cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
jiftk@ikifa.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA Jl. Buaran II No. 30 A, I Gusti Ngurah Rai, Klender Jakarta Timur, Indonesia Telp. 021 - 86615593, 4244486. Email : admin@jiftk.ikifa.ac.id
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIFTK (Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan)
ISSN : 25277618     EISSN : 25487272     DOI : -
Core Subject : Health,
Organisasi Farmasi, Kedokteran, Kimia Organik Sintetis, Kimia Organik Bahan Alami, Biokimia, Analisis Kimia, Kimia Fisik, Biologi, Mikrobiologi, Kultur Jaringan, Botani dan hewan yang terkait dengan produk farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat
Articles 56 Documents
Uji Aktivitas Antiplatelet Sediaan Infus Kombinasi Bawang Putih (Allium sativum var. solo) Tunggal Pada Mencit Jantan (Mus musculus) In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Dede Komarudin; Febri Hidayat; Pra Panca Bayu Chandra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregasi trombosit yang berlebihan merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan kardiovaskular seperti trombosis dan stroke. Meskipun aspirin dan warfarin secara luas digunakan sebagai agen antiplatelet, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiplatelet dari sediaan infusan herbal yang terdiri atas bawang putih tunggal, sari jahe, sari lemon, cuka apel, dan madu, dibandingkan dengan aspirin dan warfarin pada mencit jantan (Mus musculus). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group dengan jumlah sampel sebanyak 15 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok (n = 3), yaitu kelompok aspirin, warfarin, Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, infusan herbal 1 sendok, dan infusan herbal 2 sendok. Perlakuan diberikan secara oral selama 8 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran waktu pembekuan darah pada hari ke-0 dan hari ke-9. Analisis statistik dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed- Rank untuk mengetahui perubahan dalam kelompok, serta uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan perbedaan antar kelompok, karena data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok mengalami peningkatan waktu pembekuan darah yang signifikan (p < 0,001), yang mengindikasikan adanya aktivitas antiplatelet. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan (p = 0,766), meskipun kelompok infusan herbal 2 sendok menunjukkan peningkatan nilai perubahan tertinggi secara numerik. Temuan ini menunjukkan bahwa sediaan infusan herbal memiliki potensi sebagai agen antiplatelet alami yang sebanding dengan aspirin dan warfarin, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk memverifikasi efek tersebut.
The Role of Antenatal Exercise in Maternal and Fetal Health: Effectiveness and Implementation Challenges Vida Nanda Chattalia; Dewa Ayu Mirah Ardrini; Gusti Ayu Nyoman Ratih Arik Pratiwi1; Komang Tri Yudartha Widnyana
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal exercise is a non-pharmacological intervention that is increasingly recommended to improve maternal and fetal health during pregnancy. Although numerous studies have reported its benefits, the consistency of scientific evidence and its successful implementation in healthcare settings remain under debate. This review aims to critically examine the effectiveness of antenatal exercise on maternal and fetal outcomes, as well as to identify the gap between scientific evidence and its application in real-world practice. This study employed a literature review approach following the PRISMA framework by searching databases including PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar. The included articles were published between 2016 and 2026 and focused on physical activity during pregnancy with maternal and/or fetal outcomes. A total of seven articles met the inclusion criteria and were analyzed in this review. The findings indicate that antenatal exercise has the potential to reduce the risk of gestational diabetes mellitus and hypertensive disorders of pregnancy, as well as to contribute to more efficient labor processes. However, these effects are not consistently observed, particularly in studies with higher methodological quality. In addition, variations in intervention design and low adherence levels are important factors influencing its effectiveness. These findings suggest that the benefits of antenatal exercise depend not only on clinical aspects but also on the context of its implementation. Therefore, integrating structured and community-based exercise programs is essential to optimize its application in maternal healthcare services. 
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit TBC di RW 06 Sarusunawa Penjaringan Kota Jakarta Utara Ida Diana Sari; Dessy Adelia Pramesty; Muhammad Aqil Allaam Dewantoro
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (2023) menyebutkan, Provinsi DKI Jakarta menempati urutan ke-delapan dari tiga puluh delapan Provinsi di Indonesia dengan jumlah prevalensi TBC terbesar berdasarkan riwayat diagnosis dokter menurut Provinsi. Menurut Profil Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tahun 2022, Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit TBC pada tahun 2022 di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 947 orang, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 850 orang. Salah satu faktor penyebab naiknya angka penularan TBC adalah kurangnya pengetahuan seseorang mengenai cara pencegahan penularan kuman Tubekulosis seperti tidak meludah sembarangan dan menutup mulut ketika batuk atau bersin. Penderita TBC dapat menularkan kuman TBC ke udara ketika berbicara, bersin, atau batuk melalui percikan dahak. Jika penyakit TBC tidak segera didiagnosa dan ditangani dapat berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan masyarakat tentang penyakit TBC di wilayah RW 06 Sarusunawa Penjaringan Kelurahan Penjaringan Kota Jakarta Utara menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah warga RW 06. Sampel diambil menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian didapatkan menggunakan rumus Slovin dan didapatkan 320 sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit TBC di RW 06 Sarusunawa Penjaringan Kota Jakarta Utara dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat di RW 06 Sarusunawa Penjaringan Kota Jakarta Utara yang tertinggi adalah yang memiliki pengetahuan cukup tentang penyakit TBC sebanyak 184 orang (58%).
Gambaran Kepuasan Pasien Umum tentang Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kimia Farma Pondok Gede Meiana Dwi Andini; Monika Dian Lestari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan suatu tingkat perasaan yang timbul dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang dirasakan, pasien akan merasakan puas apabila kinerja layanan kesehatan yang sama atau melebihi harapan, kepuasan pasien dapat dikatakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan Ketika standar kualitas pelayanan telah terpenuhi, maka akan timbul rasa loyalitas. Analisa kepuasan pasien dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan, yakni kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran kepuasan pasien umum tentang pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Pondok Gede. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 266 responden dengan kriteria inklusi berusia 19 – 60 tahun yang telah melakukan kunjungan sebanyak 2x. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan dimensi reliability mendapatkan hasil sangat puas (80,8%), dimensi responsiveness mendapatkan hasil sangat puas (82,3%), dimensi assurance mendapatkan hasil sangat puas (78,2%), dimensi empathy mendapatkan hasil sangat puas (85,7%), dimensi tangible mendapatkan hasil sangat puas (54,9%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa presentase terdapat pada kategori sangat puas sebanyak (92,11%)
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat terhadap Kadar Gula Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Cipayung Jakarta Timur periode Maret-April 2026 Guruh Subagya; Aripin; Astrialita Linuih; Muhammad Elang Hermansyahputra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term treatment and monitoring to keep blood sugar levels under control. One of the factors that greatly influences the success of treatment is the patient's adherence to medication. If the patient is non-compliant, blood sugar levels can become difficult to control, and the risk of complications increases. This study aims to determine the relationship between the level of medication adherence and fasting blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus at RSUD Cipayung East Jakarta during the period of March–April 2026. This study uses an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 85 respondents selected using purposive sampling technique. Compliance data were obtained through the ProMAS questionnaire, while fasting blood sugar data were obtained from patient medical records. Data analysis used the Spearman's rho test. The research results show that the majority of respondents were female, totaling 54 people (63.5%), and male, totaling 31 people (36.5%). The highest level of medication adherence was in the moderate-high category, with 49 respondents (57.6%), while the highest fasting blood sugar levels were in the uncontrolled category, with 52 respondents (61.2%). The statistical test results showed a p-value of 0.464 with a correlation coefficient of 0.080. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between the level of medication adherence and fasting blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus at RSUD Cipayung East Jakarta.
Uji Cemaran Mikroba pada Jamu Kunyit Asam di Wilayah Pasar Kranggan Jatisampurna dengan Metode Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pricillya Maria Loimalitna; Ivan Santoso; Dinah Fatin Khafifah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu kunyit asam merupakan salah satu obat tradisional yang masih banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena dipercaya secara turun-temurun memiliki manfaat kesehatan. Namun, proses produksinya yang sederhana dan kurang memperhatikan sanitasi dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikrobiologis. Keamanan pangan merupakan hal penting karena sekitar 600 juta orang di dunia mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tercemar mikroorganisme patogen. Salah satu kasus di Indonesia pada 2018 mencatat 11 ibu menyusui keracunan setelah mengonsumsi jamu. Berdasarkan Laporan Riskesdas 2018, tercatat bahwa 31,8% masyarakat Indonesia masih memilih menggunakan ramuan tradisional buatan sendiri, dengan tingkat keterampilan manual mencapai 65,3%. Sayangnya, jamu tidak termasuk dalam obat tradisional yang wajib memiliki izin edar sesuai Permenkes Nomor 007 tahun 2012, sehingga tidak ada standardisasi mutu yang mengikat. Proses produksi yang dilakukan oleh industri rumah tangga lebih mengutamakan rasa dibandingkan aspek kebersihan dan mutu, yang dapat memicu cemaran mikroba berbahaya. Berdasarkan PerBPOM No. 29 Tahun 2023, standar mutu mikrobiologi obat tradisional ditentukan dengan uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai cemaran mikroba pada jamu kunyit asam yang dijual di wilayah Pasar Kranggan Jatisampurna. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan empat sampel yang diuji metode pour plate, dengan media SCDA untuk ALT dan SDA untuk AKK. Populasi penelitian ini adalah seluruh penjual jamu kunyit asam tanpa izin edar di Pasar Kranggan dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memenuhi syarat ALT <105 CFU/ml, yaitu sampel A (1,4x104 CFU/ml), B (6x102 CFU/ml), C (0 CFU/ml), dan D (8,1x102 CFU/ml). Namun, pada uji AKK, terdapat dua sampel melebihi syarat < 103 CFU/ml yaitu sampel A (1,4x104 CFU/ml) dan D (1x103 CFU/ml), sedangkan sampel B (6,3x102 CFU/ml) dan C (1,1x102 CFU/ml) masih memenuhi syarat.