cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 2 (2013)" : 11 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN AKHLAK PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH Prihatini, Septimar; Mardapi, Djemari; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1705

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model penilaian akhlak peserta didik Madrasah Aliyah. Konstruk akhlak dikembangkan dengan pendekatan akhlak sebagai aspek afektif dan konsep religiousity dari Glock and Stark (1966). Penelitian pengembangan ini menggunakan metode lapor diri dan observasi tak langsung, melibatkan 291 siswa dan 26 guru dengan teknik purposive sampling. Pengujian kualitas instrumen meliputi: validasi tampang, isi, dan konstruk; reliabilitas (konsistensi internal dan reliabilitas interrater); dan uji stabilitas instrumen. Hasil pe-nelitian ini adalah: (1) Model penilaian akhlak terdiri dari  model pengukuran dan sistem peni-laian. Instrumen tersusun melalui proses expert judgment, Focus Group Disscussiondan pengujian konstruk. (2) Hasil analisis faktor konfirmatori (CFA) berdasarkan data empirik menunjukkan bahwa konstruk akhlak peserta didik mencakup dimensi akhlak kepada Allah, akhlak kepada Nabi Muhammad SAW., akhlak kepada orangtua, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada guru, akhlak kepada teman/tetangga/masyarakat, dan akhlak kepada lingkungan. (3) Instrumen mempunyai kehandalan internal antara 0,865 – 0,921 (tinggi) dan reliabilitas interater 0,866 (tinggi) dan  koefisien  Cohens' Kappa  0,770 (sangat baik), serta stabilitas antara 0,715 sampai 0,858 (baik sampai sangat baik). (4) Sistem penilaian setelah disimulasikan dan dikonfirmasi menunjukkan 90 % kesesuaian dengan performansi akhlak siswa.Kata kunci: model penilaian, akhlak peserta didik, konstruk akhlak, instrumen______________________________________________________________DEVELOPING A MODEL OF AN ASSESSMENT OF MADRASAH ALIYAH STUDENTS' AKHLAKAbstract This study aims to develop a model of an assessment of Madrasah Aliyah students' akhlak. The constructs of students' akhlak are developed on the basis of the akhlak as affective domain and as a religiousity concept, adopting the ritualistic concept and consequences from Glock and Stark (1966). This research and development used self-report and indirect observations,  involving 291 students and 26 teachers by using purposive sampling technique. The quality instrument testing consists of: validation process (face, content and construct), reliability (internal consistency and inter-rater reliability); and stability. The results of the study are as follows. (1) The model of an assessment of students' akhlak includes a measurement model and an assessment system for students' akhlak. The instrument is composed through the process of expert judgment, Focus Group Disscussion and testing constructs (2) The result of Confirmatory Factor Analysis (CFA) shows that constructs of students' akhlak cover the dimensions of akhlak to Allah, Prophet Muhammad, parents, self, teachers, society, and environment. (3) The internal reliability of instrument ranges from 0.865 to 0.921 (high); the inter-rater reliability is 0.851 (high) by Product Moment Correlation and  Cohens' Kappa coefficient  0.770 (very good). Instruments stability levels ranging from being good to being very good (0.715 to 0.858). (4) the assessment system model after the simulation is confirmationyields an agreement of 90% with the respondents' performances.Keywords: assessment model, students' akhlak, akhlaks' constructs, instrument
PENDETEKSIAN KEBERFUNGSIAN BUTIR PEMBEDA DENGAN INDEKS VOLUME SEDERHANA BERDASARKAN TEORI RESPONS BUTIR MULTIDIMENSI Retnawati, Heri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1700

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberfungsian butir pembeda (DIF) berdasarkan teori respons butir dengan model dua dimensi. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data ujian nasional mata pelajaran metematika 2003 yang sudah terbukti memuat 2 dimensi (Badrun Kartowagiran & Heri Retnawati, 2007). Untuk mendeteksi DIF, digunakan indeks volume sederhana yang merupakan pengembangan dari indeks daerah bertanda. Pada penelitian ini peserta tes dikelompokkan berdasarkan jenis kelaminnya, kelompok siswa laki-laki dan siswa perempuan. Estimasi parameter butir dilakukan dengan bantuan BILOG dan TESTFACT, kemudian estimasi volume bertanda dan menggambar permukaan karakteristik butir dengan program MAPLE. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 28 butir yang dianalisis, sebanyak 2 butir berpotensi memuat DIF seragam dan 26 butir berpotensi memuat DIF yang tidak seragam.Kata kunci: teori respons butir unidimensi, teori respons butir multidimensi DIF, UPD, SPD______________________________________________________________INDENTIFYNG DIFFERENTIAL ITEM FUNCTIONING USING SIMPLE VOLUME INDICES BASED ON MULTIDIMENTONAL ITEM RESPONSE THEORYAbstract The aim of the studi is to identify differential item fungtioning (DIF) based on item response theory using bidimensional model. This study uses explorative quantitative approach. Data used in this study is a mathematics test of national exam 2003 data which has been proved to contain 2-dimensions (Badrun Kartowagiran & Heri Retnawati, 2007). The simple volume indices are used to detect DIF which is the development of the simple area indices. The testee are grouped based on their gender, groups of male students and female students. The item parameter estimation was performed with BILOG and TESTFACT, and then to estimatevolume and draw the surface characteristics curve was conduct with MAPLE. The results showed that of the 28 items analyzed, 2 items potentially contained uniform DIF and 26 items potentially contained a non-uniform DIF.Keywords: unidimensional IRT, multidimensional IRT, DIF, UPD, SPD
MODEL EVALUASI PROGRAM TUTORIAL TATAP MUKA UNIVERSITAS TERBUKA Suryanto, Adi; Gafur, Abdul; Sudarsono, FX.
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi program tutorial tatap muka. Mo-del evaluasi yang dikembangkan dalam penelitian ini menekankan pada evaluasi: perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program tutorial sehingga model ini disebut model evaluasi P2HT. Model evaluasi P2HT dikembangkan melalui delapan tahap: (1) kajian awal, (2) pengembangan disain, (3) pengembangan model prototype, (4) uji coba terbatas, (5) revisi, (6) uji coba diperluas, (7) model akhir, dan (8) diseminasi. Model prototype diuji coba di UPBJJ-UT Yogyakarta dalam tiga tahap yaitu uji coba tahap 1, 2, dan 3. Validitas model dan perangkat model ditetapkan melalui uji keter-bacaan, validasi isi dan validasi konstruk. Uji keterbacaan dilakukan oleh 15 ahli, 12 praktisi pendi-dikan jarak jauh, dan 55 mahasiswa. Validitas isi dibuktikan dengan mendiskusikan model dan perangkat model dengan para ahli melalui diskusi secara langsung dengan ahli, pendapat ahli melalui email, dan dikusi melalui forum FGD. Validasi konstruk dibuktikan dengan menggunakan Confirmatory  Factor Analysis dan Exploratory Factor Analysis. Estimasi reliabilitas dilakukan dengan formula Alpha per dimensi. Path analysisdigunakan untuk menguji hubungan kausal antar variabel yang ada dalam model evaluasi P2HT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) model evaluasi P2HT merupakan model yang komprehensif, tepat, praktis, mudah digunakan dan mempunyai tingkat keterbacaan yang tinggi, (2) semua instrumen yang dihasilkan memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, (3) pengelolaan program, kemandirian mahasiswa dalam belajar, tempat/fasilitas, proses tutorial, dan kepuasan mahasiswa berpengaruh terhadap hasil belajar. Dari kelima variabel tersebut, proses tutorial memberikan pengaruh terbesar terhadap hasil belajar mahasiswa dengan total pengaruh sebesar 58%.Kata kunci: model evaluasi, tutorial tatap muka, instrumen, validitas dan reliabilitas.______________________________________________________________AN EVALUATION MODEL OF FACE-TO-FACE TUTORIAL PROGRAM OF THE OPEN UNIVERSITY Abstract This study aims at developing an evaluation model of the face-to-face tutorial program implemented by the Open University. The model of evaluation developed in this research focuses on evaluation of:  planning, processing, and results, so the model is called the P2HT evaluation model. The P2HT evaluation model is developed on eight steps: (1) preliminary research, (2) designing model, (3) developing prototype model, (4) trying-out with limited number of samples, (5) revising, (6) trying-out with larger samples, (7) constructing final model, and (8) disseminating. The prototype model was tried-out at Yogyakarta Open University Regional Center in three stages. The readability was tested to 15 experts, 12 practitioners, and 55 students. The content validity was measured by a series of discussion forum involving evaluation experts and distance education experts, in the form of face-to-face meetings, FGDs, as well as emails. The construct validity was analyzed by using Confirmatory Factor Analysis and Exploratory Factor Analysis, while the reliability was analyzed for each dimension employing the Alpha analysis per dimention. The path analysis was used to analyze the causality relationship among variables in the P2HT evaluation model especially in stage 3 try-out. The results of the study indicate that: (1) the P2HT evaluation model is comprehensive, valid, practical, easy to use, and has a high level of readability, (2) all instruments are valid and reliable, (3) the management of program, self-directed learning, place and facilities of tutorial, tutorial process, and students' satisfaction have an effect on the students' achievement. Among the five variables, the process of tutorial has given the greatest effect 58%.Keywords: evaluation model, face-to-face tutorial, instrument, validity and reliability
KOMPARASI METODE STANDARD SETTING UNTUK PENENTUAN KKM MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SMP Anto, Susi; Mardapi, Djemari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menemukan skor batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) de-ngan memanfaatkan metode yang ada dalam standard setting. Metode yang digunakan adalah metode Extended Angoff dan metode Ebel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang diperkuat dengan data kualitatif. Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola respon peserta didik atas soal UKK SMP/MTs Kelas VIII Mapel Matematika Kabupaten Sleman 2011/2012. Selain itu, dalam penentuan cut of score, juga digunakan data kuantitatif yang diperoleh dari expert judgement. Sementara expert judgement yang bersifat kualitatif digunakan untuk menilai kualitas pelaksanaan pertemuan standard setting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cutscore yang diperoleh dengan menggunakan metode Extended Angoff maupun Ebel masing-masing 59 dan 50,98 pada skala 100. Cutscore ini berbeda cukup signifikan dengan KKM sekolah yang ditentukan dengan menggunakan metode konvensional. Berdasarkan analisis validitas standard setting, metode Extended Angoff memberikan hasil cutscore yang relatif lebih valid dibanding metode Ebel. Validitas standard setting yang diukur dalam penelitian ini adalah validitas internal yang meliputi method consistency, decision consistency, intra-judge consistency, dan inter-judge consistency.Kata kunci: standard setting, KKM, validitas standard setting ______________________________________________________________COMPARISON OF STANDARD SETTING METHOD FOR DETERMINING MINIMUM MASTERY CRITERIA Abstract The objective of the research is to find cutscore of Minimum Mastery Criteria (KKM) by utilizing methods existing in standard setting. The methods used are Extended Angoff and Ebel methods. This research is quantitative descriptive one supported by qualitative data. Quantitative data used in this research are the pattern of students' responses against the problems of Mathematics at the End of the Year Examination for SMP/MTs for eight graders in Kabupaten Sleman 2011/2012. In addition, quantitative data obtained from expert judgement are also used for determining cut of score. Meanwhile, qualitative expert judgement is used to assess the quality of standard setting meeting. The result of this research shows that cutscore gained using both Extended Angoff and Ebel methods is 59 and 50,98 respectively on a scale of 100. This cutscore is significantly different from school KKM defined using conventional method. Based on analysis of standard setting, Extended Angoff method would provide cutscore result that is relatively more valid compared to Ebel. The validity of standard setting measured in this research is the internal validity including method consistency, decision consistency, intra-judge consistency, and inter-judge consistency. Keywords: standard setting,  minimum mastery criteria, standard setting validity
EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA SMA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR, NTB Raharja, Jien Tirta; Retnowati, Trie Hartiti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMA Kabu-paten Lombok Timur. Pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya dideskripsikan sesuai Permendiknas No.41 Tahun 2007, yang meliputi empat komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan Model Evaluasi Kesenjangan terdiri dari tiga tahap yaitu tahap telaah standar, tahap deskripsi penampakan di lapangan, dan tahap komparasi penampakan dengan standar yang ditetapkan. Sampel penelitian terdiri dari 5 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta di Kabupaten Lombok Timur, dengan jumlah responden 256 orang, terdiri atas 8 guru Seni Budaya, 8 Kepala Sekolah, dan 240 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, dan analisis dokumen. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi, angket, dan lembar dokumentasi. Validasi instrumen dilakukan dengan metode Expert Judgement, dan uji reliabilitas instrumen angket menggunakan estimasi Alpha Cronbach dengan koefisien sebesar 0,725. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Perencanaan proses pembelajaran kurang baik; (2) Pelaksanaan proses pembelajaran kurang baik; (3) Penilaian proses pembelajaran cukup baik; (4) Pengawasan proses pembelajaran kurang baik; (5) Secara keseluruhan, ada kesenjangan antara pelaksanaan proses pembelajaran Seni Budaya SMA di Kabupaten Lombok Timur dengan standar minimal Permendiknas No.41 Tahun 2007.Kata kunci: seni budaya______________________________________________________________AN EVALUATION OF CULTURAL ARTS LEARNING PROCESS AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN LOMBOK TIMUR REGENCY, NTB Abstract This study aims at describing the Cultural Arts learning at senior high schools in East Lombok district. The Cultural Arts learning was described based on the Decree of Minister of National Education No. 41 of 2007, which involves four components, i.e. planning, implementation, assessment, and supervision of the learning process. The study was an evaluation research using a quantitative descriptive approach. The evaluation model used in this research was discrepancy evaluation model with three phases: standard analysis, description of the actual performances in the field, and comparison between the actual performances and the established standards. The samples were 5 public and 3 private schools in East Lombok Regency with 256 respondents, consisting of 8 Cultural Art teachers, 8 school principals, and 240 students. The data were collected by using observation technique, questionnaire, and documentation. The data collection instruments were observation sheets, questionnaires, and documentation sheets. Validation of the instrument was conducted by using expert judgement. To test the questionnaire reliability, this study used Alpha Cronbach estimation with a coefficient of 0.725. The collected data were analyzed using quantitative descriptive techniques. The results are as follows. (1) The planning of learning is not yet maximum; (2) The learning process is not yet maximum; (3) The assessment of the learning processes is quite good; (4) The supervision of the learning process also is not yet optimal; (5) In general, there is a discrepancy between the implementation of the learning process and the minimum standards which have been set in the Decree of the Minister of National Education No.41 of 2007.Keyword: cultural arts
MODEL EVALUASI DALAM SUPERVISI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS LIMA DOMAIN SAINS Winaryati, Eny; Suyata, Suyata; Sumarno, Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengembangkan model evaluasi diri dan teman sejawat (EDTS) dalam supervisi pembelajaran IPA berbasis lima domain sains (5 DS); 2) mengevaluasi pembelajaran IPA berbasis 5 DS dalam supervisi melalui model EDTS; 3) menguji keefektifan model.Objek penelitian ini adalah SMP Negeri 7, 11, 14, 15, 19,  29, dan 32. Model EDTS dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan (R&D). Subjeknya adalah guru sendiri, gurusejawat, dan kepala sekolah. Alur pelaksanaan evaluasinya adalah: guru sendiri dan guru sejawat mengobservasi kegiatan pra pembelajaran dan proses pembelajaran. Data observasi divalidasi oleh kepala sekolah, ditindaklanjuti dengan diskusi, dan dilanjutkan dengan kegiatan feedback dan evaluasi diri. Penelitian ini menghasilkan: 1) model EDTS melalui pendekatan ANTRANINPRO (Antacedent, Transaction, Interim Product), dikembangkan dengan metode R&D; 2) Model EDTS disusun untuk memperkuat pelaksanaan supervisi di sekolah, melalui dukungan informasi yang diberikan guru kepada kepala sekolah; 3) berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh penilaian kurang baik pada item yang terkait dengan 5DS, terutama domain kreativitas dan aplikasi sains; 4) model EDTS efektif untuk digunakan, berdasarkan data: validitas model (sangat baik), validitas konten (96% relevan), reliabilitas (kriteria baik), model memberi kemudahan user untuk menggunakan, serta memberi dampak positif terhadap perbaikan pembelajaran.Kata kunci: model evaluasi, supervisi pembelajaran, lima domain sains______________________________________________________________EVALUATION MODEL IN THE TEACHING SUPERVISION OF NATURAL SCIENCES BASED ON FIVE DOMAINS OF SCIENCE Abstract The purposes of this study are: 1. deeveloping a self and peer evaluation model (EDTS model) in the teaching supervision of natural sciences based on five domains of science (DS 5); 2. evaluating the teaching in supervision of natural sciences based on five domains of science (DS 5) through EDTS model; 3. measuring the effectiveness of this model. The objects of this research are SMPN 7, 11, 14, 15, 19, 29, and 32. The EDTS model was developed through research and development (R&D). The subjects are teachers, teacher's peers and headmasters. The steps of the evaluation were: teachers and teacher's peers observedpre learning activities and learning processes. Observation data were validated by the headmasters, followed by discussion and feedback and self-evaluation. The results of this research are: 1) EDTS models through ANTRANINPRO approach (Antecedent, Transaction, Interim Product) is developed by the R & D method; 2) EDTS model is designed to strengthen the implementation of supervision in schools, through the support of information provided by the teacher to the headmaster; 3) Based on the evaluation, items associated with 5DS are considered not so good, especially the domain of creativity and scientific applications; 4) EDTS model is effective to be used, based on the data: the validity of the model (very good), content validity (96% relevant), reliability (good criteria), the model gives the user easiness to use, and gives a positive impact on learning improvement.Keywords: models of evaluation, teaching supervision, five domains of science.
MODEL PEER ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN KOLABORATIF ELABORASI IPS TERPADU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Rochmiyati, Rochmiyati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat peer assessment pada pembelajaran kolaboratif IPS yang baik, valid, handal, dan fit yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian kecakapan social siswa secara obyektif. Penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat peer assessment kecakapan sosial yang disebut Rubrik Kecakapan Sosial. Perangkat pendukung adalah Jurnal Kecakapan Kognitif, Lembar Kendali Pembelajaran Kolaboratif, dan Rubrik Profil Keterlaksanaan. Subyek penelitian guru dan siswa kelas VIII (delapan) dari Sekolah Menengah Pertama. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rubrik Kecakapan Sosial untuk mengukur kemampuan komunikasi, tanggung jawab individu, tanggung jawab terhadap kelompok, kerjasama dan kompetisi siswa. Hasil analisis rubrik kecakapan sosial, jurnal kecakapan kognitif dan lembar kendali pembelajaran kolaboratif dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruk Rubrik Kecakapan Sosial akurat, konstruk Jurnal Kecakapan Kognitif akurat, dan konstruk Rubrik Profil Model Peer Assessment akurat, dan  model peer assessmentmempunyai dampak positif pada peningkatan perolehan nilai rata-rata kelas pada kecakapan kognitif.Kata kunci: model, peer assessment, pembelajaran kolaboratif, elaborasi, IPS Terpadu______________________________________________________________PEER ASSESSMENT MODEL ON COLLABORATIVE ELABORATION LEARNING FOR INTERDISCIPLINARY SOCIAL STUDIES IN THE JUNIOR HIGH SCHOOLSAbstract This study aims at developing instruments for peer assessment model on collaborative elaboration learning for Interdisciplinary Social Studies which are good, valid, reliable, and accurate, to guide teachers carrying out assessment for social skill objectively. This study is research and development to develop an instrument of peer assessment for social skills called Rubric for Student Social Skills. The supporting instruments are Journal for Student Cognitive Skills, Sheet for Control of Collaborative Learning and Rubric for Profile of Peer Assessment.  The subjects of this study were teachers and pupils in the eighth grades of Junior High Schools. The data were analyzed by Structural Equation Modeling. The results of research show that Rubric for Student Social Skills measures commucation skill, individual responsibility, responsibility to group, cooperation and pupil competision. The analysis result shows that Rubric for Social Skill, Journal for Cognitive Skill, and Sheets of Control Collaborative Learning are valid and reliable. The result shows that the construct of Rubric for Social Skill accurate, the construct of Journal for Cognitive Skill are accurate, and the construct of Rubric for Profil Peer Assessment accurate, and model of peer assessment have positive impact on increasing the average score on cognitive skill.Keywords : model, peer assessment, collaborative, elaboration, interdisciplinary social studies
PENSKALAAN TEORI KLASIK INSTRUMEN MULTIPLE INTELLIGENCES TIPE THURSTONE DAN LIKERT Setiawati, Farida Agus; Mardapi, Djemari; Azwar, Saifuddin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hasil penskalaan instrumen multiple intelligences (MI) pada tipe Thurstone dan Likert dengan pendekatan klasik, 2) mengetahui karakteristik instrument MI pada tipe Thurstone dan Likert pada data asli dan data yang diskalakan, 3) membandingkan karakteristik psikometrik pada kedua tipe data yang sudah diskalakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  yang pelaksanaannya terdiri dari empat bagian yang saling terkait, yaitu penelitian pengembangan instrumen, penskalaan pada data hasil ujicoba, analisis karakteristik psikometrik instrumen, dan perbandingan karakteristik psikometrik instrumen. Instrumen dikembangkan menggunakan tipe Thurstone dan Likert pada konstruk yang sama. Perbandingan karakteristik psikometrik  kedua instrumen dilakukan secara diskriptif. Hasil penskalaan dengan metode paired comparison didapatkan urutan skor stimulus dari yang terendah yaitu: logika matematika, musik, linguistik, kinestetik, naturalis, visual, interpersonal, eksistensial dan  intrapersonal. Penskalaan dengan metode summated ratingdihasilkan skor terstandar dari yang rendah hingga tinggi pada tiap respons. Terdapat perubahan skor, varian, reliabilitas dan kesalahan baku pengukuran (SEM) dari data asli dengan data yang diskalakan. Koefisien reliabilitas dan SEM instrumen tipe Thurstone lebih rendah dibanding  tipe Likert.Kata kunci: penskalaan, multiple intelligences, tipe Thurstone, tipe Likert ______________________________________________________________SCALING CLASSICAL THEORY OF MULTIPLE INTELLIGENCES CLASSICAL INSTRUMENT TYPE THURSTONE AND LIKERTAbstract The study aimed to: 1) result the scaling data of multiple intelligence (MI) instruments of Thurstone and Likert types using the classical approach, 2) reveal  the psychometric characteristics of Thurstone and Likert types in the original data and the scaled data, 3) compare the psychometric characteristics of the two types of data. The study used the quantitative research approach. The activity consisted of: developing  instruments, processing the data scaling, analyzing the psychometric characteristics of the instruments, and  comparing the psychometric characteristics of them. The instrument was developed using Thurstone and Likert types in the same constructs. The comparison of psychometric characteristics of two types of data was analyzed by descriptive statistic. The result of scaling using paired comparison method are the sequential scores from a low to high on mathematical-logical, musical, linguistic, kinesthetic, natural, visual, interpersonal, existential and intrapersonal inteligence. The scaling using summated rating produce scores that vary in each response. There are changes of variants and standard error of measurement (SEM) after transformed data. The reliability and SEM of the Thurstone type are lower than  that of Likert type.Keywords: scaling, multiple intelligence instrument, Thurstone type, Likert type
PENGEMBANGAN MODEL PENELITIAN PERSPEKTIF GENDER Huda, Nuril; Rasyid, Aliyah A.; Suyata, Pujiati; Sumarno, Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. menggambarkan dan merancang prosedur pengembangan model penelitian berperspektif gender, 2. mengembangkan dan menghasilkan model pe-nelitian berperspektif gender, dan 3. menghasilkan karakteristik model penelitian berperspektif gender. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan mengadaptasi model penelitian pe-ngembangan  dari Borg dan Gall. Prosedur pengembangan dilakukan melalui sepuluh tahapan, yaitu: 1. studi pendahuluan, 2. perencanaan model, 3. pengembangan model awal, 4.uji coba model awal, 5. revisi model awal, 6.uji coba scope terbatas, 7. revisi uji coba scope terbatas, 8. pengujian model akhir, 9. revisi model akhir, 10. diseminasi dan implementasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, checklist dan dokumentasi. Data  dianalisis secara kualitatif  dengan  teknik analisis kualitatif  fenomenologi (grounded) dan dilengkapi dengan analisis gender model HARMOS (modifikasi dari teknik analisis gender model Harvard dan model Moser). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pengembangan model penelitian berperspektif gender dilakukan dengan mengadaptasi model penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall. 2. Menemukan model  penelitian berperspektif gender  yang secara spesifik menggunakan analisis gender model HARMOS (modifikasi dari analisis gender model Harvard dan model Moser) dan pedoman aplikasinya. 3. Menghasilkan karakteristik model penelitian berperspektif gender.Kata kunci: pengembangan, model penelitian, perspektif gender______________________________________________________________DEVELOPING  A MODEL OF RESEARCH WITH GENDER PERSPEKTIFAbsrtact The objectives of this study are: 1). to describe and to design the procedure of developing a model of research  with gender perspective,  2). to develop and to produce  a model of research with gender perspective. 3) to produce model's characteristic of research with gender perspective.This research is  a research and development  using the research model adapted from the Borg and Gall.The  development was carried out through ten stages, namely: 1. preliminary study, 2. planning  models, 3. developing the  initial model, 4. testing the initial model, 5. revising the initial model, 6. testing it with limited scope, 7.  revising the limited scope testing result, 8. testing  the final model, 9. revising  the final model, and  10. dissemination and implementation. The study used the qualitative research. The data were collected through in-depth interviews, participant observation, checklist  and documentaries.  The data were analyzed using the qualitative analysis techniques called Phenomenology and   gender analysis of the HARMOS model. The results are: 1. The development of the model of  gender perspective in the research  is carried out using model  by Borg and Gall model. 2. Producing the model of the research  with gender perspective  that specifically used gender analysis HARMOS model  and its manual 3. Producing model's characteristic of research with gender perspective.Keywords: development, research model, gender perpecstive
PENGEMBANGAN SOAL PENALARAN MODEL TIMSS MATEMATIKA SMP Rizta, Amrina; Zulkardi, Zulkardi; Hartono, Yusuf
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1697

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan soal penalaran model TIMSS pada mata pelajaran matematika SMP yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan research and develop-ment. Kevalidan diketahui dari hasil penilaian validator pada lembar validasi yang menyatakan soal-soal yang dikembangkan telah baik berdasarkan content (sesuai dengan kurikulum dan ma-teri), construct (sesuai dengan karakteristik/indikator penalaran), dan bahasa (sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku/EYD) dan kepraktisan diketahui dari hasil uji coba one-to-one dan small group. Hasil penelitian berupa soal penalaran model TIMSS matematika SMP yang valid dan praktis. Hasil uji coba diperoleh rata-rata hasil tes penalaran siswa adalah 4 siswa (14,815%) tergolong mempunyai penalaran yang sangat baik, 4 siswa (14,815%) tergolong memunyai penalaran yang baik, 8 siswa (29,63%) tergolong mempunyai penalaran yang se-dang, 6 siswa (22,22%) tergolong mempunyai penalaran yang rendah, dan 5 siswa (18,52%) tergolong mempunyai penalaran yang sangat rendah. Berdasarkan hasil tersebut maka kemam-puan penalaran siswa tersebut tergolong sedang.Kata kunci: penelitian dan pengembangan, soal penalaran, TIMSS, matematika, SMP_____________________________________________________________DEVELOPING REASONING QUESTION MODEL OF SMP TIMSS MATH PROBLEMSAbstract This research is aimed to develop valid and practical TIMSS model of questions in junior high school course. This research used research and development method. The validity is discovered from validator assessment in validation sheet stating the questions is well based on content (in accordance with curriculum and subject), construct (in accordance with reasoning characteristics/indicator) and language (in accordance with Bahasa applied rule) ,and the Ppracticality is discovered from one-to-one and small group try-out . The research products are in the form of TIMSS model reasoning questions in junior high school mathematics course which are valid and practical. The Eexperiment results from the reasoning test show that there are four students (14,815%) fine, four students (14,815%) good, eight students (29,63%) fair, six students (22,22%) low, five students (18,52%) poor. Those results showthat mathematical reasoning of student is good.Keywords: Research and development, reasioning question, TIMSS, Mathematics, SMP

Page 1 of 2 | Total Record : 11