cover
Contact Name
Ni Kadek Warditiani
Contact Email
kadek.warditiani@gmail.com
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Bukit Jimbaran, Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : https://doi.org/10.24843/JFU.2025.v14.i02
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana is an electronic journal which is managed by Pharmacy Department Faculty of Mathematic and Natural Science Udayana University. This journal which is a media of research publication and review article on all aspects of pharmaceutical science that is innovative, creative, original and based on scientific . Articles published in this journal include drug discovery, drug delivery systems and drug development. This journal covers specific fields in pharmaceuticals such as medicinal chemistry, pharmacology, pharmacokinetics, pharmacodynamics, pharmaceutical analysis, drug delivery systems, pharmaceutical technology, pharmaceutical biotechnolofies, herbal medicines and active components as well as clinical evaluation of medicine
Articles 16 Documents
Gambaran Penggunaan Antibiotik Bronkopneumonia Pediatri di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Tahun 2022 Rissa Maharani Dewi; Nindita Sari Nastiti; Nanda Maprillia
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p01

Abstract

Bronkopneumonia (BRPN) pada usia pediatri menjadi masalah global, penyebab kematian pada masa post neonatal. Terapi antibiotik digunakan dalam tatalaksana pengobatan BRPN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada terapi BRPN pediatri di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Tahun 2022. Studi ini memiliki desain deskriptif observasional. Data diambil secara retrospektif pada rekam medis pasien BRPN tahun 2022 yang menggunakan antibiotik. Penelitian ini menganalisis hasil penggunaan antibiotik meliputi persentase golongan dan jenis antibiotik tunggal maupun kombinasi. Usia pasien dan jenis kelamin dimasukkan ke dalam data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan gambaran penggunaan antibiotik golongan sefalosporin generasi ke-3 284 obat (81,61%), golongan aminoglikosida 52 obat (14,94%), golongan penisilin 7 obat (2,01%), golongan makrolida 4 obat (11,15%), dan golongan karbapenem 1 obat (0,29). Jenis antibiotik tunggal terbayak digunakan yaitu Ceftriaxon 183 (65,36%), dan antibiotik kombinasi terbanyak digunakan yaitu Ceftriaxon dengan Amikacin 11 (3,93%)
Review Artikel : Cathelicidins sebagai Imunomodulator dan Antikanker Kevin Gabriel; Tina Rostinawati
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p02

Abstract

Cathelicidin LL-37 merupakan salah jenis cathelicidin yang terdapat pada manusia termasuk ke dalam kelompok besar peptida antimikroba kationik dan merupakan bagian utama dari sistem kekebalan pada manusia. Selain bertindak sebagai antimikroba, cathelicidin memiliki berbagai macam fungsi imunomodulator baik meningkatkan maupun menurunkan sistem imun. Beberapa studi menunjukkan bahwa Cathelicidin dapat menginduksi efek tumorigenik pada kanker paru-paru, karsinoma sel skuamosa, malignant melanoma, serta kanker kolon. Namun, di lain sisi cathelicidin dapat menunjukkan efek anti-kanker pada kanker hati, pankreas, otak, usus besar, dan karsinoma sel skuamosa mulut. Dalam ulasan ini, dibahas berbagai fungsi cathelicidin baik sebagai imunomodulator maupun sebagai antikanker, dengan fokus pada hasil pengujian secara in vitro dan in vivo yang menunjukkan bahwa Cathelicidins diekspresikan sebagai fungsi imunomodulator dan antikanker yang beragam, bergantung pada berbagai faktor. Keragaman ini menjadikannya potensial untuk terapi beberapa jenis kanker dan sebagai imunomodulator. LL-37 juga kini dikaitkan dengan terapi berbagai jenis tumor, sehingga perlu eksplorasi dan penelitian lebih lanjut mengenai perannya dalam kanker lain serta hubungan antara faktor-faktor induksi LL-37 dan tumorigenesis.
Analisa Kadar Total Flavonoid dan Fenolik Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium) Menggunakan Metode Ekstraksi Hidrotermal Faizatul Fitria; Prima Agusti Lukis; Janet Aurellia Katharine
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p03

Abstract

Mangkokan (Nothopanax scutellarium) merupakan salah satu tanaman hias yang akar dan daunnya dapat dimanfaatkan. Kandungan senyawa kimia yang termasuk dalam metabolit sekunder antara lain flavonoid dan fenolik yang dapat diekstraksi secara hidrotermal untuk memaksimalkan jumlah ekstrak dan mempersingkat waktu ekstraksi. Suhu tinggi merusak struktur sel tanaman, membuat membran lebih permeabel dan memudahkan ekstraksi senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid total dan fenolik total menggunakan metode hidroternal pada berbagai variasi suhu tinggi. Sampel daun mangkokan diekstraksi pada suhu 80℃, 100℃, dan 120℃ selama 40 menit. Ekstrak yang dihasilkan dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kadar flavonoid dan fenol. Analisis kadar flavonoid menggunakan pereaksi AlCl3 dan asam asetat dengan standar kuersetin, analisis kadar fenolik menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan Na2CO3 dengan standar asam galat. Uji kualitatif menggunakan skrining, dilanjutkan dengan uji kuantatif spektrofotometri UV-Vis. Uji skrining menunjukkan positif mengandung flavonoid yang ditandai dengan berubah menjadi warna jingga dan fenolik yang ditandai dengan berubah menjadi warna hijau kehitaman. Pada penetapan kadar flavonoid dan fenolik secara spektrofotometri UV-Vis, panjang gelombang flavonoid 417 nm, sedangkan panjang gelombang fenolik 706 nm. Kadar total flavonoid tertinggi terdapat pada suhu 120ºC sebesar 7,421 mg/L, sedangkan kadar total fenolik pada suhu 100ºC sebesar 60,924 mg/L.
Uji Iritasi dan Hedonik Masker Gel Jerawat yang Mengandung Minyak Jinten Hitam (Nigella sativa Linn) dan Minyak Zaitun (Olea europaea var. Europea) Uce Lestari; Muhaimin; Yuliana
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p04

Abstract

Masker gel menjadi pilihan utama yang paling trend saat ini dalam hal perawatan kulit wajah terutama untuk mengatasi masalah jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi uji iritasi dan uji hedonik dari masker gel jerawat yang diformulasikan dengan minyak jinten hitam (Nigella sativa Linn) dan minyak zaitun (Olea europaea var. Europea). Minyak jinten hitam dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri, sedangkan minyak zaitun berfungsi sebagai pelembab dan antioksidan yang mampu regenerasi kulit baru. Uji iritasi dilakukan berdasarkan ijin surat kode etik nomor 2731/UN21.8/PT.01.04/2024 dengan menggunakan metode uji tempel terbuka atau pacth test pada 20 panelis untuk menilai reaksi kulit terhadap penggunaan masker gel jerawat dan uji hedonik melibatkan 20 panelis untuk menilai aspek sensori seperti aroma, tekstur, warna dan kenyamanan penggunaan. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa formulasi masker gel jerawat tidak menyebabkan iritasi signifikan pada kulit responden. Uji hedonik menunjukkan bahwa mayoritas panelis memberikan respons positif terhadap masker gel dengan skor tertinggi pada aspek kenyamanan dan kelembutan tekstur. Berdasarkan hasil penelitian ini masker gel jerawat berbahan dasar minyak jinten hitam dan minyak zaitun berpotensi sebagai produk perawatan kulit yang aman dan diterima baik oleh konsumen.
Tinjauan Mekanisme dan Potensi Terapeutik Andrographolide dari Sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai Agen Antidiabetik Gede Hada Satria Wibawa Putra Arnatha; Ni Kadek Warditiani
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p05

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis dengan prevalensi global yang terus meningkat. Terapi konvensional sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis bukti ilmiah terkait mekanisme molekuler dan potensi terapeutik andrographolide (AGL) sebagai agen antidiabetes. Pencarian literatur dilakukan menggunakan beberapa basis data (PubMed, Google Scholar, Scopus, ResearchGate, dan ScienceDirect) dengan kata kunci yang relevan. Artikel yang dipilih mencakup studi in vitro, in vivo, serta ulasan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015–2025). Sebagian besar studi menunjukkan bahwa AGL bekerja melalui peningkatan ekspresi GLUT-4, aktivasi AMPK dan PPARγ, serta penghambatan jalur inflamasi NF-κB. Selain itu, efek pada peningkatan GLP-1 dan aktivasi SIRT1 juga berkontribusi dalam memperbaiki resistensi insulin dan regulasi glukosa. AGL menunjukkan aktivitas antidiabetes yang menjanjikan melalui berbagai mekanisme molekuler. Meskipun hasil praklinis sangat mendukung, studi klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.
Review: Potensi Sinergis Daun Binahong dan Daun Sirih dalam Penyembuhan Luka Perineum postpartum I Gusti Ayu Dara Pebriyanti; Ni Kadek Warditiani
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p06

Abstract

Luka perineum pascapersalinan merupakan kondisi umum yang dialami ibu setelah melahirkan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta meningkatkan risiko infeksi jika tidak ditangani dengan baik. Daun binahong dan sirih telah lama dikenal mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam penyembuhan luka. Studi ini bertujuan mengevaluasi potensi sinergis kombinasi keduanya dalam mempercepat penyembuhan luka perineum \textit{postpartum}. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed dan Google Scholar, lalu dilakukan proses skrining dan penyaringan artikel untuk menilai kelayakannya berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi. Sebanyak 15 artikel terpilih dari total 126 artikel dianalisis lebih mendalam untuk mengetahui efek positif dari daun binahong maupun daun sirih dalam mempercepat penyembuhan luka perineum postpartum. Daun binahong mengandung flavonoid, triterpenoid, saponin, oleanolik, dan asam askorbat yang memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Sementara itu, daun sirih mengandung eugenol, tanin, hidroksikavikol, kavibetol, dan minyak atsiri yang bersifat antiseptik, antimikroba, dan antiinflamasi. Kombinasi senyawa aktif dari kedua tanaman ini berpotensi memberikan efek sinergis dalam mendukung regenerasi jaringan dan mencegah infeksi ketika proses penyembuhan luka perineum.
Free Radical and Fungal Inhibition of Methanol Soluble Extract of Mixed Coffee Parchment (Coffea arabica and Coffea robusta) Grown in Yogyakarta, Indonesia Idlohatud Dilalah; Masendra; Agus Ngadianto; Ganis Lukmandaru; Brandon Aristo Verick Purba
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p07

Abstract

Di Suroloyo, Yogyakarta, Coffea robusta dan Coffea arabica ditanam untuk menghasilkan bubuk kopi sebagai usaha lokal. Namun, pemanfaatannya menghasilkan limbah berupa kulit tanduk kopi (coffee parchment). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penghambatan residu kulit tanduk kopi terhadap radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan jamur pelapuk putih (Phanerochaete chrysosporium). Campuran kulit tanduk kopi dari kedua spesies tersebut diekstraksi dengan metanol pada suhu ruang selama tiga hari. Ekstrak larut metanol kemudian dianalisis kandungan total fenolik, total flavonoid, aktivitas penghambatan terhadap DPPH dan pertumbuhan jamur pelapuk putih, serta dilakukan analisis GC-MS. Kandungan total fenolik dan flavonoid masing-masing adalah 0,491 µmol/mg dan 0,006 µmol/mg. Nilai IC50 sampel antioksidan dan antijamur masing-masing sebesar 1257,1 µg/mL dan 1166,7 µg/mL. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa asam lemak merupakan konstituen yang dominan. Selain itu, kafein juga terdeteksi pada kulit tanduk kopi campuran C. arabica dan C. robusta. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan (DPPH) dan antijamur pada sampel disebabkan oleh kandungan fenolik total, flavonoid, serta kafein dalam ekstrak larut metanol dari kulit tanduk kopi.
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Jamur yang Diisolasi dari Spons Phyllospongia foliascens Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Maria Esmeralda Elvira Ngedo Reo; Komang Tria Noviana Dewi; Ni Putu Eka Leliqia; Ni Putu Ariantari
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p08

Abstract

Jamur laut adalah mikroorganisme yang hidup di lingkungan laut dan dapat berasosiasi dengan berbagai organisme laut, seperti alga, spons, dan lainnya. Jamur ini dikenal memiliki kemampuan untuk menghasilkan metabolit sekunder dengan berbagai aktivitas farmakologi, termasuk senyawa sitotoksik. Dalam penelitian sebelumnya, Aspergillus nomiae, Penicillium steckii, Penicillium citrinum dan Aspergillus niger telah diisolasi dari spons Phyllospongia foliascens yang dikoleksi dari pantai Amed, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak metanol yang diperoleh setelah fermentasi pada media beras dari keempat jamur tersebut terhadap larva Artemia salina menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Dalam pengujian ini, setiap kelompok perlakuan terdiri dari sepuluh larva A. salina dalam air laut buatan dan dipaparkan dengan masing-masing ekstrak pada konsentrasi antara 3,9 hingga 1000 µg/mL dalam lempeng 24-sumuran. Setelah diinkubasi selama 24 jam, jumlah larva yang mati di setiap sumur dihitung, dan nilai LC50 dihitung menggunakan analisis probit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak A. nomiae, P. steckii, P. citrinum dan A. niger memiliki efek toksik terhadap larva A. salina, dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 68,47; 83,43; 85,04 dan 12,20 µg/mL. Selain itu hasil analisis KLT menunjukkan masing-masing ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder dari golongan alkaloid, flavonoid, terpenoid, triterpenoid, dan polifenol. Metode BSLT umum digunakan sebagai uji skrining untuk menilai kemungkinan potensi sitotoksisitas suatu ekstrak, sehingga penelitian lebih lanjut mengenai efek sitotoksik ekstrak A. nomiae, P. steckii, P. citrinum dan A. niger terhadap sel kanker perlu dilakukan.
Review Literatur: Potensi Aktivitas Antidiabetik dan Antioksidan Zyzgium cumini (Jamblang) sebagai Agen Terapi Herbal Ni Putu Maya Ninditha
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 14, Issui 2, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2025.v14.i02.p08

Abstract

ABSTRACT Syzygium cumini (Java plum) is a medicinal plant traditionally used in herbal remedies, but its scientific potential as an antidiabetic and antioxidant agent remains underexplored. This study aims to evaluate the pharmacological properties of Syzygium cumini based on recent scientific literature. A systematic literature search was conducted using PubMed, Scopus, and Google Scholar, focusing on studies that investigate antidiabetic and antioxidant activities. Out of 196 articles retrieved, 186 were excluded for not meeting the inclusion criteria. A total of 10 articles were selected for further analysis. The review found that various parts of the plant including fruit, seeds, and leaves contain bioactive compounds such as flavonoids, phenols, and tannins that help lower blood glucose levels, enhance pancreatic β-cell function, and neutralize free radicals. These findings support the therapeutic potential of Syzygium cumini as a herbal agent for managing diabetes mellitus and oxidative stress. Keywords: Antidiabetic; antioxidant; diabetes mellitus, oxidative stress, Syzygium cumini ABSTRAK Syzygium cumini (Jamblang) merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, namun potensi ilmiahnya sebagai agen antidiabetik dan antioksidan masih perlu dieksplorasi lebih lanjut. Studi ini bertujuan untuk mengkaji potensi farmakologis Syzygium cumini berdasarkan data ilmiah terkini. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar, menggunakan kata kunci terkait aktivitas antidiabetik dan antioksidan. Dari total 196 artikel yang ditemukan, 186 di antaranya dieliminasi karena tidak memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 10 artikel terpilih untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil telaah menunjukkan bahwa bagian buah, biji, dan daun Syzygium cumini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, dan tanin, yang berkontribusi dalam menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan fungsi sel β pankreas, serta menetralkan radikal bebas. Kajian ini memperkuat potensi Syzygium cumini sebagai kandidat terapi herbal dalam pengelolaan diabetes melitus dan stres oksidatif. Kata kunci: Antidiabetik; antioksidan; diabetes melitus, stres oksidatif, Syzygium cumini
Review: Potensi Tanaman Obat Dalam Lontar Usada Taru Pramana Untuk Pengobatan Diare Putu Dani Paramartha Wijaya
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 14, Issui 2, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2025.v14.i02.p06

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di Provinsi Bali, yang mengalami peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan obat modern dapat memberikan efek samping dan membebani ekonomi masyarakat. Alternatif alami melalui pengobatan tradisional Bali yang tertuang dalam Lontar Usada Taru Pramana menjadi perhatian. Studi ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi potensi lima tanaman obat: lengkuas (Alpinia galanga), gendola (Basella alba), tenggulun (Protium javanicum), jambu biji (Psidium guajava), dan kecapi (Sandoricum koetjape), yang digunakan secara tradisional untuk mengatasi diare. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dari literatur ilmiah 10 tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa tanaman tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Aktivitas ini ditunjukkan melalui mekanisme seperti merusak membran sel bakteri, mengganggu sintesis protein, dan mendenaturasi enzim bakteri. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa tanaman obat dalam Lontar Usada Taru Pramana memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri penyebab diare, dan dapat dikembangkan sebagai terapi alternatif berbasis herbal yang aman dan efektif.

Page 1 of 2 | Total Record : 16