cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
jiftk@ikifa.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA Jl. Buaran II No. 30 A, I Gusti Ngurah Rai, Klender Jakarta Timur, Indonesia Telp. 021 - 86615593, 4244486. Email : admin@jiftk.ikifa.ac.id
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIFTK (Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan)
ISSN : 25277618     EISSN : 25487272     DOI : -
Core Subject : Health,
Organisasi Farmasi, Kedokteran, Kimia Organik Sintetis, Kimia Organik Bahan Alami, Biokimia, Analisis Kimia, Kimia Fisik, Biologi, Mikrobiologi, Kultur Jaringan, Botani dan hewan yang terkait dengan produk farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat
Articles 51 Documents
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit X Jakarta Periode Maret – April 2025 Vidia Arlaini Anwar; Farida Tuahuns; Meyla Aulia Daffa Abdillah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Type 2 diabetes mellitus is known as the mother of diseases because it can lead to various chronic complications if not properly managed. This disease is also among the top ten most common cases in the outpatient department of Hospital X Jakarta. The success of diabetes therapy highly depends on the patient’s adherence to long- term treatment, which is influenced by several factors, one of which is family support. When patients receive a high level of family support, it is expected that their treatment adherence will also be high. This directly contributes to the success of therapy, reflected in well-controlled blood glucose levels. Thus, patients with type 2 diabetes who maintain stable glucose levels can be considered to have achieved therapeutic goals. This study aims to determine the relationship between family support and treatment adherence among patients with type 2 diabetes mellitus at Hospital X Jakarta. This research uses a cross-sectional design and involves 120 respondents selected through quota sampling. The research instruments are the Henserling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) and the ProMAS questionnaire. Data are analyzed using the Spearman rho test. The results show that most patients receive high levels of family support, and there is a significant relationship between family support and treatment adherence (p < 0.05). The most dominant type of family support provided is appreciation support. These findings indicate that the higher the family support received, the higher the level of treatment adherence, which contributes to therapeutic success.
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Kosmetik Bahan Alam pada Mahasiswa Farmasi UAA Ifa Suminingtyas; Melani Desi Arisona
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kosmetik bahan alam semakin meningkat di kalangan mahasiswa seiring dengan anggapan bahwa produk alami lebih aman dan ramah bagi kesehatan kulit. Namun, penggunaan yang tidak disertai pengetahuan dan perilaku yang tepat dapat menimbulkan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku penggunaan kosmetik bahan alam pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif dengan penyajian dalam bentuk persentase dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang kosmetik bahan alam berada pada kategori baik (79,77%). Perilaku penggunaan kosmetik bahan alam berada pada kategori cukup (65,22%), sedangkan perilaku pemilihan produk berdasarkan kesadaran regulasi termasuk dalam kategori baik (80,33%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan kosmetik bahan alam pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku penggunaan kosmetik bahan alam yang aman, tepat, dan sesuai dengan regulasi.
Skrining Fitokimia Dan Evaluasi Sediaan Teh Celup Daun Kopi Arabika (Coffea arabica L) Relin Yesika; Eka Desnita; Elsa Marsellinda; Revivo Rinda Pratama
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Arabica coffee (Coffea arabica L.) leaf has long been used in traditional medicine for enhancing stamina, promoting diuresis, and stimulating appetite. Arabica coffee leaves are known to contain diverse bioactive secondary metabolites that contribute to antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, antidiabetic, and antidyslipidaemic activities. This study aimed to evaluate the phytochemical profile and sensory characteristics of Arabica coffee leaf tea formulated in tea bags. Phytochemical screening was conducted, followed by product evaluation through organoleptic testing, pH and Sensory evaluation. Sensory evaluation involved 25 untrained panelists using questionnaire. Phytochemical analysis confirmed the presence of alkaloids, phenols, flavonoids, terpenoids, and tannins in the leaves coffea arabica leaf. Organoleptic assessment showed a distinctive aroma, brownish-orange color, clear infusion, and bitter taste. The tea infusion exhibited acidic properties, with an average pH of 5. Sensory analysis of color indicated that 60% of panelists expressed strong liking, while 40% reported liking. Aroma evaluation showed that 16% expressed strong liking, 60% liking, and 24% a neutral response. Taste evaluation: 20% expressed strong liking, 20% liking, 36% a neutral response, and 12% expressed dislike. In conclusion, Arabica coffee leaf tea preparations have the potential to be developed as a health-promoting beverage with various beneficial properties similar to Camellia sinensis.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry Berdasarkan Perbedaan Metode Maserasi dan MAE Ema Hermawati; Ike Yulia W Ike Yulia W; Selva Kysibrianti Erikasari Selva Kysibrianti Erikasari; PRA CHANDRA; pristiyantoro pristiyantoro
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu bol adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Daun jambu bol diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, secara empiris dimanfaatkan untuk meredakan sakit gigi. Senyawa flavonoid dalam daun jambu bol diantaranya memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Kandungan dalam daun ini menjadikannya sebagai bahan alternatif dalam pengobatan herbal. Pada penelitian ini, digunakan dua jenis metode ekstraksi yaitu maserasi dan MAE dengan pelarut etanol 70% untuk memperoleh senyawa flavonoid dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode ekstraksi terbaik dalam menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi pada ekstrak etanol 70% daun jambu bol. Kadar flavonoid total diukur menggunakan pereaksi AICI3 dan kuersetin sebagai standar menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi terbaik dalam menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi pada ekstrak etanol 70% daun jambu bol adalah metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan hasil kadar sebesar 19,86 mgQE/g, sedangkan metode maserasi menghasilkan kadar sebesar 14,53 mgQE/g.
Gambaran Penggunaan Obat Generik Anti Hipertensi Berdasarkan Data Penjualan Di Apotek K-24 Buaran Bulan Mei - Juni Tahun 2025 Ida Diana sari; Doni Iswandani; Ratna Amelia Ningsih
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menyebutkan prevalensi hipertensi pada usia > 18 tahun berdasarkan diagnosa dokter yang telah dilakukan pengukuran mempunyai persentasi sebesar 13,22%, sedangkan pada usia 55-64 tahun mempunyai persentasi sebesar 55,23%. Sedangkan pengukuran berdasarkan jenis kelamin, jenis kelamin perempuan lebih besar dibandingkan dengan laki-laki yaitu 36,85% sedangkan laki-laki 31,34%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan obat anti hipertensi yang dijual di apotek berdasarkan data penjualan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan atau mendeskriptifkan gambaran penggunaan obat generik anti hipertensi. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan obat antihipertensi di apotek yang sangat tinggi adalah amlodipine besilate. Simpulan dari penelitian ini adalah pada peresepan obat generik anti hipertensi terdapat beberapa jenis obat generik anti hipertensi antara lain: Amlodipine, Candesartan, nifedipine, Captopril, Bisoprolol.
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Cabai Merah Keriting Giling (Capsicum annum L.) Yang Dijual Di Pasar Koja Jakarta Utara Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ika Agustina; Pricillya Maria Loimalitna; Ananda Fitria; Ivan Santoso; Senny Listy Kartika Falestin; PRA CHANDRA
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang serba instan, hampir setiap orang mengkonsumsi bahan ataupun bumbu masakan yang sudah siap saji. Salah satunya yaitu cabai olahan berupa cabai merah giling kasar dan cabai merah giling halus. Cabai giling merupakan bentuk cabai olahan yang banyak dijual di pasar menggunakan mesin giling dengan penambahan bahan-bahan lain seperti garam dan air. Kandungan senyawa pada cabai merah seperti karoten (provitamin A), vitamin C dan capsaicin yang membuat rasa pedas pada cabai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah keriting giling (Capsicum annum L.) yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel cabai merah keriting giling dilakukan uji organoleptik kemudian dilakukan proses filtrasi. Hasil filtrat sampel dipipet sebanyak 10 ml untuk dilakukan pengenceran kemudian diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 260 nm untuk mengetahui kadar vitamin C nya. Hasil uji organoleptik dari lima sampel tersebut berbentuk kasar dan halus, berwarna merah orange, dan memiliki aroma dan rasa yang pedas. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kadar vitamin C yang tertinggi adalah pada sampel 3 sebesar 13,277 mg/L selanjutnya diikuti pada sampel 5 sebesar 12,905 mg/L, sampel 2 sebesar 12,106 mg/L, sampel 4 sebesar 10,849 mg/L, dan sampel 1 sebesar 10,829 mg/L.
Gambaran Sistem Pengadaan Obat Jaminan Kesehatan Nasional Di Apotek Kimia Farma X Tangerang Selatan Sayyidah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat JKN di Apotek Kimia Farma menggunakan metode ABC. Kelompok A dengan jumlah merupakan obat yang sering dipakai (fast moving), kelompok B merupakan obat dengan frekuensi pemakaian sedang (moderate), dan kelompok C merupakan obat dengan frekuensi pemakaian  rendah  (slow moving). Apotek Kimia Farma untuk perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode ABC. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran proses pengadaan obat JKN dengan metode ABC nilai pakai. Hasil penelitian dari metode ABC  nilai pakai, dapat diketahui yang termasuk ke dalam kelompok A sebanyak 165 obat dengan jumlah pemakaian 77.197, kelompok B sebanyak 311 obat jumlah pemakaian 62.733, dan kelompok C sebanyak 547 obat dengan jumlah pemakaian 45.743. Pengandaan obat dilakukan secara pemesanan lewat email kemudian di cocokan dengan Aplikasi E-monef. Pengadaan obat JKN di Apotek Kimia Farma sudah sesuai E-catalogue.
Profil Pasien dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit X Bekasi Periode Oktober - Desember 2024 Honey Iskandar; Siti Aisyah; Choirunisa Nurul Huda
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di berbagai kelompok usia, termasuk di Indonesia, dan terus menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan. Tingginya prevalensi pneumonia, khususnya pada pasien usia lanjut, memerlukan penatalaksanaan yang tepat, terutama dalam penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antimikroba, yang mengancam efektivitas pengobatan infeksi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Pasien dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit X Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diambil dari rekam medis dan lembar resep pasien selama bulan Oktober-Desember 2024. Berdasarkan hasil penelitian profil pasien dan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat inap di Rumah Sakit X Bekasi yang telah di lakukan dapat disimpulkan bahwa pasien pneumonia yang paling banyak pasien laki-laki (55,29%), dengan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 19–59 tahun (44,71%), Antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan adalah Levofloxacin dari golongan Fluorokuinolon (53,59%). Kombinasi antibiotik yang paling sering digunakan adalah Levofloxacin + Cefoperazone (31,58%) dari golongan Fluorokuinolon dan Sefalosporin generasi ketiga. Durasi pemberian antibiotik paling banyak adalah <3 hari (52,77%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien pneumonia rawat inap di RS X Bekasi adalah laki-laki usia 19–59 tahun. Levofloxacin merupakan antibiotik tunggal yang paling sering digunakan, dan kombinasi Levofloxacin + Cefoperazone paling banyak dipakai dalam terapi kombinasi. Durasi pemberian antibiotik terbanyak adalah kurang dari 3 hari.
Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Apotek PIK Jakarta Utara Bulan Januari 2025 Bayu Dwi Handono; Niko Prasetya; Popi Lopian; Umul Angga Brahmono; Vony Nofrika
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang diberikan oleh apotek dan waktu tunggu menjadi salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, yang berdampak pada loyalitas pasien. Dalam mewujudkan pelayanan prima apotek harus dapat mengoptimalkan waktu tunggu yang pendek untuk pelayanan resep obat jadi maupun obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep obat jadi lebih cepat dibandingkan waktu tunggu pelayanan resep obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep yang dihitung adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai obat siap diserahkan ke pasien. Resep juga perwujudan hubungan profesi antara dokter, apoteker dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep di Apotek PIK Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan deskripstif kuantitatif secara prospektif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh resep yang ada di Apotek PIK dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Perhitungan jumlah sampel yang didapat sebanyak 300 resep, yaitu 150 resep obat racikan dan 150 resep obat jadi. Pengambilan resep dilakukan pada waktu tunggu pelayanan ramai saat pasien datang ke apotek. Resep yang terkumpul baik obat jadi dan obat racikan diperoleh dari resep dokter praktek, resep dokter yang dibuat ulang oleh petugas apotek dengan batas copy 3 kali. Hasil penelitian pada Apotek PIK diperoleh waktu tunggu pelayanan resep terlama pada obat jadi tanggal 14 Januari 2025 selisih waktu mulai dari resep diterima sampai obat selesai yaitu 23 menit 49 detik sedangkan waktu tunggu terlama dalam pelayanan resep obat racikan pada tanggal 07 Januari 2025 selisih waktu 1jam 12 menit 3 detik. Ada beberapa faktor, diantaranya faktor waktu tunggu pelayanan resep, sumber daya manusia (SDM), ketersediaan obat dalam resep di Apotek PIK, jumlah resep racikan yang diproses, dan sistem informasi manajemen (SIM). Kesimpulan dari hasil penelitian di Apotek PIK adalah nilai rata–rata waktu tunggu pelayanan untuk resep obat jadi selama 17,98 menit dan racikan selama 41,10 menit.
Gambaran Pola Penggunaan Obat pada Pasien Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Tahun 2024 Honey Iskandar; Vony Nofrika; Siti Aisyah; Aries Meryta; Rika Astuti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner yang disebut juga penyakit arteri koroner (Coronary Arteri Disease) merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan oleh penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Pengobatan penyakit jantung koroner dimaksudkan tidak sekedar mengurangi atau bahkan menghilangkan keluhan, yang paling penting adalah memelihara fungsi jantung sehingga harapan hidup akan meningkat. Banyaknya Pola yang ada dalam terapi pengobatan jantung koroner dapat memungkinkan timbulnya beberapa masalah seperti ketidaktepatan, munculnya efek samping, interaksi obat dan adanya polifarmasi. Tujuan Penelitian ini memberikan gambaran pola penggunaan obat jantung koroner meliputi kelas terapi dan golongan obat yang digunakan di poliklinik jantung RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024, menggunakan teknik random sampling. Sampel yang pada penelitian ini sebanyak 386 lembar resep. Hasil penelitian ini di peroleh adanya 8 pola penggunaan obat jantung koroner yakni Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + CCB + Nitrat + Statin (4,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Diuretik + Statin (7,25%), Double Antiplatelet + ARB + CCB + Nitrat + Proton Pump Inhibitor + Statin (7,7%), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Nitrat + Statin (9,84%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + CCB + Statin (11,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Nitrat + Statin (16,32), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Statin (17,88%), dan Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin (24,09%). Penelitian Gambaran pola penggunaan obat jantung koroner, dapat disimpulkan bahwa pola penggobatan yang paling banyak digunakan di poliklinik jantung RSPAD adalah Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin, sebanyak 93 lembar resep (24,09%).