cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2000)" : 11 Documents clear
Kaderisasi Kepemimpinan Agama melalui Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta Abdul Qodir; Sarbiran Sarbiran
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat kepemimpinan Rasulullah pada proses interaksi yang memunculkan kader pemimpin agama melalui uswah dari Kiai. Subjek penelitian adalah santri penguins pondok, santri anggota, santri junior (santri muda), dan Kiai. Pendekatan kualitatif fenomenologik naturalistik digunakan dalam penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode pengamatan, wawancara mendalam, dan artifak. Metode tersebut untuk memperoleh data tentang tampilan tuturkata, tampilan perilaku santri dan perilaku Kiai, selanjutnya dikategorikan ke dalam sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah yang empat, yaitu sifat shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Data dikumpulkan dan dianaiisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat dikemukakan: Kiai meneladankan traits kepemimpinan Rasulullah kepada para santri. Uswah itu terlihat dari tuturkatanya dan adil tindakannya serta mengajak para santri untuk berlaku jujur. Kiai memberi uswah kerja keras dan menjadi leader yang cerdas-bijaksana dalam mencarikan solusi masalah keagamaan. Santri serius belajar agama, menjalani riyadhoh atau membiasakan ibadah, aktif belajar ber-haiaqoh, aktif organisasi, dan ibda 'bin-nqfsih. Munculnya kader pemimpin dari santri diindikasikan dengan memiliki traits kepemimpinan Rasulullah, yaitu sifat shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah bagi santri, seperti: (a) sifat shidiq muncul dalam kebiasaan berterus terang, bicara seperlunya, berlaku jujur, dapat dipercaya dan jelas bicaranya; (b) sifat amanah tampak pada perilaku serius mengurus titipan, pesan, menyampaikan amanah, bertanggungjawab, menyempurnakan janji, mengawasi pekerjaan, rajin ibadah, giat belajar dan tekun membaca Al-Qur'an, (c) sifat tabligh dicirikan mampu mengajak berbicara lisan, tauladan mulia, bersimpatik kepada kiai, tabah ketika kesulitan; (d) sifat fathonah cerdak-bijak seperti cepat dan tanggap dengan perubahan situasi serta mencarikan solusi yang menentramkan.
Efektivitas Kinerja Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP-3) Angkatan IX Tahun 1997/1998 di Tirtohargo, Kretek, Bantul, DIY Sumirah Agus Subardan; Fx Sudarsono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program SP-3 terhadap kader wirausaha dan pembangunan masyarakat pedesaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja SP-3. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan mengambil setting di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul dengan alasan SP-3 di lokasi ini memperoleh penghargaan pada waktu dilakukan evaluasi. Dengan model studi kasus, subyek penelitiannya adalah SP-3, informannya para tokoh masyarakat, para pamong desa, dan instansi Kecamatan serta beberapa warga masyarakat. Data dikumpulkan dengan peneliti sebagai instrumen, dibantu dengan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis kualitatif yang digunakan adalah pola fikir deduktif dengan silogisme hipotetis. Kesimpulan penelitian adalah "Kinerja SP-3 dinyatakan kurang efektif. Hal ini terlihat pada: (1) Dampak terhadap kader wirausaha: (a) diri SP-3 tidak dapat menjadi kader wirausaha (b) masyarakat khususnya pemuda tidak ada yang meniru atau melanjutkan kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan SP-3. (2) Dampak terhadap pembangunan: (a) dampak terhadap perubahan pola fikir masyarakat desa Tirtohargo tidak ada. (b) dampak terhadap perbaikan ekonomi masyarakat Desa Tirtohargo tidak ada. Temuan yang menarik bahwa SP-3 masuk pada banyak segmen kehidupan masyarakat yang berarti SP-3 akseptabel. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas kinerja SP-3 adalah faktor internal dan ekstemal. Faktor internal meliputi: motivasi, kemampuan dan etos kerja SP-3. Faktor internal ditemukan mendukung terhadap efektivitas kinerja SP-3. Faktor ekstemal meliputi: lingkungan fisik/geografis, biaya hidup yang diterima SP-3, sikap masyarakat terhadap kehadiran SP-3. Ditemukan bahwa hanya biaya hidup yang diterima SP-3 yang berpengaruh terhadap tidak efektivnya kinerja SP-3. Biaya hidup tersebut ternyata jumlahnya relatif sedikit untuk ukuran sarjana.
Efektivitas Pembelajaran di Pesantren Mahasiswa (Studi Kasus Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin Yogyakarta) Zamakhsari, Zamakhsari; Suyanto, Suyanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata dan mengevaluasi pembelajaran di pesantren mahasiswa, terutama mengenai: 1) kondisi lingkungan pesantren baik fisik dan sosial budaya yang dapat menumbuhkan iklim pembelajaran yang kondusif, 2) proses seleksi santri, 3) kualifikasi dan rekrutmen tenaga kependidikan yang sesuai dengan pesantren mahasiswa, 5) pelaksanaan proses belajar mengajar, dan 6) manajemen pembelajaran di pesantren mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bersifat kualitatif. Pendekatan evaluasi yang digunakan untuk mengembangkan knteria adalah gabungan pendekatan proses dm fidelity, sedang metode yang digunakan adalah metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan model analisis interaktif. Pemeriksaan keabsahan penelitian dilakukan dengan mengadakan triangulasi sumber data dan metode. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, hasil penelitian yang dapat dikemukakan adalah: 1) Santri yang belajar adalah mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi. Seleksi yang diadakan terhadap calon santri tidak mampu mengungkap seluruh aspek santri, yaitu dengan ditunjukkan santri keluar bukan karena lulus dari perguruan tinggi. 2) Rekrutmen ustadz berdasar atas kompetensi profesional. 3) Kurikulum yang digunakan mengikuti perkembangan masyarakat, sehingga bermanfaat untuk kehidupan santri. 4) Tempat tinggal dan lingkungan belajar cukup kondusif untuk belajar. 5) Proses belajar mengajar sudah berjalan baik dan berkualitas karena ustadz menguasai materi, menggunakan berbagai macam metode dan model-model pembelajaran dan dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. 6) Manajemen pesantren cukup baik, karena pengasuh sebagai manajer yang mengorganisir seluruh kegiatan pesantren dan pengasuh dijadikan panutan dalam bimbingan santri. Berdasarkan temuan hasil penelitian, pembelajaran mempengaruhi pola sikap dan pola fikir santri, baik yang belajar formal di perguruan tinggi umum maupun di perguruan tinggi agama.
Otonomi Moral Keagamaan Mahasiswa Muhammad Idrus; Syafii Ma'arif
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2085

Abstract

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis fenomena otonomi moral keagamaan mahasiswa Fakultas Tarbiyah, yang diharapkan dapat menjadi balikan bagi perumusan model ideal pendidikan moral yang sesuai dengan kaidah agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terpancang {embedded case study), dengan mengambil latar Fakultas Tarbiyah UII. Model ini diharapkan dapat memberikan gambaran makna mendalam tentang perilaku keseharian mahasiswa-mahasiswi sesuai fokus penelitian yang diajukan. Pengamatan, wawancara, rekaman audio dan rekaman visual digunakan dalam proses pengumpulan data yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Analisis domain, taksonomik, komponensial dan tema digunakan dalam mereduksi dan mengklasifikasi data yang diperoleh u ntuk mendeskripsikan kenyataan empiris. Hasil penelitian menunjukkan perilaku kegamaan yang ditampilkan para informan cenderung tidak memiliki otonomi moral keagamaan yang baik, atau masih dalam tahapan heteronomi. Hal tersebut ditunjukkan adanya pelbagai harapan atas pelaksanaan perintah yang dilakukan, ataupun penghindaran larangan. Kedua, dalam memeluk agama tampaknya secara umum informan masih bersifat pewarisan dari para orang tuanya. Ketiga, dalam upayanya untuk membangkitkan otonomi moral keagamaan mahasiswa, dosen melakukan dengan cara himbauan, nasehat, ataupun bimbingan yang diberikan pada waktu-waktu tertentu dan tidak terjadual dalam kegiatan tatap muka di kelas. Berdasarkan pada hasil penelitian diajukan beberapa saran, yaitu: Pertama, adanya pengakuan informan bahwa agama yang dianutnya merupakan agama warisan orang tua mereka, dapat dijadikan sebagai fokus pada penelitian berikut. Kedua, dalam penelitian ini kajian otonomi moral keagamaan dilihat dari sudut pandang agama Islam. Tentunya melihat variasi agama yang ada di Indonesia, sudut pandang penelitian lanjutan dapat dilakukan melalui "kaca mata" agama-agama yang berbeda.
Evaluasi Tes Catur Wulan di Madrasah Aliyah Kota Pekanbaru Hartono Hartono; Imam Barnadib
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2093

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tes cawu di Madrasah Aliyah kodya Pekanbaru. Penelitian dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan butir soal tes cawu dan kualitas perangkat tes cawu. Untuk mengetahui proses pembuatan butir soal dilakukan analisis deskriptif terhadap guru-guru pembuat butir soal, sedangkan kualitas butir soal diukur dengan analisis empiris hasil tes cawu berupa lembar jawaban asli siswa yang dipilih secara random. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model kesenjangan (Discrepancy Model), yakni penilaian kesenjangan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara keadaan ideal secara teoritik dengan kondisi yang sesungguhnya. Analisis butir soal bentuk objektif dilakukan dengan komputer yakni dengan program item and analysis (ITEMAN). Sedangkan analysis butir soal bentuk essay dengan perhitungan manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembuatan butir soal tes cawu belum mengikuti langkah baku dalam membuat tes yang standar. Butir soal yang digunakan belum pemah diuji coba dan dianalisis, sehingga karakteristik butir soal tidak diketahui. (2) Perangkat tes cawu yang digunakan oleh Madrasah Aliyah kodya Pekanbaru masih rendah. Hal ini diketahui dari hasil analisis empiris lembar jawaban asli siswa. Rendahnya kualitas butir tes cawu yang digunakan oleh Madrasah Aliyah kodya Pekanbaru sebenamya merupakan konsekuensi dari proses pembuatan butir soal yang tidak mengikuti langkah-langkah ideal secara teoritik dalam membuat soal.
Evaluasi PElaksanaan Pendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU) Unggul di SMU Negeri 1 Yogyakarta Djihad Hisyam; Suyata Suyata
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2086

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Sekolah Menengah Umum (SMU) unggul, terutama mengenai: (1) kondisi lingkungan sekolah baik fisik, sosial maupun budaya, (2) cara seleksi atau penyaringan peserta didik untuk sekolah unggul, (3) kualifikasi dan cara rekrutmen tenaga kependidikan, (4) pemahaman dan penerapan kurikulum, (5) pengadaan dan pemanfaatan sarana serta prasarana, (6) pelaksanaan proses belajar mengajar, (7) manajemen sekolah, dan (8) usaha pencarian dana dan pemanfaatannya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bersifat kualitanf. Pendekatan evaluasi yang digunakan untuk mengembangkan kriteria adalah gabungan antara pendekatan proses dengan fidelity, sedang metode yang digunakan adalah metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di SMU I Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis domain, taksonomi, komponensial dan tema. Pemeriksaan keabsahan data penelitian dilakukan dengan mengadakan triangulasi sumber data dan metode. Penelitian ini menghasilkan: (1) lingkungan fisik sekolah belum sepenuhnya kondusif dalam mendukung proses belajar mengajar. Sebaliknya hubungan sosial dan lingkungan budaya sekolah sudah cukup baik dan harmonis. (2) Cara seleksi belum sepenuhnya menggunakan pedoman yang digariskan oleh Depdikbud. (3) Cara rekrutmen dan penetapan kualifikasi guru cukup selektif, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak mengalami hambatan. (4) Pengembangan kurikulum dipahami dan dilaksanakan dengan cara menambah jam pelajaran pada pelajaran-pelajaran yang diujikan dalam EBTANAS. (S) Pengadaan sarana dan prasarana cukup terbatas, walaupun demikian pemanfaatannya sebagian besar sudah cukup optimal. (6) Proses belajar mengajar sudah berjalan baik dan berkualitas karena guru menguasai mated, menggunakan berbagai metode dan penuh kedisiplinan. Untuk kelas tiga diadakan Pengembangan Materi Ketrampilan Teknis (PMKT) dan try-out untuk persiapan UMPTN. (7) Manajemen sekolah cukup baik, bijaksana, komunikatif dan bersikap terbuka. (8) Pendanaan sekolah didukung dari iuran rutin, dan sumbangan sukarela dari kelas I, II dan III lewat BP3, serta Kanwil Depdikbud. Berdasar temuan ini, penibahan nama dari sekolah unggul menjadi sekolah berwawasan unggul untuk SMU I Yogyakarta tidak berpengaruh terhadap kebijakan sekolah.
Tantangan Guru Sejarah: Pesan Sejarah sebagai Konsep Pendidikan Nilai Anwar Senen; Imam Barnadib
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2090

Abstract

Keberhasilan guru sejarah menyampaikan pesan sejarah sebagai suatu nilai moral yang perlu difahami siswa, terletak pada bagaimana cara guru mengembangkan materi pelajaran di depan kelas. Penggunaan metode pengajaran secara tepat yang dikemas secara kreatif akan memungkinkan pesan sejarah dapat disampaikan kepada siswa. Penekanan pada pesan sejarah ini penting, karena selama ini masih terkesan bahwa mata pelajaran sejarah hanya dianggap sebagai pengetahuan hafalan sejumlah peristiwa masa lalu. Hal demikian menyebabkan pemahaman siswa terhadap pelajaran sejarah sebatas pada pengetahuan deskriptif konsep apa, di mana, kapan dan mengapa suatu peristiwa sejarah terjadi, menjadi dasar mempelajari sejarah. Dalam kerangka memori tidaklah keliru. Tetapi sejarah sebagai mata pelajaran di sekolah dalam konsep pendidikan masih jauh dari harapan. Sebagai konsep pendidikan, pelajaran sejarah dapat bercerita kepada siswa. Oleh sebab itu, metode pengajaran sejarah oleh gum dengan pendekatan moral akan lebih tepat digunakan. Pendekatan moral sebagai konsep belajar mengajar lebih memungkinkan menjadikan pelajaran sejarah dinamis dalam menyikapi situasi yang berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian bahwa belajar sejarah memiliki dimensi masa lalu, kini dan akan datang akan terjawab melalui pendekatan moral dalam konsep pembelajarannya.
Karakteristik Soal Tes Ebtanas Skelah Dasar di Kabupaten Jepara Saptariana Saptariana; Sumarno Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik soal dan kemampuan peserta tes Ebtanas SD di Kabupaten Jepara. Populasi penelitian ini adalah soal dan seluruh lembar jawaban siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Data penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan estimasi parameter butir program Rascal. Hasil analisis data menunjukkan. ketiga perangkat tes tersebut untuk bagian tes objektif maupun bagian tes esainya menunjukkan sebagai perangkat tes yang berkualitas baik. Nilai fungsi informasi butir pada masing-masing perangkat tes nilainya tidak jauh berbeda, yang berarti kualitas ketiga perangkat tes Ebtanas tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang hampir sama. Selain itu daya pembeda pada semua perangkat tes, semuanya menunjukkan sebagai butir-butir soal yang baik karena dapat membedakan antara mereka yang menguasai materi dengan yang tidak menguasai materi.
Komparasi Metode Penyetaraan Tes Menurut teori Respons Butir Erna Miyatun; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2083

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan metode penyetaraan tes dengan teori respons butir yang paling akurat. Sebelum dilakukan pengujian keakuratan metode penyetaraan tes, terlebih dahulu dilakukan: 1) Pemeriksaan setara atau tidaknya perangkat tes, 2) Penemuan persamaan konversi antarpaket soal yang tidak setara dan 3) Estimasi parameter butir. Penentuan metode penyetaraan tes yang akurat didasarkan pada besarnya kesalahan standar penyetaraan (SEE); yang paling akurat adalah metode penyetaraan tes yang mempunyai SEE paling kecil. Dalam penelitian ini, terdapat dua macam objek penelitian yaitu paket soal dan jawaban peserta EBTANAS. Soal EBTANAS terdiri dari 3 paket soal utama, 1 paket soal susulan, dan 1 paket soal cadangan. Peserta EBTANAS SLTP di Jawa Tengah Tahun Ajaran 1998/1999 terdiri dari 370.187 siswa. Teknik Purposive Sampling digunakan untuk menentukan sampel paket soal, yaitu ketiga paket soal utama terpilih sebagai sampel penelitian. Teknik Cluster Stratified Systematic Random Sampling digunakan untuk menentukan sampel jawaban peserta EBTANAS. Jawaban peserta sebanyak 8.251, terpilih sebagai sampel penelitian. Paket soal EBTANAS SLTP bidang studi Matematika dan data jawaban peserta tes, diperoleh melalui pengambilan data dokumentasi. Keparalelan tes diuji dengan analisis varians, uji Scheffe, dan uji Levene. Penyetaraan tes dilakukan dengan metode: Rerata dan Sigma, Rerata dan Sigma Tegar, dan Kurva Karakteristik. Estimasi parameter butir dilakukan dengan analisis program Bilog. Hasil analisis menunjukkan, pasangan paket soal utama-1 dan 2 serta pasangan paket soal utama-1 dan 3 tidak paralel, sehingga diperlukan proses penyetaraan. Pasangan paket soal utama-2 dan paket soal utama-3 bersifat paralel. Oleh karena itu tidak diperlukan proses penyetaraan. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-2, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan persamaan konversi X2 - 1,19495 X] + 0,25766; dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, X2 = 0,71710 Xi - 0,00081, sedangkan dengan metode Kurva Karakteristik, X2 = 1,05199 Xt + 0,03012. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-3, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan persamaan konversi X3 = 1,49581 Xj + 0,42366; dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, X3 = 0,60018 X] - 0,00157, sedangkan dengan metode Kurva Karakteristik diperoleh persamaan konversi X3 = 1,05391 Xt + 0,03232. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-2, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan nilai SEE - 0,030574, dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, SEE = 0,04933, dan dengan metode Kurva Karakteristik, SEE8 0,032968. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-3, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan nilai SEE = 0,045906, dengan metode Rerata dan Sigma Tegar SEE= 0,106431, dan dengan metode Kurva Karakteristik SEE -0,05585. Hasil tersebut menunjukkan, metode Rerata dan Sigma merupakan metode paling akurat, diikuti metode Kurva Karakteristik, dan metode Rerata dan Sigma Tegar.
Estimasi Kesalahan Pengukuran Ebtanas Mata Pelajaran IPA SLTP di Kotamadia Surakarta Nurul Kamilati; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2089

Abstract

Penelitian ini bcrtujuan untuk mengetahui cstimasi kesalahan pcngukuran pcrangkat EBTANAS mala pclajaran IPA SLTP di Kotamadia Surakarta tahun pelajaran 1997/1998 dengan menggunakan teori tcs klasik dan teori respons butir. Selain itu ingin mengetahui hubungan harga cstimasi kesalahan pcngukuran teori tcs klasik dcngan interval sckor murni peserta EBTANAS dan hubungan harga cstimasi kesalahan pcngukuran teon respons butir dengan interval tingkat kemampuan peserta EBTANAS. Pcrangkat EBTANAS mata pclajaran IPA yang dianalisis tcrdiri dari 45 butir soal pilihan ganda. Populasi penelitian ini bcrjumlah 13.681 lembar jauaban. Pcngambilan sampcl dilakukan dcngan tcknik cluster stratified proportional systematic sampling dipcroleh sampcl berjumlah 3.681 lembar jawaban. Data penelitian yang berupa rcspons jauaban peserta EBTANAS dipcroleh melalui dokumentasi. Estimasi kesalahan pcngukuran dengan teori tcs klasik Model Fcldt terhadap pcrangkat EBTANAS mempcrhatikan klasifikasi dan pcrangkat EBTANAS tanpa memperhatikan klasifikasi dilakukan dengan membagi kedua pcrangkat menjadi dua belahan yang tidak sama panjang. asalkan memcnuhi asumsi homogcnitas dari sisi tingkat kcsukaran butir soal. Estimasi kesalahan pcngukuran teori rcspons butir model logislik tiga parameter pcrangkat EBTANAS yang scmua butir soainya dianalisis dan pcrangkat EBTANAS yang butir-butirnya cocok dengan model logistik tiga parameter dilakukan dcngan menghitung harga fungsi informasi butir soal pada tiap tingkat kemampuan peserta 0 dari -4 sampai +4. Selanjutnya dipcroleh harga fungsi informasi perangkat EBTANAS dan estimasi kesalahan pengukurannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut teori tcs klasik Model Feldt. harga cstimasi kesalahan pcngukuran pcrangkat EBTANAS mempcrhatikan klasifikasi dan tanpa memperhatikan klasifikasi bcrturul-turut adalah 2.2791 dan 2.9233. Interval kepcrcayaan sckor murni peserta EBTANAS pada tingkat kepcrcayaan a = 0.05 adalah X - 4.4670 T X + 4,4670 untuk pcrangkat EBTANAS mempcrhatikan klasifikasi dan X - 5.7297 T X + 5.7297 untuk perangkat EBTANAS tanpa mempcrhatikan klasifikasi. Estimasi kesalahan pengukuran dcngan teori rcspons butir model logistik tiga parameter menunjukkan cstimasi kesalahan pcngukuran terendah tcrjadi pada tingkat kemampuan peserta 0 = 0,5. Interval tingkat kemampuan peserta EBTANAS pada tingkat kepcrcayaan a = 0,05 dan tingkat kemampuan 0=0.5 untuk pcrangkat EBTANAS yang semua butir soainya dianalisis dan perangkat EBTANAS yang butir-butir soainya cocok dengan model logistik tiga parameter bcrturut-turut adalah -0,1256 sampai dengan 1,1256 dan -0,1504 sampai dcngan 1.1504.

Page 1 of 2 | Total Record : 11