cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Fungsi Supervisi Klinis Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI AL Ba’ani Kota Bengkulu Fuji Andela; Bambang Haryanto; Sofia Murni; Zipen Apriansyah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2622

Abstract

Abstract: The quality of education at MI Al Baani is still not optimal, this can be seen from the value of report cards, and student achievement is not optimal, this is related to the role of the clinical supervision function which is still not optimally implemented. This study aims to evaluate the function of clinical supervision in improving the quality of education at MI Al Baani Bengkulu City. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection was carried out through direct observation and collecting data from various sources, both online media and print media related to the research discussed. The results of the evaluation of the clinical supervision function carried out show that clinical supervision greatly determines the quality of education at MI Al Baani Bengkulu City, some teachers have not been able to mobilize, facilitate, influence, motivate their students, and have not been able to create conducive learning, planning that has been planned it turns out that the results have not been achieved according to plan, and there are still gaps in the plan with the achievement of the goals that have been set, so that there is still a gap in the achievement of goals with planning in improving the quality of learning. The school principal as a leader in schools also determines the quality of education. So that researchers can suggest, if you want to improve the quality of education at MI Al Baani, then improve the function of clinical supervision at MI Al Baani Bengkulu City. Keywords: Function of Clinic Supervision, Education Quality Abstrak: Mutu Pendidikan di MI Al Baani masih belum optimal, hal ini terlihat dari nilai raport, dan prestasi siswa belum maksimal hal ini berkaitan dengan peran fungsi supervisi klinis masih belum optimal pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi supervisi klinis dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Baani Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lansung dan mengumpulkan data dari berbagai sumber baik media online ataupun media cetak yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas. Hasil dari evaluasi fungsi supervisi klinis yang dilakukan menunjukkan bahwa supervise klinis sangat menentukan mutu pendidikan di MI Al Baani Kota Bengkulu, sebagian guru yang belum mampu menggerakkan, memfasilitasi, mempengaruhi, memotivasi, siswanya, dan belum mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif, perencanaan yang telah direncanakan tersebut ternyata hasilnya belum tercapai sesuai rencana, dan masih terjadi kesenjangan rencana dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, sehingga masih terjadi kesenjangan pencapaian tujuan dengan perencanaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Program kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah juga sangat menentukan mutu pendidikan. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Baani, maka tingkatkanlah fungsi supervisi klinis di MI Al Baani Kota Bengkulu.Kata Kunci : Fungsi Supervisi Klinis dan Mutu Pendidikan 
Optimalisasi Manajemen Kurikulum Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bengkulu Muhammad Shidiq; Vera Nopianti; Kardiyo Kardiyo
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2612

Abstract

Abstract: Curriculum management still creates difficulties among teachers, resulting in the quality of learning still not being optimal, indicated by the fact that there are still teachers who are weak in curriculum development, such as developing learning methods and models which are still not yet complete.optimal. The aim of the research is to determine the optimization of curriculum management in improving the quality of education. Using descriptive qualitative methods. Data collection techniques through observation, interviews and documentation studies. The research results show that: (1) Curriculum management at Bengkulu Senior High School (SMA) has carried out planning, organizing, implementing,based on predetermined plans, have implemented learning evaluation, so that the level of learning quality can be known; (2) Quality of learning in Senior High Schools (SMA) in Bengkulu; (3) Optimizing curriculum management can improve the quality of learning in Senior High Schools (SMA) in Bengkulu. So it can be concluded that curriculum management can improve the quality of learning. Thus, it can be suggested that if you want to improve the quality of learning, improve curriculum management in schools.Keywords: Optimization,Curriculum Management and Learning Quality. Abstrak: Manajemen kurikulum masih menciptakan kesulitan di kalangan guru, sehingga mengakibatkan mutu pembelajaran masih belum optimal, ditandai dengan masih ada guru lemah dalam pengembangan kurikulum seperti pengembangan metode dan model pembelajaran masih belum optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui Optimalisasi manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan.Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen kurikulum di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bengkulu telah dilaksanakan perencanaan ,Pengorganisasian, Pelakasanaan, yang berpedoman pada perencanaan yang telah ditetapkan, telah melaksanakan evaluasi pembelajaran, sehingga dapat diketahui tingkat mutu pembelajaran; (2) Mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bengkulu; (3) Optimalisasi manajemen kurikulum dapat meningkatkan mutu pembelajaran di  Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bengkulu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan demikian dapat disarankan jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran, maka tingkatkan manajemen kurikulum di sekolah.Kata Kunci: Optimalisasi, Manajemen Kurikulum dan Mutu Pembelajaran
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMKN 02 Kota Bengkulu Basinun Basinun; Ivanda Tegar; Muhammad Yusuf Afif; Haruwan Lupiarto Reza Susangkut
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8330

Abstract

Abstract: The implementation of the independent curriculum has not been effective, as indicated by the fact that educators have not been able to provide freedom to students and educators have not been able to determine the methods, objectives, and models of learning. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the independence curriculum in English learning at SMKN 02 Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method with information sources obtained through observation, surveys, and literature studies. The results of the study show that the implementation of the independent curriculum in general has been carried out but is still not effectively implemented by the school. The implementation of the independent curriculum does not meet the learning expectations that should be implemented by focusing more on students, but in the field the role of teachers still dominates the classroom. In this curriculum, students are still less free to learn English well. Thus, it can be concluded that the implementation of the independent curriculum in general has been carried out but has not been effective. The recommendation of this study is to conduct an assessment of the use of the independent curriculum implemented at SMKN 2 Kota Bengkulu.Keywords: Implementation of Independent Curriculum, English Language Learning.Abstrak: Implementasi kurikulum merdeka beluf efektif ditandai bahwa tenaga pendidik belum mampu memberikan keleluasaan kepada peserta didik dan tenaga pendidik belum mampu menentukan cara, tujuan, dan model pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMKN 02 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber informasi yang didapat melalui pengamatan, survei, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka secara umum sudah dilakukan namun masih belum efektif di laksanakan oleh pihak sekolah. Pelaksanaan kurikulum merdeka tidak memenuhi ekspetasi pembelajaran yang seharusnya dilaksanakan dengan lebih memfokuskan kepada siswa, namun pada lapangan peran guru masih mendominasi ruang kelas. Dalam kurikulum ini, siswa masih kurang leluasa mempelajari Bahasa Inggris dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum merdeka secara umum sudah dilakukan namun belum efektif. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian terhadap penggunaan kurikulum merdeka yang dilaksanakan di SMKN 2 Kota Bengkulu.Kata kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Bahasa Inggris.
Penerapan Video Pembelajaran IPA Interaktif Berbasis Animaker Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Di Kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu Sulikah Septi Herawati; Deni Febrini; Wiji Aziiz Hari Mukti; Dondi Kurniawan; Asiyah Asiyah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v2i2.2648

Abstract

Abstract: Student learning outcomes are one of the goals of the learning process in schools, therefore teachers need to have creative and innovative efforts in selecting and developing learning media, one of which is learning videos. This study aims to examine the differences in student learning outcomes between before and after being given an Animaker-based interactive science learning video on the subject matter and its changes in class VII SMPN 20 Bengkulu City. The results showed that learning outcomes increased from the average value of 41.29 to 78.06. The results of hypothesis testing showed that there was a statistical difference in learning outcomes with a significance value of 0.000 > 0.05, so it can be concluded that student learning outcomes on the subject matter and the changes experienced a significant increase after the Animaker-based interactive science learning video was given.Keywords: Interactive science learning videos, animaker videos, learning outcomes Abstrak: Hasil belajar siswa merupakan salah satu tujuan dari dilakukannya proses pembelajaran di sekolah, maka dari itu guru perlu memiliki upaya yang kreatif dan inovatif dalam memilih dan mengembangkan media pembelajaran, salah satunya adalah video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan video pembelajaran IPA interaktif berbasis animaker pada pokok bahasan materi dan perubahannya di kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 41.29 menjadi 78.06. Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar secara statistik dengan nilai signifikansi 0.000 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan materi dan perubahannya mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan video pembelajaran IPA Interaktif berbasis Animaker.Kata kunci: Video pembelajaran IPA interaktif, video animaker, hasil belajar
Peran Administrasi Kurikulum dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di MTsN 2 Bengkulu Selatan Nur Puspasari; Leppe Firmansyah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i2.6581

Abstract

Abstract: Curriculum administration has not played an optimal role in improving the quality of learning, characterized by the lack of teachers' knowledge about curriculum standards and modern learning methods, as well as the limitations of educational facilities and infrastructure that support the learning process. This study aims to describe and analyze the role of curriculum administration in improving the quality of learning in MTsN 2 South Bengkulu. Using descriptive qualitative methods, data collection techniques through observation, interviews, documentation and literature studies. The results of the study show that curriculum administration in MTsN 2 South Bengkulu has not been fully effective in improving the quality of learning. There are several challenges, including the lack of teachers' knowledge of applicable curriculum standards and modern learning methods, as well as the limitations of facilities and infrastructure that support curriculum administration, so that the quality of learning is still not optimal. Thus, it can be concluded that the role of curriculum administration can improve the quality of learning. Therefore, it can be suggested that in policy formulation, school principals, and teachers design more effective strategies in curriculum administration, namely planning, implementation, and evaluation of the curriculum, so as to improve the overall quality of learning in MTsN 2 South Bengkulu.Keywords: Role, Curriculum Administration, Learning Quality, Madrasah Tsanawiyah. Abstrak: Administrasi kurikulum belum berperan secara optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran ditandai dengan masih kurangnya pengetahuan guru tentang standar kurikulum dan metode pembelajaran modern, serta keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran administrasi kurikulum dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 2 Bengkulu Selatan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi kurikulum di MTsN 2 Bengkulu Selatan belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Terdapat beberapa tantangan, termasuk kurangnya pengetahuan guru tentang standar kurikulum yang berlaku dan metode pembelajaran yang modern, serta keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung administrasi kurikulum, sehingga mutu pembelajaran masih belum optimal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran administrasi kurikulum dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disarankan bahwa dalam pengambila kebijakan, kepala sekolah, dan guru merancang strategi yang lebih efektif dalam administrasi kurikulum yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran secara keseluruhan di MTsN 2 Bengkulu Selatan.Kata kunci: Peran, Administrasi Kurikulum, Mutu Pembelajaran, Madrasah Tsanawiyah.
Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu Warto Warto; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v2i1.2639

Abstract

Abstract: The quality of junior high school education in the Muko-muko Regency is still relatively weak because the principal has not played an optimal role. The purpose of this paper is to map and analyze the quality of education, the relationship of the role of the principal with the quality of education, and the role of the principal can improve the quality of education. Using descriptive qualitative methods. The results show that the role of the principal can improve the quality of school education. Then it can be concluded; (1) The quality of school education, in general, has been good, but the principal has not been able to give full confidence to the teacher in carrying out the task, thus affecting the quality; (2) The relationship of the principal with the quality of education, namely the quality of school education is determined by the principal and professional teachers so that the development of improving the quality of educators and education personnel becomes better, and the quality of education in schools becomes improved; and (3) The role of the principal has a big impact on the education management process and the quality of management affects the quality of education. A highly competitive school becomes everyone's dream. To achieve the quality of high-competitive schools, one of the determining factors is the optimization of the role of the principal. Thus it can be suggested, that if you want to improve the quality of education then increase the role of the principal.Keywords: Quality of Education, Role of Principal, Quality of Junior High School. Abstrak: Mutu pendidikan sekolah menengah pertama di Kabupaten Muko-muko masih tergolong lemah dikarenakan kepala sekolah belum berperan secara optimal. Tujuan tulisan ini untuk memetakan dan menganalisis bentuk mutu pendidikan, hubungan peran kepala sekolah dengan mutu pendidikan, dan peran kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa peran kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Maka dapat disimpulkan bahwa; (1) Bentuk mutu pendidikan sekolah secara umum telah baik, namun pada kepala sekolah belum mampu memberikan kepercayaan penuh kepada guru dalam melaksanakan tugas, sehingga mempengaruhi mutu; (2) Hubungan kepala sekolah dengan mutu pendidikan yaitu mutu pendidikan sekolah ditentukan oleh kepala sekolah dan guru yang profesional, sehingga pembinaan peningkatkan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan menjadi lebih baik, dan mutu pendidikan di sekolah menjadi meningkat; dan (3) Peran kepala sekolah berdampak besar bagi proses pengelolaan pendidikan dan mutu pengelolaan mempengaruhi mutu pendidikan. Sekolah yang berdaya saing tinggi menjadi idaman semua orang. Untuk mencapai mutu sekolah yang berdaya saing tinggi, salah satu faktor penentu adalah optimalisasi peran kepala sekolah. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin meningkatkan mutu pendidikan maka tingkatkanlah peran kepala sekolah.Kata Kunci: Mutu Pendidikan, Peran Kepala Sekolah, Mutu Sekolah Menengah Pertama.
Mutu Kinerja Tenaga Pendidik (Guru) Dalam Manajemen Pendidikan Era Pandemic Covid-19 Khairiah Khairiah; Muhammad Nor Hidayat; Indah Kurnia; Mutiara Harmaida; Ibnu Rusydi; Warto Warto
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 1 (2021): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i1.2493

Abstract

Abstract: The era of the covid-19 pandemic in education management shows a threat to the quality of the performance of educators. Some educators show work behavior in line with existing standards and codes of ethics, and some other educators show difficulties in working. In line with this, the purpose of this paper is not only to map the form of performance quality conditions in various groups of educators, but also to analyze the reasons for the decline in the quality of teacher performance. This paper is based on data collected from various online data sources by taking into account the structural characteristics of groups of educators. The results of this study show that group differences and the abilities of educators have become a force that structures the behavior of educators' performance on the threat to the quality of educators' performance in education management during the covid-19 pandemic. Thus, it can be concluded that the quality of the performance of educators in the management of education has become an important factor in the reality of the quality of education in the era of the covid-19 pandemic. And it can be suggested, it is necessary to expand cases, and add sources of data to be researched, so that it is possible to understand the impact of the COVID-19 pandemic in the world of education in depth and comprehensively.Keywords: Pandemic Covid-19 Era, Education Management, Quality Performance of Educators Abstrak: Era pandemic covid-19 dalam manajemen pendidikan memperlihatkan ancaman mutu kinerja tenaga pendidik. Sebagian tenaga pendidik memperlihatkan perilaku kerja sejalan dengan standar dan kode etik yang ada, dan sebagian tenaga pendidik yang lain memperlihatkan kesulitan dalam bekerja. Sejalan dengan hal tersebut, tujuan tulisan ini selain memetakan bentuk kondisi mutu kinerja dalam berbagai kelompok tenaga pendidik juga menganalisis alasan-alasan terjadinya penurunan mutu kinerja tenaga pendidik. Tulisan ini didasarkan pada data yang dikumpulkan dari berbagai sumber data online dengan memperhatikan karakteristik structural kelompok tenaga pendidik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perbedaan kelompok dan kemampuan para tenaga pendidik telah menjadi kekuatan yang menstrukturkan perilaku kinerja tenaga pendidik atas ancaman mutu kinerja tenaga pendidik dalam manajemen pendidikan selama pandemic covid-19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mutu kinerja tenaga pendidik dalam pengelolaan pendidikan telah menjadi faktor penting atas suatu realitas mutu pendidikan di era pandemic covid-19. Dan dapat disarankan, perlu perluasan kasus, dan penambahan sumber data yang diteliti, sehingga memungkinkan dapat dipahami dampak pandemic covid-19 dalam dunia pendidikan secara mendalam dan komprehensif. Kata Kunci: Era Pandemic Covid-19, Manajemen Pendidikan, Mutu Kinerja Tenaga Pendidik
Evaluasi Program Supervisi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Guru di MTsN 2 Bengkulu Selatan Nur Puspasari; Yola Septia Utami
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i2.8266

Abstract

Abstract: The quality of teacher performance is still considered low because the principal’s supervision program has not been optimally implemented. This study aims to evaluate the madrasa principal’s supervision program in improving teacher performance quality at MTsN 2 South Bengkulu. It uses a descriptive qualitative method with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research results show that in the context of the madrasah principal’s supervision program, at the input level there are differences in teachers’ pedagogical competencies. At the process level, there are irregularities in the implementation of curriculum-based learning, as well as a lack of innovation in teaching methods. As for the output of the supervision program, teachers are able to carry out the learning process, develop RPS and RPP programs, and create innovations to improve education quality, supported by adequate tools to enhance teacher performance quality. Thus, the evaluation of the madrasah principal’s supervision program can improve the quality of teacher performance. Therefore, it is recommended that to improve teacher performance quality, the madrasah principal’s supervision at MTsN 2 South Bengkulu should be strengthened, even though several technical and cultural challenges still exist. This evaluation provides strategic recommendations for more sustainable and systematic supervision optimization in the future. Keywords: Evaluation, Principal’s Supervision Program, Teacher Performance Quality, MTsN 2 Bengkulu Selatan.Abstrak: Kualitas kinerja guru masih tergolong rendah, karena program supervise kepala madrasah belum optimal dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program supervisi kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru di MTsN 2 Bengkulu Selatan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa conteks program supervise kepala madrasah, pada tingkat input program terdapat perbedaan kompetensi pedagogik antar guru, tingkat proses pelaksanaan program terjadi ketidakteraturan dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kurikulum, serta kurangnya inovasi dalam metode mengajar, produk program supervisi kepala madrasah guru dapat melaksanakan proses pembelajaran, menyusun program RPS, RPP, membuat inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, didukung dengan perangkat yang memadai dalam meningkatkan kualitas kinerja guru. Dengan demikian evaluasi program supervise kepala madrasah dapat meningkatkan kualitas kinerja guru. Oleh karena itu, dapat disarankan. Untuk meningkatkan kualitas kinerja guru, maka tingkatkanlah supervise kepala madrasah di MTsN 2 Bengkulu Selatan meskipun masih terdapat beberapa hambatan teknis dan kultural. Evaluasi ini memberikan rekomendasi strategis untuk optimalisasi supervisi yang lebih berkelanjutan dan sistematis di masa depan.Kata kunci: Evaluasi, Program Supervisi Kepala Madrasah, Kualitas Kinerja Guru, MTsN 2 Bengkulu Selatan
Kegiatan Infaq Jumat dalam Meningkatkan Internalisas Nilai-Nilai Karakter Peduli Sosial Siswa di SDN 76 Kota Bengkulu Fitri Renaldi Putri
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i2.6379

Abstract

Abstract: The values of social care character are still difficult to internalize, marked by the fact that it is still difficult to share, help, help and still lack a sense of kinship among students. The purpose of describing Friday infaq activities in increasing the internalization of students' social care character values at SDN 76 Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method. The subjects of the research are principals, teachers, and students. Interview, observation, and documentation data collection techniques. Data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that Friday infaq activities can increase the internalization of students' social care character values, such as devotion, help, family, loyalty, care, democracy, cooperation, discipline, tolerance, empathy, and devotion. Friday infaq activities such as condolence compensation activities, disaster compensation, school mosque renovation construction, holiday event activities, education costs for underprivileged students, and providing compensation to the underprivileged. Par conséquent, on peut conclure que la mise en œuvre des activités d’infusion du vendredi peut augmenter l’intériorisation des valeurs de caractère de l’aide sociale des élèves, de sorte qu’il peut être suggéré d’intérioriser les valeurs du caractère de l’attention des élèves, augmentant ainsi la mise en œuvre des activités d’infaculté du vendredi dans les écoles.Keywords: Friday Infaq Activities, Internalization, Character Values of Social Care for Students.  Abstrak: Nilai-nilai karakter peduli sosial masih sulit diinternalisasikan, ditandai masih sulit berbagi, menolong, membantu dan masih kurang rasa kekeluargaan di kalangan siswa. Tujuan tulisan ini untuk mendeskripsikan kegiatan infaq jumat dalam meningkatkan internalisasi nilai-nilai karakter peduli sosial siswa di SDN 76 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan infaq Jum’at dapat meningkatkan internalisasi nilai-nilai karakter peduli sosial siswa, seperti sikap pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, setia, peduli, demokrasi, kerjasama, disiplin, toleransi, empati, dan sikap pengabdian. Kegiatan infaq Jum’at seperti kegiatan santunan duka cita, santunan musibah, pembangunan renovasi masjid sekolah, kegiatan acara hari besar, biaya pendidikan siswa kurang mampu, dan memberikan santunan kepada masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan infaq jumat dapat meningkatkan internalisasi nilai-nilai karakter peduli sosial siswa, sehingga dapat disarankan untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter peduli siswa, maka tingkatkan pelaksanaan kegiatan infaq jumat di sekolah.Kata Kunci: Kegiatan Infaq Jumat, Internalisasi, Nilai-nilai Karakter Peduli Sosial Siswa.
Keadilan Gender Dalam Sistem Kewarisan Bilateral Hazairin Yusmita Yusmita
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2627

Abstract

Abstract: Most Muslims understand that the law of inheritance is a law whose formulation cannot be changed so that reforms regarding inheritance law in Islam are not carried out by many Muslims, for example, the formula regarding the division of 1: 2 for men and women which most of them regard as a definite conclusion. This research is a literature study with data analysis techniques using content analysis. Sources of data come from books that discuss inheritance law and scientific journals that are in line with this research. Therefore, the renewal of inheritance law is not much done, this is different from Islamic family law which has undergone many reforms. Even so, it does not mean that all Muslims consider it a rule that cannot be changed, but some figures think that inheritance laws in Islam can change according to existing social conditions. This social condition can have an influence on the enactment of a law, including the law of inheritance in Islam. This can be found in the thoughts of national figures, namely Hazairin, who offers new ideas regarding inheritance law in Islam. Keywords: Gender Justice, Bilateral Inheritance, Hazairin's Thought Abstrak: Sebagian besar umat Islam memahami bahwa hukum waris adalah hukum yang tidak dapat diubah, sehingga banyak umat islam yang tidak mereformasi hukum waris islam, misalnya rumus pembagian 1 : 2 untuk pria dan wanita, yang merupakan formula sederhana bagi kebanyakan orang. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan menggunakan teknik analisis data melalui analisis isi. Sumber informasi berasal dari buku-buku tentang hukum waris dan jurnal ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Hasil kajian temuan pada penelitian ini yakni pembaharuan hukum kewarisan ini tidak banyak dilakukan, hal ini berbeda dengan hukum keluarga Islam yang mengalami banyak pembaharuan. Meskipun demikian, tidak berarti semua umat Islam menganggapnya sebagai aturan yang tidak boleh diubah, melainkan sebagai individu meyakini bahwa hukum waris Islam dapat berubah sesuai dengan kondisi sosial yang ada. Kondisi sosial ini dapat mempengaruhi pelaksanaan hukum, termasuk juga hukum kewarisan dalam Islam. Hal ini tercermin dari pemikiran tokoh-tokoh bangsa, khususnya Hazairin, yang mengajukan gagasan-gagasan baru tentang warisan Islam. Katakunci : Keadilan Gender, Kewarisan Bilateral, Pemikiran Hazairin

Page 3 of 10 | Total Record : 93