cover
Contact Name
Wildani Hefni
Contact Email
annisauinkhas@gmail.com
Phone
+6285258113657
Journal Mail Official
annisauinkhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Mluwo, Mangli, Kaliwates Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nisa’ Journal of Gender Studies
ISSN : 20860749     EISSN : 26544784     DOI : https://doi.org/10.35719/jsnnqd91
Core Subject : Religion, Social,
An-Nisa’ Journal of Gender Studies focuses on contemporary issues in the field of gender studies within Muslim societies and global contexts, which specified as follows: - Gender, Violence, and Social Justice - Gender in Islamic Education and Religious Discourse - Gender, Culture, and Ecofeminism - Gender Policy and Women’s Empowerment
Articles 125 Documents
Mengelola Dan Mendidik Anak Dengan Hati Sofiul Imam; Mohammad Lutfi
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bertujuan membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya, sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. Selain itu, juga untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah. Hal ini sesuai dengan esensi pendidikan karakter yang sekarang sedang kembali digalakkan di semua level pendidikan mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi yaitu mengimplementasikan proses pembentukan perilaku dan kebiasaan yang baik (habituation) dalam menjalani kehidupan yang mencakup pendidikan agama, pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari- hari dengan sepenuh hati
Suritauladan Pendidik: Sebuah Pendekatan Pendidikan Karakter dalam Proses Belajar Nadya Nur Karomah
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses intraksi edukatif, pendidik memiliki peranan dan tanggung jawab yang sangat mendasar. Figur pendidik merupakan pribadi yang sangat matang yang bertugas untuk menggali, mengarahkan dan mengoptimalkan potensi peserta didik agar berkembangnya kemampuan intelektual, emosional serta kemampuan sosial peserta didik secara optimal. Peran pendidik yang begitu besar, akan memberikan dampak pada hasil pendidikan itu sendiri, yang pada gilirannya akan menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan yang telah dicanangkan sebelumnya. Guru merupakan sosok yang memiliki beberapa keunggulan dari profesi lain. Sebagai upaya dari implementasi guru yang notabene digugu dan ditiru (figur) tersebut maka sepatutnyalah guru layak menjadi model untuk menuju pendidikan yang berbasis karakter, budaya dan moral dalam mengantarkan anak-anak bangsa menuju bangsa yang maju dan beradab
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Nurhasanah Nurhasanah; Lutfiana Khofia
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini, adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Hal tersebut dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmanidan rohani agar anak memilki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,yang diselenggarakan pada jalur formal, non formal dan informal. Pendidikan anak usia dini memberi kesempatan untuk mengembangkan kepribadian anak, oleh karena itu pendidikan untuk usia dini khususnya pendidikan anak usia dini perlu menyediakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan yang meliputi kognitif, bahasa, sosial, emosi, fisik,spiritual dan motorik sesuai dengan keunikandan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak.
Aktualisasi Pendidikan Karakter di Sekolah Wijayanti Wijayanti; Nur Fatimah
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Bersama kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesame manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Pembelajaran Berbasis Karakter Pendidikan Islam Muhammad Ahyar Ma’arif; Abdul Hamid
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam pendidikan karakter di madrasah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan madrasah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga madrasah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru berinteraksi dengan siswa.
Relasi Pendidikan Keluarga Sekolah dan Lingkungan Masyarakat dalam Membentuk Karakter Anak Nurhadi Nurhadi
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah sebuah penanaman modal manusia untuk masa depan dengan membekali generasi muda dengan budi pekerti yang luhur dan kecakapan yang tinggi. Pada umumnya dalam mencetak tumbuh kembang dan karakter anakterdapat di tiga lingkungan yakni pendidikam keluarga (pendidikan informal), sekolah (pendidikan formal), dan masyarakat (pendidikan non formal).Jadi baik buruknya akhlak/karakter seseorang dan tinggi rendahnya kecakapan atu keahlian seseorang dipengaruhi oleh tiga lingkungan Pendidikan tersebut, yang mana ketiga lingkungan tersebut terkenal dengan istilah tri pusat pendidikan.
Defending Women's Legal Rights through Organizations in Turkey Ahdiyatul Hidayah; Ahmad Bunyan Wahib
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v15i2.109

Abstract

Turkey is a progressive country in defending women's rights. So to achieve equal rights they have to fight not easily. This research focues on the renewal of women's rights to obtain the same rights as men through various women's movements. This study aims to find out the extent of the journey of the women's movement to get equal rights with men. This research uses an approach to the social movements integration, which is a theory that prioritizes rational attitudes so that an action is an organized collective. The results showed that the women's movement in Turkey are almost gave up because it was not considered by the State. They only considered to play a role in the household, so women had no other rights. It was this factor that eventually gave rise to various women's movements, confidently and supporting each other with a journey that was not easy, finally, women got equal rights as men had rights.
Human Rights in Indonesia's Constitution: Human Rights Violations in Sexual Violence Asit Defi Indriyani; Rachma Dini Fitria
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v15i2.112

Abstract

Human Rights (HAM) are basic rights that are owned by every human being which is natural because it is a gift from God and is inherent in every human being that must be guarded, protected and respected. Indonesia as a constitutional state of law should place human rights in the applicable constitution. In Indonesia, sexual violence is still an important issue because the rate of cases is still high every year. Sexual violence is a form of violation of human rights. The purpose of this study is to analyze sexual violence which is considered a violation of human rights. The type of research in this writing is normative or library research, namely researching by examining various library sources related to the topic of discussion. The results of this study are that acts of violence against women are considered a violation of human rights and have been agreed at the world conference on human rights in Vienna in 1993. In the constitution in Indonesia, it has been regulated in Chapter XA article 28, some of which are related to the right to be free from treatment and get protection from discrimination. For a child, the right to survive, grow and develop, and receive protection from violence and discrimination is also regulated. Sexual violence must be seen from the elements of crimes against human rights because it is related to human dignity.
The Urgency of Women's Education to Face the Era of Society 5.0 According to the Islamic Perspective Bela Noviana Dewi; Mufidah Ch; Laily Hafidzah
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v15i2.113

Abstract

The world of education is still not very sensitive to the emergence of gender inequality for students, especially discrimination against women. The purpose of this study is to describe how important women's education is from an Islamic perspective, especially in the context of welcoming the era of society 5.0 which is marked by increasingly advanced technological developments. In this era, humans are required to continue to innovate in various aspects of life. The research method used is the descriptive qualitative method. The result of this research is Islamic view that all human beings have the right to get proper education, including women who will be the first "school" for their children later. The prohibition of discrimination against women in the realm of education has been emphasized in several verses of the Qur'an and also the Hadith, because anyone, whether male or female, has the same right to seek knowledge. Education for women is one of the important provisions in welcoming the era of society 5.0 so that women have the same opportunity to be empowered in this era of digital revolution.
Optimization of Gampong Pageu in Preventing Sexual Crime in Children in Kabupaten Bireuen Zuriah Zuriah; Syah Iskandar
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v15i2.115

Abstract

The purpose of this study is to examine how Pageu Gampong is optimized in preventing sexual crimes against children in Aceh and what are the challenges in optimizing Pageu Gampong in preventing sexual crimes against children in Aceh, especially in Bireuen District. This research is descriptive qualitative research with a juridical-normative-empirical approach. The data collection technique was carried out by interviewing village apparatus/equipment in the village of Juli Tambo Tanjong as one of the villages that became the object of this research. Further data collection was carried out by means of a documentation study by collecting legal archives and Qanuns as support. The results of the study show that the optimization of Pageu Gampong in preventing sexual crimes in Bireuen Regency is carried out in two ways. First, as a preventive measure for village officials, Juli Tambo, who is part of the Gampong Pageu, makes and implements the Gampong Qanun in a comprehensive manner. Second, by repressive method, namely, if there is a sexual crime against children in the territorial area of Gampong  Juli and the perpetrator is known, then the Gampong apparatus who are members of the Gampong  Pageu will immediately follow up and forward it to the Bireuen Police. Then the challenge in the implementation of Pageu Gampong  is that the role of Pageu Gampong  is only limited to assisting victims without escorting cases until a judge's decision is made, with limited time, budget, and manpower from the Pageu Gampong itself.

Page 7 of 13 | Total Record : 125