cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 40 Documents
Identifikasi dan Morfologi Berbagai Kelompok Bakteri Eksplorasi Tanah Lahan Tebu dalam Cairan Terfermentasi Febrian Tegar Sholeh Istighfari
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/cjxgdv13

Abstract

Pendahuluan. Penelitian terkait identifikasi morfologi dan laju pertumbuhan berbagai kelompok bakteri eksplorasi tanah lahan tebu dalam cairan terfermentasi dilakukan pada bulan September – Oktober 2022 di PG Pradjekan PTPN XI Bondowoso. Metode Pengumpulan Data.  Metode penelitian ini menggunakan metode observasi dan analisis data secara deskriptif yaitu dengan mengamati perubahan warna dan bau setiap minggunya serta di analisis laboratorium yang kemudian dijelaskan secara deskripsi. Hasil dan Diskusi.  Hasil dari penelitian bakteri eksplorasi tanah lahan tebu yang tumbuh pada cairan terfementasi ini yaitu Pseudomonas spp, Rhizobium spp, Azotobacter spp, dan Lactobactillus spp. Morfologi koloni bakteri eksplorasi tanah lahan tebu meliputi bentuk, warna, ukuran, elevasi, permukaan, tepi, pewarnaan gram, dan bentuk sel. Total pertumbuhan bakteri eksplorasi tanah lahan tebu minggu pertama sebanyak 3,4 × atau 34.000.000 CFU/ml, minggu kedua pertumbuhan bakteri eksplorasi tanah lahan tebu sebanyak 1,97 ×  atau 197.000.000 CFU/ml, dan minggu ketiga pertumbuhan bakteri eksplorasi tanah lahan tebu sebanyak 6,2 ×  atau 62.000.000 CFU/ml. Simpulan. Bakteri eksplorasi tanah lahan tebu secara makroskopis didapatkan hasil warna koloni bakteri kuning, biru, putih susu, pink, biru center. Laju pertumbuhan bakteri eksplorasi tanah lahan tebu dalam cairan terfermentasi pada minggu pertama sebanyak  34.000.000 CFU/ml, pada minggu kedua pertumbuhan bakteri eksplorasi tanah lahan tebu sebanyak atau 197.000.000 CFU/ml, dan minggu ketiga pertumbuhan bakteri eksplorasi tanah lahan tebu sebanyak 62.000.000 CFU/ml.
Pengaruh Kombinasi ZPT IAA dan BAP Terhadap Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 Secara In Vitro Dewaldi Maulana Abdillah; Abdul Madjid; Irma Wardati; Sepdian Luri Asmono
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/0gce2p66

Abstract

Pendahuluan. Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 dikenal sebagai bahan baku utama industri rokok yang tumbuh dominan di wilayah Jember selama musim kemarau. Budidaya tanaman tembakau selama ini umumnya dilakukan secara konvensional, yang mengakibatkan terbentuknya sifat genetik yang tidak sama persis dengan induknya. Selain itu, melibatkan sejumlah tenaga kerja yang tinggi dan langkah-langkah kerja yang spesifik. Sehingga, teknik kultur jaringan (in vitro) merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IAA dan BAP terhadap induksi tunas Tembakau Varietas Kasturi 2. Metode Pengumpulan Data. Penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 4 kali ulangan dengan konsentrasi P0 (Kontrol (tanpa zpt)), P1 (MS + IAA 0,5 ppm + BAP 1 ppm), P2 (MS +  IAA 0,5 ppm + BAP 2 ppm), P3 (MS + IAA 0,5 ppm + BAP 3 ppm), P4 (MS + IAA 1 ppm + BAP 1 ppm), P5 (MS + IAA 1 ppm + BAP 2 ppm) dan P6 (MS + IAA 1 ppm + BAP 3 ppm). Eksplan yang digunakan adalah daun Tembakau Varietas Kasturi 2 yang masih muda. Hasil dan Diskusi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, apabila hasil menunjukkan pengaruh Berbeda Sangat Nyata maka dilakukan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi ZPT IAA dan BAP Berbeda Sangat Nyata terhadap parameter Waktu Muncul Tunas 11 HIS (P1) , Jumlah Tunas 23.8 (P3), Berat Segar 8 g (P3), Tinggi Tunas 23,4 cm (P3) , Persentase Eksplan Bertunas 100% (P2) dan berbeda tidak nyata terhadap parameter Persentase Eksplan Hidup, Persentase Eksplan Browning dan Persentase Kontaminasi Eksplan. Simpulan. P0. P1. P2. P3. P4, P5, dan P6, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ZPT IAA (Indole Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine) berpengaruh terhadap parameter pengamatan. Parameter tersebut mencangkup Waktu Muncul Tunas 11.0 hari, Jumlah Tunas 23.8 tunas, Berat Segar 8 gram, Tinggi Tunas 23.4 cm, dan Persentase Eksplan Bertunas 100 % pada Tembakau Varietas Kasturi 2. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi ZPT IAA dan BAP memiliki pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman tembakau varietas kasturi 2.
Alikasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Pada Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas VMC Suprayogi; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/afbkr047

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Pada Bibit Tebu. Metode Pengumpulan Data.  Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Jember provinsi Jawa timur dan dilaksanakan pada September 2023 sampai dengan bulan Desember 2023. Rancangan penelitian yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6  perperlakuan P0 = 0% , P1 = 10% ( 100 ml pupuk cair + 900 ml air ) , P2 = 20% ( 200 ml pupuk cair + 800 ml air ), P3 = 30% ( 300 ml pupuk cair + 700 ml air ), P4 = 40% ( 400 ml pupuk cair + 600 ml air ), P5 = 50% ( 500 ml pupuk cair + 500 ml air ), yang diulang 4 ulangan, sehingga terdapat 24 unit perlakuan  dan setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. ANOVA digunakan untuk mengurangi keragaman data. Apa biladiperoleh hasil beda nyata lebih besar dari F-tabel 5%   kemudian di uji lanjut menggunakan Uji Trend 5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah dan berat kering akar. Hasil dan Diskusi.   Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian POC daun lamtoro tidak memberikan pengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Simpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk organik cair daun lamtoro (Leucaena leucocephala) pada bibit tebu (Saccharum officinarum L.) varietas VMC berbeda tidak nyata (non signifikan) namun perlakuan P2 (20%) memberikan nilai rerata lebih baik apabila dibandingkan dengan perlakuan yang diujikan lainnya.
Pengendalian Uret Lepidiota stigma pada Tanaman Tebu Menggunakan Metarhizium Sp. dan Biopestisida Tandan Kosong Kelapa Sawit Dwiky Chandra Prayogi; Satria Indra Kusuma
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/b12svs36

Abstract

Pendahuluan. Tanaman tebu merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu hama yang menyerang tebu adalah uret/larva Lepidiota stigma. Pengendalian hama tersebut sangat penting dilakukan agar produktivitas tanaman tidak menurun. Pengendalian yang ramah lingkungan dapat menggunakan biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida TKKS terhadap hama uret pada tanaman tebu. Metode Pengumpulan Data. Dalam penelitian ini digunakan rancangan percobaan acak kelompok nonfaktorial dengan tiga perlakuan dan sepuluh ulangan. Perlakuan meliputi 1) tanpa perlakuan, 2) aplikasi biopestisida Metarhizium sp. dengan dosis 1 kg/juring, dan 3) aplikasi biopestisida tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1,25 L/Ha. Aplikasi biopestisida dilaksanakan sebanyak empat kali. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki pengaruh pada populasi hama uret Lepidiota stigma (menggunakan uji Anova dan BNT 5%). Populasi hama menurun seiring bertambahnya intensitas pemberian biopestisida baik biopestisida Metarhizium sp. maupun biopestisida TKKS. Begitu pula dengan mortalitas, pada aplikasi IV, hama yang mati sebanyak 77% pada aplikasi biopestisida Metarhizium sp. dan 71% pada aplikasi biopestisida TKKS. Larva hama uret yang mati akibat biopestisida Metarhizium sp. berubah warna menjadi hijau dengan tekstur tubuh yang keras dan kaku. Sedangkan pada aplikasi biopestisida TKKS, uret berubah warna menjadi kehitaman, tekstur tubuhnya lunak, basah, dan mengkilap. Simpulan. Biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh pada penurunan populasi hama uret Lepidiota stigma. Aplikasi biopestisida tersebut dapat menjadi alternatif pengendalian hama uret yang berkelanjutan
Pertumbuhan Bibit Vanili (Vanilli planifolia Andrews) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Muhammad Yusuf Qomarul Huda; Ujang Setyoko
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/mx4xar02

Abstract

Pendahuluan. Tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan jenis tanaman dari keluarga Orchidaceae dan salah satu anggrek-tanaman keluarga. Pembibitan tanaman vanili yang optimal akan menghasilkan tanaman buah vanili yang berkualitas dengan tingkat hasil panen yang maksimal. Media tanam merupakan faktor penting sekaligus syarat utama pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh komposisi media tanam terhadap pembibitan tanaman vanili.  Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2023 di Rumah Kawat Kebun Koleksi Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak kelompok (RAK) non faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 5 Perlakuan komposisi media tanam P1 ( Top Soil: Pupuk Kandang Sapi: Pasir (1:1:1), P2 ( Top Soil: Pupuk Kandang Sapi: Arang Sekam (1:1:1), P3 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:1:1), dan P4 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (2:1:1), P5 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:2:1), serta P6 ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:1:2) dengan  sebanyak 144 bibit vanili. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 56 HST pada perlakuan P3 yaitu dengan komposisi media ( Top Soil: Pupuk Kompos Kulit Kopi: Arang Sekam (1:1:1), parameter jumlah daun dengan rata-rata 1,60 helai, parameter diameter bibit dengan rata-rata 3,48 mm, parameter tinggi bibit dengan rata-rata 8,18 cm, berat basah total bibit dengan rata-rata 6,12 gram, berat kering bibit dengan rata-rata 0,36 gram, Panjang akar dengan rata-rata 4,6 cm, jumlah akar 1,5, berat basah akar dengan rata-rata 0,25 gram dan berat kering akar dengan rata-rata 0,17 gram.    Simpulan. Perlakuan yang terbaik yaitu perlakuan P3.
Pengaruh  Konsentrasi  Stimulansia  Amcotrel Terhadap  Produksi  Lateks Klon PB 260, dan RRIC 100 di PTPN XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember Naufal Dzaky Tamami Al Azami; Titien Fatimah; Setyo Andi Nugroho; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/q7g30682

Abstract

Pendahuluan Amcotrel 10 PA atau 2-chloroethylphosphonic acid adalah salah satu jenis stimulan dari banyaknya merek yang digunakan untuk bahan perangsang produksi tanaman karet yang berupaya pemacu hasil produksi lateks, yaitu dengan cara memperlambat jangka waktu karet mengering di alur sadap. Metode Pengumpulan Data. Penelitian yang akan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) yang terdiri dari 2 klon, dan 4 perlakuan yang terdiri dari 10 ulangan, dan terdapat 80 tanaman setiap klonnya. Hasil dan Diskusi. Interaksi terbaik terletak pada klon PB260 terjadi peningkatan volume lateks, sedangkan pada klon RRIC 100 terjadi peningkatan berat basah dan berat kering sebanyak 30% Simpulan. Konsentrasi stimulan dengan merk dagang Amcotrel berpengaruh nyata terhadap tanaman karet, dan konsentrasi stimulan yang terbaik adalah 2,5%. Klon tanaman karet (PB260 dan RRIC100) termasuk ke dalam klon quick starter, pada penelitian ini produktivitas tanaman karet barbeda nyata yang meliputi Volume lateks, berat basah dan KKK. Interaksi yang sangat nyata terdapat pada klon PB 260 terdapat pada volume lateks. Sedangkan pada klon RRIC 100 terdapat pada berat basah dan berat kering.
Aplikasi Teknologi Sinergitas Mikrobia Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI Sultan Marsy Al Habsy
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/5htyzn20

Abstract

Pendahuluan. Tanaman tebu (Saccharum Officinarum L.) termasuk dalam komoditi perkebunan semusim pada golongan famili gramineae atau rumput rumputan.Kebutuhan gula semakin meningkat namun industri gula masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula tersebut. Hal ini dikarenakan penyerapan unsur harayang kurang optimal yang mengakibatkan penurunan hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknologi sinergritas mikrobia (pupuk blotong, PGPR akar tebu dan eksplorasi tanah lahan tebu, danpupuk asam amino) terhadap pertumbuhan dan produksi tebu (Saccharum Officinarum L.) di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Uji Independent T-test. Hasil dan Diskusi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengaplikasian teknologi sinergitas mikrobia menunjukan adanya perbedaan terhadap jumlah anakan, tinggi batang, diameter batang, brix tebu, rendemen tebu, dan produktivitas. Namun tidak memberikan perbedaan terhadap analisis klorofil. Simpulan. Pada penelitian Aplikasi Teknologi Sinergritas Mikrobia Terhadap Pertumbuhan danProduksi Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI yang meliputi pengaplikasi pupuk organik blotong, PGPR akar tebu dan ekplorasi tanah lahan tebu, dan pupuk asam amino menunjukan adanya perbedaan terhadap jumlah anakan, tinggi batang, diameter batang, brix tebu,rendemen tebu, dan produktivitas dibandingkan dengan tanaman yang tidak diaplikasikan teknologi sinergitas mikrobia. Namun tidak memberikan perbedaan terhadap analisi klorofil.
Uji Macam Kandungan dan Total Kadar Asam Amino Berbahan Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Muhammad Dani Kusuma
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/2jwfas64

Abstract

Pendahuluan. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lautan cukup luas. Hasil sumber daya alam yang melimpah terutama hasil laut yaitu ikan. Seperti ikan lemuru yang dimanfaatakan oleh masyarakat Indonesia karena banyak mengandung protein dan asam lemak yang baik bagi manusia serta dapat membantu tanaman dalam pertumbuhannya. Ikan lemuru merupakan salah satu ikan yang banyak dimanfaatkan dalam dunia industri pangan maupun dalam bahan pembuatan pupuk organik yang baik bagi kesuburan tanah (Pertami dkk., 2020). Oleh karena itu dengan hasil laut yang sangat melimpah maka salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengolah hasil panen tersebut yaitu dengan cara memanfaatkan ikan lemuru untuk dijadikan pupuk organik cair atau disebut dengan asam amino. Menurut Waitiu (2022), Asam amino memiliki manfaat bagi tanaman dalam membantu pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan nutrisi unsur hara mikro dan makro. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode pengamatan dan analisis data secara deskriptif yaitu dengan mengambil hasil data di laboratorium yang kemudian akan di jelaskan secara deskripsi. Dengan parameter untuk mengetahui macam-macam kandungan asam amino dan persentase kadar kandungan pupuk asam amino. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan macam - macam kandungan asam amino dan total kadar persentase kenaikannya yang terdiri dari alanine (1,539%), glutamic acid (2,447%), glycine (1,409%), leucine-isoleucine (1,253%), valine (0631%), cysteine (2,997%), aspartic acid (5,778%), methionine (2,466%), threonine (2,746%), proline (1,140%). Simpulan. Kandungan asam amino tersebut memiliki kadar persentase yang berbeda-beda di setiap bulannya dengan total kenaikan di bulan pertama yaitu 5,655%, sedangkan bulan kedua 7,483%, dan di bulan ketiga 9,269%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Blotong, PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) di Kebun Mrawan 1 PG Pradjekan PTPN XI Ahmad Fa'is Wafiuddin
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/kzpa6n38

Abstract

Pendahuluan Salah satu masalah yang dihadapi industri gula Indonesia adalah produktivitas tebu yang rendah yang disebabkan oleh Teknik budidaya yang tidak ideal dan Tingkat kesuburan tanah yang rendah. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan memanfaatkan kandungan-kandungan nutrisi, mikroba, dan unsur hara yang ada pada pupuk organik blotong, PGPR, dan asam amino dengan cara mengaplikasikan ke tanaman tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pupuk organik blotong, PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), dan asam amino berpengaruh terhadap pertumbuhan tebu (Saccharum officinarum L.) Metode Pengumpulan Data. Plot perlakuan yang diamati adalah pertumbuhan tanaman tebu yang ditanam pada lahan dengan dan tanpa pemberian paket mikrobia (pupuk organik blotong, PGPR, asam amino). Analisa Data. Metode penelitian yang digunakan adalah mengumpulkan data untuk dianalisis menggunakan Uji T untuk kedua perlakuan dengan masing-masing 50 sample. Hasil dan Diskusi. Hasil Penelitian adalah pemberian pupuk organik blotong, PGPR, dan asam amino berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang (36 MSA) dengan nilai rata-rata 3,34 cm, brix (36 MSA) dengan nilai 19,95%, serta rendemen (36 MSA) yang mencapai nilai 8,41%.. Simpulan. Pemberian pupuk organik blotong, PGPR, dan asam amino berpengaruh terhadap pertumbuhan tebu.
Identifikasi Morfologi dan Kerapatan SporaMetarhizium anisopliae Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang (25ºC) Vita Risti Amanda
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/m0nfhb70

Abstract

Pendahuluan. Serangan hama pada tanaman merupakan faktor penghambat bagi peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Pengendalian hama menggunakan senyawa kimia dengan dosis yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar, maka sebab itu perlu dilakukan pengendalian hama secara terpadu (PHT) salah satunya menggunakan cendawan Metarhizium anisopliae. Keefektifan dari cendawan ditentukan oleh spora dari cendawan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan kerapatan spora dari cendawan Metarhizium anisopliae.. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif yaitu dengan cara mengamati morfologi dari cendawan mulai dari warna, bentuk dan kerapatan spora dari cendawan tersebut. Hasil dan Diskusi. Pengamatan pertumbuhan cendawan M.anisopliae secara makroskopis pada 8 HSI menunjukkan cendawan M. anisopliae mengalami awal pertumbuhan koloni berwarna putih, pada 18 HSI pertumbuhan cendawan yang belum sempurna dikarenakan hanya bagian luar media yang mengalami pertumbuhan secara merata sedangkan pada bagian dalam media koloni dari cendawan masih berwarna putih, pada 28 HSI pertumbuhan cendawan M. anisopliae sudah mengalami pertumbuhan yang sempurna dikarenakan warna koloni dari cendawan M. anisopliae sudah merata keseluruh bagian dari media,   pada 38 HSI menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae mengalami perubahan warna pada koloni yang cukup signifikan yaitu hijau kecoklatan bahkan menghitam, pada 48 HSI menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae memiliki warna koloni putih kecoklatan dan menghitam. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa M. anisopliae memiliki spora yang berbentuk panjang telur hingga silindris dan membentuk rantai, konidia ber sel satu, dengan miselium bersekat, miselium adalah sekumpulan hifa yang membentuk benang benang serta konidiofor berbentuk panjang dan memiliki warna hialin. Kerapatan spora sendiri menunjukkan pada 8 HSI kerapatan spora memiliki nilai 4,20 x 109 spora/ml, pada 18 HSI kerapatan spora menurun menjadi 3,56 x 109 spora/ml, pada 28 HSI cendawan mengalami kenaikan kerapatan spora yang mencapai 4,97 x 109 spora/ml, pada 38 HSI kerapatan spora dari cendawan mengalami penurunan hingga mencapai angka 2,64 x 109 spora/ml dan pada 49 HSI kerapatan spora juga menurun hingga mencapai 1,80 x 109 spora/ml. Simpulan, Dengan parameter berupa morfologi mikroskopis dan makroskopis dari cendawan serta kerapatan spora menunjukkan bahwa saat pengamatan secara makroskopis cendawan memiliki warna awal koloni putih dan seiring berjalannya waktu cendawan berubah warna menjadi hijau gelap, sedangkan pada saat pengamatan secara mikroskopis cendawan memiliki spora yang berbentuk Panjang telur hingga silindris dan membentuk rantai, konidia ber sel satu, dengan miselium bersekat dan kerapatan spora tertinggi dicapai pada saat cendawan berusia 28 HSI yaitu 49 x 109  spora/ml.  

Page 2 of 4 | Total Record : 40