cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
comtejsre@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
COMTE: Journal of Sociology Research and Education
ISSN : 3047566X     EISSN : 3047566X     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Education, Social,
COMTE: Journal of Sociology Research and Education is a journal dedicated to the publication of quality research results in the empirical research field of Sociology and Sociology Education. This journal provides direct open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports greater global knowledge exchange.
Articles 75 Documents
Dinamika Sosial dan Ekonomi Masyarakat Pedesaan yang Bergantung pada Mata Pencaharian di Industri Pinang: Studi Kasus Kelurahan Senyerang Ganang Ramdhani; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 2 (2026): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/2zdd5093

Abstract

Orientasi dari studi ini adalah untuk memahami perkembangan sosial dan ekonomi yang rumit dalam komunitas pedesaan, khususnya di kelurahan Senyerang, yang sangat bergantung pada sektor pinang sebagai mata pencaharian utama mereka. studi ini menyelidiki berbagai akibat ketergantungan terhadap sektor tersebut. Ini mencakup pengaruh pada struktur sosial, distribusi pendapatan, dan masalah ekonomi yang dihadapi komunitas. studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dan teknik studi kasus. temuan studi menunjukkan bahwa sektor pinang tidak hanya menyebabkan ketimpangan dalam akses sumber daya, tetapi juga menciptakan hubungan sosial yang lebih kuat di antara warga. Selain itu ketidakpastian yang sering terjadi di pasar pinang, dapat menyebabkan kerentanan ekonomi yang tinggi, sehingga sangat memengaruhi ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh Karena itu fluktuasi harga jual dan ketidakpastian pasar berdampak langsung pada kesejahteraan komunitas mereka dalam menghadapi risiko kehilangan pendapatan yang substansial. temuanya menunjukkan bahwa penganekaragaman sumber pendapatan dan peningkatan kapasitas komunitas sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kerentanan ekonomi.
Peran Pekerja Harian di Lingkungan Perumahan Pandawa Residence Mijen, Kota Semarang Dhona Nazula; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 2 (2026): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/394p4b69

Abstract

Pekerja Harian Lepas (PHL) di lingkungan perumahan mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menjaga dan merawat ekosistem lingkungan perumahan. Mereka mempunyai fungsi peranan yang sangat menunjang pemeliharaan kebersihan, kerapihan dan kenyamanan warga perumahan. Walaupun keberadaan mereka tidak begitu terlalu mendapat perhatian dari warga perumahan, karena tidak sesering interaksi warga dengan petugas satuan keamanan atau yang biasa kita sebut satpam komplek, namun keberadaan mereka sangat penting dalam menjaga dan memelihara lingkungan perumahan. Pemilik rumah bertanggung jawab atas bangunan dan tanah pribadi masing-masing, namun fasilitas umum perumahan tersebut adalah tanggung jawab pekerja Harian. Fasilitas umum yang dimaksud adalah: tempat ibadah, jalan, taman bermain anak, dan lain sebagainya. Pekerja harian mendapatkan upah harian yang dibayarkan seminggu sekali dengan sumber dananya dari pembayaran iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) yang dibayarkan oleh warga satu bulan sekali. Pembayaran IPL ini dikelola oleh pengembang/pengelola perumahan. IPL ini mencakup biaya operasional pemeliharaan lingkungan dan keamanan warga. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang hasilnya menyimpulkan hubungan interaksi antara warga dan para pekerja harian. Dikarenakan Peneliti ingin meneliti dan memahami bagaimana hubungan dan interaksi antara para pekerja harian dan para warga perumahan Pandawa Residence Mijen, Kota Semarang.
Peran Sosial Satpam (Satuan Pengamanan) dalam Menciptakan Rasa Aman Bagi Peserta Didik di Lingkungan Yayasan Darul Furqon Prasetiawan Prasetiawan; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 2 (2026): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/xcj6r953

Abstract

Kehadiran Satuan Pengamanan (Satpam) di sekolah sering kali hanya dimaknai sebagai penjaga pintu masuk. Padahal, tanggung jawab sosial yang mereka pikul jauh melampaui fungsi teknis semacam itu. Kajian ini menyoroti bagaimana Satpam berperan secara sosial dalam menumbuhkan rasa aman pada peserta didik di Yayasan Darul Furqon. Titik tolaknya adalah catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah periode 2025–2026 yang menyebutkan bahwa 34,7% insiden keamanan di sekolah swasta berakar dari lemahnya sistem pengamanan internal. Peneliti memilih metode kualitatif dengan rancangan studi kasus yang bersifat deskriptif sekaligus interpretatif, dan kerja lapangan dijalankan sepanjang Januari sampai Mei 2026. Pengumpulan data ditempuh lewat wawancara semiterstruktur, pengamatan langsung di lokasi, serta penelusuran dokumen, dengan melibatkan lima informan yang ditentukan secara purposive, yakni dua Satpam aktif, kepala sekolah, satu guru senior, dan seorang peserta didik. Untuk mengolah data, peneliti menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang bergerak melalui kondensasi data, penyajian data, hingga penarikan serta verifikasi simpulan. Triangulasi sumber dan triangulasi teknik dipakai untuk menjaga keabsahan temuan. Kerangka analisis utamanya bersandar pada Teori Peran milik Ralph Linton dan George Herbert Mead, terutama gagasan expected role, enacted role, dan role-taking. Hasil kajian memperlihatkan enacted role kedua Satpam secara ajeg berada di atas expected role formal yang digariskan yayasan. Buktinya tampak pada anjloknya kasus orang asing yang masuk tanpa izin sampai 70% dan keberhasilan mereka meredam 74% kejadian tanpa perlu melapor ke pimpinan. Kematangan role-taking membuat Satpam mampu merajut kedekatan emosional, sehingga peserta didik sungguh-sungguh merasa terlindungi alih-alih sekadar dijaga secara fisik. Nilai-nilai keislaman yayasan pun terbukti meresap dalam cara Satpam menunaikan kedua dimensi peran itu pada keseharian mereka.
Etos Kerja dan Tantangan Professional Generasi Z: Studi Kualitatif pada Pegawai Kafe di Jember Dewi Masitah Suyono; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/htsddz60

Abstract

Generasi Z kini mendominasi tenaga kerja sektor kafe di kota-kota menengah hingga kota kota besar di Indonesia, namun etosa kerja dan tantangan profesional yang mereka alami secara nyata belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuketos kerja dan mengidentifikasikan tantangan profesional yang dihadapi pegawai dari Generassi Z di lingkungan kerja kafe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain tunggal di salah satu kafe di Jember, di mana peneliti berposisi sebagai insider researcher yaitu pegawai aktif dan sekaligus menjadi peneliti. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama tiga minggu dan wawancara semi-terstruktur dengan sembilan informan pegawai Generasi Z berusia 20-28 tahun. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga bentuk etos kerja yang dominan, yaitu kerja yang bermakna dan kondisional, responsivitas tinggi dalam situasi krisis, serta disiplin selektif terhadap aturan kerja. Selain itu, ditemukan tiga bentuk tantangan profesional utama, yaitu emotional labor dan kelelahan kumulatif, konflik nilai antar generasi, serta ketidakproporsionalan antara beban kerja dan kompensasi. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja Generasi Z bersifat kontekstual bukan lemah secara inheren, melainkan sangat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya makna, pengakuan, dan otonomi dalam pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen kafe dalam mengelola pegawai Generasi Z secara lebih adaptif dan kontekstual.
Dinamika Interaksi Keluarga dengan Anak Gangguan Pendengaran di Kabupaten Badung, Bali Ni Ketut Sri Ayuni; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/e0jdg228

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak mempengaruhi pola komunikasi, hubungan emosional, dan interaksi sosial dalam keluarga. Kondisi tersebut menuntut keluarga untuk melakukan penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari agar proses komunikasi tetap berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika interaksi keluarga dengan anak gangguan pendengaran di Kabupaten Badung- Bali, serta memahami bentuk penyesuaian sosial yang dilakukan keluarga dalam mendukung perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, serta refleksi pengalaman peneliti sebagai orang tua anak gangguan pendengaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga mengalami perubahan pola komunikasi, pembagian peran sosial, dan proses adaptasi emosional sejak awal diagnosis gangguan pendengaran. Hambatan komunikasi pada tahap awal menyebabkan kesalahpahaman, tekanan psikologis, dan perubahan hubungan sosial dalam keluarga. Akan tetapi, dukungan keluarga, penggunaan komunikasi visual, terapi pendengaran, serta pemanfaatan teknologi pendengaran seperti alat bantu dengar dan implan koklea mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan keluarga, akses pendidikan inklusif, dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap anak gangguan pendengaran agar tercipta lingkungan sosial yang lebih inklusif.