin akibat penurunan imunitas dan penurunan daya tahan terhadap infeksi. Mastitis berkisar pada tingkat keparahan dari peradangan ringan, asimptomatik yang biasanya tidak menular, hingga mastitis parah yang terbukti secara klinis, yang bermanifestasi sebagai kemerahan, pembengkakan payudara, demam atau infeksi sistemik. Mastitis dapat timbul dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan ibu, kesehatan bayi atau keduanya. Kesimpulan : hal yang disarankan pada kasus mastitis adalah ibu masih tetap menyusui bayinya, agar dapat mengurangi pembendungan pada ASI, tetapi jika ada puting susu lecet maka sebaiknya menggunakan alat bantu  untuk menyalurkan ASI pada bayinya. Pemberian informasi tentang cara menyusui yang benar dan cara manajemen laktasi sangat penting untuk pencegahan mastitis. 
EVALUASI PELAKSANAAN PREVENTION OF MOTHER TO CHILD TRANSMISSION (PMVCT) : LITERATURE REVIEW Siti Waghisatul Astutik; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.981

Abstract

AbstrakAIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan kumpulan penyakit yang disebabkan oleh Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menular dan mematikan. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan pada tahun 2015 jumlah anak usia ≤ 4 tahun yang terinfeksi HIV sebanyak 795, meningkat pada tahun 2016 menjadi 903. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak dapat dilakukan melalui 4 (empat) prong/kegiatan, yaitu : 1) Pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi, 2) Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV positif, 3) pencegahan penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandung, dan 4) pemberian dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu HIV positif beserta anak dan keluarganya. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) atau Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) merupakan program pemerintah untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS dari ibu ke bayi yang dikandungnya. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui konsep, model atau teori yang efektif digunakan untuk mengeketahui gambaran indeks keluarga sehat di beberapa daerah Indonesia. Metode yang digunakan dengan cara melakukan pencarian beberapa studi yang diterbitkan melalui database Google Scholar, Science direct, dan Scopus. Studi yang dipilih diterbitkan dari tahun 2017-2021. Setelah dilakukan pencarian artikel dengan kata kunci tersebut maka total artikel yang di review dalam tinjauan literatur ini sebanyak 5 (lima) artikel. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PMTCT adalah kelengkapan data, kualitas SDM, gender, serta dukungan keluarga. Kata Kunci: Evaluasi, Implementsi, PMTCT AbstractAIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is a collection of diseases caused by the infectious and deadly HIV Virus (Human Immunodeficiency Virus). Based on data from the Ministry of Health in 2015 the number of children aged ≤ 4 years infected with HIV as many as 795, increased in 2016 to 903. Prevention of HIV transmission from Mother to Child can be done through 4 (four) activities, namely: 1) Prevention of HIV transmission in women of reproductive age, 2) Prevention of unplanned pregnancy in HIV-positive mothers, 3) prevention of HIV transmission from HIV-positive pregnant women to conceived babies, and 4) providing psychological, social and care support to HIV-positive mothers and their children and families. Prevention of HIV Transmission from Mother to Child (PPIA) or Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) is a government program to prevent transmission of HIV/AIDS virus from mother to baby. The purpose of this literature review is to know the concept, model or theory that is effectively used to know the picture of healthy family index in some areas of Indonesia. The method is used by searching for several studies published through the Google Scholar, Science direct, and Scopus databases. Selected studies are published from 2017-2021. After searching for articles with these keywords, the total articles reviewed in this literature review as many as 5 (five) articles. Factors that affect the implementation of PMTCT are the completeness of data, the quality of human resources, gender, and family support.Keywords: Evaluation, Implementation, PMTCT 
PENGARUH TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON-FARMAKOLOGI TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI Dewi Hartinah; Atun Wigati; Leonny Vega Maharani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1676

Abstract

Prevalensi terjadinya dismenore di indonesia yaitu 54,89%. Untuk mengatasi nyeri menstruasi dapat menggunakan terapi  farmakologi  dan  terapi  non-farmakologi.  Dimana  farmakologi  dengan menggunakan obat analgesik golongan non steroid (NSAID) dan terapi non-farmakologi dapat menggunakan kompres hangat menstrual care patch. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan antara pengaruh terapi farmakologi dan terapi  non- farmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan bentuk rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode  purposive sampling, dengan sampel berjumlah 50  responden yang mengalami nyeri menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing kelompok kemudian diukur nyeri men- struasi dengan skala NRS (Numeric Rating Scale), kemudian diberikan terapi berupa ter- api farmakolgi (asam mefenamat 500 mg) dan terapi non-farmakologi kompres hangat (menstrual care patch) setelah dilakukan terapi farmakologi selama 3 jam dan terapi non- farmakologi 1 jam sampel diukur lagi nyeri menstruasi dengan skala NRS (Numeric Rat- ing Scale). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik dengan wilcoxon test didapatkan nilai 0,000 pada skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi farmakologi. Hasil uji penelitian mendapatkan nilai p=0,000 (p0,05), maka Ha diterima Ho ditolak. Artinya  ada  perbedaan  skala  nyeri  menstruasi  sebelum  dan  sesudah  dilakukan pemberian terapi farmakologi terhadap. Kesimpulan ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengaruh terapi farmakologi (asam mefenamat 500 mg) dan terapi   non-farmakologi kompres hangat (menstrual care patch) terhadap penurunan nyeri menstruasi.
KORELASI KADAR INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR I (IGF-I) SERUM MATERNAL DENGAN ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR Lita Angelina Saputri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.294

Abstract

Pertumbuhan intrauterin yang tidak optimal dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala kecil. Keadaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya Insulin-like Growth Factor I (IGF-I). Insulin-like Growth Factor I maternal berperan penting dalam transpor nutrisi dan ibu ke janin melalui plasenta. Kadar IGF-I maternal diduga berkorelasi positif dengan antropometri bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kadar IGF-I maternal dengan antropometri bayi baru lahir. Disain penelitian adalah cross sectional,observasional terhadap 56 ibu melahirkan di RSUD Dr. Rasidin, RS Tk III Reksodiwiryo Padang  bulan Juni sampai Agustus 2015 dengan teknik consecutive sampling. Kadar IGF-I diukur dengan menggunakan metode ELISA di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas. Uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, uji Spearman untuk korelasi IGF-I dengan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi baru lahir dan uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan kadar IGF-I. Hasil penelitian menunjukkan median kadar IGF-I maternal adalah 219,42 (203,46-267,18) ng/ml, berat badan badan 3100 (2100-4300) gram, panjang badan 48 (44-50) cm dan lingkar kepala 34 (31,5-37,5) cm. Terdapat korelasi positif yang lemah dan tidak signifikan antara IGF-I maternal dengan berat badan (r=0,206, p=0,128), dan terdapat korelasi positif yang sangat lemah dan tidak signifikan antara IGF-I maternal dengan panjang badan (r=0,186, p=0,170) dan lingkar kepala (r=0,160, p=0,238). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang tidak signifikan antara kadar IGF-I serum maternal dengan antropometri bayi baru lahir.
Hubungan Beban Kerja, Sift Kerja Dan Lingkungan Kerja Dengan Stress Kerja Perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Mayong Wahyu Dewi Asmara; Rusnoto Rusnoto; Heny Siswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2656

Abstract

Pendahuluan: Fenomena stres kerja sudah menjadi masalah di dunia. Stres yang dialami perawat harus diperhatikan, karena jika perawat telah mengalami stres yang tinggi maka dapat berdampak dengan kualitas pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, sift kerja, dan lingkungan kerja dengan stress kerja perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Mayong. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi menggunakan total sampel sebanyak 32 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Kuesioner stress kerja yaitu Expanded Nursing Stress Scale, Kuesioner beban kerja diadopsi oleh Nursalam (2017). Untuk shift kerja sesuai UU No.13 Tahun 2003. Kuesioner lingkungan kerja yaitu kuesioner NEW-q. Kuesioner tersebut diuji dengan uji validitas dan reliabitas. Analisa statistik yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja (0,001), sift kerja (0,009) dan lingkungan kerja (0,001) dengan stress kerja pada perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Saran: kepada perawat yang mengalami stres kerja juga bisa melakukan kegiatan diluar tugas asuhan keperawatan dengan melakukan kegiatan yang dapat menurunkan stres kerjanya, seperti melakukan relaksasi seperti duduk sejenak sebelum dan setelah kerja sambil menarik nafas pelan-pelan lalu mengeluarkannya
HUBUNGAN SIKLUS MENSTRUASI DAN INDEK MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA DI SMK ISLAM JEPARA Rizka Himawan; Noor Cholifah; Rusnoto Rusnoto; Trisnawati Trisnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.865

Abstract

Latar Belakang :. Wanita mengalami kehilangan  zat besi akibat menstruasi sehingga zat besi yang harus diserap adalah 1,4 mg per hari menyebabkan meningkatnya kebutuhan rata-rata zat besi setiap harinya. Rendahnya IMT mempengaruhi durasi atau lamanya menstruasi. Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di SMK Islam Jepara. Metode :Jenis penelelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Peneliti menggunakan stratified sampling dengan mengambil jumlah populasi di SMK Islam Jepara sebanyak 401 siswi, maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu menggunakan rumus Slovin sekitar 81 siswi. Analisa Bivariat menggunakan uji Chi Square dan Instrumen menggunakan lembar kuesioner dan cheklist sedangkan alat ukur yamg digunakan GcHb dan Timbangan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian Anemia didapatkan nilai p value sebesar 0,019 (α = 0,05) yang berarti Ho ditolak maka Ha diterima .Tidak ada hubungan bermakna antara siklus menstruasi dengan kejadian Anemia didapatkan nilai p value sebesar 0,749 (α = 0,05) yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Kesimpulan : Ada hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian anemia di SMK Islam Jepara. Tidak ada hubungan siklus menstruasi dengan kejadian anemia di SMK Islam Jepara.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue