cover
Contact Name
DWITA NURULITA
Contact Email
dwita513@gmail.com
Phone
+6285642443582
Journal Mail Official
dwita513@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Wachid Hasyim No.62, Bandar Lor, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64114
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Multidiciplinary Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30639360     DOI : https://doi.org/10.33367/%25mujalasat
Mujalasat: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education.The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in madrasah (Islamic schools), pesantren (Islamic boarding school), and Islamic education in university.
Articles 82 Documents
Pengaruh Game Moba Terhadap Etika Komunikasi Pada Peserta Didik di SMPN 01 Mojo Kabupaten Kediri Huda Nur Muchlisin
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game moba (Multiplayer Online Battle Arena) merupakan salah satu ragam permainan yang saat ini populer dimainkan oleh peserta didik di Indonesia. Game ini memiliki karakteristik yang unik, dimana pemain harus berkomunikasi dengan timnya dalam bermain. Namun, seringkali komunikasi yang terjadi didalam game moba tidak selalu positif, bahkan seringkali terjadi penggunaan kata yang kurang baik dan jauh dari etika komunikasi yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game moba terhadap etika komunikasi peserta didik di SMPN 01 Mojo Kabupaten Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional terhadap data-data kuantitatif yang diperoleh dari objek penelitian adalah peserta didik di SMPN 01 Mojo Kabupaten Kediri. Hasil dari penelitian ini adalah Kebiasaan bermain game moba peserta didik di SMPN 01 Mojo tergolong tinggi, dilihat dari distribusi frekuensi kuisioner yang dijawab oleh responden dari 5 indikator yaitu compulsion, problems, conflict, sailance dan withdrawal dengan frekuensi jawaban tertinggi “sering”. Etika komunikasi peserta didik di SMPN 01 Mojo tergolong rendah, dilihat dari kuisioner yang dijawab oleh responden dari 5 indikator yaitu respect, empati, audible, clarity, dan humble dengan frekuensi jawaban tertinggi “sering”. Terdapat pengaruh game moba terhadap etika komunikasi peserta didik. Berdasarkan hasil dari analisis regresi sederhana yang didapat nilai signifikansi sebesar 2.707 > ttabel 0,176. Sedangkan pengaruh antara game moba terhadap etika komunikasi peserta didik sebesar 65% dan tergolong pada kategori kuat.
Pembiasaan Sholat Dhuha dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri (Studi Kasus Ponpes Darun Najah Semen Kediri) M. Musthofa Asy'ari
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discipline is something that is easy to say, but can be difficult to do. You need strong determination and efforts to train yourself to become a person with a disciplined character. Discipline is also something that is very important, including for a student. Students who recite the Koran with discipline or seriously, God willing, will be closer to success. Because the character of discipline is so important, it needs to be instilled in the students. Because the basic nature of most humans is that they like to relax and feel reluctant to do hard things. The aim of this research is firstly to explain the model of habituation to Duha prayer at the Darun Najah Islamic Boarding School, Sem Kediri, secondly, to explain the correlation between the habituation to Duha prayer and the disciplinary character of Santi Islamic Boarding School, Darun Najah Semen Kediri. The approach in this research is a qualitative method, with the research location at Pon Pes Darun Najah Semen, Kediri Regency. The main source used in this research is words and the remaining actions are additional data such as documents etc. The results of this research are 1) The Duha prayer at Pon Pes Darun Najah is carried out at the beginning of each day, namely 07:00 WIB. This is intended so that students start their activities at school by always remembering Allah. Apart from that, the movements carried out during the Dhuha prayer can also have a fitness effect, which in turn will bring a special enthusiasm to the students' (body) when participating in teaching and learning activities in class. And in this way, it is hoped that students will be able to absorb the lessons taught in class better. 2) the habit of performing Dhuha prayers in congregation at Pon Pes Darun Najah has a positive impact on the disciplined character of the students. This is of course achieved provided that the dhuha prayer is carried out continuously and seriously. Pay attention to the implementation time, as well as monitoring and evaluating the implementation of the Dhuha prayer by the students.
Bazar Sekolah Sebagai Upaya Pembentukan Jiwa Enterpreneur Peserta Didik di Min 2 Kota Kediri Maghfiroh; Nasrul Syarif; Zaenal Arifin
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu lembaga masih banyak yang belum mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dalam pendidikan. Cara mengajar guru dalam meningkatkan kepahaman dan upaya dalam pembentukan jiwa kewirausahaan pada peserta didik masih belum maksimal, karna tidak adanya pembelajaran atau kegiatan kewirausahaan yang secara nyata. Maka penting bagi kepala sekolah menggerakkan sekolah pada pembelajran praktik secara nyata untuk peserta didik. Peran pendidikan sangat berpengaruh dalam meningkatkan dan pembentukan jiwa enterpreneur sejak sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses praktik bazar sekolah dan konten strategi dalam pembentukan jiwa enterpreneur peserta didik di MIN 2 Kota Kediri. Metode penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data meliputi; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan implikasi penelitian ini terhadap pembentukan jiwa enterpreneur peserta didik di lembaga pendidikan. Dengan adanya kegiatan di sekolah yang berkaitan dengan enterpreneur. Maka peserta didik akan ada peningkatan dan pembentukan jiwa atau karakter berwirausaha. Pada proses praktik bazar sekolah sebagai upaya pembentukan jiwa enterpreneur peserta didik di MIN 2 Kota Kediri terdiri beberapa langkah yaitu : (1) Pendekatan pengajaran, (2) Desain Pengajaran, (3) Metode, yang mencangkup empat langkah yaitu (a) Planning, (b) Organizing, (c) Actuating, (d) Evaluating. (4) Strategi Pengajaran, (5) Strategi Instruksional, (6) Kemahiran. Sedangkan konten strategi dalam pembentukan jiwa enterpreneur peserta didik di MIN 2 Kota Kedir pada kegiatan bazar sekolah terbentuk karna adanya proses praktik yang dilakukan dan pada kegitan tersebut terbentuk beberapa jiwa enterpreneur yaitu Jiwa Risk talking, , innovatives, locus of control, need for achievement, self efficacy, tolerance of ambiguity. Pada kegiatan bazar ini masih banyak jiwa enterpreneur yang terbentuk seperti jujur, tegas, mandiri, bertanggung jawab. Terbentuknya jiwa enterpreneur pada peserta didik sejak tingkat dasar dapat memberikan mereka bekal mental untuk masa depan yang akan datang.
Pembaruan Proses Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah Ryo Vina Andiko; Ahmad Fauzi
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaruan dalam proses pembelajaran adalah penentu dari majunya Pendidikan, maka dibutuhkanlah kurikulum yang baik untuk membawa pada Pendidikan maju dan berkualitas, dari sinilah peneliti sangat penasaran dan perlu untuk meniliti sebuah kurikulum proses pembelajaran al-qur’an yang ada di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah yang pada saat ini telah mengalami kemajuan. Dari uraian diatas maka peneliti dapat memfokuskan masalah penelitian sebagai berikut; 1). Bagaimanakah proses pembaruan pembelajaran Al-qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah ? 2). Bagaimanakah pembaruan pembelajaran Al-qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah prespektif teori kognitif ?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan model penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Ide penting dari penelitian lapangan adalah peneliti datang langsung ke lapangan dengan melakukan pengamatan suatu fenomena tentang suatu keadaan yang alamiah. Proses Pembelajaran al-Qur’an di Yayasan Al- Mahrusiyah dilihat dari historisnya maka dapat ditarik benang merah; Pertama, Fase Awal atau disebut dengan Fase Sorogan (2011-2016) Kurikulum sesuai dengan teori yang telah dikemukakan oleh Abudin Nata bahwa metode sorogan ialah suatu metode dimana santri menghadap Asatidz atau kyai seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Kedua, Fase Pembaruan atau disebut dengan Fase MQQ (2017-2024) Kurikulum mengikuti metode jet tempur sesuai dengan teori pola Pendidikan “Child Centered”, yaitu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap santri atau santri untuk berkembang secara optimal. Sedangkan untuk Perspektif teori kognitif, teori pembelajaran al-Qur’an pada 2 Fase tersebut peniliti fokuskan pada Teori Pembelajaran Kognitif Jean Piaget yang menurutnya, bahwa belajar akan lebih berhasil dengan menggunakan tiga tahapan proses belajar yaitu: 1) Asimilasi; Proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada. 2) Akomodasi; Proses penyesuaian antara struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Penerapan proses perkalian dalam situasi yang lebih spesifik; 3) Equilibrasi. Proses penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Kemudian disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui oleh santri yang terbagi kedalam empat tahap, yaitu; 1) Tahap sensorimotor (anak usia lahir-2 tahun). 2) Tahap preoperational (anak usia 2-8 tahun). 3) Tahap operational konkret (anak usia 7/8-12/14 tahun). 4) Tahap operational formal (anak usia 14 tahun lebih). Semua ada pada Era MQQ, Namun belum maksimal yang disebabkan; Asatidz kurang aktif, Kuantitas santri yang berlebihan, kurang aktifnya santri diakhir tingatan formal dan waktu dipagi hari.
Efektivitas Metode AHP dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Mohamad Fauzin Abdulloh
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan ajaran agama Islam penting dalam kehidupan manusia. Al-Qur'an dijadikan pedoman hidup ajaran tentang aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah. Pendidikan menjadi kunci kemajuan bangsa dan menghafal Al-Qur'an dijadikan program unggulan di sekolah islam. Memori atau ingatan penting dalam proses belajar, dan penelitian ini membahas efektivitas metode AHP guna meningkatkan hasil belajar cara belajar Agama Islam siswa di Pondok Pesantren Hidayatul Muta'allimin Sumber Cangkring, Kediri. Atas latar belakang tersebut, penelitian mengajukan pertanyaan, (1) Bagaimana menganalisis Internal metode AHP dalam Pembelajaran Agama Islam Pada Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Muta’allimin Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri? (2) Bagaimana menganalisis Eksternal metode AHP dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Yayasan Pesantren Hidayatul Muta’allimin Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri? (3) Bagaimana menganalisis Efektifitas Pembelajaran metode AHP dalam pembelajaran Agama Islam Pada Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Muta’allimin Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri? Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif metode lapangan dan integrasi AHP pada kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada teknik daya ingat penghafal Al-Qur'an, dengan populasi pengelola pimpinan pondok, guru ngaji, dan kepala yayasan dan sampel sejumlah 3 responden. Hasil penelitian, yaitu: (1) Kekuatan metode AHP di Yayasan Pondok Pesantren cukup baik (2) Ada peluang untuk memotivasi santri dengan metode pembelajaran yang tepat dan kreativitas dalam membaca Al-Quran (3) Peningkatan efektivitas analisis fishbone diagram dapat dilakukan dengan mendukung fasilitas gedung dan beasiswa.
Pengaruh Kepemimpinan Kiai Budaya Pesantren dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan Mutiara Mutiara
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset mengenai mutu Pendidikan ini tidak terlepas dari peran Kepemimpinan Kiai, Budaya Pesantren dan Motivasi Kerja Guru yang ada di dalamnya.. Kualitas guru yang mempunyai motivasi yang tinggi akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Kinerja yang baik akan menghasilkan mutu yang baik pula. Dari uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1) Apakah ada pengaruh Kepemimpinan Kiai terhadap Mutu Pendidikan di MA al-Mahrusiyah Kediri? 2) Apakah ada pengaruh Kepemimpinan Kiai terhadap Mutu Pendidikan di MA Al-Mahrusiyah Kediri? 3) Apakah ada pengaruh Motivasi Kerja guru terhadap Mutu Pendidikan di MA al-Mahrusiyah Kediri? 4) Bagaimana pengaruh Kepemimpinan Kiai, Budaya Pesantren, Motivasi Kerja Guru, terhadap Mutu Pendidikan di MA Al-Mahrusiyah Kediri? Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif linear berganda. Adapun pembahasannya bersifat deskriptif analisis kuantitatif. Dengan jumlah sampel 72 Guru MA Al-Mahrusiyah Kediri. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan wawancara. Sedangkat teknik pengumpulan data menggunakan bantuan laptop Program SPSS for Windows version 26.0. Hasil penelitian yaitu : 1) Kepemimpinan Kiai tidak dapat berpengaruh secara parsial terhadap Mutu Pendidikan dengan nilai signifikansi 0.834>0.05. 2) Budaya Pesantren tidak dapat berpengaruh secara parsial terhadap Mutu Pendidikan dengan nilai signifikansi 0.900>0.05. 3) Motivasi kerja Guru dapat berpengaruh terhadap Mutu Pendidikan secara parsial dengan nilai signifikansi 0.018<0.05. 4) Secara Simultan Kepemimpinan Kiai, Budaya Pesantren, Motivasi Kerja Guru mempunyai Pengaruh dengan nilai signifikansi 0.015< 005.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pendidikan Agama Islam Lilis Ani Rifatin Ningsih; Kiki Suliyatun; Imam Andrianto
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prambon Public High School's Islamic Religious Education program, which follows the Independent Learning Curriculum, is the focus of this study. Participating in the study are students, instructors of Islamic religious education, the school principal, the curriculum and subject coordinators, and researchers who employ a phenomenological approach to qualitative research. The Independent Learning Curriculum is based on the principles of constructivism, which places the emphasis on the student as the primary agent of their own learning. Facilitators, teachers lead students through the steps of seeing, exploring, discussing, explaining, and developing and applying concepts. Teachers use diagnostic, formative, and summative assessments to evaluate student learning in keeping with the standards set out by the Independent Learning Curriculum. Based on the results, it seems that the implementation is student-centered, with instructors playing the role of guides. Within the context of the Independent Learning Curriculum, the implications offer recommendations for enhancing the standard of Islamic Religious Education instruction.
Pendidikan Multikultural dalam Pengembangan Kreativitas Peserta Didik melalui Program P5 Khafidhotun Nasikhah
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine multicultural education carried out through the Pancasila student strengthening program and is based on the culture of students who are known to come from various regions in Indonesia in honing creativity. The conditions of students from various regions are diverse, especially reflected in their language, attitudes, and how they socialize, this is reflected in SMKS Al-Mahrusiah Lirboyo. This study uses a qualitative descriptive method with data sources from the principal, curriculum representative, and students in grades X and XI by taking 5 classes each with a total of 403 students. The data collection technique was carried out by in-depth interviews, documentation, observation. While the data analysis was carried out by data collection, data reduction, data presentation, and data verification. Data from observations and in-depth interviews with curriculum representatives, principals, teachers, and students have implemented multicultural education, it turns out that in the process of implementing P5 kumer it can create honing creativity. In the themes "build the soul and body" and "work", from both themes students are required to learn contextually. Through these activities, an attitude of mutual respect for differences, understanding the diversity of regional cultures, respecting social status, and being able to reflect back on the identity of the nation is reflected. Multicultural education from P5 is realized as a journey process that is able to bring students to hone their creativity. for example in the theme 1) build the soul and body: making 3D wall magazines related to the archipelago combined with presentations based on creations, regional dances, regional foods, and regional songs, depending on the theme of the wall magazine created; 2) work: processing used goods into usable goods, with different creations and making canva power points with various creations and innovations. Thus, multicultural education through P5 activities can be a bridge to hone students' creativity.
Dekonstruksi Makna Demokrasi Pancasila di Atas Fanatisme Kepartaian (Refleksi Piagam Madinah) Wijianto Wijianto
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjuangan untuk mewujudkan etika politik yang sejalan dengan Pancasila sebagai Demokrasi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia nampaknya masih terus berlangsung. Meskipun negeri ini tidak luput dari konflik atau pengkhianatan terhadap hakikat kebebasan, namun kehadirannya mampu menjaga persatuan bangsa yang majemuk ini dari perpecahan sepanjang sejarah berdirinya. Demokrasi Pancasila yang berlandaskan pada cita-cita luhur bangsa ini harus bangkit melampaui ekstremisme partai, suku, atau agama untuk menjadi masyarakat yang beradab. Upaya mendasar Nabi Muhammad SAW untuk membangun masyarakat baru yang bebas dari fanatisme kesukuan, yang dikenal dengan sebutan ummah, diformalkan dengan pengesahan Piagam Madinah. Politik identitas dan fanatisme senantiasa mewarnai kontestasi politik yang merupakan kegiatan rutin lima tahunan sistem demokrasi Indonesia. Menjaga integritas demokrasi mengharuskan ditegakkannya prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, yang meliputi kebebasan dan kesetaraan, kedaulatan rakyat, serta pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.
Konstruksi Pluralisme dalam Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI 1 Kota Kediri Muhammad Burhan Rosyadi
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Maret
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan yangmenghargai keberagaman agama dan budaya dalam masyarakat multicultural seperti Indonesia. Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah sering kali dianggap homogen dan kurang mengakomodasi nilai-nilai pluralisme. Di SMP PGRI 1 Kota Kediri, terdapat upaya untuk mengintegrasikan konsep pluralisme dalam pembelajaran PAI guna menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkonstruksi konsep pluralisme dalam implementasi pembelajaran PAI di sekolah tersebut. Atas dasar latar belakang tersebut, peneliti mengajukan pertanyaan penelitian berikut: (1) Bagaimana interaksi sosial di dalam dan di luar kelas membentuk pemahaman siswa tentang pluralisme dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI 1 Kota Kediri? (2) Bagaimana pemahaman guru tentang pluralisme memengaruhi desain kurikulum dan metode pengajaran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI 1 Kota Kediri? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk analisis data peneliti menggunakan teknik analisis model alur yang meliputi; reduksi data, displai data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI di SMP PGRI 1 Kota Kediri sudah mulai mengakomodasi nilai-nilai pluralisme melalui berbagai strategi, seperti pendekatan dialogis, integrasi materi pelajaran yang menghargai keberagaman, serta aktivitas pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami dan menghormati perbedaan agama dan budaya. Guru PAI berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai ini dengan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan terbuka terhadap perbedaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya konstruksi pluralisme dalam pembelajaran PAI untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan inklusif, serta merekomendasikan pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih mendukung keberagaman agama dan budaya di sekolah.