cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 40 Documents
Uji Toksisitas Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Cendawan Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Tembakau Martha Sari Dewi; Irma Wardati; Sepdian Luri Asmono; Triono Bambang Irawan
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/v7c8ff38

Abstract

Pendahuluan. Cendawan Fusarium oxysporum merupakan cendawan tanah yang dapat bertahan lama dalam tanah sebagai klamidospora yang terdapat banyak dalam akar tanaman tembakau yang sakit. Terdapat beberapa cara untuk pengendalian cendawan tersebut salah satunya dengan pestisida nabati TKKS. Uji toksisitas yaitu memberikan efek toksik atau racun pada jangka waktu tertentu.  Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Jember. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui toksisitas pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan cendawan penyebab penyakit layu tanaman tembakau (Fusarium oxysporum). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 5 macam perlakuan, meliputi : P0 : Sebagai kontrol untuk menghitung HR (Hambatan Relatif) tanpa TKKS, P1 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 1%, P2 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 2%, P3 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 3% dan P4 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 4%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh tidak nyata terhadap daya hambat dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni cendawan Fusarium oxysporum. Simpulan. Pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh tidak nyata terhadap daya hambat dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni cendawan Fusarium oxysporum.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Devi Puji Sutoyo Putri; Abdurrahman Salim; Titien Fatimah; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/74mh8f06

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea robusta L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hasil panen kopi dapat memberi sumbangan devisa negara cukup besar sebagai sumber devisa dalam menopang pembangunan nasional. Permasalahan utama pada tanaman kopi adalah tidak tersedianya bibit skala besar dan serempak. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan umur produktif. Pemberian pupuk merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam. Salah satu alternatif yaitu menggunakan pupuk organik yang ramah akan lingkungan, yaitu pupuk organik cair (POC) yang berbahan dasar limbah tahu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah tahu terhadap tanaman kopi pada masa pertumbuhan. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilakukan di Lahan Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember pada bulan Agustus – November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P0 merupakan kontrol, P1 sebanyak 25%, P2 sebanyak 50%, dan P3 sebanyak 75%. Hasil dan Diskusi. Dari hasil analisa data yang dilakukan, perlakuan aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu berpengaruh nyata hanya pada parameter volume akar. Simpulan.  Hasil konsentrasi terbaiknya yaitu pada P3 sebanyak 75%.
Pengaruh Pemberian Dekomposer Rumen Sapi Terhadap Proses Dekomposisi Blotong Tebu Kurniawan Hari Subagio; Triono Bambang Irawan
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/vpevph97

Abstract

Pendahuluan. Blotong merupakan sebuah limbah yang dihasilkan dari pabrik pengolahan tebu dalam proses pembuatan gula, yang biasanya dihasilkan dalam bentuk yang mengandung kadar air yang lumayan rendah (Pramesti and Hermiyanto, 2019). Pembuatan pupuk organik blotong masih membutuhkan suatu  proses fermentasi agar kandungan yang ada didalam blotong bisa sederhanakan, untuk proses fermentasi tersebut dibutuhkan sebuah cairan yang menganduk bakteri  dekomposer atau perombak bahan organik seperti  cairan rumen. Cairan rumen  banyak sekali mengandung mikroorganisme yaitu diantaranya adalah bakteri yang paling dominan, Protozoa, sebagian kecil jamur, sehingga bisa menjadi sumber mikrioorganisme dikarenakan banyak terdapat mikroba. Metode Pengumpulan Data.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode Observasi, yang bertujuan untuk mengamati dan melihat keadaan sekitar di tempat pelaksaaan penelitian di PG Prajekan. Selanjutnya setelah menganalisis sampel di Labotarium biosan Hasil dari Lab tersebut dijelaskan dengan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil dan Diskusi. Proses pembuatan pupuk organik blotong mengalami perubahan kandungan setelah dilakukan pengomposan atau dekomposisi. Perubahan itu menunjukan indikator bahwasannya blotong mengalami aktivitas perubahan atau pendekomposisian blotong yang dilakukan oleh mikroorganisme setelah diaplikasikan  pemberian cairan rumen sapi yang digunakan sebagai dekomposer atau bahan perombak dalam pembuatan pupuk organik. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Dekomposer Rumen Sapi Terhadap Proses Dekomposisi Blotong Tebu didapatkan hasil nilai C/N rasio blotong tebu sebesar 20,79%. Pemberian dekomposer rumen sapi blotong tebu setelah 21 hari nilai C/N rasio sebesar 9,62% dan setelah 42 hari nilai C/N rasio 9.48%.
Respon Pertumbuhan Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Komposisi Media Tanam Dan POC Air Cucian Beras Nartarisa Kartika Amalia; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Setyo Andi Nugroho
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/72xkrj17

Abstract

Pendahuluan. Kakao merupakan salah satu komoditi penting yang dapat membantu perekonomian di Indonesia. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2023 sampai bulan Januari 2024 di lahan Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari 3 taraf meliputi M1 (top soil : pasir) perbandingan 1:1, M2 (top soil : pasir : arang sekam) perbandingan 1:1:1, M3 (top soil : pasir : arang sekam) perbandingan 1:1:2. Faktor kedua adalah pupuk organik cair air cucian beras yang meliputi B0 (sebagai kontrol), B1 (100 ml/polibag), B2 (200 ml/polibag), B3 (300 ml/polibag) Hasil dan Diskusi. Pemberian komposisi media tanam memberikan hasil berbeda sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah akar, dan berat kering akar dengan perlakuan terbaik pada perlakuan M1 (top soil:pasir perbandingan 1:1). Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan memberikan komposisi media tanam dan pupuk organik cair air cucian beras menunjukkan pengaruh interaksi tidak berbeda nyata.
Pengaruh Pemberian Metarhizium anisopliae Metch. Terhadap Populasi Dan Mortalitas Hama Uret (Lepidiota Stigma F.) Tanaman Tebu Di Desa Rogotruna Lumajang Erita Putri Andini; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/kqz55x95

Abstract

Pendahuluan. Serangan hama merupakan salah satu faktor penyebab yang mempengaruhi kualitas tebu, terdapat lebih dari 100 jenis hama yang menyerang tanaman tebu, salah satunya yaitu hama uret. Uret (Lepidiota stigma F.) merupakan hama yang menyerang bagian akar tanaman tebu, dampak yang disebabkan akibat terserang hama uret ini yaitu tanaman menjadi layu dan menguning mirip gejala kekeringan kemudian mengakibatkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengendalian serangan hama uret dengan menggunakan agens hayati salah satunya cendawan Metarhizium anisopliae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian Metarhizium anisopliae berpengaruh terhadap populasi dan mortalitas hama uret tebu. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu P0 (Kontrol) dan P1 (Metarhizium anisopliae dengan kerapatan 1 x 109 spora/ml). Parameter pengamatan berupa populasi, mortalitas, dan perubahan fisik hama uret. Metode penelitian ini menggunakan uji T independent. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Metarhizium anisopliae berpengaruh nyata terhadap populasi,mortalitas, dan perubahan fisik hama uret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi uret tebu menurun sebesar 1,63 larva/rumpun, dan menghasilkan persentase mortalirtas hingga  68%. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka disimpulkan bahwa pemberian cendawan M. anisopliae berpengaruh sangat nyata terhadap parameter populasi dan mortalitas hama uret tebu. Hama uret yang diberi perlakuan M.anisopliae memiliki ciri – ciri tubuhnya mengeras dan warnanya berubah menjadi menghitam.
Pengaruh Pemberian Poc Limbah Kulit Kopi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Varietas Komasti Azura Aulia Putri; Titien Fatimah; Anni Nuraisyah; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/kkybkr43

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan komoditas ekspor yang berperan penting sebagai sumber devisa negara, perkembangan ekonomi daerah, dan pendapatan petani. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan mutu hasil. Pemberian pupuk organik cair merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam,salah satunya POC limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi dalam bidang pertanian dapat memperbaiki kesuburan tanah, serta merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun sehingga bagus untuk dijadikan pupuk organik cair oleh masyarakat dan dapat mengurangi limbah kopi yang menjadi permasalahan petani setiap produksi kopi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan bibit kopi dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) limbah kulit kopi. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2023 sampai Desember 2023, yang bertempat di Lahan Pembibitan Laboratorium Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 4 taraf perlakuan POC limbah kulit kopi, perlakuan A0 (Konsentrasi 0%/kontrol), A1 (Konsentrasi 20%), A2 (Konsentrasi 40%) dan A3 (Konsentrasi 60%) dengan frekuensi pengaplikasian 2 minngu sekali selama 18 MST pada tanaman kopi sebanyak 120 bibit. Hasil dan Diskusi. Hasil tertinggi penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 18 MST pada perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%, parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,83 cm, parameter diameter batang dengan rata-rata 0,24 cm, parameter jumlah daun dengan rata-rata 5,61 cm , berat basah akar dengan rata-rata 0,62 gram, dan berat kering akar dengan rata-rata 0,31 gram. Simpulan. Perlakuan yang tertinggi adalah perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%.
Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Nur Amelia Agustin; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/denqcr85

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffia arabica L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Agar tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik, pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan pada tahap pembibitan. Permasalahan utama tanaman kopi adalah tidak tersedianya benih berkualitas tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan tanaman kopi yang baik, perlu dilakukan upaya konservasi untuk mendukung pertumbuhan benih yang berkualitas dengan menggunakan pupuk anorganik sejak tahap pembibitan. Sebagai alternatif untuk mempercepat pertumbuhan kopi, juga bisa menambahkan zat pengatur tumbuh  eksogen. Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik dan bukan merupakan unsur hara, namun bila digunakan dengan benar dapat mendukung proses fisiologis pada tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian konsentrasi air kelapa yang optimal terhadap pertumbuhan benih tanaman kopi arabika. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember yang dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2024. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial. Terdapat 5 perlakuan air kelapa,perlakuan P0: (kontrol/urea), P1 : Konsentrasi air kelapa 20% , P2 : Konsentrasi air kelapa 35% , P3 : Konsentrasi air kelapa 50%, P4: Konsentrasi air kelapa 65%. Pada pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 16 MST sebanyak 125 bibit kopi arabika. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan 16 MST pada perlakuan P3 konsentrasi 50%,parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,66 cm,parameter diameter bibit dengan rata-rata 1,00 cm,parameter jumlah daun dengan rata-rata 6,65 pasang,parameter berat basah tajuk dengan rata-rata 4,87 gr,parameter berat kering tajuk dengan rata-rata 4,13 gr,dan berat kering akar dengan rata-rata 2,32 gr. Simpulan. Perlakuan terbaik adalah perlakuan P3 konsentrasi 50 %. 
Pengaruh Biopestisida Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Populasi dan Mortalitas Hama Uret Tebu di Desa Rogotrunan Siti Mutmainah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/00wk3v06

Abstract

Pendahuluan. Hama uret tebu (Lepidiota stigma F.) merupkan hama utama yang menyerang tanaman tebu. Serangan hama uret dapat menurukan hasil produksi tanaman mencapai 50%. Salah satu alternatif pengndalian hama uret yakni menggunakan biopestisida tandan kosong kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian biopestisida tandan kosong kelapa sawit terhadap populasi dan mortalitas hama uret tebu di Desa Rogotrunan Kabupaten Lumajang. (Cambria, 10pt, 1 spasi) Metode Pengumpulan Data. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan T-test Independen menggunakan 2 perlakuan yang berbeda yaitu variable kontrol dan variable terikat. Parameter pada penelitian ini adalah populasi hama uret, mortalitas hama uret dan perubahan fisik hama uret. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukan biopestisida tandan kosong kelapa sawit berpengaruh dalam menurunkan populasi hama uret tebu dan dengan presentase mortalitas sebesar 65%. Perubahan fisik hama uret setelah pengaplikasian biopestisida tandan kosong kelapa sawit adalah berubah warna menjadi hitam dengan tekstur lunak, perubahan bentuk tubuh menggulung dan menyusut. Simpulan. peaplikasian biopestisida TKKS berpengaruh dalam menurunkan populasi hama uret tebu dan dengan presentase mortalitas sebesar 65%. Setelah pengaplikasian biopestisida tandan kosong kelapa sawit fisik hama uret berubah warna menjadi hitam dengan tekstur lunak, bentuk tubuh menggulung dan menyusut.  
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora P.) Febrian Erindra Raihan; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/wf397e23

Abstract

Pendahuluan Kopi penyumbang devisa negara bagi negara Indonesia karena nilai kopi yang cukup tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2020, Total produksi kopi di Jawa Timur sebesar 68 ribu ton kopi, meliputi Jember, Malang, Blitar dan Bondowoao dengan luas 113.332 hektar. Permintaan konsumsi  kopi bubuk meningkat hingga 13,9 persen di taun 2021 dan 2022, untuk minuman jadi  rerata konsumsi naik 6,8% sedangkan kopi instan rerata konsumsi naik 9,7%. Solusi dalam perbanyakan mengguanakan stek yaitu dengan pemberian ZPT, karena ZPT dapat mengoktimalkan pertumbuhan tanaman, salah satunya auksin yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan akar Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 5 perlakuan yaitu perlakuan P0 (Tanpa pemberian air kelapa), P1 (Konsentrasi air kelapa 25%), P2 (Konsentrasi air kelapa 50%), P3 (Konsentrasi air kelapa 75%), P4 (Konsentrasi air kelapa 100%). Setiap perlakuan  akan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Dalam setiap unit terdapat 7 stek dan terdapat 3 sample sehingga didapatkan 175 stek. Dengan parameter pengamatan yaitu presentas hidup stek pada akhir penelitian, tinggi tunas, jumlah daun dan Panjang akar stek. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok non Faktorial Hasil dan Diskusi. Perlakuan pemberian air kelapa memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase hidup umur 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 %, tinggi tunas umur 1, 2 ,3, 4 BST pada perlakuan P2 dengan konsentrasi 50 %, jumlah daun umur 1, 2, 3, 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 % panjang akar umur 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 %. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa. Perlakuan pemberian air kelapa pada Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora P) berpengaruh sangat nyata pada parameter presentase hidup, tinggi tunas, dan jumlah daun.
Pengaruh Aplikasi Insektisida Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Populasi dan Mortalitas Hama Uret Tebu (Lepidiota Stigma F.) di Desa Grati Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang Dita Nia Yuris Aprita
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/sfjptt50

Abstract

Pendahuluan Penurunan produktivitas tanaman tebu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) khususnya hama uret tebu (Lepidiota stigma F.). Alternatif yang dalam pengendalian hama uret tebu yang ramah lingkungan dann dapat mengurangi penggunaan insektisida kimia dapat menggunakan insektisida asap cair tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh insektisida tandan kososng kelapa sawit (TKKS) terhadap populasi dan mortalitas hama uret tebu di kebun Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Kaupaten Lumajang. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode T-test Independent dengan dua perlakuan, yaitu aplikasi insektisida tandan koson kelapa sawit (TKKS) dan tanpa aplikasi. Setiap perlakuan terdiri dari 30 sampel yang terdapat di sekitar tanaman tebu. Hasil dan Diskusi. Populasi hama uret tebu pada perlakuan insektisida Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) mengalani penurunan mulai dari 3,20; 3,20; 3,03; 2,53; dan 1,77 larva per rumpun, sedangkan pada control populasi hama uret tebu meningkat mulai dari 3,17; 3,17; 3,23; 3,23; dan 3,23 larva per rumpun. Pengamatan pertama populasi hama uret tebu belum menunjukkan adanya penurunan. Sedangkan pada pengamatan kedua populasi hama uret tebu sudah menunjukkan penurunan, akan tetapi pengaruh insektisida TKKS terhadap populasi hama uret tebu tidak berbeda nyata. Pengamatan ketiga dan keempat menunjukkan penurunan populasi hama uret tebu dan aplikasi insektisida TKKS berpengaruh sangat nyata. Mortalitas hama uret tebu menunjukkan bahwa mortalitas hama uret tebu pada perlakuan insektisida TKKS berbeda sangat nyata dengan kontrol (tanpa insektisida TKKS), akan tetapi insektisida TKKS belum efektif karena mortalitas hama uret tebu kurang dari 80%. Mortalitas pada perlakuan insektisida TKKS menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pada kontrol. Pengamatan pertama pada perlakuan insektisida TTKS dan kontrol belum ada kematian hama uret tebu. Selanjutnya pada pengamatan ke dua hingga ke empat mortalitas hama uret tebu meningkat secara nyata. Hal tersebut menjelaskan bahwa aplikasi insektisida TKKS mampu menyebabkan kematian pada hama uret tebu sehingga populasinya menjadi turun. Simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi insektisida TKKS dengan konsentrasi 2,5% berpengaruh nyata terhadap populasi, mortalitas, dan perubahan fisik hama uret tebu (Lepidiota stigma F.), dengan penurunan populasi hama uret tebu hingga 1,77 larva per rumpun dan mortalitas hama uret tebu sebesar 43%.

Page 3 of 4 | Total Record : 40