cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2025)" : 15 Documents clear
Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kambing Pada Bibit Lada (Piper nigrum L.) Agus Fatah Mustafa; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/nysr0k96

Abstract

Pendahuluan. Indonesia sejak masa penjajahan dikenal sebagai penghasil rempah- rempah, salah satunya adalah lada. Akan tetapi pada kenyataannya terdapat penurunan produksi. Pupuk merrupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi lada. Salah satu pupuk yang berasal dari limbah peternakan adalah urin kambing Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 6 taraf perlakuan konsentrasi pupuk oreganik cair urin kambing yaitu P1 = 0 %  P2 = 10%   P3 = 20 %,  P4 = 30 %  , P5 = 40% ,  dan P6 = 50 % (setiap taraf terdiri dari 4 sempel bibt lada) dengan menggunakan 4 kali ulangan sehingga total ada 96 unit percobaan. Data dari hasil percobaan yang dianalisa menggunakan metode analisa varian Anova pada taraf 5%. Apabila menunjukkan hasil beda nyata dilakukan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Pemberian konsentrasi pupuk organik cair urin kambing tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit lada pada semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 10%  pada bibit lada menunjukkan hasil lebih baik pada parameter pengamatan diameter batang bibit lada sedangkan pada konsentrasi 50% menunjukkan pertumbuhan bibit lada menunjukkan hasil lebih baik pada parameter jumlah buku dan jumlah daun bibit lada. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kambing Pada Bibit Lada  (Piper nigrum L.) didapatkan kesimpulan Pemberian konsentrasi pupuk organik cair urin kambing tidak berpengaruh terhadap konsentrasi pertumbuhan bibit lada pada semua parameter pengamatan.
Pengendalian Uret Lepidiota stigma pada Tanaman Tebu Menggunakan Metarhizium Sp. dan Biopestisida Tandan Kosong Kelapa Sawit Dwiky Chandra Prayogi; Satria Indra Kusuma
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/b12svs36

Abstract

Pendahuluan. Tanaman tebu merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu hama yang menyerang tebu adalah uret/larva Lepidiota stigma. Pengendalian hama tersebut sangat penting dilakukan agar produktivitas tanaman tidak menurun. Pengendalian yang ramah lingkungan dapat menggunakan biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida TKKS terhadap hama uret pada tanaman tebu. Metode Pengumpulan Data. Dalam penelitian ini digunakan rancangan percobaan acak kelompok nonfaktorial dengan tiga perlakuan dan sepuluh ulangan. Perlakuan meliputi 1) tanpa perlakuan, 2) aplikasi biopestisida Metarhizium sp. dengan dosis 1 kg/juring, dan 3) aplikasi biopestisida tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1,25 L/Ha. Aplikasi biopestisida dilaksanakan sebanyak empat kali. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki pengaruh pada populasi hama uret Lepidiota stigma (menggunakan uji Anova dan BNT 5%). Populasi hama menurun seiring bertambahnya intensitas pemberian biopestisida baik biopestisida Metarhizium sp. maupun biopestisida TKKS. Begitu pula dengan mortalitas, pada aplikasi IV, hama yang mati sebanyak 77% pada aplikasi biopestisida Metarhizium sp. dan 71% pada aplikasi biopestisida TKKS. Larva hama uret yang mati akibat biopestisida Metarhizium sp. berubah warna menjadi hijau dengan tekstur tubuh yang keras dan kaku. Sedangkan pada aplikasi biopestisida TKKS, uret berubah warna menjadi kehitaman, tekstur tubuhnya lunak, basah, dan mengkilap. Simpulan. Biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh pada penurunan populasi hama uret Lepidiota stigma. Aplikasi biopestisida tersebut dapat menjadi alternatif pengendalian hama uret yang berkelanjutan
Pertumbuhan Bibit Vanili (Vanilli planifolia Andrews) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Muhammad Yusuf Qomarul Huda; Ujang Setyoko
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/mx4xar02

Abstract

Pendahuluan. Tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan jenis tanaman dari keluarga Orchidaceae dan salah satu anggrek-tanaman keluarga. Pembibitan tanaman vanili yang optimal akan menghasilkan tanaman buah vanili yang berkualitas dengan tingkat hasil panen yang maksimal. Media tanam merupakan faktor penting sekaligus syarat utama pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh komposisi media tanam terhadap pembibitan tanaman vanili.  Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2023 di Rumah Kawat Kebun Koleksi Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak kelompok (RAK) non faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 5 Perlakuan komposisi media tanam P1 ( Top Soil: Pupuk Kandang Sapi: Pasir (1:1:1), P2 ( Top Soil: Pupuk Kandang Sapi: Arang Sekam (1:1:1), P3 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:1:1), dan P4 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (2:1:1), P5 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:2:1), serta P6 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:1:2) dengan  sebanyak 144 bibit vanili. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 56 HST pada perlakuan P3 yaitu dengan komposisi media ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:1:1), parameter jumlah daun dengan rata-rata 1,60 helai, parameter diameter bibit dengan rata-rata 3,48 mm, parameter tinggi bibit dengan rata-rata 8,18 cm, berat basah total bibit dengan rata-rata 6,12 gram, berat kering bibit dengan rata-rata 0,36 gram, Panjang akar dengan rata-rata 4,6 cm, jumlah akar 1,5, berat basah akar dengan rata-rata 0,25 gram dan berat kering akar dengan rata-rata 0,17 gram.    Simpulan. Perlakuan yang terbaik yaitu perlakuan P3.
Pengaruh  Konsentrasi  Stimulansia  Amcotrel Terhadap  Produksi  Lateks Klon PB 260, dan RRIC 100 di PTPN XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember Naufal Dzaky Tamami Al Azami; Titien Fatimah; Setyo Andi Nugroho; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/q7g30682

Abstract

Pendahuluan Amcotrel 10 PA atau 2-chloroethylphosphonic acid adalah salah satu jenis stimulan dari banyaknya merek yang digunakan untuk bahan perangsang produksi tanaman karet yang berupaya pemacu hasil produksi lateks, yaitu dengan cara memperlambat jangka waktu karet mengering di alur sadap. Metode Pengumpulan Data. Penelitian yang akan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) yang terdiri dari 2 klon, dan 4 perlakuan yang terdiri dari 10 ulangan, dan terdapat 80 tanaman setiap klonnya. Hasil dan Diskusi. Interaksi terbaik terletak pada klon PB260 terjadi peningkatan volume lateks, sedangkan pada klon RRIC 100 terjadi peningkatan berat basah dan berat kering sebanyak 30% Simpulan. Konsentrasi stimulan dengan merk dagang Amcotrel berpengaruh nyata terhadap tanaman karet, dan konsentrasi stimulan yang terbaik adalah 2,5%. Klon tanaman karet (PB260 dan RRIC100) termasuk ke dalam klon quick starter, pada penelitian ini produktivitas tanaman karet barbeda nyata yang meliputi Volume lateks, berat basah dan KKK. Interaksi yang sangat nyata terdapat pada klon PB 260 terdapat pada volume lateks. Sedangkan pada klon RRIC 100 terdapat pada berat basah dan berat kering.
Aplikasi Teknologi Sinergitas Mikrobia Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI Sultan Marsy Al Habsy
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/5htyzn20

Abstract

Pendahuluan. Tanaman tebu (Saccharum Officinarum L.) termasuk dalam komoditi perkebunan semusim pada golongan famili gramineae atau rumput rumputan.Kebutuhan gula semakin meningkat namun industri gula masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula tersebut. Hal ini dikarenakan penyerapan unsur harayang kurang optimal yang mengakibatkan penurunan hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknologi sinergritas mikrobia (pupuk blotong, PGPR akar tebu dan eksplorasi tanah lahan tebu, danpupuk asam amino) terhadap pertumbuhan dan produksi tebu (Saccharum Officinarum L.) di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Uji Independent T-test. Hasil dan Diskusi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengaplikasian teknologi sinergitas mikrobia menunjukan adanya perbedaan terhadap jumlah anakan, tinggi batang, diameter batang, brix tebu, rendemen tebu, dan produktivitas. Namun tidak memberikan perbedaan terhadap analisis klorofil. Simpulan. Pada penelitian Aplikasi Teknologi Sinergritas Mikrobia Terhadap Pertumbuhan danProduksi Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI yang meliputi pengaplikasi pupuk organik blotong, PGPR akar tebu dan ekplorasi tanah lahan tebu, dan pupuk asam amino menunjukan adanya perbedaan terhadap jumlah anakan, tinggi batang, diameter batang, brix tebu,rendemen tebu, dan produktivitas dibandingkan dengan tanaman yang tidak diaplikasikan teknologi sinergitas mikrobia. Namun tidak memberikan perbedaan terhadap analisi klorofil.
Uji Macam Kandungan dan Total Kadar Asam Amino Berbahan Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Muhammad Dani Kusuma
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/2jwfas64

Abstract

Pendahuluan. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lautan cukup luas. Hasil sumber daya alam yang melimpah terutama hasil laut yaitu ikan. Seperti ikan lemuru yang dimanfaatakan oleh masyarakat Indonesia karena banyak mengandung protein dan asam lemak yang baik bagi manusia serta dapat membantu tanaman dalam pertumbuhannya. Ikan lemuru merupakan salah satu ikan yang banyak dimanfaatkan dalam dunia industri pangan maupun dalam bahan pembuatan pupuk organik yang baik bagi kesuburan tanah (Pertami dkk., 2020). Oleh karena itu dengan hasil laut yang sangat melimpah maka salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengolah hasil panen tersebut yaitu dengan cara memanfaatkan ikan lemuru untuk dijadikan pupuk organik cair atau disebut dengan asam amino. Menurut Waitiu (2022), Asam amino memiliki manfaat bagi tanaman dalam membantu pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan nutrisi unsur hara mikro dan makro. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode pengamatan dan analisis data secara deskriptif yaitu dengan mengambil hasil data di laboratorium yang kemudian akan di jelaskan secara deskripsi. Dengan parameter untuk mengetahui macam-macam kandungan asam amino dan persentase kadar kandungan pupuk asam amino. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan macam - macam kandungan asam amino dan total kadar persentase kenaikannya yang terdiri dari alanine (1,539%), glutamic acid (2,447%), glycine (1,409%), leucine-isoleucine (1,253%), valine (0631%), cysteine (2,997%), aspartic acid (5,778%), methionine (2,466%), threonine (2,746%), proline (1,140%). Simpulan. Kandungan asam amino tersebut memiliki kadar persentase yang berbeda-beda di setiap bulannya dengan total kenaikan di bulan pertama yaitu 5,655%, sedangkan bulan kedua 7,483%, dan di bulan ketiga 9,269%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Blotong, PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) di Kebun Mrawan 1 PG Pradjekan PTPN XI Ahmad Fa'is Wafiuddin
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/kzpa6n38

Abstract

Pendahuluan Salah satu masalah yang dihadapi industri gula Indonesia adalah produktivitas tebu yang rendah yang disebabkan oleh Teknik budidaya yang tidak ideal dan Tingkat kesuburan tanah yang rendah. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan memanfaatkan kandungan-kandungan nutrisi, mikroba, dan unsur hara yang ada pada pupuk organik blotong, PGPR, dan asam amino dengan cara mengaplikasikan ke tanaman tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pupuk organik blotong, PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), dan asam amino berpengaruh terhadap pertumbuhan tebu (Saccharum officinarum L.) Metode Pengumpulan Data. Plot perlakuan yang diamati adalah pertumbuhan tanaman tebu yang ditanam pada lahan dengan dan tanpa pemberian paket mikrobia (pupuk organik blotong, PGPR, asam amino). Analisa Data. Metode penelitian yang digunakan adalah mengumpulkan data untuk dianalisis menggunakan Uji T untuk kedua perlakuan dengan masing-masing 50 sample. Hasil dan Diskusi. Hasil Penelitian adalah pemberian pupuk organik blotong, PGPR, dan asam amino berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang (36 MSA) dengan nilai rata-rata 3,34 cm, brix (36 MSA) dengan nilai 19,95%, serta rendemen (36 MSA) yang mencapai nilai 8,41%.. Simpulan. Pemberian pupuk organik blotong, PGPR, dan asam amino berpengaruh terhadap pertumbuhan tebu.
Identifikasi Morfologi dan Kerapatan SporaMetarhizium anisopliae Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang (25ºC) Vita Risti Amanda
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/m0nfhb70

Abstract

Pendahuluan. Serangan hama pada tanaman merupakan faktor penghambat bagi peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Pengendalian hama menggunakan senyawa kimia dengan dosis yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar, maka sebab itu perlu dilakukan pengendalian hama secara terpadu (PHT) salah satunya menggunakan cendawan Metarhizium anisopliae. Keefektifan dari cendawan ditentukan oleh spora dari cendawan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan kerapatan spora dari cendawan Metarhizium anisopliae.. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif yaitu dengan cara mengamati morfologi dari cendawan mulai dari warna, bentuk dan kerapatan spora dari cendawan tersebut. Hasil dan Diskusi. Pengamatan pertumbuhan cendawan M.anisopliae secara makroskopis pada 8 HSI menunjukkan cendawan M. anisopliae mengalami awal pertumbuhan koloni berwarna putih, pada 18 HSI pertumbuhan cendawan yang belum sempurna dikarenakan hanya bagian luar media yang mengalami pertumbuhan secara merata sedangkan pada bagian dalam media koloni dari cendawan masih berwarna putih, pada 28 HSI pertumbuhan cendawan M. anisopliae sudah mengalami pertumbuhan yang sempurna dikarenakan warna koloni dari cendawan M. anisopliae sudah merata keseluruh bagian dari media,   pada 38 HSI menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae mengalami perubahan warna pada koloni yang cukup signifikan yaitu hijau kecoklatan bahkan menghitam, pada 48 HSI menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae memiliki warna koloni putih kecoklatan dan menghitam. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa M. anisopliae memiliki spora yang berbentuk panjang telur hingga silindris dan membentuk rantai, konidia ber sel satu, dengan miselium bersekat, miselium adalah sekumpulan hifa yang membentuk benang benang serta konidiofor berbentuk panjang dan memiliki warna hialin. Kerapatan spora sendiri menunjukkan pada 8 HSI kerapatan spora memiliki nilai 4,20 x 109 spora/ml, pada 18 HSI kerapatan spora menurun menjadi 3,56 x 109 spora/ml, pada 28 HSI cendawan mengalami kenaikan kerapatan spora yang mencapai 4,97 x 109 spora/ml, pada 38 HSI kerapatan spora dari cendawan mengalami penurunan hingga mencapai angka 2,64 x 109 spora/ml dan pada 49 HSI kerapatan spora juga menurun hingga mencapai 1,80 x 109 spora/ml. Simpulan, Dengan parameter berupa morfologi mikroskopis dan makroskopis dari cendawan serta kerapatan spora menunjukkan bahwa saat pengamatan secara makroskopis cendawan memiliki warna awal koloni putih dan seiring berjalannya waktu cendawan berubah warna menjadi hijau gelap, sedangkan pada saat pengamatan secara mikroskopis cendawan memiliki spora yang berbentuk Panjang telur hingga silindris dan membentuk rantai, konidia ber sel satu, dengan miselium bersekat dan kerapatan spora tertinggi dicapai pada saat cendawan berusia 28 HSI yaitu 49 x 109  spora/ml.  
Uji Toksisitas Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Cendawan Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Tembakau Martha Sari Dewi; Irma Wardati; Sepdian Luri Asmono; Triono Bambang Irawan
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/v7c8ff38

Abstract

Pendahuluan. Cendawan Fusarium oxysporum merupakan cendawan tanah yang dapat bertahan lama dalam tanah sebagai klamidospora yang terdapat banyak dalam akar tanaman tembakau yang sakit. Terdapat beberapa cara untuk pengendalian cendawan tersebut salah satunya dengan pestisida nabati TKKS. Uji toksisitas yaitu memberikan efek toksik atau racun pada jangka waktu tertentu.  Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Jember. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui toksisitas pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan cendawan penyebab penyakit layu tanaman tembakau (Fusarium oxysporum). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 5 macam perlakuan, meliputi : P0 : Sebagai kontrol untuk menghitung HR (Hambatan Relatif) tanpa TKKS, P1 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 1%, P2 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 2%, P3 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 3% dan P4 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 4%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh tidak nyata terhadap daya hambat dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni cendawan Fusarium oxysporum. Simpulan. Pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh tidak nyata terhadap daya hambat dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni cendawan Fusarium oxysporum.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Devi Puji Sutoyo Putri; Abdurrahman Salim; Titien Fatimah; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/74mh8f06

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea robusta L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hasil panen kopi dapat memberi sumbangan devisa negara cukup besar sebagai sumber devisa dalam menopang pembangunan nasional. Permasalahan utama pada tanaman kopi adalah tidak tersedianya bibit skala besar dan serempak. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan umur produktif. Pemberian pupuk merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam. Salah satu alternatif yaitu menggunakan pupuk organik yang ramah akan lingkungan, yaitu pupuk organik cair (POC) yang berbahan dasar limbah tahu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah tahu terhadap tanaman kopi pada masa pertumbuhan. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilakukan di Lahan Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember pada bulan Agustus – November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P0 merupakan kontrol, P1 sebanyak 25%, P2 sebanyak 50%, dan P3 sebanyak 75%. Hasil dan Diskusi. Dari hasil analisa data yang dilakukan, perlakuan aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu berpengaruh nyata hanya pada parameter volume akar. Simpulan.  Hasil konsentrasi terbaiknya yaitu pada P3 sebanyak 75%.

Page 1 of 2 | Total Record : 15