cover
Contact Name
DWITA NURULITA
Contact Email
dwita513@gmail.com
Phone
+6285642443582
Journal Mail Official
dwita513@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Wachid Hasyim No.62, Bandar Lor, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64114
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Multidiciplinary Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30639360     DOI : https://doi.org/10.33367/%25mujalasat
Mujalasat: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education.The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in madrasah (Islamic schools), pesantren (Islamic boarding school), and Islamic education in university.
Articles 94 Documents
Integrasi E-learning dalam Pendidikan Pesantren: Analisis Ngaji Kilatan Perspektif Al-Qur'an Hadis Rahma Al Izza, Naila
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Maret
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v4i1.8891

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorongtransformasi dalam berbagai aspek pendidikan, termasuk pendidikan pesantren yang selama inidikenal dengan sistem pembelajaran tradisional. Salah satu tradisi khas pesantren adalah ngaji kilatan, yaitumetode pengkajian kitab dalam waktu singkat dan intensif, terutama pada momentum tertentu sepertibulan Ramadan. Artikel ini bertujuan untukmenganalisis integrasi e-learning dalam pendidikanpesantren serta relevansinya terhadap tradisi ngajikilatan dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan studi pustaka (library research), denganmenganalisis literatur terkait e-learning, pendidikanpesantren, serta dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan pemanfaatan sarana pendidikan. Hasil kajianmenunjukkan bahwa integrasi e-learning dalam tradisingaji kilatan tidak bertentangan dengan nilai-nilaiIslam, bahkan sejalan dengan prinsip Al-Qur’an dan Hadis yang mendorong kemudahan, efektivitas, dan perluasan akses ilmu pengetahuan. E-learning dapatberfungsi sebagai media pendukung yang memperkuattransmisi keilmuan, menjaga keberlanjutan tradisipesantren, serta menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa menghilangkan esensi adab dan keberkahan ilmu. Dengan demikian, integrasi e-learning dalam ngaji kilatan merupakan bentuk inovasiedukatif yang kontekstual dan relevan bagi pesantrenmasa kini.
Pendidik sebagai Fasilitator dalam Pembelajaran Bab Banyu Kitab Fathul Muin: Perspektif Al-Qur’an Hadis Ma'arif, Samsul
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Maret
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v4i1.8894

Abstract

This article examines the urgency of teaching fiqh thaharah, particularly the Bab Banyu, within the tradition of pesantren education that is grounded in practical learning and the natural environment. This topic is important because fiqh instruction in pesantren is not limited to textual understanding but also emphasizes the internalization of values of purity, cleanliness, and moral responsibility in students’ daily lives. The study aims to analyze the role of educators as facilitators and the use of the river at Pondok Pesantren Ringinagung as a contextual medium for learning thaharah. This research employs a qualitative field study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with the kiai and pesantren administrators, and documentation, and were analyzed descriptively and analytically. The findings indicate that learning Bab Banyu is carried out through direct purification practices, habitual environmental cleanliness, and the exemplary role of educators, enabling thaharah values to be experienced rather than merely understood normatively. This study highlights the importance of integrating fiqh texts, Qur’anic values, and empirical experience in pesantren education.
Implementasi Discovery Learning dalam Memecahkan Persoalan Fikih di Pesantren Tri Ruwanto
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Maret
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v4i1.8898

Abstract

Fiqh learning in Islamic boarding schools is often identified with conventional methods such as sorogan and bandongan which are teacher-centered. Although effective for the transmission of classical knowledge, this method sometimes makes students less responsive to dynamic contemporary fiqh issues. Discovery Learning is present as an alternative active learning model that encourages students to find their own concepts and solutions through independent research and text analysis processes. The purpose of this study is to describe the steps for implementing the Discovery Learning model in fiqh learning and to analyze its effectiveness in improving students' ability to solve fiqh problems. The research method for writing this work uses the Literature Study method. Research Results: The research findings show that the implementation of Discovery Learning is carried out through six main stages: Stimulation (providing waqi'iyyah problems), Problem Statement (problem identification), Data Collection (exploration of yellow books/references), Data Processing (legal analysis), Verification (validation of discussion results), Generalization (legal conclusions).
Muhadharah sebagai Pendekatan Berbasis Proyek dalam Membentuk Kreativitas Santri Rahmawati, Mifta
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Maret
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v4i1.8900

Abstract

Muhadharah merupakan salah satu tradisi pendidikan di pesantren yang berfungsi sebagai sarana pembentukan keterampilan dakwah, keberanian berbicara di depan umum, serta penguatan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji muhadharah sebagai pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning) dalam membentuk kreativitas santri di lingkungan pesantren dengan landasan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif [1]dengan lokasi penelitian di salah satu pondok pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muhadharah yang dirancang berbasis proyek—mulai dari perencanaan materi, penyusunan teks dakwah, latihan penampilan, hingga evaluasi—mampu meningkatkan kreativitas santri dalam aspek berpikir kritis, ekspresi verbal, seni retorika, dan penghayatan nilai-nilai Islam. Integrasi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis dalam setiap tahapan muhadharah menjadikan kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkuat internalisasi nilai akhlakul karimah. Dengan demikian, muhadharah berbasis proyek relevan sebagai model pembelajaran khas pesantren dalam mencetak santri yang kreatif, komunikatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.    

Page 10 of 10 | Total Record : 94