cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
The Function of Institutional Evaluation in the Quality of Madrasah Aliyah Education in Indonesia Khairiah Khairiah; Shafinar Ismail
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2617

Abstract

Abstract: Madrasah Aliyah in Indonesia is still difficult to achieve the quality of education, it is marked that there are still some teachers who have not met the minimum education qualification of S1 / D4, teachers teach not according to their field of expertise, there are still many Madrasah Aliyah with non-civil servant status. The general objective is not only to map the quality of Aliyah madrasah education, but also to evaluate institutional difficulties in achieving the quality of Aliyah madrasah education. Using descriptive qualitative methods to explore primary and secondary data sources. Secondary data from madrasah educational institutions. Primary data includes profiling, motivation, types of difficulties and institutional solutions to each difficulty in achieving the quality of madrasah Aliyah education. The results of the study can be concluded that the evaluation function in the quality of madrasah Aliyah education in Indonesia shows that; (1) there is still a gap between planning and program implementation, marked by the Aliyah madrasah has not been able to implement the planned program; (2) there is still a gap between the status of ability and the standards of the world of work, indicated by there are still teachers who are not able to work according to their field of expertise; and (3) there is still a gap in goals in madrasah educational institutions characterized by socioeconomic disparities in the community, thus affecting education equity, creating prolonged conflicts in society, making educational goals difficult to achieve. So it can be suggested that to achieve the quality of madrasah education, it improves the function of institutional evaluation among Aliyah madrasahs in Indonesia. Keywords: Function, Institutional Evaluation, Quality of Education, Madrasah Aliyah Indonesia Abstrak: Madrasah Aliyah di Indonesia masih kesulitan mencapai mutu pendidikan, ditandai masih terdapat sebagian guru belum memenuhi kualifkasi pendidikan minimal S1/D4, guru mengajar belum sesuai bidang keahliannya, masih banyak madrasah Aliyah berstatus non PNS. Tujuan umum selain untuk memetakan bentuk mutu pendidikan madrasah Aliyah, juga mengevaluasi kesulitan kelembagaan dalam mencapai mutu pendidikan madrasah Aliyah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali sumber data primer dan sekunder. Data sekunder dari lembaga pendidikan madrasah. Data primer mencakup profiling, motivasi, tipe kesulitan dan solusi yang ditempuh kelembagaan atas setiap kesulitan dalam mencapai mutu pendidikan madrasah Aliyah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fungsi evaluasi dalam mutu pendidikan madrasah Aliyah di Indonesia menunjukkan bahwa; (1) masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dengan pelaksanaan program, ditandai dengan madrasah Aliyah belum mampu melaksanakan program yang telah direncanakan; (2) masih terdapat kesenjangan antara status kemampuan dengan standar dunia kerja, ditandai dengan masih terdapat guru belum mampu bekerja sesuai bidang keahliannya; dan (3) masih terdapat kesenjangan tujuan dalam lembaga pendidikan madrasah ditandai dengan kesenjangan sosial ekonomi masyarakat, sehingga mempengaruhi pemerataan pendidikan, menciptakan konflik berkepanjangan dalam masyarakat, sehingga tujuan pendidikan sulit tercapai. Sehingga dapat disarankan bahwa untuk mencapai mutu pendidikan madrasah, maka tingkatkan fungsi evaluasi kelembagaan di madrasah Aliyah.  Kata Kunci: Fungsi, Evaluasi Kelembagaan, Mutu Pendidikan, Madrasah Aliyah Indonesia 
Refleksi Filosofi Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMPN 42 Bengkulu Utara Irsal Irsal
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8334

Abstract

 Abstract: Good morals among students are still difficult to develop, it is seen that students still like to bully, tease, and find it difficult to appreciate diversity. The purpose of this study is to describe and analyze the reflection of the philosophy of multicultural education in forming the noble character of students at SMPN 42 Bengkulu Utara. Using a qualitative descriptive method with a library research approach. The results of the study show that reflection on multicultural education can form noble morals, because philosophically multicultural education is in line with the Islamic view that upholds the values of brotherhood, peace, and civility in life. The formation of noble morals through multicultural education that teaches the values of tolerance, justice, equality, mutual respect and mutual appreciation for diversity. Reflection on the philosophy of multicultural education seeks to carry out learning, self-development of students, and understanding in the learning process by instilling multicultural values, for personal and professional growth of students. So by reflecting on the experience of the multicultural education learning process, a person can learn, develop and become a better person with noble morals. Thus it can be concluded that multicultural education reflection can form students' noble morals. So it can be suggested to form students' noble morals then increase multicultural education reflection in schools.Keywords: Philosophical Reflection, Multicultural Education, Students' Morals. Abstrak: Akhlak karimah di kalangan peserta didik masih terasa sulit, terlihat peserta didik masih suka membuly, mengejek, sulit menghargai keberagaman. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis refleksi filosofi pendidikan multikultural dalam membentuk akhlak karimah peserta didik di SMPN 42 Bengkulu Utara. Menggunakan metode kualitatif deskriftif pendekatan library research. Hasil penelitian menunjukan bahwa refleksi pendidikan multikultural dapat membentuk akhlak karimah, karena secara filosofis pendidikan multikultural sejalan dengan pandangan Islam yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, perdamaian, dan keadaban dalam kehidupan. Pembentukan akhlak karimah melalui pendidikan multikultural yang mengajarkan nilai-nilai toleransi, keadilan, kesetaraan, saling menghormati dan saling menghargai atas keberagaman. Refleksi filosofi pendidikan multikultural berupaya melakukan pembelajaran, pengembangan diri pseserta didik, dan pemahaman dalam proses pembelajaran dengan menanamkan nilai-nilai multicultural, untuk pertumbuhan pribadi, dan professional peserta didik. Sehingga dengan merefleksikan pengalaman dari proses pembelajaran pendidikan multikultural, maka seseorang dapat belajar, berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak karimah. Dengan demikian dapat disimpulakn bahwa refleksi pendidikan multikultural dapat membentuk akhlak karimah peserta didik. Sehingga dapat disarankan untuk membentuk akhlak karimah peserta didik maka tingkatkan refleksi pendidikan multikultural di sekolah.Kata kunci: Refleksi Filosofis, Pendidikan Multikultural, Akhlakul Karimah Peserta Didik.
Implementasi Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Self Management untuk Mereduksi Perilaku Kecanduan Bermain Game Online (online game addicted) dan Penggunaan Media Sosial Lesmiatul Aini
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4621

Abstract

Abstract: It is difficult for students to excel in academics, because of the negative impact of addiction to playing online games, causing students to not focus on studying, to behave badly socially, to withdraw from social interactions in the real world. The aim of the research is to describe the implementation of group counseling self-management techniques in reducing the addictive behavior of playing excessive online games on social media. Using descriptive qualitative methods, a collaborative and participatory classroom action research approach in 3 cycles and 9 meetings where each cycle consists of planning, implementation and observation, and reflection. The sample includes 30 class VII students at MTs Negeri 01 Bengkulu City, academic year 2023-2024, the research focus is on reducing addictive behavior in playing online games (online game addicted) and excessive use of social media for students. Data collection techniques through observation, tests and practice. The results of the research can be concluded that the implementation of selfmanagement technique group counseling can reduce addictive behavior in playing online games and excessive use of social media for students. Thus, it can be suggested that students are not addicted to excessive playing of online games and social media, then implement self-management technique group counseling at school. Keywords: Group Counseling, Self Management Techniques, Reduction, and Social Media Abstrak: Siswa sulit berprestasi dibidang akademik, karena dampak negative kecanduan bermain game online, menyebabkan siswa tidak focus dalam belajar, berperilaku sosial buruk, menarik diri dari interaksi sosial di dunia nyata. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi konseling kelompok teknik self managemen dalam mereduksi perilaku kecanduan bermain game online berlebih di media sosial. Menggunakan metode kualitatif dekskriptif, pendekatan tindakan kelas (Classroom Action Research) secara kolaboratif dan partisipatif dalam 3 siklus dan 9 pertemuan dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Sampel meliputi siswa kelas VII berjumlah 30 siswa di MTs Negeri 01 Kota Bengkulu, Tahun akademik 2023-2024, fokus penelitian pada mereduksi perilaku kecanduan bermain game online (online game addicted) dan penggunaan media sosial berlebihan bagi siswa. Teknik pengumpulan data melalui, obeservasi, tes dan praktek. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa impelentasi konseling kelompok teknik self management dapat mereduksi perilaku kecanduan bermain game online dan penggunaan media sosial berlebihan bagi siswa. Dengan demikian dapat disarankan agar siswa tidak kecanduan bermain game online dan media sosial yang berlebihan, maka implementasikan konseling kelompok teknik self management di sekolah. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Teknik Self Management, Mereduksi, dan Media Sosial
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif Terhadap Peningkatan Pemahaman Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 2 Kota Bengkulu Ilvia Anggun Dwi Mutiara; Verly Tri Seftiani; Intan Meida Ababil; Qolbi Khoiri
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8298

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of the use of active learning methods on improving the understanding of Islamic religious education subjects in MAN 2 Bengkulu City. Using a quantitative method with a pseudo-experimental design approach. The research sample of 60 students was divided into two groups, namely the experimental group and the control group. The results of the study showed that the use of active learning methods had a positive and significant influence on the improvement of understanding of Islamic religious education subjects, as seen from the results of the experiment as follows: the average posttest score for the experimental group using the active learning method was 82.5, while the control group that used the traditional lecture method only obtained an average post-test score of 65.2. And the results of the ttest showed a value of p = 0.001 (p<0.05), this means that there was a significant difference between the experimental group and the control group in the understanding of Islamic religious education subjects. So it can be suggested, to improve the understanding of Islamic religious education subjects, increase the use of active learning methods in madrasas.Keywords: The use of active learning methods, understanding Islamic religious education materials, MAN 2 Kota Bengkulu.Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode pembelajaran aktif terhadap peningkatan pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam di MAN 2 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain eksperimen semu. Sampel penelitian 60 siswa dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran aktif memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam, terlihat dari hasil eksperimen sebagai berikut rata-rata nilai post-test untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran aktif adalah 82,5, sementara kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah tradisional hanya memperoleh rata-rata nilai post-test sebesar 65,2. Dan hasil uji t-test menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05), ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam, maka tingkatkanlah penggunaan metode pembelajaran aktif di madrasah.Kata kunci: Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif, Pemahaman Materi Pendidikan Agama Islam, MAN 2 Kota Bengkulu.
Penyelesaian Sengketa Tanah Wakaf Di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Ibnu Masud; Irsal Irsal
Al-Khair Journal: Management Education Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v2i1.2643

Abstract

Abstract : The purpose of this study is to find out and describe the procedures for resolving waqf land disputes in the Selebar District of Bengkulu City in the perspective of Islamic law and positive law. This study uses field research methods (field research). The type of approach used in this study is a qualitative descriptive approach. The type of research used by the researcher is field research using a qualitative descriptive approach. The research was conducted from May to June 2021 with the location in Selebar District, Bengkulu City, Bengkulu Province, Indonesia. The results of the study indicate that the parties, among others, are through Deliberation, Arbitration, Mediation and Litigation whose implementation is adjusted to the situation and conditions at the time of the dispute. In the settlement of waqf land disputes in a sub-district as wide as the city of Bengkulu, Nazir and the disputing parties prefer to use the peaceful way, this according to the author is in accordance with Islamic law, but some are resolved by peaceful means and there are also those whose decisions are suspended or there is no certainty. . From several cases of waqf land disputes in Selebar District, Bengkulu City after studying the data that the author has collected. The author concludes as follows: 1.) Settlement of waqf land disputes in Sebar District, Bengkulu City. Settlement of disputes through non-litigation and litigation channels in accordance with Islamic law and positive law. 2.) Settlement of land disputes in the Selebar District of Bengkulu City, the perspective of Islamic law is also appropriate.Keywords: Waqf Land Dispute, Broad, Positive Law and Islamic Law. Abstrak : Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tata cara dalam penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Dalam Perspektif hukum Islam dan hukum Positif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptip kualitatif. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan bulan Juni Tahun 2021 dengan lokasi di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pihak antara lain melalui Musyawarah, Arbitrase, Mediasi dan Litigasi yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat terjadi sengketa. Dalam penyelesaian sengketa tanah wakaf di kecamatan seluas kota Bengkulu, Nazir dan para pihak yang bersengketa lebih memilih menggunakan jalan damai, hal ini menurut penulis sudah sesuai dengan syariat Islam, namun ada yang diselesaikan dengan jalan damai dan ada juga yang keputusannya digantung atau tidak ada kepastiannya. Dari beberapa kasus sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu setelah mempelajari data-data yang telah penulis kumpulkan. Penulis menyimpulkan sebagai berikut: 1.) Penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Sebar Kota Bengkulu. Penyelesaian sengketa melalui jalur non litigasi dan litigasi sesuai dengan hukum Islam dan hukum positif. 2.) Penyelesaian sengketa tanah di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, perspektif hukum Islam juga sesuai.Kata kunci : Sengketa Tanah Wakaf, Selebar, Hukum Positif dan Hukum Islam.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri 145 Seluma Aprizal Syafriantoni; Adisel Adisel; Anggi Santika; Reska Norda Lesti; Siti Nabilah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2604

Abstract

Abstract: Teacher performance has not been effective, because the role of the principal's leadership has not been optimal, characterized by the principal finding it difficult to understand the nature or character of teachers and employees, so that teacher performance has not been optimal. The purpose of the study was to map and describe the leadership role of the Principal in improving the effectiveness of teacher work in Sekolah SD Negeri 145 Seluma. Using qualitative descriptive methods with a Purposive Sampling technique approach. The results showed that the principal of SDN 145 Seluma carried out his role as an educator by creating a conducive school climate and providing encouragement and advice; as managers by empowering teachers through collaboration, involving teachers in upgrading, and involving teachers in decision making; as an administrator with administrative and financial management; as a supervisor by supervising and preparing educational supervision programs; as a leader by providing instructions, increasing teacher will, and opening two-way communication; as an innovator by setting an example and developing innovative learning models; As a motivator by providing motivation to teachers, as well as regulating the physical environment and work atmosphere. So it can be concluded that the leadership role of the principal has played a role in improving employee performance, but still finds it difficult to understand the nature or character of teachers and employees, so that teacher performance has not been effective, therefore, the author can suggest, if you want to improve the effectiveness of teacher performance, then increase the leadership role of the principal as if.Keywords: Leadership Role, Principal, Teacher Work Effectiveness Abstrak: Kinerja guru belum efektif, dikarenakan peran kemimpinan kepala sekolah belum optimal, ditandai dengan kepala sekolah merasa kesulitan dalam memahami sifat atau karakter guru dan pegawai, sehingga kinerja guru belum optimal.  Tujuan penelitian untuk memetakan dan mendeskripsikan peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan efektivitas kerja guru di Sekolah Dasar Negeri 145 Seluma. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SDN 145 Seluma melaksanakan perannya sebagai pendidik dengan menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan memberikan dorongan dan nasehat; sebagai manajer dengan memberdayakan guru melalui kerjasama, mengikutsertakan guru dalam penataran, dan melibatkan guru dalam pengambilan keputusan; sebagai administrator dengan mengelola administrasi dan keuangan; sebagai supervisor dengan melakukan pengawasan dan penyusunan program supervisi pendidikan; sebagai pemimpin dengan memberikan petunjuk, meningkatkan kemauan guru, dan membuka komunikasi dua arah; sebagai inovator dengan memberikan teladan dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif; sebagai motivator dengan memberikan motivasi kepada guru, serta mengatur lingkungan fisik dan suasana kerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah sudah berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai, namun masih merasa kesulitan dalam memahami sifat atau karakter guru dan pegawai, sehingga kinerja guru belum efektivitas, oleh karena itu, penulis dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan efektivitas kinerja guru, maka tingkatkan peran kepemimpinan kepala sekolah di seolah.Kata Kunci: Peranan Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Efektivitas Kerja Guru
Evaluasi Program Administrasi Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Mukomuko Beta Andraini; Lara Rahmayani
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i2.9771

Abstract

Abstract: Student achievement is still difficult to attain due to extracurricular coaches lacking competence in their respective fields. For example, the pramuka (scouting) program is sometimes assigned to individuals who do not have specific expertise in the field. This study aims to evaluate the administration program of extracurricular activities in improving student achievement at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Mukomuko. The research employs a qualitative descriptive method using the CIPP model (Context, Input, Process, Product). Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that, in terms of context, extracurricular activities contribute to broadening students’ knowledge, enhancing skills, and shaping their character. Regarding input, the presence of competent coaches, supporting facilities, and a well-prepared activity curriculum are crucial factors for successful student achievement. In terms of process, the implementation of extracurricular programs runs fairly well, although it still faces challenges such as limited time, facilities, and supervision. In terms of product, the extracurricular program has a positive impact on improving student achievement, both academically and non-academically. Therefore, it can be concluded that the administration of extracurricular programs has the potential to enhance student achievement. It is recommended to continue developing and improving extracurricular programs at the madrasah.Keywords: Evaluation, Administration of Extracurricular Activities, Student Achievement. Abstrak: Prestasi siswa masih sulit diraih dikarenakan coach esktrakurikuler kurang kompeten dalam bidangnya. Contohnya kegiatan pramuka dibebankan kepada orang yang tidak punya keahlian khusus di bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program administrasi kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan prestasi siswa di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Mukomuko. Menggunakan metode kualitatif deskriptif model CIPP (Context, Input, Process, Product). Sumber data didapat melalui Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, kegiatan ekstrakurikuler berkontribusi dalam memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membentuk karakter siswa. Pada aspek input, keberadaan pembina, fasilitas pendukung, serta kurikulum kegiatan yang memadai menjadi faktor penting dalam keberhasilan prestasi. Pada aspek proses, pelaksanaan kegiatan berjalan cukup baik meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, sarana, dan pengawasan. Pada aspek produk, program ekstrakurikuler terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi siswa, baik prestasi akademik maupun prestasi Non Akademik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program administrasi kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan prestasi siswa. Oleh karena itu, dapat disarankan untuk meningkatkan prestasi siswa. Maka, tingkatkanlah program kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah.Kata Kunci: Evaluasi, Program Administrasi Kegiatan Ekstrakurikuler, Prestasi Siswa.
Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Mandiri Siswa di SMP Negeri 02 Bengkulu Tengah Suhirman Suhirman; Friti Sulastri; Hafidzah Nurhasanah; Ai Siti Hodijah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i2.6389

Abstract

Abstract: The use of technology in the process of independent learning is still relatively low, marked by social networks, e-mail or skype, sufing the internet only as communication in cyberspace. This study aims to describe the role of ICT teachers in independent learning in SMP Negeri 2 Bengkulu Tengah. Using a descriptive qualitative method. The results of the study show that the role of ICT teachers in independent learning is very important such as teachers as learning designers, facilitators, managers, demonstrators, supervisors, motivators, and as elevators. ICT teachers think positively and always want to progress in learning ICT, have a high awareness to make changes, read journals, learn independently by exploring to find potential and talents, and participate in training, comparative studies to develop abilities, skills to continue to develop in educating students to learn independently. Independent learning can utilize ICT such as E-Learning, powerpoint, e-mail, youtube, learning videos, websites and various learning applications that can be used independently by teachers and students in gaining knowledge, knowledge and information about learning independently. So it can be concluded that ICT teachers can play a role in improving students' independent learning. Thus, it can be suggested that to increase student independent learning, increase the role of ICT teachers in schools.Keywords: The Role of Information and Communication Technology Teachers, Student Independent Learning. Abstrak: Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran mandiri masih tergolong rendah, ditandai jejaring sosial, e-mail atau skype, sufing internet hanya sebagai komunikasi di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru TIK dalam pembelajaran mandiri di SMP Negeri 2 Bengkulu Tengah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru TIK dalam pembelajaran mandiri menjadi sangat penting seperti guru sebagai perancang pembelajaran, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator, dan sebagai elevator. Guru TIK berfikir positif dan selalu ingin maju dalam mempelajari TIK, memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan perubahan, membaca jurnal, belajar mandiri dengan bereksplorasi menemukan potensi dan bakat, ikut pelatihan, studi banding untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan untuk terus berkembang dalam mencerdaskan siswa belajar secara mandiri. Pembelajaran mandiri dapat memanfaatkan TIK seperti E-Learning, powerpoint, e-mail, youtube, video pembelajaran, situs dan berbagai aplikasi pembelajaran yang dapat digunakan secara mandiri oleh guru dan siswa dalam mendapat ilmu, pengetahuan dan informasi mengenai pembelajaran secara mandiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru TIK dapat berperan dalam meningkatkan pembelajaran mandiri siswa. Dengan demikian, dapat disarankan, untuk meningkatkan pembelajaran mandiri siswa, maka tingkatkan peran guru TIK di sekolah.Keywords: Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pembelajaran Mandiri Siswa.
Analisis Problematika Pendidikan Anak Usia Dini “Metode Bercerita, Demonstrasi Dan Sosiodrama” Khairiah Khairiah; Okda Jumanti
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i2.2632

Abstract

Abstract : In teaching and learning activities there is a learning method used by a teacher to support the learning process in order to achieve a goal so that aspects of child development can develop properly. As for each type of learning method, there are problems faced by a teacher so that it becomes a challenge for teachers to carry out learning methods well. The purpose of this paper is to find out the meaning of teaching methods and the principles of using teaching methods in PAUD , while the specific objectives of this paper are: (1) Problems with the storytelling method, (2) Problems with the demonstration method, (3) Problems with the sociodrama method. So the conclusion of this paper is that the problems contained in early childhood education learning are a description of the facts that occur in the field, especially when teachers choose learning methods. The learning method that will be implemented by the teacher has a lot of influence on the learning process that will take place. Some of them are problems in storytelling method, problems in demonstration and problems in sociodrama. The things that can overcome this problem are, the teacher must know very well the learning method that will be applied to the child.Keywords: learning methods, storytelling method, demonstration method, and sociodrama method. Abstrak: Didalam kegiatan belajar mengajar terdapat suatu metode pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru untuk menunjang proses pembelajaran agar tercapainya suatu tujuan sehingga aspek perkembangan anak dapat berkembang dengan baik. Adapun dari setiap jenis metode pembelajaran terdapat problematika-problematika yang di hadapi oleh seorang guru sehingga itu menjadi tantangan untuk guru melakukan metode pembelajaran dengan baik.Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui pengertian dari metode mengajar dan prinsip-prinsip penggunaan metode mengajar yang ada di PAUD, sedangkan tujuan khusus dari penulisan ini yaitu : (1) Problematika pada metode bercerita, (2) Problematika pada metode demonstrasi, (3) Problematika pada metode sosiodrama. Maka kesimpulan dari penulisan ini adalah Problematika yang terdapat pada  pembelajaran pendidikan anak usia dini merupakan gambaran fakta yang terjadi dilapangan, khususnya ketika guru memilih metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru banyak berpengaruh dengan proses pembelajaran yang akan berlangsung. Beberapa diantaranya seperti problematika pada metode bercerita, problematika pada demonstrasi dan problematika pada sosiodrama. Hal-hal yang dapat mengatasi permasalahan ini adalah, guru harus tahu betul metode pembelajaran yang akan di terapkan kepada anak.Kata kunci : Metode pembelajaran, metode bercerita, metode demonstrasi, dan metode sosiodrama.
Evaluation of Educator Development Program in Improving the Performance of Madrasah Aliyah Teachers in Bengkulu Zaleha Ismail; Shafinar Ismail; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4634

Abstract

Abstract: The purpose of this paper is to evaluate and analyze the educator development program in improving teacher performance. Using descriptive qualitative method with CIPP (Contex, Input, Process, Product) approach. Data sources are obtained from various sources both print and online media, scientific books, scientific articles both nationally and internationally. The results of the study can be concluded that the educator development program has been carried out quite well, but at the contex level teacher performance problems such as professionalism, mastery of technology are still weak, and teachers are less able to meet the demands of global competence, at the input level 20% of teachers teach not according to their fields, 20% are unable to plan learning programs, 40% of evaluations are not in accordance with the plans that have been prepared, the budget is still limited, and the books and information technology facilities are still uneven. Third, the process of implementing the development program is quite good. However, there are times when development is not carried out transparently, meaning that teacher needs are announced and those who have the ability can apply, causing teachers who are plotted to be non-linear, there are still teachers who have not been able to show good performance, due to budget constraints. Fourth, the product of the educator development program in general has been quite good, teachers already have a fairly good responsive, tenggon and trengginas character, but there are still teachers who are not innovative, and teachers still have difficulty improving their performance. So it can be suggested, to improve teacher performance, increase the evaluation of the teacher development program at Madrasah Aliyah. Keywords: Evaluation, Educator Development Program, Teacher Performance, Madrasah Aliyah Abstrak: Tujuan penulisan ini untuk mengevaluasi dan menganalisis program pengembangan tenaga pendidik dalam meningkatkan kinerja guru. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan CIPP (Contex, Input, Proses, Produk). Sumber data diperoleh dari berbagai sumber baik media cetak maupun media online, buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program pengembangan tenaga pendidik telah dilakukan cukup baik, namun pada tingkat contex permasalahan kinerja guru seperti profesionalitas, penguasaan teknologi masih lemah, dan guru kurang mampu memenuhi tuntutan kompetensi global, tingkat input 20% guru mengajar tidak sesuai bidangnya, 20% tidak mampu merencanakan program pembelajaran, 40% evaluasi tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun, anggaran masih terbatas, dan fasilitas buku-buku dan teknologi informasi masih tidak merata. Ketiga, Proses pelaksanaan program pengembangan sudah cukup baik. Namun ada kalanya pengembangan dilakukan secara tidak transparan, maksudnya kebutuhan guru diumumkan dan yang mempunyai kemampuan boleh mengajukan, sehingga menyebabkan guru yang diplot tidak linier, masih terdapat guru belum mampu menunjukkan kinerja baik, karena keterbatasan anggaran. Keempat, Produk program pengembangan tenaga pendidik secara umum telah cukup baik, guru telah memiliki karakter tanggap, tenggon dan trengginas yang cukup baik, namun masih terdapat guru yang tidak inovatif, dan guru masih kesulitan meningkatkan kinerjanya. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan kinerja guru maka tingkatkanlah evaluasi terhadap program pengembangan guru pada Madrasah Aliyah. Kata Kunci: Evaluasi, Program Pengembangan Tenaga Pendidik, Kinerja Guru, Madrasah Aliyah

Page 2 of 10 | Total Record : 93