cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
comtejsre@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
COMTE: Journal of Sociology Research and Education
ISSN : 3047566X     EISSN : 3047566X     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Education, Social,
COMTE: Journal of Sociology Research and Education is a journal dedicated to the publication of quality research results in the empirical research field of Sociology and Sociology Education. This journal provides direct open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports greater global knowledge exchange.
Articles 75 Documents
Konflik Peran dan Negosiasi Otoritas dalam Pengasuhan Anak Pada Keluarga Ibu Bekerja di Jepara Rini Wulandari; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/wyt9eg26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola konflik peran, cara negosiasi otoritas, dan dampak sosial yang terjadi dalam keluarga ibu yang bekerja di sektor industri. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam kepada 3-5 informan ibu yang bekerja dan pengasuh pengganti di sekitar pabrik.Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat tiga pola utama. Pertama, konflik peran muncul akibat kesulitan mengatur waktu, perbedaan cara pengasuhan antara pendekatan modern dan tradisional, serta penurunan otoritas simbolik ibu karena kurang terlibat dalam pengasuhan sehari-hari. Kedua, negosiasi otoritas dilakukan melalui komunikasi langsung antara ibu dan pengasuh, musyawarah dengan keluarga besar, serta penyesuaian identitas diri ibu untuk mengurangi perasaan bersalah. Ketiga, implikasi sosial berpengaruh pada turunnya kedekatan emosional antara ibu dan anak, perubahan struktur kekuasaan dalam keluarga, serta terjadinya sosialisasi nilai ganda pada anak. Sebagai kesimpulan, pembagian tugas pengasuhan antara ibu yang bekerja dan pengasuh pengganti menciptakan ketegangan sekaligus memungkinkan adanya penyesuaian yang merombak hubungan keluarga dan proses sosialisasi anak. Hasil ini menunjukkan bahwa konflik peran tidak selalu berakhir negatif, melainkan dapat diselesaikan melalui negosiasi yang menghasilkan struktur keluarga yang baru.
Dinamika Peran Sosial Perempuan sebagai Kader Jumantik dalam Meningkatkan Ketahanan Kesehatan Keluarga Pramesti Tri Widayani; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/x0yr5v62

Abstract

Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan masyarakat, salah satunya melalui keterlibatan sebagai kader Jumantik dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran sosial perempuan sebagai kader Jumantik dalam meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga di Jalan Pemuda III A. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, informan penelitian ini terdiri atas enam orang, yaitu tiga kader Jumantik dan tiga warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader Jumantik tidak sebatas pada pemeriksaan jentik nyamuk, melainkan juga aktif memberikan edukasi kesehatan serta mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui interaksi sehari-hari. Kedekatan hubungan antara kader dan warga membuat informasi kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan keluarga. Dalam pelaksanaannya, kader masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kesibukan warga, keterbatasan waktu interaksi, dan rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Meskipun demikian, komunikasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan kesadaran warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perempuan sebagai kader Jumantik memiliki peran strategis sebagai penghubung antara program kesehatan dan masyarakat. Melalui kedekatan sosial yang terbangun, kader tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang mendukung terciptanya ketahanan kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
Transformasi dan Perannya dalam Keguyuban Masyarakat Kesenian Bregodo di Yogyakarta Ambo Asse; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/kp2jg613

Abstract

Indonesia dikenal memiliki keragaman budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat di setiap daerah sementara perkembangan globalisasi dan modernisasi menghadirkan perubahan yang mendorong perlunya berbagai upaya agar budaya tradisional tetap mampu bertahan serta diterima oleh masyarakat masa kini. Salah satu bentuk perubahan tersebut tampak pada kesenian Bregodo Kyai Pancas di Padukuhan Kleben–Mancasan Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman yang mengalami penyesuaian tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat. Kajian ini bertujuan menganalisis proses transformasi kesenian Bregodo Kyai Pancas sekaligus mengkaji perannya dalam memperkuat paguyuban masyarakat di Yogyakarta. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi wawancara mendalam dan dokumentasi sedangkan pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan tiga narasumber yang terdiri atas pengurus Bregodo Kyai Pancas ketua SBMK yang juga merupakan anggota aktif bregodo serta Kepala Dukuh Padukuhan Kleben–Mancasan sebagai tokoh masyarakat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Bregodo Kyai Pancas telah mengalami perubahan fungsi dari lambang keprajuritan menjadi media pelestarian budaya pembentukan karakter dan penguatan identitas lokal sementara keberadaannya juga mampu mempererat hubungan sosial melalui latihan bersama kirab budaya dan ziarah makam leluhur yang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai kedisiplinan gotong royong solidaritas serta religiusitas tetap menjadi makna utama yang dipertahankan dalam setiap aktivitas kesenian tersebut meskipun proses regenerasi anggota masih menghadapi kendala akibat tingginya mobilitas penduduk dan pengaruh modernisasi. Dukungan masyarakat serta keterlibatan generasi muda memberikan peluang bagi keberlanjutan kesenian ini sehingga transformasi yang terjadi tidak menghilangkan nilai tradisional melainkan memperluas fungsi budaya sebagai sarana menjaga warisan lokal sekaligus memperkokoh paguyuban dan solidaritas masyarakat di Yogyakarta.
Evaluasi Kinerja Dinas Sosial Kabupaten Bangka Barat dalam Perspektif Sosiologi Kebencanaan Pasca Bencana Banjir di Kecamatan Parittiga Wahyu Ardiansyah; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 1 (2026): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7jwtw636

Abstract

Bencana banjir merupakan isu sosial yang kerap muncul di Kabupaten Bangka Barat, terutama di Kecamatan Parittiga. Fenomena tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alamiah akan tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika interaksi sosial dan pengelolaan lingkungan serta kebijakan publik yang belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi kinerja Dinas Sosial Kabupaten Bangka Barat dalam pelaksanaan layanan kesejahteraan sosial pascabencana banjir dengan menggunakan sudut pandang sosiologi bencana. Pendekatan penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan serta kajian pustaka sebagai sarana untuk mempertajam analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial memegang peran krusial dalam respons darurat dan rehabilitasi sosial melalui pembentukan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan penyediaan bantuan logistik serta pelaksanaan tindakan tanggap cepat bagi masyarakat terdampak. Tetapi masih terdapat kendala seperti keterlambatan dalam penyaluran bantuan dan ketidakmerataan penerima manfaat serta kurangnya perhatian terhadap kelompok rentan seperti lansia dan minimnya pendampingan psikososial bagi masyarakat korban banjir. Kajian ini menyarankan perlunya penguatan koordinasi lintas instansi dan keterbukaan data penerima bantuan. Selain itu perlunya pengembangan kapasitas masyarakat agar pelayanan sosial pascabencana menjadi lebih efisien, responsif, dan berkeadilan.
Peran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam Menentukan Lanjut Usia Miskin Sebagai Penerima Bantuan Sosial di Kelurahan Rorotan Indra Ambar Setianingsih; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 1 (2026): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/47hk9v92

Abstract

Dalam studi mendalam ini, kami mengeksplorasi peran krusial Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai mekanisme utama dalam mengidentifikasi dan menentukan lansia miskin sebagai penerima bantuan sosial di desa perkotaan Rorotan, Jakarta Utara. DTSEN, yang dirancang sebagai sistem pengumpulan data terintegrasi oleh pemerintah, bertujuan untuk memastikan distribusi bantuan sosial yang lebih terarah, transparan, dan adil bagi semua lapisan masyarakat. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkaya dengan perspektif sosiologis, studi ini mengumpulkan data lapangan melalui serangkaian wawancara mendalam, pengamatan langsung di lapangan, dan penelitian arsip, melibatkan pejabat desa setempat, pekerja sosial profesional, dan lansia yang menjadi penerima manfaat. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi DTSEN telah membawa peningkatan signifikan dalam validitas dan akurasi penentuan penerima bantuan, dari 78 persen menjadi 93 persen.Sistem ini telah terbukti efektif dalam meminimalkan duplikasi data yang tidak diinginkan, memperbaiki kesalahan pencatatan yang sering terjadi, dan memperkuat sinergi koordinasi antara lembaga-lembaga terkait. Namun, di balik kesuksesan ini, tantangan nyata tetap ada: tingkat literasi digital yang tidak merata di kalangan petugas lapangan, proses pembaruan data yang kadang-kadang lambat, dan kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalam tahap verifikasi. Dari perspektif teoretis, DTSEN tidak hanya berfungsi sebagai alat administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat prinsip keadilan sosial dan mendorong hubungan yang lebih egaliter antara negara dan warganya. Untuk mengoptimalkan implementasi sistem ini di masa depan, studi ini mendorong langkah-langkah konkret seperti meningkatkan kapasitas institusional melalui pelatihan intensif, memperkuat kolaborasi antar lembaga, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra setara dalam proses pengambilan keputusan. Melalui narasi ini, kami berharap dapat menginspirasi diskusi yang lebih luas tentang bagaimana teknologi dan kebijakan dapat bekerja sama untuk mencapai kesejahteraan sosial yang lebih inklusif.
Strategi Bertahan Pedagang Konvensional di Tengah Perkembangan Online Shop di Pasar Rakyat Ngawen Kabupaten Blora Kukuh Wilujeng Selviana; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 1 (2026): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/d0cy2a10

Abstract

Penelitian mengenai strategi bertahan pedagang konvensional di tengah perkembangan online shop di Pasar Rakyat Ngawen. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana pedagang tradisional mempertahankan eksistensi usaha mereka di tengah persaingan toko online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 3 pedagang di Pasar Rakyat Ngawen. Metode wawancara dipilih agar peneliti dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai pengalaman, strategi, dan tantangan yang dihadapi akibat munculnya platform e-commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang mampu mengadopsi strategi penguatan modal sosial seperti praktik tawar-menawar harga dan pembentukan hubungan yang akrab dikombinasikan dengan integrasi pemasaran digital sederhana melalui live streaming. Temuan ini mengungkapkan bahwa strategi utama meliputi beradaptasi melakukan live streaming dan berjualan dengan memanfaatkan aplikasi shoppe serta berjualan langsung dari rumah ke rumah. Melalui strategi tersebut, pedagang tradisional mengalami peningkatan penjualan dan ekonomi lokal Pasar Rakyat Ngawen tanpa tergantikan sepenuhnya oleh online shop. Penelitian memberikan rekomendasi praktis bagi pedagang dan pemangku kepentingan untuk membangun ketahanan bisnis di tengah disrupsi digital.
Dinamika Sosial Ekonomi di Pasar Kuto Palembang: Studi tentang Strategi Adaptasi Pedagang Tradisional dalam Menghadapi Perubahan Struktur Ekonomi Kota Putri Elizabeth; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 1 (2026): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5a289c91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial ekonomi di Pasar Kuto Palembang dengan menitikberatkan pada strategi adaptasi pedagang tradisional dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi kota akibat modernisasi pusat perbelanjaan dan dominasi e-commerce yang kian pesat. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana pedagang tradisional mempertahankan eksistensi usaha mereka di tengah persaingan pasar modern serta untuk mengidentifikasi bentuk inovasi dan kreativitas lokal yang muncul dari interaksi sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada para pedagang, pengelola pasar, dan konsumen yang aktif bertransaksi di Pasar Kuto Palembang. Metode wawancara dipilih agar peneliti dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai pengalaman, strategi, dan tantangan yang dihadapi pedagang dalam proses adaptasi terhadap perkembangan digital dan perubahan perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang mampu mengintegrasikan manajemen pemasaran klasik berbasis segmentasi lokal, positioning budaya, serta interaksi personal dengan bentuk pemasaran digital sederhana melalui penggunaan WhatsApp, Instagram, dan TikTok sebagai media promosi visual dan penyampaian testimoni pelanggan. Strategi hibrida ini juga mencakup diversifikasi produk, penerapan program loyalitas pelanggan, pemberian rating, serta penguatan gotong royong komunal melalui koperasi dan komunitas digital. Melalui strategi tersebut, omzet pedagang meningkat antara 15 hingga 40 persen, ketahanan ekonomi semakin kuat, dan identitas budaya Palembang tetap terjaga di tengah arus digitalisasi yang semakin dinamis.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemberian Remisi HUT RI Ke-80 Bagi Narapidana Kasus Korupsi Irma Anantha; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 1 (2026): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/9cme1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pandangan masyarakat mengenai kebijakan remisi bagi narapidana korupsi, dengan mempertimbangkan aspek keadilan sosial, moral masyarakat, serta dasar hukum yang berlaku. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan sumber informasi yang mencakup data primer dan sekunder. Melalui wawancara mendalam dengan individu dari berbagai latar belakang adalah data primer, seperti wawancara dengan akademisi, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum. Di sisi lain, data sekunder berasal dari literatur hukum, laporan tertulis, dan dokumen kebijakan pemerintah. Pendekatan tematik berdasarkan metode Miler dan Huberman (1994) adalah analisis data dalam penelitian ini, yaitu terdiri dari tahap: (1) reduksi data; (2) analisis data; dan (3) kesimpulan dan vertifikasi. Terlihat bahwa masyarakat umum umumnya enggan terlibat dalam menerima kebijakan remisi merupakan temuan penelitian ini. Ada tiga tema utama yang muncul: (1) remisi dianggap tidak adil dan tidak layak; (2) remisi dinilai tidak memberikan efek jera dan justru melemahkan penegakan hukum; dan (3) remisi koruptor bertentangan dengan nilai moral, etika publik, dan nilai-nilai Pancasila. Hasilnya menunjukkan bahwa kebijakan remisi ke koruptor dapat menambahkan resistensi sosial dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Strategi Bertahan Pedagang Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Pasar Modern: Studi Kasus Pasar Baru Kota Probolinggo Anggita Roro Indah Larasati; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 2 (2026): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/v9ze1475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi bertahan yang diterapkan oleh pedagang pasar tradisional dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern dan digital. Pasar Baru Kota Probolinggo menjadi lokasi yang di pilih sebagai tempat observasi. Observasi yang dilakukan menggunakan cara pengumpulan data berupa hasil wawancara dan hasil dokumentasi. Penyesuaian harga, peningkatan kualitas layanan dengan memanfaatkan media sosial juga menjaga hubungan baik dengan pelanggan merupakan hasil dari penelitian. Narasi deskriptif menjadi cara peneliti menjelaskan strategi para pedagang pasar. Teori Porter (1985) teori diferensiasi, analisis SWOT serta diperkuat oleh pendekatan pemasaran relasional merupakan strategi para pedagang. Secara keseluruhan daya saing yang dimiliki pasar tradisional yang mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis serta memanfaatkan produk lokal. Saran berdasarkan hasil penelitian sebagai pemerintah yang mengelolah pasar pelatihan kewirausahaan dan penggunaan teknologi sangat diperlukan saat ini.
Generasi Sandwich dan Mindset Jadul Orang Tua Muhammad Ilham; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 2 (2026): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6jejat07

Abstract

Generasi sandwich merupakan istilah untuk orang yang beranjak dewasa yang harus menanggung tanggung jawab finansial dan menanggung jawab generasi pendahulu dan generasi berikutnya, atau juga generasi yang kini bersama atau yang lebih di istilahkan tanggung jawab kepada saudara kandung. Istilah ini diciptakan oleh Dorothy Miller pada tahun 1981 Di ibaratkan seperti sandwich yang memiliki isian daging di antara dua roti. Mereka terhimpit oleh kebutuhan finansial dan perawatan dari generasi di atas (orang tua) dan generasi di bawah (anak). Tujuan Penelitian ini untuk mengekplorasi peran dari bakti kepada orang tua (filial piety),tanggung jawab kepada orang tua (filial responsibility), rasa bersalah terhadap kepuasan hidup generasi sandwich di Indonesia, dan pandangan tradisional (mindset jadul) orang tua, serta dampaknya terhadap individu yang menjalaninya Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data utama melalui wawancara mendalam (in-depth interview) pada sejumlah partisipan Generasi Sandwich Wawancara bertujuan untuk menggali pengalaman hidup, sumber konflik, strategi koping, serta narasi mendalam mengenai dampak mindset orang tua. Hasil menunjukkan bahwa konflik ini mengandung perbedaan nilai terutama terkatit perbedaan pandangan anak dan orang tua dalam mengurus keluarga lalu juga kelelahan dan rasa bersalah jika tidak berbakti kepada orang tua, namun agama mendorong semangat religius untuk menjalani kehidupan bagi generasi sandwich