cover
Contact Name
-
Contact Email
ejmanajemen@unud.ac.id
Phone
+6289677151782
Journal Mail Official
ejmanajemen@unud.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Ilmiah, Gedung BJ Lantai 3, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Jln. P. B. Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia Kode pos: 80234
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Manajemen
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 23028912     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
E-Jurnal Manajemen (e-ISSN 2302-8912) adalah jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan secara online setiap bulan (dua belas kali setahun). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan ilmiah dan menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, dan sarjana di bidang manajemen untuk berbagi dan menyebarluaskan temuan penelitian dan kajian ilmiah. Program Studi Manajemen menerbitkan jurnal ini dengan dukungan Asosiasi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) dan Perhimpunan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Cabang Bali. E-Jurnal Manajemen menerima naskah di bidang manajemen, mencakup berbagai aspek, baik penelitian empiris maupun kajian teoritis, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan tidak akan dipublikasikan di media lain. Ruang lingkup topik yang dibahas dalam jurnal ini meliputi: Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Keuangan Manajemen Pemasaran Manajemen Operasi Manajemen Strategis Manajemen Perubahan Manajemen Pengetahuan Manajemen Bakat Studi Bisnis Islam Bisnis Digital Bisnis Internasional Kewirausahaan Perilaku Organisasi Pasar Modal Jurnal ini menyediakan platform terkemuka untuk penyebaran pengetahuan ilmiah dan pertukaran ide di antara para sarjana dan profesional di bidang manajemen.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 12 (2025)" : 7 Documents clear
PERAN EFISIENSI OPERASIONAL MEMEDIASI PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA INDUSTRI JASA PARIWISATA I Made Adi Sudana; Ni Nyoman Ayu Diantini
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p06

Abstract

Kinerja perusahaan industri jasa pariwisata adalah tingkat keberhasilan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada wisatawan, yang tercermin dari peningkatan kunjungan, dan pertumbuhan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efisiensi operasional berfungsi sebagai mediator antara kualitas layanan dan kinerja bisnis di sektor jasa pariwisata. Dalam penelitian ini, 79 orang dijadikan sampel. Pendekatan sampling jenuh digunakan dalam proses pengambilan sampel, serta kuesioner digunakan untuk memperoleh data. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu SEM-PLS karena menggunakan variabel mediasi dan data tidak harus berdistribusi normal. Temuan penelitian menunjukkan kualitas layanan memiliki dampak positif dan signifikan pada kinerja perusahaan, efisiensi operasional tidak berpengaruh kinerja perusahaan, dan efisiensi operasional belum mampu memediasi hubungan antara kualitas layanan dan kinerja perusahaan. Implikasi penelitian yaitu memberikan wawasan penting bagi pengelola destinasi industri jasa pariwisata, di mana peningkatan kualitas layanan terbukti secara signifikan dapat mendorong kinerja perusahaan. Sementara itu, meskipun efisiensi operasional juga menunjukkan bermanfaat namun tidak berdampak signifikan terhadap kinerja secara statistik. Ini menunjukkan bahwa perbaikan efisiensi operasional saja belum cukup kuat untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja.   The performance of a tourism service industry company is the company's level of success in providing the best service to tourists, as reflected in increased visits and revenue growth. The purpose of this study is to determine how operational efficiency mediates the relationship between service quality and business performance in the tourism service sector. A sample of 79 people was selected for this study. A saturated sampling approach was used in the sampling process, and a questionnaire was used to obtain data. The data processing method used was SEM-PLS because it uses mediating variables and the data does not have to be normally distributed. The research findings indicate that service quality has a positive and significant impact on company performance, operational efficiency does not affect company performance, and operational efficiency is not yet able to mediate the relationship between service quality and company performance. The implications of this study are that it provides important insights for tourism service industry destination managers, where improving service quality has been proven to significantly boost company performance. Meanwhile, although operational efficiency also shows benefits, it does not have a statistically significant impact on performance. This indicates that improving operational efficiency alone is not strong enough to make a real contribution to performance improvement.
PENGARUH KNOWLEDGE SHARING TERHADAP PERILAKU INOVATIF MELALUI WORK ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Rizki Fajar Fatahillah; I Gusti Ayu Dewi Adnyani
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p07

Abstract

Dinamika lingkungan rumah sakit yang kompleks menuntut staf nonmedis untuk mampu beradaptasi dan terus berinovasi. Knowledge sharing menjadi strategi kunci dalam mendorong munculnya perilaku inovatif di kalangan staf nonmedis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran work engagement dalam memediasi pengaruh knowledge sharing terhadap perilaku inovatif staf nonmedis di RSU Puri Raharja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 107 responden staf nonmedis dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.1 Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif. Knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif dan Work engagement mampu memediasi secara parsial pengaruh knowledge sharing terhadap perilaku inovatif. Temuan ini memberikan implikasi teoritis dalam memperkuat penerapan Knowledge-Based Theory, khususnya dalam konteks integrasi pengetahuan dan keterikatan psikologis di tempat kerja. Implikasi praktisnya yakni, manajemen rumah sakit perlu mengembangkan program kolaboratif berbasis mentorship, membangun budaya berbagi pengetahuan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterikatan emosional para staf.   The complex dynamics of hospital environments demand that non-medical staff continuously adapt and innovate. Knowledge sharing emerges as a crucial strategy for fostering innovative behavior within this context. This study aims to examine the mediating role of work engagement in the relationship between knowledge sharing and innovative behavior among non-medical staff at Puri Raharja Hospital. Employing a quantitative associative-causal approach, data were collected through questionnaires distributed to 107 non-medical staff members. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) with the SmartPLS 4 software. The findings reveal that, knowledge sharing has a significant and positive impact on innovative behavior. Knowledge sharing significantly and positively influences work engagement. Work engagement has a significant and positive effect on innovative behavior and Work engagement partially mediates the influence of knowledge sharing on innovative behavior. These results offer theoretical implications by reinforcing the Knowledge-Based Theory, particularly in terms of how knowledge integration and psychological engagement contribute to innovation. From a practical perspective, hospital management is encouraged to implement collaborative mentorship initiatives, cultivate a culture of knowledge sharing, and design work environments that promote emotional engagement. These strategies are essential for enhancing staff involvement.
PERAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM MEMEDIASI PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PT. SINAR SOSRO I Kadek Dita Puja Maherja; Ni Ketut Purnawati
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p03

Abstract

Kinerja perusahaan merupakan suatu keadaan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan mengacu pada standar penilaian kinerja perusahaan. Perusahaan perlu berupaya untuk terus meningkatkan kinerjanya agar tidak terbuang di tengah persaingan yang ketat. Sangat penting bagi perusahaan meperhatikan supply chain management dalam upaya meningkatkan nilai tambah yang dirasakan untuk konsumen akhir yang menjadi keunggulan kompetitif dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan penelitian ini menjelaskan peran keunggulan komppetitif sebagai mediator diantara supply chain management dengan kinerja perusahaan pada PT. Sinar Sosro Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada seluruh karyawan PT. Sinar Sosro. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan seluruh populasi dijadikan sampel yaitu 90 karyawan. Analisis data yang digunakan dengan metode analisi jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa supply chain management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, begitu pula dengan keunggulan kompetitif yang memiliki pengaruh poositif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Keunggulan kompetitif secara signifikan memediasi pengaruh supply chain management terhadap kinerja perusahaan. Implikasi penelitian ini  menekankan pentingnya bagi PT. Sinar Sosro untuk terus meningkatkan praktik supply chain management dan meningkatkan keunggulan kompetitif  untuk meningkatka kinerja perusahaan.   Company performance reflects the results achieved based on performance assessment standards. To survive in intense competition, companies must improve their performance. One critical strategy is strengthening supply chain management to increase the added value for end consumers, thereby gaining a competitive advantage. This study aims to examine the role of competitive advantage as a mediating variable in the relationship between supply chain management and company performance at PT Sinar Sosro Gianyar. A quantitative approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to all 90 employees using a saturated sampling technique. The data were analyzed using path analysis. The findings reveal that supply chain management has a positive and significant impact on company performance. Additionally, competitive advantage also positively and significantly affects company performance. Furthermore, competitive advantage is proven to significantly mediate the relationship between supply chain management and company performance. These results suggest that companies, particularly PT Sinar Sosro, should continuously improve their supply chain management practices and focus on enhancing competitive advantage. Strengthening these two aspects can lead to better performance and a more sustainable competitive position in the market.
PERAN MOTIVASI DALAM MEMEDIASI PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI I Gede Yudhistira Putra Riskiana; Ida Bagus Ketut Surya
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi dalam memediasi pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai. Dalam organisasi publik, khususnya instansi pemerintahan, pencapaian kinerja optimal sangat dipengaruhi oleh budaya kerja yang dijalankan secara konsisten dan motivasi kerja yang tumbuh baik dari dalam maupun luar individu. Budaya kerja yang positif mendorong semangat, tanggung jawab, dan kedisiplinan pegawai, sementara motivasi memperkuat hubungan tersebut agar berdampak nyata terhadap kinerja. Penelitian ini berlandaskan teori dua faktor Herzberg, yang membedakan antara motivator dan hygiene factors sebagai penentu kepuasan serta produktivitas kerja. Studi dilakukan pada Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung dengan populasi sebanyak 92 pegawai, menggunakan metode sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan software Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.1. Hasil menunjukkan bahwa budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan kinerja, serta motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Selain itu, motivasi terbukti memediasi secara signifikan pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan tata kelola sumber daya manusia di sektor publik.   This study aims to analyze the role of motivation in mediating the influence of work culture on employee performance. In public organizations, particularly in government institutions, optimal performance is strongly influenced by a consistently applied work culture and motivation that arises both internally and externally. A positive work culture fosters enthusiasm, responsibility, and discipline among employees, while motivation reinforces these elements to significantly impact performance. This research is grounded in Herzberg’s two-factor theory, which distinguishes between motivators and hygiene factors as determinants of job satisfaction and productivity. The study was conducted at the Badung Regency Agency for Personnel and Human Resources Development (BKPSDM), involving a total population of 92 employees through a census sampling method. Data were collected using interviews and questionnaires, then analyzed using Structural Equation Modeling with the Partial Least Squares (SEM-PLS) approach through the SmartPLS 4.1 software. The results indicate that work culture has a positive and significant effect on both motivation and performance, while motivation itself significantly influences performance. Moreover, motivation is proven to significantly mediate the effect of work culture on employee performance. These findings offer important implications for improving human resource management within the public sector.
TRANSFORMASI DIGITAL PADA PERBANKAN KONVENSIONAL: ANCAMAN ATAU PELUANG? Viktor Amos; Septimus Adrianus Mali
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p05

Abstract

Industri perbankan menghadapi tekanan besar akibat disrupsi digital yang dipicu oleh kemajuan teknologi finansial, perubahan preferensi nasabah, dan meningkatnya ekspektasi terhadap layanan yang cepat, personal, dan berbasis digital. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika transformasi digital pada bank-bank konvensional di Indonesia, dengan fokus pada peluang, tantangan, dan strategi adaptasi yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel ilmiah, laporan industri, serta publikasi dari lembaga riset internasional dalam rentang waktu 2018 sampai dengan 2024.  Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan tidak hanya mencakup adopsi teknologi tetapi juga menuntut perubahan mendasar dalam model bisnis, struktur organisasi, budaya kerja, serta regulasi yang mendukung inovasi. Kolaborasi antara bank dan fintech diidentifikasi sebagai strategi kunci dalam memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan daya saing. Tantangan utama yang dihadapi mencakup ketergantungan terhadap sistem teknologi lama, resistensi budaya internal, dan risiko keamanan data. Kajian ini juga menyoroti pentingnya keamanan data dan privasi sebagai pilar utama dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan, serta perlunya penelitian lanjutan untuk mengukur dampak transformasi digital secara kuantitatif dan kualitatif.   The banking industry is facing significant pressure due to digital disruption driven by advancements in financial technology, changing customer preferences, and growing expectations for fast, personalized, and digital-based services. This article aims to explore the dynamics of digital transformation in conventional banks in Indonesia, focusing on the opportunities, challenges, and adaptive strategies implemented. The method used is a systematic literature review of scholarly articles, industry reports, and publications from international research institutions covering the period from 2018 to 2024. The findings reveal that banking digitalization not only involves the adoption of technologies, but also requires fundamental changes in business models, organizational structures, work culture, and regulatory that support innovation. Banks and fintechs collaboration is identified as a key strategy in expanding financial inclusion and enhancing competitiveness. Major challenges include reliance, internal cultural resistance, and data security risks. This study also highlights the importance of data security and privacy as key pillars in building a healthy digital ecosystem. The findings offer both conceptual and practical contributions for academics, industry players, and policymakers, and the need for research to quantitatively and qualitatively measure the impact of digital transformation.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN BULELENG Ni Nyoman Ella Widiastuti; I Gusti Ayu Manuati Dewi
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p01

Abstract

Kepuasan kerja dalam suatu organisasi mencerminkan sejauh mana karyawan suka atau tidak suka akan pekerjaannya. Karyawan yang sangat puas cenderung menunjukkan sikap positif di tempat kerja. Penelitian ini berfokus pada pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja, dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, dengan populasi penelitian sebanyak 96 pegawai dan jumlah sampel 77 orang menggunakan metode sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang diukur menggunakan Skala Likert. Analisis dilakukan dengan Uji Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban  kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, serta berpengaruh positif terhadap stres kerja. Stres kerja juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kepuasan kerja dan berfungsi sebagai mediator secara parsial kompetitif. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan beban kerja dapat menyebabkan peningkatan stres dan penurunan kepuasan kerja pegawai. Hasil ini diharapkan menjadi masukan kepada Pimpinan untuk memperhatikan kepuasan kerja pegawai.   Job satisfaction in an organization reflects the extent to which employees like or dislike their work. Highly satisfied employees tend to exhibit positive attitudes in the workplace. This study focuses on the influence of workload on job satisfaction, with work stress as a mediating variable. The research was conducted at Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, with a research population of 96 employees and a sample size of 77 individuals using a saturated sampling method. Data were collected through interviews and questionnaires measured using the Likert Scale. Analysis was conducted using Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). The results of the study indicate that workload has a negative and significant effect on job satisfaction and a positive effect on work stress. Work stress also showed a significant negative effect on job satisfaction and functioned as a partial competitive mediator. These findings confirm that an increase in work load can lead to increased stress and decreased job satisfaction among employees. These results are expected to serve as input for management to prioritize employee job satisfaction.
PENGARUH RASIO PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN TEKNOLOGI YANG TERDAFTAR DI INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA 2019-2023 Elfina; Titin Agustin Nengsih; Kurniyati
E-Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 12 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2025.v14.i12.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh rasio profitabilitas, likuiditas, dan aktivitas terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data panel. Sampel penelitian mencakup 6 perusahaan dengan periode pengamatan selama 5 tahun, sehingga terkumpul 30 observasi. Variabel independen yang digunakan adalah Return on Equity (ROE) sebagai proksi profitabilitas, Current Ratio (CR) untuk likuiditas, serta Total Asset Turnover (TATO) sebagai ukuran aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Uji simultan juga memperlihatkan bahwa ROE, CR, dan TATO secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Nilai koefisien determinasi sebesar 59,51 persen mengindikasikan bahwa variasi pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh ketiga rasio keuangan tersebut, sedangkan sisanya sebesar 40,49 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas, likuiditas, dan aktivitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan teknologi di pasar modal syariah. Implikasi praktisnya, manajemen perusahaan perlu mengoptimalkan kinerja keuangan melalui peningkatan efisiensi aset, pengelolaan modal kerja, dan strategi profitabilitas yang berkelanjutan guna memperkuat daya saing di industri teknologi.   This study aims to examine and analyze the effect of profitability, liquidity, and activity ratios on profit growth in technology companies listed on the Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) during the 2019–2023 period. The research employs a quantitative approach with panel data analysis techniques. The sample consists of 6 technology companies observed over 5 years, resulting in 30 observations. The independent variables are ROE as a proxy for profitability, CR for liquidity, and TATO as a measure of activity. The findings reveal that each of the three financial ratios has a significant partial effect on profit growth. Simultaneous testing also indicates that ROE, CR, and TATO jointly have a significant influence on profit growth. The coefficient of determination of 59.51 percent demonstrates that variations in profit growth are explained by these ratios, while the remaining 40.49 percent are influenced by other factors not included in this study. These results emphasize that profitability, liquidity, and activity are key determinants of profit growth for technology companies in the sharia capital market. The practical implication suggests that management should enhance financial performance through asset efficiency, effective working capital management, and sustainable profitability strategies to strengthen competitiveness in the technology industry.

Page 1 of 1 | Total Record : 7