cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
jiftk@ikifa.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA Jl. Buaran II No. 30 A, I Gusti Ngurah Rai, Klender Jakarta Timur, Indonesia Telp. 021 - 86615593, 4244486. Email : admin@jiftk.ikifa.ac.id
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIFTK (Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan)
ISSN : 25277618     EISSN : 25487272     DOI : -
Core Subject : Health,
Organisasi Farmasi, Kedokteran, Kimia Organik Sintetis, Kimia Organik Bahan Alami, Biokimia, Analisis Kimia, Kimia Fisik, Biologi, Mikrobiologi, Kultur Jaringan, Botani dan hewan yang terkait dengan produk farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat
Articles 46 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Klinik Pratama Sukma Anggrek Charles; Fachdiana; Adinda Rindy Puspita
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of knowledge and understanding of hypertensive patients regarding their disease can support the success of therapy so that the patient's blood pressure can be well controlled. Providing patients with knowledge and understanding of drug use and their disease will have an impact on treatment compliance and success in the healing process. The aim of this research is to determine the relationship between the level of knowledge and adherence to taking medication for hypertension patients at the Pratama Sukma Anggrek Clinic, Jatinegara Village, Jatinegara District, East Jakarta in the period April – May 2024. This research is a quantitative research with a correlation research design and uses a cross sectional approach. The sampling technique used in this research was a total sampling technique with a sample size equal to the population, namely 30 hypertensive patients. The data collection method used a questionnaire. The research results showed that the level of knowledge was less than 0%, sufficient knowledge was 70%, and good knowledge was 30%. The level of compliance in the less compliant category is 16.7%, compliance in the compliant category is 66.7%, and compliance in the highly compliant category is 16.7%. The statistical test in this study used the chi-square test. The results of the statistical test on knowledge of hypertension sufferers and adherence to taking medication showed p value = 0.04 < α= 0.05. partially there is a relationship between the level of knowledge and compliance with taking anti-hypertension medication at the Pratama Sukma Anggrek Clinic
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN STERIL OBAT TETES MATA HIDROCORTISON SEBAGAI ANTIINFLAMASI Govan Hanif Sasongko; Adinda Nissa Hardianti; Aisyatu Nur Rohmah; Eva Santika Putri; Sela; Wika Aji Setiana
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokortison memiliki potensi antiinflamasi yang tak terlalu kuat, sehingga baik digunakan secara topikal untuk inflamasi. tujuan penelitian ini untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan obat tetes mata sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan pada obat tetes mata hidrocortison yaitu  uji organoleptis, uji kejernihan, uji pH, uji viskosistas, dan uji sterilitas. Hasil pada uji organoleptis memenuhi persyaratan (bening, tidak berbau, bentuk cair), uji kejernihan memenuhi persyaratan (tidak terdapat endapan atau partikel asing), uji ph pada F1(7,7) sedikit melebihi standar dan F2 (7,2) dan F3 (7,3)sesuai standar, Pada uji viskositas mendapatkan hasil F1 (0,79 cPs), F2 (1,15 cPs), F3 (1,60 cPs) tidak memenuhi rentang viskositas, uji sterilitas menunjukkan hasil yang baik, di mana tidak ditemukan pertumbuhan mikroba pada semua formula setelah inkubasi, menandakan sediaan telah steril dan aman digunakan.
STUDI DESKRIPTIF POLA KEPATUHAN PASIEN MENGGUNAKAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PRATAMA BAHAGIA Doni Iswandani; Fachdiana Fidia; Niko Prasetya; Honey Iskandar; Siti Aisyah; Reno Nurcholipah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, melebihi ambang batas 140/90 mmHg. Kondisi ini disebabkan oleh pembuluh darah yang memompa darah dengan kekuatan berlebih. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi merupakan faktor kunci untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pola kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi pada pasien Prolanis hipertensi di Klinik Pratama Bahagia selama periode Maret-April 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia lebih dari 60 tahun (65%), diikuti oleh kelompok usia 51-60 tahun (20%) dan 40-50 tahun (15%). Sebagian besar responden tidak bekerja (70%), sementara 30% bekerja. Dalam hal pendidikan, sebagian besar responden berpendidikan SMA (50%), diikuti oleh SLTA (20%), SMP (17,5%), SD (10%), dan D3 (2,5%). Mengenai kepatuhan pengobatan, hasil penelitian menunjukkan 2,5% responden memiliki kepatuhan tinggi, 25% kepatuhan sedang, dan 72,5% responden termasuk dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan tingkat kepatuhan rendah terhadap pengobatan antihipertensi. Hal ini menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi, terutama pada pasien usia lebih tua dan yang tidak bekerja.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK-1 PUSDOKKES POLRI Guruh Subagya; Dessy Adelia; Meiana Dwiandini; Yayan Setiawan; Oktaviyani Diah Pratiwi
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang terus meningkat. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019, diperkirakan terdapat sekitar 463 juta orang berusia 20-79 tahun yang menderita diabetes melitus di seluruh dunia. Di Indonesia, menurut data Riskesdas 2018, terdapat 1.017.290 kasus diabetes melitus yang terdiagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 100 pasien diabetes melitus yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK-1 Pusdokkes Polri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33% pasien berada dalam kategori "Kepatuhan Tinggi", 57% dalam kategori "Kepatuhan Sedang-Tinggi", 10% dalam kategori "Kepatuhan Sedang-Rendah", dan tidak ada pasien dalam kategori "Kepatuhan Rendah". Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien (57%) memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang termasuk dalam kategori "Sedang-Tinggi". Selain itu, hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara TK-1 Pusdokkes Polri
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SABUN PADAT MINYAK ATSIRI LEMON EUCALYPTUS (Eucalyptus Citriodora) DENGAN BASIS VCO (Virgin Coconut Oil) Rahmasiah; Shabran Hadiq; Rustam T; Mutiyah Rahmah Elpis
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan pembersihan kulit yang paling umum digunakan adalah air. Namun air saja tidak cukup mengangkat semua jenis kotoran. Pembersih dengan menambahkan surfaktan memiliki daya bersih kuat. Surfaktan adalah bahan- bahan yang memperbaiki daya pembersih air karena memperbesar daya pembasah kulit serta mencegah partikel- partikel kotoran melekat pada kulit dengan jalan mengemulsinya, melarutkannya, dan mendispersikannya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptis (aroma, warna, dan tekstur ), pH dan kadar air sabun padat Minyak Atsiri Lemon Eucalyptus (Eucalyptus Citriodora) dengan basis VCO (Virgin Coconut Oil). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Pada penelitian ini  dilakukan pengujian stabilitas fisik sediaan sabun mandi padat dari masing-masing konsentrasi minyak lemon eucalyptus (Eucalyptus Citriodora). Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Minyak atsiri Lemon Eukaliptus (Eucalyptus Citriodora) dapat di formulasikan daIam sediaan sabun mandi padat dengan konsentrasi bahan aktif 1%, 2% dan 3%., Hasil pengamatan organoleptik menunjukkan bahwa, sabun yang di hasilkan pada F1, F2 dan F3 sama-sama berwarna putih susu. Uji bau sediaan menunjukkan bahwa semua formulasi memiIiki bau khas minyak atsiri dan memliki bentuk sediaan yang padat, pH sedian sabun padat adalah 9 dan  memenuhi syarat mutu  SNI  yaitu 9-11 dan Kadar air sedian sabun padat Lemon Eukaliptus (Eucalyptus Citriodora) memenuhi syarat mutu SNI  yaitu ≤15%.
INOVASI PEMBUATAN  SEDIAAN MASKER PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) SEBAGAI ANTIJERAWAT Andi Nurpati Panaungi; Hasma Hasma; Ana Arjundi
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit merupakan salah satu organ yang sangat penting dan juga mendapatkan perhatian khusus untuk perawatannya. Jerawat atau acne merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan kronik unit pillosebasea Tanaman daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) mempunyai kandungan flavonoid dan minyak atsiri yang mempunyai kamampuan antioksidan dan antibakteri. Masker peel off merupakan salah satu jenis sediaan kosmetik perawatan yang bekerja dengan mengangkat kotoran dan sel mati, agar kulit bersih dan segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi dan mengevaluasi efektivitas masker peel off dari sirih cina sebagai antijerawat. Formulasi masker gel peel off dalam penelitian ini dibuat berdasarkan variasi konsentrasi dengan duplikan ekstrak daun sirih cina masing-masing sebesar FI 0%, FII 1,5%, dan 2,5% kemudiaan dilakukan uji organoleptic, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji daya kering. Hasil penelitian ini yaitu pada formula I dengan konsentrasi 0% dengan uji organoleptic menunjukan bentuk sediaan kental, merekat, bau olium rosae, berwarna putih, homogen, memiliki pH 6 , daya sebar 6 cm dan daya kering 25 menit, formula II dengan konsentrasi 1,5% uji organoleptic menunjukan bantuk sendiaan kental, merekat, bau olium rosae, berwarna hijau kehitaman, homogen, memiliki pH 6, daya sebar 6 cm dan daya kering 20 menit, dan formula III dengan konsentrasi 2,5% dengan uji organoleptic menunjukan bentuk sediaan kental, merekat, bau olium rosae, berwarna hijau kehitaman, homogen, memiliki pH 7, daya sebar 6 cm dan daya kering 25 menit. Jadi dapat disimpulkan pada penelitian ini diperoleh masker peel off dari ekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) dapat menunjukan bahwa FII dan FIII memiliki daya hambat sedang terhadap Propionibacterium acne
Uji Kadar Karboksihemoglobin (COHb) Darah pada Pekerja Pabrik Arang Mekar Jaya Abadi Kota Semarang Armydha Dwi Susanti; Nikho Putra Purnawan
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arang merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari proses pembakaran kayu pada suhu tinggi sehingga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak atau proses pembakaran dalam pembuatan material. Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna, termasuk produksi arang. Paparan CO meningkatkan karboksihemoglobin (COHb) dalam darah, sehingga menurunkan kapasitas pengangkutan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar COHb pada pekerja pabrik arang di Semarang, Indonesia, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian deskriptif potong lintang dilakukan dengan melibatkan 16 pekerja laki-laki di Pabrik Mekar Jaya Abadi, Semarang. Sampel darah vena dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 413,5 nm. yang melebihi batas normal atau tidak menurut American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) kadar normal Karboksihemoglobin kurang dari 3,5%. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar karboksihemoglobin, kadar COHb berkisar antara 0,26% hingga 5,8%. Tujuh pekerja (43,7%) memiliki kadar COHb di atas ambang batas normal 3,5% sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 70/2016. Faktor risiko meliputi durasi merokok, konsumsi rokok, dan paparan langsung di area produksi. Sebagian besar pekerja memiliki kadar COHb yang tinggi. Langkah-langkah pencegahan seperti peningkatan ventilasi, penggunaan alat pelindung diri, dan program berhenti merokok diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan.
Penetapan Kadar Formalin pada Tahu Putih yang Dijual di Pasar Kranggan Bekasi dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis pada April 2025 Ivan Santoso; Pricillya Maria Loimalitna; Wulan Sucianingrum; Pra Panca Bayu Chandra; Indri Astuti Handayani
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The misuse of formalin as a preservative in food products, particularly white tofu, is still frequently found, despite its prohibition due to harmful health effects such as respiratory tract irritation, internal organ damage, and even cancer risk. White tofu is one of the food items that is vulnerable to formalin addition to extend its shelf life and improve texture. The aim of this study was to identify and determine the formalin content in white tofu sold at Kranggan Market, Bekasi, using the UV-Vis spectrophotometry method. This research employed a descriptive quantitative method. The analysis was carried out through both qualitative and quantitative testing on 14 white tofu samples obtained from Kranggan Market. The qualitative test, using Schiff reagent, KMnO₄, and Fehling’s solution, showed that 7 samples gave positive reactions indicating the presence of formalin. The quantitative test was conducted using UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 550 nm, and a standard curve was obtained with a correlation coefficient (R) of 0.991. The results showed that 8 samples contained formalin, with concentrations ranging from 0.00018% w/w to 0.00104% w/w. The UV-Vis spectrophotometry method proved to be sensitive and accurate in detecting formalin in food samples. These findings indicate that some white tofu sold at Kranggan Market still contains formalin, highlighting the need for stricter food safety monitoring in traditional markets.
Gambaran Kepuasan Pasien Asuransi Inhealth Tentang Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kimia Farma 387 Pondok Gede Jawa BaratPeriode Februari-April 2025 Dessy Adelia Pramesty; Guruh Subagya; Sindi Astuti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of pharmaceutical services. This study aims to describe the level of patient satisfaction of Mandiri Inhealth insurance users at Kimia Farma Pharmacy 387 Pondok Gede. The research method used a quantitative descriptive approach with a purposive sampling technique, involving 223 respondents from a total of 504 patients for the period February–April 2025. Data collection was carried out through a questionnaire that had been tested for validity (r> 0.361) and reliability (α = 0.960). The results showed that based on the SERVQUAL model, the highest level of satisfaction was found in the dimensions of responsiveness (64% very satisfied) and reliability (62% very satisfied), followed by empathy (59%), assurance (47%), and real (40%). Overall, 54% of respondents stated very satisfied, 40% satisfied, 5% quite satisfied, and 1% dissatisfied. Although the majority of patients were satisfied, this achievement fell short of the 100% target for the Kimia Farma Pharmacy Patient Satisfaction Index (PIKP). This finding indicates the need for service quality improvements, particularly in tangible and guaranteed dimensions, such as providing more adequate facilities and improving staff competency. This study provides recommendations for continuous improvement to achieve optimal service standards.
Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Dafa Depok Bulan Januari 2025 Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Ayu Dwi Indriani
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Standar pelayanan kefarrmasian di Apotek meliputi pengelolaaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik.. Kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kesehatan, oleh karena  itu  kepuasan  menjadi  bagian  penting dalam  pelayanan kesehatan. Peningkatan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dapat dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan yang di kenal dengan Servqual yang meliputi dimensi keandalan (reliability), dimensi ketanggapan (responsiveness), dimensi jaminan (assurance), dimensi empati (emphaty) dan dimensi bukti fisik (tangible). Terdapat keluhan dari pasien Apotek Dafa Depok berdasarkan uji pendahuluan yang dilakukan peneliti yaitu dengan alasan sarana dan prasarana yang kurang memadai serta belum pernah dilakukan evaluasi tentang kepuasan di Apotek Dafa Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien tentang pelayanan kefarmasian di Apotek Dafa Depok. Metode penelitian ini merupakan metode deskriptif . Teknik pengambilan  sampel pada penelitian ini adalah dengan cara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 239 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Apotek Dafa Depok. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dari lima dimensi  dengan jumlah sampel 239 responden yang mengisi kuesioner di Apotek Dafa Depok didapatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Dafa Depok menyatakan sangat puas pada dimensi keandalan (reliability) sebesar 83,13%, menyatakan sangat puas pada dimensi ketanggapan (responsiveness) sebesar 86,19%, menyatakan sangat puas pada dimensi jaminan (assurance) sebesar 86,29%, menyatakan sangat puas pada dimensi empati (emphaty) sebesar 86,85%, menyatakan puas pada dimensi bukti fisik (tangible) sebesar 79,77%. Dari kelima dimensi kualitas pelayanan dapat disimpulkan bahwa rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayananan kefarmasian di Apotek Dafa bulan Januari 2025 yaitu  84,45% dan masuk dalam  kategori sangat puas.