cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 103 Documents
Motivasi Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan Akhli Nur Mubiarto; Syarifuddin Syarifuddin
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 1 (2021): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i1.2631

Abstract

Abstract: Motivation in educational institutions is very important, because every personnel or employee member definitely needs a motivation, both from within himself and from others, for that if someone is already motivated or motivated, that person's performance will increase so that he can achieve a goal. Motivation is needed because with this motivation it is expected that everyone can work hard and be enthusiastic to achieve high work productivity. The purpose of this study is to determine the motivation of leadership in educational institutions and the relationship between leadership and educational institutions. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study approach by collecting various references. In general, leadership can be understood as a leader who is able to direct, foster or regulate, guide and also show or influence. And educational institutions are a useful forum for fostering human beings, leading to a better future. Leadership in educational institutions can be referred to as someone who holds the authority that determines the development of educational institutions. As a professional educational leader, a leader is required to be able to make changes that are developmental and perfect.Keywords: Motivation, Leadership, and Educational Institutions Abstrak: Motivasi dalam lembaga pendidikan sangat penting, karena setiap personil atau anggota pegawai pasti memerlukan suatu motivasi, baik dari dalam diri pribadi maupun dari orang lain, untuk itu apabila seseorang sudah terdorong atau termotivasi maka kinerja seseorang itu akan meningkat sehingga dapat mencapai sebuah tujuan. Motivasi diperlukan karena dengan motivasi ini diharapkan setiap orang dapat bekerja keras dan bersemangat untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Tujuan dalam kajian ini untuk mengetahui motivasi kepemimpinan dalam lembaga pendidikan serta hubungan antar kepemimpinan terhadap lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan mengumpumpulkan berbagai referensi. Secara umum kepemimpinan dapat dipahami sebagai pemimpin yang mampu mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Serta lembaga pendidikan adalah suatu wadah yang berguna untuk membina manusia, membawa kearah masa depan yang lebih baik. Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan dapat disebut sebagai seseorang yang memegang otoritas yang menentukan perkembangan lembaga pendidikan. Sebagai pemimpin pendidikan yang profesional seorang pemimpin dituntut mampu melakukan perubahan yang bersifat pengembangan dan penyempurnaan.Kata Kunci: Motivasi, Kepemimpinan, dan Lembaga Pendidikan
Optimalisasi Supervisi Kepemimpinan dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu Okta Riski Tata Negara; Sofya Agustina; Helen Mahlena; Leza Apriyanti; Nadsrotul Furoidah; Adam Kurniawan
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4625

Abstract

Abstract: Leadership supervision has not been optimally carried out, so the professionalism of teachers has not increased. The purpose of this study is to describe and analyze the optimization of leadership supervision in improving the professionalism of Madrasah Aliyah teachers in Bengkulu. Using a descriptive qualitative method. The results of the study show that: (1) Leadership Supervision has been carried out through supervision based on the Pancasila philosophy in improving the learning process, but there is still leadership of school principals who have not optimally supervised it; (2) The professionalism of some teachers has not improved, because some teachers have not been able to show their professionalism in their work; (3) Supervision has not been optimally carried out by the leadership, so the professionalism of teachers has not increased. Therefore, it can be concluded that the optimization of leadership supervision can improve the professionalism of teachers. Thus, it can be suggested, to improve the professionalism of teachers, then optimize leadership supervision in Madrasas.Keywords: Optimization, Leadership Supervision, and Teacher Professionalism Abstrak: Supervisi kepemimpinan belum optimal dilakukan, sehingga profesionalitas guru belum meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis optimalisasi supervisi kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalitas guru Madrasah Aliyah di Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Supervisi Kepemimpinan sudah dilaksanakan melalui pengawasan yang berlandasan falsafah pancasila dalam meningkatkan proses pembelajaran, namun masih ada kepemimpinan kepala sekolah yang belum optimal melakukan supervisi; (2) Profesionalitas sebagian guru belum meningkat, karena sebagian guru belum mampu menunjukkan keprofesionalannya dalam bekerja; (3) Supervisi belum optimal dilakukan oleh kepemimpinan, sehingga profesionalitas guru belum meningkat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi supervisi kepemimpinan dapat meningkatkan profesionalitas guru. Dengan demikian dapat disarankan, untuk meningkatkan profesionalitas guru, maka optimilisasikanlah surpevisi kepemimpinan di Madrasah.Kata kunci: Optimalisasi, Supervisi Kepemimpinan, dan Profesionalitas Guru
Evaluasi Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD IT Insan Mulia Kota Bengkulu Anggi Santika; Afrizal Syafriantoni; Reska Norda Lesti
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2621

Abstract

ABSTRAKMutu pembelajaran di SD IT Insan Mulia Bengkulu masih belum optimal dengan hasil nilai akhir siswa, hal ini berkaitan dengan kemampuan guru mengajar di kelas mengelola kelas dan kemampuan guru dalam melakukan interaksi dengan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SD IT Insan Mulia Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adala kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, media online ataupun media cetak. Seperti buku, artikel ilmiah, yang ada di nasional ataupun internasional yang berkaitan dengan fungsi evaluasi kelembagaan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar. Hasil dari evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa evaluasi sumber daya manusia sangat menentukan mutu pembelajaran di SD IT Insal Mulia. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran di SD IT Insan Mulia, maka meningkatkan kompetensinya dalam pembelajaran di kelas dengan mengikuti berbagai pelatihan pengembangan kompetensi Abtrak wajib memiliki dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Penulisan abtsrak harus seuai template, didalamnya minimal memiliki gambarn umum hasil penelitian, tujuan, dan rekomendasiikan akademiknya.
Analisis Prosedur Pengembangan Bahan Ajar dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMK IT Arsitek Kota Bengkulu Khairiah Khairiah; Chandra Novianto; Hamdan Junaidi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.12116

Abstract

Abstrac: This study aims to describe, map, and analyze the teaching materials development procedure in an effort to improve the quality of learning at SMK IT Arsitek in Bengkulu City. Teaching materials development is crucial because it is a systematic design that facilitates the learning process to be more effective and responsive to student needs. The research method used is a descriptive qualitative approach. Primary data were obtained through interviews with the principal, vice principal, and teachers, while secondary data included documents such as the Syllabus, Lesson Plans, and Semester Programs. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, with data analysis using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the teaching materials development procedure at SMK IT Arsitek is carried out independently by teachers through three main stages: analysis (identifying student behavior and characteristics), development (producing or revising materials), and evaluation and field trials. This process refers to the principles of the 2013 curriculum suitability, contextual materials, and strengthening Islamic values. The quality of learning at this school is determined by the competence of teachers, the majority of whom are certified, high student motivation in vocational practice, and adequate infrastructure support. The implementation of systematic procedures has been proven to increase the effectiveness and efficiency of learning, but the reality in the field shows that the consistency of teachers in updating or revising teaching materials periodically still needs to be improved to remain relevant to the needs of the business and industrial world (DUDI).Keywords: Development Procedures, Teaching Materials, Learning Quality. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, memetakan, dan menganalisis prosedur pengembangan bahan ajar dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK IT Arsitek Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dari data primer diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru, sedangkan data sekunder mencakup dokumen seperti Silabus, RPP, dan Program Semester. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengembangan bahan ajar di SMK IT Arsitek dilakukan secara mandiri oleh guru melalui tiga tahapan utama: analisis (mengidentifikasi perilaku dan karakteristik siswa), pengembangan (memproduksi atau merevisi materi), serta evaluasi dan uji coba lapangan. Proses ini mengacu pada prinsip kesesuaian kurikulum 2013, materi yang kontekstual, dan penguatan nilai-nilai Islami. Kualitas pembelajaran di sekolah ini ditentukan oleh kompetensi guru yang mayoritas telah bersertifikasi, motivasi tinggi siswa dalam praktik kejuruan, serta dukungan sarana prasarana yang memadai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar sesuai prosedur terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, namun realita di lapangan menunjukkan bahwa konsistensi guru dalam memperbarui atau merevisi bahan ajar secara berkala masih perlu ditingkatkan agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Oleh karena itu dapat disarankan. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka tingkatkanlah pengembangan bahan ajar sesuai prosedur di sekolah.Kata kunci: Prosedur Pengembangan Bahan Ajar, Kualitas Pembelajaran.
Analysis of Technology Based Teaching Materials in Improving Teacher Performance at MAN Insan Cendekia Central Bengkulu Lisa Wulandari; Roza Evalia; Tisa Distiana
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.11455

Abstract

Abstract: The analysis of technology-based teaching materials in improving teacher performance is still an important issue in the digital era, especially in educational units that seek to integrate technology in the learning process. This study aims to describe and analyze technology-based teaching materials in improving the performance of English teachers at MAN Insan Cendekia Central Bengkulu. The research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants included madrasah heads, curriculum waka, teachers, and students, with data analysis using the Miles and Huberman models and triangulation to ensure the validity of the data. The results of the study show that technology-based teaching materials have been applied through systematic planning, implementation, and evaluation stages, including the use of e-modules, learning videos, LMS, interactive media, and digital application-based evaluations. The implementation contributes to improving teachers' pedagogic, professional, social, and personality competencies so that teacher performance becomes more innovative and adaptive to the demands of digital learning. However, there are still obstacles in the form of limited infrastructure and the need for continuous training. Therefore, strengthening madrasah policies, improving infrastructure, and sustainable professional development are needed to optimize technology integration in improving teacher performance in a sustainable manner.Keywords: Teaching Material Analysis, Technology-Based, Teacher Performance. Abstrak: Analisis bahan ajar berbasis teknologi dalam meningkatkan kinerja guru masih menjadi isu penting di era digital, terutama di satuan pendidikan yang berupaya mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bahan ajar berbasis teknologi dalam meningkatkan kinerja guru Bahasa Inggris di MAN Insan Cendekia Central Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, waka kurikulum, guru, dan siswa, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis teknologi telah diterapkan melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang sistematis, termasuk penggunaan e-modul, video pembelajaran, LMS, media interaktif, dan evaluasi berbasis aplikasi digital. Implementasi tersebut berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian guru sehingga kinerja guru menjadi lebih inovatif dan adaptif terhadap tuntutan pembelajaran digital. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kebijakan madrasah, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan profesional berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan integrasi teknologi dalam meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan.Kata kunci: Analisis Materi Ajar, Berbasis Teknologi, Kinerja Guru.
Evaluasi Program Kerja Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Negeri 2 Kota Bengkulu Hendra Saputra
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.8280

Abstract

Abstrac: The purpose of this study is to describe the work program of the madrasah principal's leadership in improving the quality of education at MTsN 2 Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method, the CIPP model approach (context, input, process and product). The results of the study indicate that the general madrasah principal's leadership work program has been good in improving the quality of education. First, the context of the madrasah principal's leadership work program has had a program, program needs, and work program objectives. Second, program input through strategic plans such as improving teacher competency, learning models/media, teacher creativity, classroom supervision, monitoring, discipline, relationships with parents, guardians and the community, supervision and guidance to teachers, working together with related elements, collaboration between educators and staff, giving rewards and punishments, awareness of responsibility among teachers, parents, guardians, and the community. Third, process. The work program has been implemented through planning outlined in the madrasah principal's strategic plan. Fourth, product. Has carried out strategic plans such as commitment, planning, and continuous implementation, encouraging changes in teachers and professional staff, taking corrective actions to achieve the vision, mission, goals, and targets of the madrasah towards superior accreditation quality. Thus, the quality of madrasa education can be improved through evaluation of the madrasa principal's leadership work program. Therefore, it can be suggested that to improve the quality of madrasa education, the evaluation of leadership work programs in madrasas should be increased.Keywords: Evaluation, Madrasah Principal Leadership Program, Quality of Education. Abstak: Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program kerja kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 2 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pendekatan model CIPP (contex, input, proses dan produk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kerja kepemimpinan kepala madrasah secara umum telah bagus dalam meningkatan mutu pendidikan. Pertama, contex program kerja kepemimpinan kepala madrasah telah ada program, kebutuhan program, dan tujuan program kerja. Kedua,  input program melalui rencana strategi  seperti peningkatan kompetensi guru, model/media pembelajaran, kreatifitas guru, supervisi kelas, monitoring, kedisiplinan, silaturahmi dengan orang tua, wali murid dan masyarakat, pengawasan dan bimbingan kepada guru, bekerja sama unsur terkait, kolaborasi pendidik dan staf, memberikan penghargaan dan hukuman, kesadaran tanggung jawab sesama guru, orang tua, wali murid, dan masyarakat. Ketiga, proses. Program kerja telah terlaksana melalui perencanaan dituangkan dalam rencana strategi kepala madrasah. Keempat, produk. Telah melakukan rencana strategi seperti komitmen, perencanaan, dan pelaksanaan yang berkelanjutan, mendorong perubahan profesional guru dan staf, mengambil tindakan korektif untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran madrasah ke arah mutu akreditasi unggul. Dengan demikian, mutu pendidikan madrasah dapat ditingkat melalui evaluasi program kerja kepemimpinan kepala madrasah. Oleh karena itu dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah, maka tingkatkanlah evaluasi program kerja kepemimpinan di madrasah. Kata kunci: Evaluasi Program Kata Kunci; Evaluasi, Program Kepimimpinan Kepala Madrasah, Mutu Pendidikan.
Evaluasi Program Kerja Tahunan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Guru di MTsN 2 Bengkulu Selatan Kristanti Olivia; Retno Ambar Wati
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.8263

Abstract

Abstract: The purpose of this paper is to evaluate the annual work program of the madrasah principal in improving the quality of teacher performance at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bengkulu Selatan. Using a descriptive qualitative method, with the CIPP model approach (context, input, process, product). The results of the study indicate that the context of the annual work program of the madrasah principal has a program, details of needs, program objectives to improve teacher performance in madrasah. The input of the program is the existence of a madrasah principal who is able to prepare an annual work program with a budget plan, born in its derivative policies. The process of the annual work program. After the madrasah principal prepares the program, all components of the madrasah work together and continuously in realizing the common goals that have been prepared together. The product of the annual performance program of the madrasah principal, all components of the madrasah, especially educators and education personnel are able to respond and implement the program well and continuously, although there are several obstacles in the implementation of the program, such as low motivation and knowledge of teachers, teacher professional development is not optimal. Thus it can be concluded that the annual work program of the madrasah principal can improve teacher performance. Therefore, to improve teacher performance, increase the evaluation of the annual work program of the madrasah principal in the madrasah. Keywords: Evaluation, Annual Work Program of Madrasah Principal, Quality of Teacher Performance.Abstrak: Tujuan tulisan ini untuk mengevaluasi program kerja tahunan kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bengkulu Selatan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan model CIPP (context, input, process, produc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa contex program kera tahunan kepala madrasah telah ada program, rincian kebutuhan, tujuan program untuk meningkatkan kinerja guru di madrasah. Input program adanya kepala madrasah yang mampu menyusun program kerja tahunan dengan rencana anggarannya, dilhirkan dalam kebijakan kebijakan turunannya. Proses program kerja tahunan. Setelah kepala madrasah menyusun program, maka seluruh komponen madrasah melakukan secara bersama dan berkelanjutan dalam mewujudkan tujuan bersama yang telah disusun besama-sama. Produk program kinerja tahunan kepala madrasah seluruh komponen madrasah khususnya pendidik dan tenaga kependidikan mampu merespon dan melaksanakan program tersebut secara baik dan berkelanjutan, walaupun terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan program, seperti rendahnya motivasi dan pengetahuan guru, perkembangan profesional guru belum optimal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program kerja tahunan kepala madrasah dapat meningkatkan kinerja guru. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja guru, maka tingkatkanlah evaluasi program kerja tahuan kepala madrasah di madrasah. Kata kunci: Evaluasi, Program Kerja Tahunan Kepala Madrasah, Kualitas Kinerja Guru.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Digital pada Mata Pelajaran Matematika dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di MTs Negeri 2 Kota Bengkulu Govi Saputra; Dandun Setiawan Fambudi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.11493

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the need for digital-based teaching materials in mathematics subjects to improve the competency of student graduates at MTsN 2 Bengkulu City. This study used a descriptive qualitative method and was carried out for three months, from February to April 2026. The research subjects included the Principal, the Deputy Curriculum, mathematics teachers, students, and IT operators. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman theory (data reduction, presentation, and conclusion drawing). Data validity was maintained through triangulation of sources and methods. Research findings indicate an urgent need for three types of digital teaching materials: (1) Interactive e-modules with engaging visualizations to enhance conceptual understanding (C3) in contextual problem-solving; (2) Device-based digital educational games to motivate students and reduce classroom boredom; and (3) Educational videos that allow students to repeat tutor explanations to enhance contextual understanding and presentation skills. Currently, student competency has only reached the understanding level (C2) and remains weak in the skills and active attitudes aspects. The integration of digital technology in the form of e-modules, educational games, and videos is essential for transforming mathematics learning from abstract concepts into real-world experiences. The use of these digital media has been theoretically and empirically proven in the field to support the achievement of Graduate Competency Standards (SKL) in the domains of student attitudes, knowledge, and skills.Keywords: Needs Analysis, Digital Teaching Materials, Mathematics, Graduate Competencies. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar berbasis digital pada mata pelajaran matematika guna meningkatkan kompetensi lulusan siswa di MTsN 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan selama tiga bulan, dari Februari hingga April 2026. Subjek penelitian meliputi Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, guru matematika, siswa, dan operator IT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman (reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Temuan penelitian menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap tiga jenis bahan ajar digital: (1) E-modul interaktif dengan visualisasi menarik untuk meningkatkan pemahaman konsep (C3) dalam pemecahan masalah kontekstual; (2) Game edukasi digital berbasis gawai untuk memotivasi siswa dan mengurangi kebosanan di kelas ; dan (3) Video edukasi yang memungkinkan siswa mengulang penjelasan tutor guna meningkatkan pemahaman kontekstual dan kemampuan presentasi. Saat ini, kompetensi siswa baru mencapai tingkat memahami (C2) dan masih lemah pada aspek keterampilan serta sikap aktif. Integrasi teknologi digital dalam bentuk e-modul, game edukasi, dan video sangat esensial untuk mentransformasi pembelajaran matematika dari konsep abstrak menjadi pengalaman nyata. Penggunaan media digital ini terbukti secara teoritis dan empiris di lapangan mampu mendukung pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa.Kata Kunci : Analisis Kebutuhan , Bahan Ajar Digital , Matematika , Kompetensi Lulusan.
Implementasi Prinsip Pengembangan Bahan Ajar dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di SD Islam Nailul Anwar Mukomuko Beta Andraini; Lara Rahmayani; Nova Asvio
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.11453

Abstract

Abstract: This study aims to examine the implementation of the principles of teaching materials development, particularly the principles of relevance, consistency, and adequacy, in improving student achievement at Nailul Anwar Islamic Elementary School in Mukomuko. This study used a descriptive qualitative method with teachers and students as research subjects. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, while data validity was tested through triangulation of sources, techniques, and time. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the principles of relevance, consistency, and adequacy in teaching materials development can improve the quality of the learning process and student achievement as a whole in the cognitive, affective, and psychomotor aspects. The successful implementation is supported by teacher commitment, the support of the principal, a conducive learning environment, and student enthusiasm, although there are still obstacles such as limited facilities, time, and differences in student abilities. Thus, it can be concluded that the implementation of the principles of teaching materials development appropriately and systematically plays an important role in improving student achievement and the quality of the learning process. Thus, it can be suggested, to improve student achievement, increase the implementation of the principles of teaching materials development in schools.Keywords: Implementation, Principles of Teaching Material Development, Student Achievement.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi prinsip pengembangan bahan ajar, khususnya prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan, dalam meningkatkan prestasi siswa di SD Islam Nailul Anwar Mukomuko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan dalam pengembangan bahan ajar mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan prestasi siswa secara menyeluruh pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala sekolah, lingkungan belajar yang kondusif, serta antusiasme siswa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, waktu, dan perbedaan kemampuan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi prinsip pengembangan bahan ajar yang tepat dan sistematis berperan penting dalam meningkatkan prestasi siswa serta kualitas proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disarankan, untuk meningkatkan prestasi siswa, maka tingkatkanlah implementasi prinsip pengemabangan bahan ajar di sekolah. Kata Kunci: Implementasi, Prinsip Pengembangan Bahan Ajar, Prestasi Siswa.  
Pendidikan Islam Multikultural dalam Penguatan Budaya Masyarakat Majemuk di Pesantren Darul Ma'arif Nahdhatul Ulama Rejang Lebong Faham Syah; Wiwik Damayanti; Sutarto Sutarto; Deri Wanto
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.10287

Abstract

Abstract: The diverse community within the pesantren (Islamic boarding school) faces significant challenges in maintaining social cohesion amidst a plurality of religions, cultures, customs, languages, and ethnicities. This study aims to map and analyze multicultural Islamic education as a means of strengthening the diverse community culture at the Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama pesantren in Rejang Lebong. It employs a qualitative method based on the analysis of the pesantren’s operational documents, curriculum, and institutional publications (covering the 2021–2025 period). Research findings indicate that multicultural Islamic education at the Darul Ma'arif NU Rejang Lebong Islamic Boarding School (Pondok Pesantren) has been normatively adopted into the institution's vision and orientation, which are characterized by both traditional and pluralistic elements. Multicultural Islamic educational values encompassing cultural, ethnic, religious, and social diversity serve as the foundation for creating a learning environment defined by equality, inclusivity, democracy, tolerance, moderation, justice, and intercultural dialogue; these values are realized through social habituation, the exemplary conduct of the kyai (religious leader), and extracurricular activities. Thus, it can be concluded that multicultural Islamic education plays a decisive role in strengthening pluralistic culture in Indonesia. Consequently, it is suggested that the integration of multicultural values into the formal pesantren curriculum specifically regarding educators' capacity to facilitate dialogic and inclusive learning, students' digital literacy, and cross-institutional partnerships requires further enhancement to strengthen the culture of a pluralistic.Keywords: Multicultural Islamic Education, Strengthening Pluralistic Community Culture, Darul Ma'arif Nahdlatul Ulama Islamic Boarding School, Rejang Lebong. Abstrak: Budaya masyarakat pesantren yang majemuk menghadapi tantangan serius dalam menjaga kohesi sosial di tengah pluralitas agama, budaya, adat istiadat, bahasa, suku dan etnis. Tujuan penelitian untuk memetakan dan menganalisis pendidikan Islam multikultural dalam penguatan budaya masyarakat majemuk di pesantren Darul Ma’arif Nahdhatul Ulama Rejang Lebong. Menggunakan metode kualitatif berbasis analisis dokumen operasional pesantren, kurikulum, dan publikasi institusional (periode 2021–2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam multikultural di Pondok Pesantren Darul Ma'arif NU Rejang Lebong telah diadopsi secara normatif dalam visi dan orientasi kelembagaan pesantren yang tradisional dan majemuk. Nilai-nilai pendidikan Islam multikultural seperti keberagaman budaya, etnis, agama, dan latar belakang sosial sebagai landasan untuk menciptakan lingkungan belajar yang setara, inklusif, demokratis, toleran, moderat, keadilan, dan dialog antar budaya diwujudkan melalui pembiasaan sosial, keteladanan kyai, dan praktik ekstrakurikuler. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam multikultural menjadi faktor penentu dalam penguatan budaya majemuk di Indonesia. Sehingga dapat disarankan integrasi nilai multikultural dalam kurikulum formal pesantren seperti kapasitas pendidik dalam mengelola pembelajaran dialogis dan inklusif, literasi digital peserta didik, dan kemitraan lintas lembaga masih perlu ditingkatkan dalam penguatan budaya masyarakat majemuk.Kata kunci: Pendidikan Islam Multikultural, Penguatan Budaya Masyarakat Majemuk, Pesantren Darul Ma'arif Nahdhatul Ulama Rejang Lebong.

Page 10 of 11 | Total Record : 103