cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
jiftk@ikifa.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA Jl. Buaran II No. 30 A, I Gusti Ngurah Rai, Klender Jakarta Timur, Indonesia Telp. 021 - 86615593, 4244486. Email : admin@jiftk.ikifa.ac.id
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIFTK (Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan)
ISSN : 25277618     EISSN : 25487272     DOI : -
Core Subject : Health,
Organisasi Farmasi, Kedokteran, Kimia Organik Sintetis, Kimia Organik Bahan Alami, Biokimia, Analisis Kimia, Kimia Fisik, Biologi, Mikrobiologi, Kultur Jaringan, Botani dan hewan yang terkait dengan produk farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat
Articles 46 Documents
Identifikasi Hidrokuinon dalam Krim Pencerah Kulit di Pasar Perumnas Klender Jakarta Timur dengan Metode Reaksi Warna, Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis Indri Astuti H; Yudha Sukowati; Hanifah Ihdal
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krim pencerah kulit adalah kosmetika dalam bentuk sediaan krim yang mengandungbahan aktif yang penggunaannya bertujuan untuk mencerahkan kulit. Hidrokuinon sebagai salahsatu bahan yang sering digunakan untuk mencerahkan kulit, namun hidrokuinon dilarangdigunakan dalam kosmetika pencerah kulit karena dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadimerah dan rasa terbakar juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kanker darah dan kankersel hati. Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan hidrokuinon untuk membuktikan adatidaknya kandungan hidrokuinon dalam berbagai merek krim pencerah kulit yang beredar di PasarPerumnas Klender Jakarta Timur. Sampel krim pencerah kulit yang diteliti adalah sampel 1,sampel 2, sampel 3, sampel 4 dan sampel 5. Kandungan hidrokuinon diamati menggunakanmetode reaksi warna dan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada kelima sampel tidak teridentifikasi mengandung hidrokuinon. Dengan tidakteridentifikasinya hidrokuinon dengan metode reaksi warna dan KLT maka penelitian tidakdilanjutkan dengan spektrofotometri UV-Vis, karena dengan kedua metode tersebut sudah dapatdipastikan bahwa kelima sampel krim pencerah kulit tersebut tidak mengandung hidrokuinon.
UJI STABILITAS SEDIAAN LIP CREAM DENGAN VARIASI KONSENTRASI PEWARNA ALAMI EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) Rani Prabandari Rani; Pramestika Nur Azmi Ramadhani; Dina Febrina
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lip cream adalah bentuk sediaan semi-padat yang digunakan untuk menjaga kelembaban bibir dalam jangka waktu lebih panjang dibandingkan dengan penggunaan sediaan padat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada lip cream adalah bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.). Tujuan dari penelitian ini adalah menformulasikan ekstrak etanol bunga kecombrang sebagai pewarna alami dalam sediaan lip cream. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan ekstrak, formulasi sediaan menggunakan ekstrak bunga kecombrang dengan konsentrasi 1,5%, 3% dan 6%. Pemeriksaan mutu fisik sediaan seperti uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji stabilitas, uji kesukaan (hedonik) dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan lip cream dengan konsentrasi 1,5% berwarna cream kecoklatan, konsentrasi 3% berwarna coklat dan konsentrasi 6% berwarna coklat kemerahan. Semakin bertambah konsentrasi ekstrak bunga kecombrang yang digunakan dalam formula maka semakin bertambah pekat warna sediaan lip cream yang dihasilkan. Hasil uji stabilitas cycling test menunjukkan semua formula stabil dilihat dari hasil organoleptik, homogenitas, pH, daya oles, daya sebar dan daya lekat selama penyimpanan. Sediaan formula 3 konsentrasi 6% ekstrak bunga kecombrang paling disukai oleh panelis, sebanyak 15 panelis memberikan penilaian sangat suka dan sebanyak 5 panelis memberikan penilaian suka. Dari hasil uji iritasi menunjukan bahwa seluruh formula bersifat iritasi sangat ringan.
STUDI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) PADA TIKUS PUTIH Vinda Merlani; Dina Febrina; Sunarti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak zaman dahulu bahan alami atau obat tradisional, terutama yang diperoleh dari tumbuhan, telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai sumber pengobatan dan pencegahan penyakit. Salah satu contoh obat tradisional yang berasal dari tumbuhan adalah bunga telang, yang memiliki potensi efek farmakologis yang signifikan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Suatu senyawa tanaman dapat dianggap aman jika lolos uji toksisitas pada hewan coba dan secara klinis aman untuk dikonsumsi, oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui LD50 dan spektrum efek toksik. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental meliputi pembuatan ekstrak, uji toksisitas akut ekstrak bunga telang dengan metode fixed dose. Berdasarkan hasil penelitian, uji pemberian ekstrak etanol dari bunga telang tidak menunjukkan adanya bukti toksisitas, berdasarkan kriteria masuk kategori 5/unclassified dan ekstrak etanol bunga telang termasuk kategori toksik sedang karena mempunyai nilai LD50 >2000 mg/KgBB.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR, n-HEKSAN DAN ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL BIJI JAGUNG UNGU (Zea mays var Ceratina Kulesh) Nur Faidah; Dina Febrina; Rani Prabandari; Adita Silvia Fitriana
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ungu mengandung kandungan komponen antosianin yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Antioksidan sebagai senyawa yang bisa mencegah reaksi oksidasi dengan cara mengikat molekul yang sangat reaktif dan radikal bebas, maka bisa menghambat adanya kerusakan sel. Senyawa fenolik dan flavonoid ialah metabolit sekunder yang terdapat di seluruh tumbuhan yang mana mempunyai peran terhadap aktivitas antioksidan, semakin besar kandungan senyawa fenol maka aktivitas antioksidannya semakin besar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar fenolik total, flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari fraksi air, n-heksan dan etil asetat biji jagung ungu. Hasil penelitian menunjukan fraksi etil asetat biji jagung ungu memiliki kandungan fenolik total paling tinggi yaitu 61,64 ± 14,62 mg GAE/gram diikuti dengan fraksi n-heksan 20,559 ± 0,06 mg GAE/gram dan fraksi air 13,86 ± 0,08 mg GAE/gram sedangkan hasil flavonoid total fraksi biji jagung ungu dari yang terbesar yaitu fraksi etil asetat 5,269 ± 0,019 mg QE/gram, fraksi n-heksan 0,669 ± 0,054 mg QE/gram, fraksi air 0,591 ± 0,043 mg QE/gram. Hasil aktivitas antioksidan pada biji jagung ungu dengan nilai yaitu fraksi etil asetat yaitu 9,51 ppm, fraksi n-heksan 11,35 ppm dan fraksi air 11,64 ppm termasuk kedalam kategori sangat kuat dikarenakan <50 ppm. Hasil aktivitas antioksidan dari kontrol positif asam galat yaitu 7,950 ppm, kuersetin 9,005 ppm dan vitamin C yaitu 9,021 ppm.
Uji Antihipertensi Ekstrak Etanol 96% Daun Kubis (Brassica oleracea L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Ahmad Sopian; Nanang Yunarto; Dina Aulia Firdaus
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi termasuk ke dalam salah satu masalah kesehatan penyumbang kematian terbesar di seluruh dunia. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018 presentase tekanan darah tinggi di Indonesia mengalami kenaikan hingga 34,1%. Hipertensi disebabkan karena peningkatan produksi hormon yang mempertahankan natrium, peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, hingga kurangnya asupan kalsium dan kalium dalam tubuh. Daun kubis mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan khususnya flavonoid yang memiliki sifat sebagai antihipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% daun kubis terhadap penurunan tekanan darah pada tikus jantan. Penelitian dilakukan secara in vivo dengan metode postest only control group desain. Prosedur kerja dilakukan melalui determinasi tanaman, ekstraksi, pemberian ekstrak terhadap tikus jantan yang telah di induksi dengan prednison + NaCl 2,5% dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat pengukur tekanan darah NIBP (Non-Invasive Blood Pressure). Hewan uji terdiri dari 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (captopril), ekstrak kubis dengan variasi dosis (100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB).Penelitian dilakukan selama 14 hari. Analisis data menggunakan one way ANOVA. Diperoleh data bahwa ekstrak etanol 96% daun kubis yang mengandung senyawa flavonoid sebesar 8,622 mgQE/g, pada dosis 400 mg/KgBB mampu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada hewan coba jika dibandingkan dengan kontrol negatif pada p<0,05.
Gambaran Kesesuaian Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Pasien Umum Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi Bulan Maret 2023 Alifa Sabrina; Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Popi Sumiati
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit adalah waktu tunggu. Waktu tunggu merupakan salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, apabila pasien merasakan pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan harapan, maka tidak terjadi adanya loyalitas pasien. Salah satu mutu yang ingin dicapai instalasi farmasi rumah sakit yaitu dapat meminimalkan waktu tunggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi terhadap Kepmenkes RI No 129 tahun 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara observasional dengan mencatat waktu tunggu pelayanan resep. Sampel diambil dengan metode accidental sampling yaitu dengan mengambil data yang dapat tercatat selama waktu penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 107 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yaitu untuk resep obat jadi ada 72 lembar resep yang sesuai atau sebesar 83,72% dengan rata-rata waktu tunggu 18 menit 32 detik, dan yang tidak sesuai ada 14 lembar atau sebesar 16,28% dengan rata-rata waktu tunggu 34 menit 57 detik. Sedangkan untuk obat racikan ada 19 lembar resep yang sesuai atau sebesar 90,48% dengan rata-rata waktu tunggu 30 menit 3 detik, dan yang tidak sesuai ada 2 lembar atau sebesar 9,52% dengan rata-rata waktu tunggu 68 menit 5 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yang memenuhi kesesuaian untuk obat jadi sebesar 83,72% dan untuk obat racikan 90,48%.
Hubungan Faktor Demografi Dengan Pengetahuan Cara Pembuangan Obat Keras Yang Baik di Kelurahan Penggilingan Muhammad Fathan; Guruh Subagya; Meiana Dwi Andini
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai dunia kesehatan terutama obat masih sangat terbatas, padahal obat merupakan bahan yang mudah kita temukan di sekitar kita. Obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat klinik yang optimal. Pembuangan obat merupakan suatu masalah penting di Indonesia. Dalam skala rumah tangga, Pembuangan atau pemusnahan obat yang kurang tepat dapat memunculkan potensi terjadinya daur ulang ilegal kemasan atau produk obat kadaluarsa, selain itu obat berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dibuang dengan cara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan faktor demografi dengan pengetahuan cara Pembuangan obat keras yang baik di Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jumlah responden sebanyak 165 orang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan responden tentang penggunaan obat bebas dan bebas terbatas secara keseluruhan memiliki pengetahuan cukup 76 responden (46%), pengetahuan baik 64 responden (39%) dan pengetahuan kurang 25 (15%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara Usia dengan Pengetahuan cara pembuangan obat keras, terdapat hubungan antara jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan dengan pengetahuan cara pembuangan obat di kelurahan Penggilingan Jakarta Timur.
Formulasi Tablet Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Cannum Sims.) dengan Variasi Konsentrasi CMC-Na Sebagai Bahan Pengikat Yani Ambari; M. Alwi Rizkillah; Iif Hanifa Nurrosyidah; Dewi Rahmawati; Bella Fevi Aristia
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Basil leaves (Ocimum cannum Sims.) have traditionally been widely used as medicine to cure diseases. Previous research has conducted various studies on the content and efficacy of basil leaves (Ocimum cannum Sims.), so this study aims to innovate by producing tablets. Tablets require various excipients to meet quality requirements. One of them is a binding agent. The purpose of this research is to determine the physical properties of basil leaf extract tablets with different concentrations of CMC-Na binding agent. The binding agent used in this study is CMC-Na with concentrations of 3%, 4%, 5%. Tablet manufacturing is carried out using the wet granulation method, followed by testing the physical properties of the granules including moisture content, flow properties, flow time, compressibility, and testing the physical properties of the tablets including organoleptic evaluation, size uniformity, weight uniformity, hardness test, friability test, and disintegration time test. The evaluation results of the granules showed that F I, F II, and F III met the physical quality requirements except for flow properties and moisture content. The evaluation results of the tablet physical properties showed that all physical properties met the requirements except for hardness, which did not meet the requirements because there were still fines present in the granules during tablet compression. The conclusion of this research is that the hardness test of the tablet did not meet the requirements in all formulas, while size uniformity, weight uniformity, friability test, and disintegration time test met the quality requirements. These results indicate that the different concentrations of CMC-Na in each formula do not affect the physical properties of the tablet Keywords: Binding agent, CMC-Na, Basil leaves, Extract, Tablet
Gambaran Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang Joko Kawiyanto; Mohamad Luthfy Kurniadi
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kepuasan terhadap pelayanan pasien menjadi bagian penting dalam pelayanan kefarmasian sebab kepuasan pasien menjadi tujuan pelayanan kefarmasian yang berguna untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Puskesmas perlu secara cermat menentukan kebutuhan pasien (pelanggan) sebagai upaya untuk memenuhi harapan dan meningkatkan kepuasan atas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data kuisioner pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang periode Januari – Februari 2023. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang memperoleh pelayanan kefarmasian dengan usia produktif yaitu 17-65 tahun. Data yang tidak lengkap akan diekslusi. Hasil penelitian menunjukkan dari 350 responden secara kualitatif terdiri dari 126 pasien laki - laki (36%) dan 224 pasien perempuan (64%), Pasien paling banyak berusia 36–45 tahun yaitu sebanyak 112 orang (32%). Secara kuantitatif kepuasan pasien terhadap jaminan (99,67%), berwujud (92,39%), kehandalan (91,67%), ketanggapan (90,21%), dan empati (85,35%). Sehingga rata-rata kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang secara keseluruhan sebesar 91,85% dengan klasifikasi kepuasan adalah sangat puas. Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Kefarmasian, Puskesmas
Gambaran Kesesuaian Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek X Bekasi Guruh Subagya; Dessy Adelia Pramesty; Rahmat Widiyanto
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyimpanan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan obat cepat rusak dan kedaluwarsa serta membuat obat tidak tertata dengan baik sehingga menyulitkan petugas untuk mengevaluasi berapa jumlah persediaan obat dan bagaimana pergerakan obat. Penyimpanan obat yang baik di Apotek diatur dalam Permenkes RI nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Apotek X Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sampel pada penelitian ini adalah seluruh obat yang ada di Apotek X Bekasi yang berjumlah 1714 item obat. Pada penelitian ini data diperoleh dari hasil observasi dengan mencatat setiap ketidaksesuaian terhadap penyimpanan obat yang terjadi di lembar observasi, setelah itu melakukan perhitungan jumlah obat yang sesuai dan tidak sesuai, lalu hasil perhitungan di persentasekan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan hasil persentase kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan suhu (99,82%), wadah asli (100%), alfabetis (100%), penyimpanan obat tidak digunakan untuk penyimpanan barang lain ( (99,29%), bentuk sediaan (100%), kelas terapi (100%), FEFO (First Expired First Out) (97.60%), dan penyimpanan dengan kartu stok (44%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan cara penyimpanan obat di apotek X Bekasi sudah baik, tetapi masih perlu diperbaiki, untuk petugas farmasi harus memperhatikan suhu penyimpanan obat yang baru datang agar obat tersimpan pada suhu yang sesuai, tidak menyimpan makanan di dalam kulkas bersama dengan obat untuk menghindari obat terkontaminasi oleh makanan, tidak terburu-buru dalam menyimpan obat agar memperhatikan penyimpanan obat secara FEFO, dan petugas farmasi diharapkan mencatat keluar masuknya obat di kartu stok tanpa terkecuali agar mempermudah pengendalian stok obat di apotek.