cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Asesmen Anak TK berkebutuhan Khusus Wantah, Maria J
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2010)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v14i1.1979

Abstract

Tujuan penelitdan ini adalah mengembangkan instrumen asesmen untuk mendeteksi keterampilan motorik kasar, halus, dan sosial emosional anak TK. Instrumen asesmen terdiri atas: (1) untuk keterampilan motorik kasar 35 item; (2) untuk keterampilan motorik halus halus 40 item; dan (3) untuk keterampilan sosial emosional 40 item. Validitas dan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analyss (CFAJ, dan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan generalizability pada kelompok kecil. Instrumen diujicobakan pada 30 anak TK dengan melibatkan 3 rater, yaitu: guru TK, ahli PLB, dan ahli PAUD. Hasil analisis validitas menunjukkan bahwa instrumen asesmen keterampilan motorik kasar termasuk dalam kategori tinggi dan sedang, instrumen asesmen keterampilan motorik halus termasuk dalam kategori tinggi dan sedang, dan instrumen asesmen keterampilan sosial emosional termasuk dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen asesmen keterampilan motorik kasar termasuk dalam kategori tinggi dan sedang, instrumen asesmen keterampilan motorik halus termasuk dalam kategori tinggi, dan instrumen asesmen keterampilan sosial emosional termasuk dalam kategori tinggi dan sedang.Kata kunci: konstruk  instrumen  asesmen,   anak   TK berkebutuhan khusus
Penignkatan Minat Belajar IPS dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar di SMPN 2 Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Prihantoro Prihantoro
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar IPS dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Penelitian tindakan kelas ini dengan subjek penelitian siswa kelas VIII F SMP N 2 Kedungbanteng. Data diperoleh melalui pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran IPS dengan pengamatan lingkungan sekitar secara langsung dilanjutkan dengan diskusi kelompok, dapat meningkatkan minat siswa belajar IPS; siswa yang memiliki minat belajar sangat tinggi dan tinggi pada siklus I hanya 22.4% meningkat menjadi 78% pada siklus IV. Kepala Sekolah, guru pelaksana, kolaborator dan siswa menanggapi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran IPS dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Kata kunci: minat belajar ips, lingkungan sumberpembelajar ips.
Menajemen Pendidikan dan Pelatihan Tindak Lanjut Uji Kompetensi Guru SD di LPMP Kalimantan Tengah Komalasari Komalasari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i2.2007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksananaan dan (4) pengawasan pada pendidikan dan pelatihan (diklat) tindak lanjut uji kompetensi guru SD di LPMP Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dengan melibatkan pengelola diklat, fasilitator, dan peserta diklat Keabsahan data diukur dengan cara: (a) trianggulasi, (b) perpanjang-an waktu pelaksanaan penelitian, (c) pengumpulan data secara terus menerus, (d) penggunakan data yang berlimpah, (e) pengecekan ulang, dan (f) tanya jawab dengan teman sejawat Analisis data menggunakan teknik yang diajukan oleh Miles dan Huberman (1994) yaitu: (a) reduksi data, (b) penyajian data, dan (c) verifikasL Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) perencanaan diklat belum optimal yang dilihat dari: (a) asesmen kebutuhan, (b) tujuan diklat, (c) kesesuaian program dengan waktu diklat, (d) waktu dan tempat pelaksanaan diklat, dan (e) dana yang tersedia; (2) pengorganisasian belum optimal dilihat dari pembagian kerja dengan jabaran tanggung jawab masing-masing unit; (3) Pelayanan non akademik diklat sudah optimal namun pelaksanaan pembelajaran belum optimal, yang dilihat dari: (a) standar jumlah peserta per kelas, (b) bidang kompetensi guru, (c) waktu, dan (d) kelengkapan bahan diklat; dan (4) pengawasan belum terlaksana dengan baik, dilihat dari pencapaian tujuan dan partisipasi peserta Kata kunci: pendidikan dan pelatihan, uji kompetensi, guru SD.
PENGEMBANGAN TES PENGETAHUAN PRAKTIKUM BIOLOGI BERDASARKAN GRADED RESPONSE DAN GENERALIZED PARTIAL CREDIT Ridlo, Saiful
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 (2012): Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i0.1111

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menghasilkan model tes yang cocok  dengan data. Pengembangan item pada penelitian  menggunakan pendekatan teori respons butir politomus (TRBP). Subjek ujicoba diambil dari siswa lima SMP kelas VII akhir mewakili peringkat SMP di Kota Yogyakarta sebanyak 1030 siswa. Hasil Model TRBP yang cocok dipilih berdasarkan hasil parametrisasi menggunakan PARSCALE dan deskripsi hubungan fungsional antara respons peserta tes dengan tingkat kemampuannya yang dinyatakan dalam test information curves(TIC). Penelitian ini menghasilkan 16 butir untuk bank soal dengan karakteristik masing-masing butir memiliki nilai daya beda yang tidak rendah (>0,25 skala logit) dan nilai kesulitan butir pada selang -3 sampai +3 skala logit. Berdasarkan informasi yang dihasilkan, kedua macam model penskoran GRM dan GPCM cocok memodelkan penskoran TPPB yang diadministrasikan. GPCM mungkin lebih merefleksikan realitas bagaimana data dihasilkan sehingga dari TIC tampak lebih akurat menaksir kemampuan dibanding GRM.Kata Kunci: tes pengetahuan praktikum biologi, GRM, GPCM______________________________________________________________DEVELOPMENT OF A TEST OF BIOLOGY PRACTICUM KNOWLEDGE WITH GRADED RESPONSE  AND GENERALIZED PARTIAL CREDIT MODELSAbstract This study aims to generate information to define the polytomous item response models which are more suitable with the data. The items were developed by the polytomous item response theory approach. The tryout participants were 1030 Year VII students selected from five junior high schools in Yogyakarta City. A suitable model was selected based on the result of PARSCALE parameterization  and a description of the functional relationship between the testees' responses and their ability levels indicated by the test information curves (TIC). The study yields 16 items for the item bank in which the discrimination index of each item is > 0.25 logit scale and the difficulty index ranges from -3 to +3 logit scale. The information shows that GRM and GPCM models of are suitable for scoring the administered TBPK. GPCM possibly reflects reality more regarding how the data are yielded so that on the basis of TIC it seems more accurate to estimate students' ability than GRM.Keywords: a test of biology practicum knowledge (TBPK), GRM, GPCM
Pengembangan Instrumen Analisis Kompetensi Tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Agus Tiyono Teguh Maryanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i2.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi standar kompetensi dan indikator yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menyusun standar kompetensi tutor PAUD, dan (2) mengembangkan instrumen untuk uji kompetensi tutor PAUD yang tepat dan handal berdasarkan indikator kompetensi yang telah tersusun. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap, pengembangan standar kompetensi dan pengembangan instrumen uji kompetensi tutor PAUD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah focus group discussion ( FGD ) dan teknik Delphi 2 x putaran. Subjek uji coba adalah 110 orang tutor yang mengikuti Pelatihan Tenaga Pendidik PAUD Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2004. Subjek uji coba instrumen pertama sebanyak 20 orang dari Kabupaten Magelang, dan subjek uji coba instrumen kedua sebanyak 32 orang dari Salatiga, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang. Temuan penelitian ada dua. (1) standar kompetensi tutor PAUD terdiri atas 4 dimensi dan 50 indikator, meliputi dimensi personal, dimensi sosial, dimensi profesional, dan dimensi akademik; (2) instrumen untuk menguji kompetensi yang berupa inventori tes dengan indeks validitas berupa angka muatan faktor terendah di atas 0,300 (kriteria yang telah ditetapkan). Koefisien reliabilitas tiap faktor pada uji coba pertama adalah . 0,879 dan tertinggi 0,984, sedangkan koefisien reliabilitas tiap faktor pada uji coba kedua terendah 0,889 dan tertinggi 0,995, telah melebihi syarat minimal untuk pengukuran kelompok yaitu 0,65. Koefisien reliabilitas tes uraian ditentukan dengan reliabilitas antar-rater dengan teknik ANAVA, dan diperoleh koefisien reliabilitas dari 3 orang penilai yaitu 0,957, sedangkan estimasi untuk seorang penilai adalah 0,881. Kata kunci: pengembangan instrumen, anahsis kompetensi, tutor paud
EVALUASI TREND KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA Raharjo, Sabar Budi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i2.1129

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang tanggapan dan kelayakan satuan pendidikan terhadap penerapan delapan standar nasional pendidikan (SNP), trend kuantitas dan kualitas pendidikan, status akreditasi sekolah, tingkat pemenuhan, rasional dan tanggapan terhadap SNP, urutan delapan standar nasional yang harus dicapai, standar nasional yang paling sulit dicapai, tingkat kepuasan peserta didik terhadap pelayanan sekolah dan hambatan-hambatan dalam mencapai SNP. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan Focus Group Discussion (FGD)dan studi dokumentasi.  Data hasil FGD dianalisis secara kualitatif dan data hasil mengedarkan instrument dianalisis secara kuan-titatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, setiap satuan pendidikan memberi tanggapan yang positif dan layak untuk menerapkan standar nasional pendidikan. Kualitas lulusan dan persentase lulusan cenderung naik. Jumlah sekolah yang terakreditasi yang terbanyak adalah nilai B, de-ngan tingkat pemenuhan  delapan standar nasional untuk SD 73,55%, SMP 85,97%, SMA 77,07% dan SMK 76,15%. SNP yang sulit dicapai adalah standar kompetensi lulusan, ketenagaan, sarana dan prasarana. Variabel standar isi, ketenagaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, penilaian, mempunyai hubungan yang positif yang besarnya bervariasi ter-hadap variabel standar proses dan komptensi lulusan. Kualitas pelayanan untuk SD telah mencapai 87,4%, SMP 82,6%, Urutan prioritas dalam me-ningkatkan kompetensi lulusan, dilakukan dengan meningkatkan kualitas standar ketenagaan, isi, sarana dan prasarana, pengelolaan, penilaian, proses dan pembiayaan meskipun terdapat berbagai hambatan yang dialami sekolah.Kata kunci: trend, kualitas, standar nasional______________________________________________________________QUALITY EVALUATION OF EDUCATION TREND IN INDONESIAAbstract The research aims to obtain information about the response and the feasibility of education unit to the application in eight national standards, the trend of the quantity and quality of education, school accreditation status, the level of compliance with national education standards, and ratio-nal responses to the eight national standard, a sequence of eight national standards that  should be achieved, the national standard that is difficult to achieve, the level of student satisfaction with the school service and ob-stacles in achieving national education standards. The research method used was a Focus Group Discussion (FGD) and documentation. FGD data were analyzed qualitatively and distributed instrument data results were analyzed quantitatively.The results showed every educational unit responses positively and appropriately to implement national education standards. Quality and percentage of graduates tend to increase, but still in the range of values 7.1. The percentage of graduates tends to grow up close to 99%. The number of accredited schools is mostly in  B. The level of compliance of eight national standards for SD is 73.55%, Junior high school is 85.97%, SMA is 77.07%, and SMK is 76.15%. National education standards which are difficult to achieve are competency standards, work-force, facilities and infrastructure. Variable content standards, energy, infra-structure, finance, management, and appraisal have positive relation whose the amount varies with the standard variable process and competency of graduates. Service quality for primary schools has reached 87.4%, and junior high schools reached 82.6%. The priority to improve graduate competency was done through improving standard of content, facilities, management, assessment, process, and budgeting in spite of many obstac-les faced by schools.Keywords: trend, quality, national standard
Perilaku Sosial Masyarakat Lembah Sungai Gajah Wong Yogyakarta Ropingi Ropingi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i1.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial masyarakat Lembah Sungai Gajah Wong dan nilai-nilai yang melandasi perilaku sosial tersebut Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perilaku sosial masyarakat Lembah Sungai Gajah Wong dapat dikatrgorikan menjadi tdga, yaitu: (1) perilaku ekonomi, (2) perilaku sosial-budaya, dan (3) perilaku keagamaan. Nilai yang melandasi perilaku masyarakat adalah nilai agama, rasa kemanusiaan, dan mated. Nilai agama menjadi landasan bagi mereka yang ingin mendapatkan kehidupan yang baik secara etika. Nilai kemanusiaan mewarnai perilaku mereka sebagai orang yang hidup susah. Mated menjadi hal yang sangat bernilai bagi masyarakat, karena kemiskinan mereka telah menjadikan mereka hedonis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya ada lima, yaitu (1) pengurus RT kurang mendorong warga masyarakat agar menciptakan suasana dan lingkungan yang baik, bebas dad judi, pelacuran, mabuk, konflik dan sebagainya; (2) latar belakang warga masyarakat adalah orang miskin, suka hidup bebas dan tidak berikat oleh berbagai aturan kemasyarakatan dan bahkan memiliki 'cacat' sosial; (3) tingkat pendidikan warga rendah; (4) pro­gram lembaga sosial yang ada cenderung menina-bobokkan mereka; (5) sosialisasi nilai, khususnya nilai agama dan etika, kurang menyentuh problematika hidup sehad-had yang dihadapi oleh masyarakat Lembah Sungai Gajah Wong. Kata kand: perilaku sosial masyarakat, sungai gajah wong
KETEPATAN METODE MANTEL-HAENSZAL, SIBTEST, DAN REGRESI LOGISTIK UNTUK MENDETEKSI DIFFERENTIAL ITEM FUNCTION Budiyono, Budiyono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i1.1398

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui (a) urutan ketepatan pendeteksian Differential Item Functioning (DIF) antara metode Mantel-Haenszel, the Simultanous Item Bias Test (SIBTEST), dan regresi logistik, (b) persentase kandungan DIF, Mantel-Haenszel, SIBTEST, dan regresi logistik tidak melakukan kesalahan. Simulasi dipilih dengan desain sebagai berikut (a) peserta tes sebanyak 1000 orang untuk kelompok acuan dan 1000 orang untuk kelompok fokus, dan (b) tiga kelompok tes pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Ada 20 buah tes masing-masing terdiri dari 25 butir soal, 40 buah tes masing-masing terdiri dari 50 butir soal, dan 60 buah tes masing-masing terdiri dari 75 butir soal. Muatan DIF pada tes ke-i sebesar 4i% pada kelompok pertama, 2i% pada kelompok kedua, dan  pada kelompok ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) urutan ketepatan mendeteksi DIF, secara berturut-turut adalah metode SIBTEST, metode Mantel-Haenszel, dan metode regresi logistik, (b) pada kandungan DIF paling banyak 8%, metode Mantel-Haenszel tidak melakukan kesalahan, metode SIBTEST tidak melakukan kesalahan pada setiap persentase kandungan DIF, dan pada kandungan DIF paling banyak 24% (untuk panjang butir 25), 8% (untuk panjang butir 50), dan 7% (untuk panjang butir 75), metode regresi logistik tidak melakukan kesalahan.Kata kunci:      DIF, perbandingan ketepatan, Mantel-Haenszel, SIBTEST, regresi logistik
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN ANALITIK TERHADAP KETERAMPILAN PNEUMATIK MAHASISWA TEKNIK MESIN UNY Triyono, M. Bruri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v11i1.1415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan pneumatik pada mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran lengkap dan demonstrasi sesuai berdasarkan kemampuan analitiknya pada pembelajaran mata kuliah Pneumatik Hidroulik. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan variabel terikat keterampilan pneumatik, variabel bebas strategi pembelajaran, dan variabel atribut kemampuan analitik mahasiswa. Rancangan eksperimen faktorial 2x2 dengan dua ta-raf kualifikasi variabel bebas yaitu strategi pembelajaran lengkap dan demonstrasi. Dua kelas sebagai subyek penelitian dengan 32 mahasiswa pada masing-masing kelas, sehingga jumlah keseluruhan adalah 64 mahasiswa yang dipilih secara random. Temuan penelitian ini adalah (1) keterampilan pneumatik mahasiswa yang diajar dengan strategi lengkap lebih tinggi dibanding yang diajar dengan strategi demonstrasi, (2) kelompok mahasiswa yang berkemampuan analitik tinggi dan diajar dengan strategi lengkap, keterampilannya lebih tinggi dibanding yang diajar dengan strategi demonstrasi, (3) kelompok mahasiswa yang berkemampuan analitik rendah dan diajar dengan strategi demonstrasi, keterampilannya lebih tinggi dibanding yang diajar dengan strategi lengkap, (4) ada interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan analitik terhadap keterampilan pneumatik.Kata kunci:      strategi pembelajaran, kemampuan analitik, keterampilan pneumatik
Sang Buta Mencari Cahaya (Studi Mobilitas Para Penyandang Cacat) Sari Rudijati; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis gejala-gejala yang menentukan mobilitas penyandang tunanetra. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan metode fenomenologis naturalistik dan desain studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan teknik pengamatan berperanserta, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang relevan dengan mobilitas para penyandang tunanetra. Temuan penelitian ini adalah: pada awal hidup mereka penyandang tunanetra sulit menerima kenyataan sebagai penyandang tunanetra; akhirnya para penyandang tunanetra dapat menemukan jati diri mereka. Penemuan jati diri dapat membentuk sikap positif penyandang tunanetra terhadap hidup dan lingkungannya. Sikap keluarga yang over protective dapat mengganggu mobilitas penyandang tunanetra. Sikap masyarakat yang melecehkan dan diskriminatif menghambat mobilitas penyandang tunanetra Penguasaan teknik-teknik penggunaan dria nonvisual, mobilitas, dan peralatan dilakukan penyandang tunanetra dengan berlatih/belajar, dan telah mendukung aksesibilitas dan mobilitas mereka; aksesibilitas lingkungan phisik akan berpengaruh terhadap mobilitas para penyandang tunanetra. Para Penyandang tunanetra temyata memiliki mobilitas yang tinggi dalam mengubah nasib, status dan kualitas hidup mereka. Kata Kunci: sang buta, mencari cahaya