cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 40 Documents
Pengaruh Aplikasi Metarhizium anisopliae Terhadap Populasi Dan Mortalitas Hama Uret Tebu (Lepidiota stigma F.) Di Desa Grati Kabupaten Lumajang Widiyanti Eka Putri; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/bf5wxn56

Abstract

Pendahuluan. Tanaman Tebu (Saccaharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil gula yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Ilhamsyah, 2022). Tingkat produktivitas tebu di Indonesia tergolong rendah, yaitu sekitar 5.512 kg/hektar. Tingkat produktivitas tebu nasional yang rendah ini tidak dapat mengimbangi tingginya konsumsi gula nasional membuat Indonesia harus mengimpor gula dari luar negeri. Salah satu penyebab produktivitas tebu kurang optimal adalah serangan hama dan penyakit (Muliasari & Trilaksono, 2021). Hama uret (Lepidiota stigma F.) merupakan salah satu hama tanaman tebu yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 50%. Untuk pengendalian hama uret dapat menggunakan pengendalian hayati yang berupa cendawan Metarhizium anisopliae. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu P0 (kontrol) dan P1 (Pengaplikasian M. anisopliae dengan kerapatan 109 spora/ml) dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 30 sampel dan menggunakan metode aplikasi dengan cara ditabur secara langsung. Parameter penelitian ini meliputi populasi, mortalitas, dan perubahan fisik hama uret tebu. Analisis data menggunakan uji T-Test Independent. Hasil dan Diskusi. Pada pengamatan perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan mortalitas pada pengamatan ke-1 sampai ke-4 adalah 0%. Sedangkan, pada perlakuan P1 (M. anisopliae) menunjukkan rata-rata mortalitas mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dengan persentase mortalitas yang mencapai 67,5% pada pengamatan ke-4. Populasi hama uret  pra aplikasi P1 memiliki rata rata 3,27 larva/rumpun, pengamatan ke-1 (14 HSA) 3,27 larva/rumpun, pengamatan ke 2 (28 HSA) 3,03 larva/rumpun, pengamatan ke 3 (42 HSA) 2,20 larva/rumpun, dan pengamatan ke 4 (56 HSA) 1,13 larva/rumpun. Sedangan untuk perlakuan kontrol populasi hama uret pra aplikasi dan pengamatan ke 1 memiliki rata - rata 3,17 larva/rumpun, dan untuk pengamatan ke 2-4 memiliki rerata populasi 3,23 larva/rumpun. Hama uret yang terserang M. anispoliae akan mati dalam keadaan kaku, berwarna putih, dan tidak berbau. Simpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa agens hayati Metarhizium anisopliae berpengaruh nyata pada populasi dan mortalitas hama uret tanaman tebu dengan persentase mortalitas mencapai 67,5% pada pengamatan ke-4.
Uji Viabilitas Cendawan Metarhizium anisopliae (Metsch.) Sorokin Pada Berbagai Media Perbanyakan Andromeda Indra Jaya
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/v89mck33

Abstract

Pendahuluan. Penelitian terkait uji viabilitas cendawan M. anisopliae pada berbagai media perbanyakan dilakukan pada bulan November – Desember 2023 di Laboratorium Perlindungan Tanaman (Perlintan) Politeknik Negeri Jember. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini didapat dengan mengamati waktu yang dibutuhkan Metarhizium anisopliae untuk tumbuh (periode pertumbuhan), menghitung laju diameter tumbuh dan kerapatan spora di tiap media perbanyakan. Data yang didapat kemudian dianalisa menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dan kemudian dianalisis ragam (ANOVA) satu arah dan diuji lanjut menggunakan BNT dengan taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil uji pada parameter periode tumbuh menunjukkan bahwa M. anisopliae pada media bekatul padi tumbuh sedikit lebih awal dibanding media beras jagung dan dedak jagung, pada parameter laju pertumbuhan didapat hasil bahwa M. anisopliae pada media tumbuh beras jagung tumbuh lebih cepat dibandingkan media bekatul padi dan dedak jagung, sedangkan pada parameter kerapatan spora didapat hasil bahwa M. anisopliae pada media dedak jagung tumbuh lebih cepat pada media beras jagung namun sedikit lebih cepat dibanding media bekatul padi. Simpulan. Berdasarkan hasil pengamatan didapat kesimpulan bahwa media perbanyakan tidak berpengaruh nyata terhadap periode inkubasi, namun berpengaruh sangat nyata pada laju pertumbuhan dan kerapatan spora M. anisopliae.
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Pengaruh Konsentrasi Biopesnut Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) M. Yusuf Adi Septian
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/wtbv1966

Abstract

Pendahuluan. Kakao  (Theobroma cacao L.)  merupakan  salah  satu  komoditas  perkebunan  utama  di Indonesia yang  memiliki  peran  penting  dalam peningkatan devisa negara melalui ekspor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit tanaman kakao itu dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Media tanam merupakan salah satu faktor eksternal yang diharapkan mampu memberikan kondisi lingkungan mikro perakaran yang sesuai. Faktor eksternal seperti ketersediaan unsur hara, air dan oksigen pada media tanam tanah ini dapat ditingkatkan dengan menambahkan pupuk organik di dalamnya. atau akibat rekayasa manusia berbentuk padat atau pupuk organik bentuk cair. Pupuk-pupuk organik yang diberikan ini akan mampu menambah bahan organik, meningkatkan ketersediaan hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta meminimalisasi gangguan mikroorganisme merugikan, maka media pertumbuhan bibit kakao di pembibitan diberikan biocharbon+pestisidanutrisi (biopesnut) pada media tanam sebagai media tanam cacao alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi biopesnut terhadap pertumbuhan bibit kakao di pembibitan. Metode Pengumpulan Data. Perlakuan B0 (kontrol), B1 biopesnut konsentrasi 5%, B2 biopesnut konsentrasi 10%, B3 biopesnut konsentrasi 15% yang diulang sebanyak 6 (enam) kali. Parameter pengamatan yaitu Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial dan dianalisis menggunakan ANOVA, apabila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi biopesnut berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat tajuk basah, dan berat tajuk kering. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka disimpulkan bahwa konsentrasi biopesnut berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat tajuk basah, dan berat tajuk kering. 
Pemberian Asam Sulfat dan Hot Water Treantmet Sebagai Upaya  Pematahan Dormansi Pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria) Rochmadian Istika Suspramirda; Nanang Dwi Wahyono; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/43ywwe48

Abstract

Pendahuluan. Tanaman sengon memiliki nama latin Paraserianthes falcataria L Nilsen. Tanaman sengon masuk dalam familia leguminosae dengan subfamily Mimosoidae. Sengon merupakan tanaman serbaguna, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang bervariasi. Sengon memiliki berbagai manfaat dari daun sampai akar bisa digunakan Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember, dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) Faktorial. Dengan perlakuan Kosentrasi H2SO4 H0 0% atau tanpa perlakuan. H1 0,5% H2 1% H3 1,5% dan perlakuan Suhu air W0 Suhu air normal atau tanpa perlakuan W1 50oc W2 60oc W3 70oc. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil Dan Diskusi. Parameter, kecepatan kecambah dan indeks vigor Penggunakan H2SO4 pada pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor Tidak terdapat interaksi antara penggunakan metode HWT dan metode perendaman H2SO4. Kesimpulan. Penggunakan H2SO4 dan HWT pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor.
Pengaruh Media MS (Murashige and Skoog) dan Y3 (Eeuwens) Dengan Penambahan 2,4 Terhadap Induksi Kalus Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Secara In Vitro Bramasta Akbar Maulana; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/zrat7261

Abstract

Pendahuluan : Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan  tanaman perkebunan penting di Indonesia. Indonesia termasuk Negara produsen minyak kelapa sawit utama di dunia. Salah satu provinsi penghasil minyak kelapa sawit berada dibagian Barat Indonesia yaitu Pulau Sumatra dengan luas 7.994.520 hektar. Selama periode tahun 2010-2019, nilai ekspor kelapa sawit Indonesia dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2019, total ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya mencapai 36,17 juta ton (Ditjenbun, 2021). Faktor yang mempengaruhi penurunan produktivitas kelapa sawit diantaranya faktor lingkungan, kualitas bibit serta teknik budidaya dan pengolahan dalam budidaya. Atas dasar tersebut, upaya yang dilakukan guna mengatasi permasalahan penurunan produktivitas kelapa sawit yaitu dengan menyediakan bibit dalam skala besar dengan waktu yang singkat serta menyediakan bibit yang unggul dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Melalui teknik kultur jaringan, tanaman kelapa sawit mampu diperbanyak secara efisien dan cepat dengan teknik aseptik yang memanfaatkan jaringan tanaman sebagai eksplan (Soh,et al., 2017). Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yang pertama faktor Media yang terdiri dari 2 level yaitu MS dan Y3. Yang kedua faktor konsentrasi 2,4-D (0 ppm, 1ppm, dan 3 ppm). Hasil dan Diskusi. Pengamatan pertumbuhan waktu munculnya kalus dalam kultur in vitro menunjukkan bahwa waktu muncul kalus eskplan lebih cepat pada kombinasi perlakuan X1Y2 (Media MS dan 2 ppm 2,4-D) dengan rerata waktu muncul kalus 21 hari setelah kultur (HSK), pada kombinasi X2Y0 (Media Y3 dan 0 ppm 2,4-D) menghasilkan waktu muncul kalus paling lama yaitu 41 HSK yang tidak tumbuh dengan baik pada setiap unit percobaan. Pada perlakuan tanpa ZPT tidak mampu membelah sel dikarenakan nutrisi yang diberikan tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk eksplan tumbuh dan berkembang (Mahadi dkk, 2016). Akan tetapi perlakuan X2Y0 (Media Y3 + 0 ppm 2,4-D) juga mampu tumbuh dengan bantuan hormon endogen yang terdapat pada eksplan umbut tanaman kelapa sawit itu sendiri.  Selanjutnya, presentase eksplan hidup semua eksplan pada perlakuan X1Y0 (MS+2,4-D 0 ppm), X1Y1 (MS+2,4-D 1 ppm), X1Y3 (MS+2,4-D  2 ppm), X2Y0 (Y3+2,4-D 0 ppm), X2Y1 (Y3+2,4-D 1 ppm), X2Y2 (Y3+2,4-D 2 ppm), X2Y3 (Y3+2,4-D 3 ppm) menunjukkan bahwa presentase eksplan hidup tertinggi sebesar 100%, sedangkan pada perlakuan X1Y3 (MS+2,4-D 3 ppm) menunjukkan bahwa presentase eksplan hidup terkecil hanya 67%, Simpulan, Penelitian pengaruh media MS (murashige and skoog) dan Y3 (eeuwens) dengan penambahan 2,4 dichlorophenoxyacetic acid terhadap  induksi kalus kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) secara in vitro, dapat disimpulkan bahwa perlakuan media berpengaruh nyata pada parameter waktu muncul kalus. Perlakuan 2,4-D berpengaruh sangat nyata pada parameter waktu muncul kalus, serta kombinasi media dan zat pengatur tumbuh 2,4-D tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan eksplan kelapa sawit.
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT NOR Coffee Indonesia Muhammad Vosri; Dian Pratita; Setyo Nugroho; Fandyka Ali
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/g2ycj725

Abstract

Pendahuluan. Sumber daya manusia (SDM) perlu diorganisir untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) menjadi ilmu yang dapat mengatur dan memanajemen SDM yang ada pada perusahaan. MSDM dapat terlaksana melalui motivasi kerja yang dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. PT NOR Coffee Indonesia mempekerjakan lebih kurang 200 karyawan dengan berbagai macam latar belakang, perlu dilakukan penerapan MSDM melalui motivasi kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan agar mencapai tujuan perusahaan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT NOR Coffee Indonesia. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di PT NOR Coffee Indonesia pada tahun 2024 selama 1 bulan. Purposive sampling digunakan untuk menentukan responden sebanyak 10 responden. Data dikumpulkan menggunakan data primer berupa wawancara dan sekunder berupa laporan dari perusahaan. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil dan Diskusi. Motivasi kerja yang terdiri dari beberapa indikator yaitu lingkungan kerja, supervisi, jaminan pekerjaan, dan peraturan yang fleksibel berpengaruh baik terhadap kinerja karyawan PT NOR Coffee Indonesia. Meskipun terdapat beberapa indikator yang tidak sesuai dibandingkan dengan keadaan umum perusahaan lainnya, namun karyawan terbiasa dan memaklumi sehingga tidak mempengaruhi buruk terhadap kinerja karyawan. Simpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan motivasi kerja yang dilakukan di PT NOR Coffee Indonesia berpengaruh baik terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Konsentrasi Urin Sapi dan Jumlah  Ruas Terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canepora) Riki Rizki Yandapit; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/jjxrs883

Abstract

Pendahuluan. Kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia salah satunya adalah kopi robusta (Coffea canephora). Untuk mendapatkan tanaman unggul kopi robusta dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan cara menggunakan biji (Generatif) dan vegetatif salah satunya stek. Perbanyakan dengan setek pada tanaman kopi robusta mampu menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak serta memiliki sifat  yang sama dengan induknya. Bahan tanam yang unggul merupakan bahan tanam yang berasal dari varietas unggul dan umur bahan tanam yang tidak tua dan tidak muda Permasalahan yang sering dijumpai dalam perbanyakan tananaman setek ini yaitu proses pembentukannya akar yang sulit, oleh karena itu perlu penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk meningkatkan pembentukan akar. Hormon auksin dapat ditemukan dalam zat pengatur tumbuh alami dan sintesis, Secara alami auksin banyak terdapat pada urin sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora) dan untuk mengetahui pengaruh beda ruas terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora). Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 3 kali ulangan yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor K (Konsentrasi urin sapi) dengan perlakuan K0 (0%), K1 (30%), K2 (50%), K3 (70%) dan faktor R (Ruas) dengan perlakuan R1 ( satu ruas), R2 (dua ruas), R3 (tiga ruas). Dengan parameter pengamatan yaitu Presentase stek hidup (%), Jumlah ruas, Jumlah pasang daun, Panjang tunas dan Panjang akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Hasil dan Diskusi. Konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora ). Hal tersebut diduga penggunaan urin sapi yang digunakan, apabila konsentrasi penggunaan urin sapi yang mengandung auksin itu tepat akan memberikan pengaruh baik pada pertumbuhan, akan tetapi jika konsentrasi penggunaan urin sapi itu terlalu banyak akan menghambat proses pertumbuhan bahkan mati. Jumlah ruas berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora). Hal tersebut diduga karena pengaruh jenis tanaman, umur tanaman dan faktor endogen seperti karbohidrat, auksin dan hormon yang berperan pada pertumbuhan stek. Konsentrasi urin sapi dan jumlah ruas tidak terdapat interaksi terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora). Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora) beda ruas stek berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora).
Kajian Proses Pembuatan Gula Merah dari Macam Bahan Baku yang Berbeda Risdianto Cahyo Nugroho; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/f9deh514

Abstract

Pendahuluan. Gula merupakan salah satu sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (2020) menyebutkan bahwa, konsumsi gula nasional pada tahun 2020 itu  5,2 juta ton dan 2021 sebesar 5,3 juta ton, sedang produksi gula nasional tahun 2020 sebesar 2,13 juta ton dan 2021 sebesar 2,24 juta ton. Secara umum ada dua jenis gula konsumsi,  pertama gula kristal putih (gula pasir) yang diproduksi dari bahan dasar tebu, ke dua gula merah dan pada akhir-akhir ini dikenal juga ada gula stevia. Industri gula merah merupakan salah satu industri gula tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut data BPS (2020), volume produksi kelapa deres (bahan baku gula merah) tahun 2019 sebanyak 55.928 ton, dan volume produksi tahun 2020 sebanyak 55.600 ton mengalami penurunan cukup significant. Penurunan ini selain sebagai akibat minat generasi pewaris yang enggan meneruskan usaha leluhur, juga sebagai akibat adanya anggapan bahwa proses pembuatan gula merah beresiko tinggi dengan keuntungan yang kurang memadai. Pengrajin gula merah membuat gula merah dengan bahan baku alternatif tebu, bahan baku nira tebu lebih mudah diperoleh. Selain ketersediaan bahan baku nira aren dn nira kelapa selain sulit diperoleh juga tidak menentu bahkan keuntungan yang diperoleh kecil tidak sebanding dengan resiko dan beratnya kerja menderes buah palm itu.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh macam bahan baku nira terhadap rendemen dan kualitas gula merah yang dihasilkan serta volume bahan bakar dan waktu pemasakan. Metode Pengumpulan Data. Terdiri 6 perlakuan yaitu P0: nira kelapa 5 L ,P1 : nira tebu 5 L, P2 nira aren 5 L, P3 nira kelapa 2,5 L + nira tebu 2,5 L, P4 nira tebu 2,5 L + nira aren 2,5 L, P5 : Nira aren 2.5 L + nira kelapa 2,5 L. Dengan parameter pengamatan yaitu penentuan Kadar gula total, dan penentuan waktu pemasakan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial (RAKNF). Hasil dan Diskusi. Macam bahan baku gula merah berbengaruh nyata terhadap parameter kadar gula total. Kadar gula total terbaik diperoleh dari P5 dengan nilai rata-rata 87,22 %, skor nilai 5, dan kriteria sangat baik. Waktu pemasakan berpengaruh nyata terhadap tingkat kemasakan gula yang dihasilkan. Waktu pemasakan tercepat pada perlakuan P4 (Nira Tebu + Nira Aren) dengan waktu pemasakan 69,75 menit. Simpulan. Hasil uji lapang dan laboratorium menunjukkan bahwa macam bahan baku gula merah berbengaruh nyata terhadap parameter nyata terhadap parameter kadar gula total dan waktu pemasakan.
Pengaruh Sinergitas Mikrobia dan Pupuk Blotong Terhadap Pertumbuhan Tebu di Kebun RVO Tapen PG Pradjekan PTPN XI Galih Muhammad Zulfikar
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/e1z7kh90

Abstract

Pendahuluan. Permasalahan utama dalam industri gula adalah produksi gula kristal putih (GKP) yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional. Untuk meningkatkan kualitas dan produksi tanaman tebu, Teknik budidaya tanaman tebu perlu diperhatikan yaitu pemupukan pada tanaman. Pemupukan dapat menggunakan limbah dari PG Pradjekan yakni blotong. Penggunaan pupuk blotong dapat ditingkatkan efisiensinya dengan penambahan bakteri akar tebu. Selain itu penggunaan pupuk asam amino dapat membantu pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan nutrisi unsur hara makro dan mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sinergitas mikrobia dan pupuk blotong terhadap pertumbuhan tanaman tebu di kebun RVO Tapen PG Pradjekan PTPN XI. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung terhadap tanaman yang akan di uji coba secara berkala 1 bulan sekali selama 10 bulan atau proses penggilingan. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu B0 : Kontrol (50 tanaman) menggunakan pupuk kimia anjuran perusahaan dan B1 : Aplikasi Pupuk organik blotong, PGPR (plant growth promoting rhizobakteria), serta asam amino pada tanaman tebu (50 tanaman). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode uji T-test. Hasil dan Diskusi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan di umur 2 BST, 3 BST, 4 BST, dan 5 BST. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi batang pada umur 3 BST, 4 BST, 5 BST, 6 BST, dan berpengaruh tidak nyata pada umur 7 BST. Diameter batang berpengaruh sangat nyata pada umur 5 BST, 6 BST, dan 7 BST pada tanaman tebu di kebun RVO Tapen PG Pradjekan PTPN XI. Selain itu sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh pada kadar brix dimana perlakuan T1 kadar brix lebih besar dibandingkan perlakuan T0. Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh  sangat nyata pada parameter jumlah anakan, diameter batang, dan tinggi tanaman serta berpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman umur 7 BST. Penelitian juga menunjukkan bahwa sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh dalam peningkatan kadar brix tebu di lahan RVO Tapen.

Page 4 of 4 | Total Record : 40